ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Test


__ADS_3

Selama satu minggu Arion mengikuti ujian semesternya, dan tidak ada kendala berarti dengan semua ujiannya. Dia mengerjakan semua soal-soal dengan begitu mudah. Tidak ada masalah sama sekali. Dia juga sudah mulai berkumpul lagi dengan para sahabatnya. Namun selalu menghindar jika ada Luna datang.


Entahlah, padahal dia sendiri yang meminta pada Ghavin papa Luna agar memberinya waktu satu bulan untuk tetap bisa berteman dengan Luna. Tapi apa yang terjadi, bahkan untuk menatap mata Luna saja dia tak mampu. Dia tak mampu memandang Luna saat terluka atas penolakannya.


Para sahabat Arion pun kini bisa menerima sikap Arion yang semakin dingin dan Arogan. Dulu Arion sudah terkenal dingin dan cuek walau terkadang dia juga bersikap konyol. Tapi Arion yang sekarang, terasa lebih dingin dan sangat pendiam. Dia jarang sekali berbicara jika memang tidak ada yang penting untuk dibicarakan.


Awalnya mereka ingin protes akan sikap Arion yang sangat berubah, namun Leo melarangnya. Dia mengatakan kepada teman-temannya mungkin saja Arion memiliki masalah yang tidak bisa ia ceritakan kepada para sahabatnya. Mereka pun mulai terdiam sejak saat itu, dan mulai menerima perubahan pada diri Arion.


*


Tanpa semua orang tau, para guru dihebohkan dengan nilai-nilai ujian Arion yang mencapai nilai sempurna. Hingga banyak yang curiga, kalau soal ujiannya bocor ke tangan Arion. Sehingga membuatnya bisa mengerjakan soal-soal dengan mudah.


"Bagaimana jika kita adakan tes kepada Arion untuk mengetahui kempuannya yang sebenarnya.Karena tidak mungkin Arion yang berotak kosong itu bisa mengerjakan semua soal ini dengan mudah. " kata seorang guru yang sedang mengikuti rapat untuk membahas nilai Arion.


"Jaga ucapan anda pak, Mansyur. Jangan sampai anda menyesal mengatakan hal itu kepada Arion. " ujar kepala sekolah mengingatkan.


"Saya bicara fakta pak. Kita semua tau Arion itu anaknya seperti apa. Jadi jika dia mendapat nilai sempurna seperti ini, ini sangat tidak mungkin dan mencurigakan. " kata pak Masyur, masih kekeh dengan pendiriannya.


"Baiklah, tolong panggil Arion kemari, dan kita tanyakan apa yang ingin kalian tanyakan. Baik itu tentang pelajaran atau apa pun. Kalian guru dari masing-masing mata pelajaran siapkan, soal-soal yang ingin kalian tanyakan pada Arion. " putus kepala sekolah pada akhirnya.


Salah satu guru keluar untuk mencari Arion mana lagi tujuan guru itu disaat jam kosong seperti ini jika bukan kantin. Karena mana mungkin Arion berada di kelas saat jam kosong. Dan benar, sosok Arion yang sedang ia cari sedang duduk santai di pojokan kantin dengan segelas es teh di depannya.


"Arion.... " panggil guru itu.


Arion yang merasa namanya di panggil pun segera mendekati guru yang memanggilnya.


"Bapak manggil saya? "


"Iya, ayo ikuti bapak.. "


Arion pun mengikuti guru bahasa Indonesia itu di belakangnya.


"Ada apa pak. "


"Udah nggak perlu banyak tanya, kamu ikuti saja kemana saya pergi. " ucap guru itu.


Arion sampai di ruang rapat dewan guru, saat ia masuk ke dalan ruang rapat semua guru menatapnya dengan sengit. Namun respon yang fi berikan Arion masih sangat santai.

__ADS_1


"Duduk di sana Arion. " kepala sekolah meminta Arion duduk Di sebuah kursi yang berada di tengah-tengah mereka.


Dengan santai dan tanpa beban Arion duduk disana. Sepertinya dia akan mendapat sidang hari ini.


"Arion bapak ingin tanya apakah kamu mengerjakan semua soal ujianmu sendiri? tanpa bantuan orang lain? "


"Tentu saja memang kenapa? " kini dia tau kenapa dia disidang seperti ini. Rupanya tentang ujian kemarin.


Arion menyeringai. "kenapa, apa karena nilai ku sempurna? " jawabnya dengan sombong.


Para dewan guru menggeleng mendengar jawaban dan pertanyaan Arion. Anak ini memang telah berubah, sesuai rumor yang beredar. Dulu dia yang terkenal berandal dan tengil kini berubah menjadi dingin dan arogan.


"Kami akan mengetes kemampuanmu Arion. apakab kamu benar-benar mampu mengerjakan soal inj sendiri atau kamu hanya sekedar menyontek saat ujian. " ujar pak Mansyur guru yang sejak tadi getol tidak percaya dengan kemampuan Arion.


"Cih.., ternyata karena itu kalian memanggilku kemari. Baiklah, tanyakaan apa yang ingin kalian tanyakan. Aku siap. "


Beberapa guru merasa kesal dengam sikap Arion yang tidak menghormati para guru . Tapi ada beberapa guru yang terlihat biasa saja dengan sikap Arion. Karena mereka sudah biasa menghadapi Arion dengan segala sikap nya.


Akhirnya para guru menanyakan pertanyaan sesuak bidang mata pelajaran mereka. Dan Arion menjawab semuanya dengan enteng semua jawaban yang Arion berikan semuanya benar. Tanpa membawa buku atau catatsn apapun. Membuat semua yang ada di sana tercengang dengan k pandaian Arion saat itu.


"Apakah sudah selesai? Jika sudah aku akan keluar dari ruangan ini. " Kata Arion yang merasa jengah dengan sikap para guru.


"Kamu boleh pergi nak Arion. " kata kepala sekolah.


Arion beranjak dari duduknya dan melangkah pergi dari ruang guru itu. Namun langkahnya terhenti sebelum melewati pintu.


"Aku harap kalian ingat pepatah ini. 'Don't jugde a book by its cover. " kata Arion dengan menyeringai lalu keluar dari ruang guru.


Semua guru yang Mendengar ucapan Arion sebelum keluar merasa tertampar dengan pernyataan Arion barusan.


"Apa kalian sudah puas sekarang? " Kepala sekolah juga merasa geram kepads mereka.


"Jadi, masukkan nilai Arion sesuai yang tertera di lembar ujian. Kita akhiri rapat hari inj. "


Mereka semua membubarkan diri dari ruang rapat. Dan masih ada beberapa guru yang berada di sana. mereka masih membicarakan.


"Kok bisa ya?

__ADS_1


" Cuma dalam satu bulan Arion biss menguasai semua mata pelajaran, mulainkelas sepuluh sampai dua belas. " kata Salah satu dari mereka yang masih tak percaya dengan kemampuan Arion.


"Mungkin dia salah satu anak yang berotak jenius?" celetukan salah satu dari mereka pun diangguki semua orang.


*


Arion kembali ke kelasnya. karena masih jam kosong kelas terlihat ramai dengan teriakan para siswa. Namun saat Arion masuk, semua terdiam.


"Dari mana aja, lo. " tanya Roy saat Arion duduk di kursinya.


"Biasa di panggil BK. "


"Buat salah apa lagi lo. Sampai di panggil BK. '


" Biasa guru kurang kerjaan, kangen kali sama gue. " Jawab Arion enteng sambil mengambil tasnya.


"Mau kemana lo. "


"Balik. percums sekolah nggak ada guru nya juga." Arion melangkah keluar dari kelasnya dan di ikuti Roy.


"Ngapain ikutin gue. "


"Pengen ikut jadi anak nakal kayak lo aja. Emang ga boleh. " kata Roy dengan wajah tengilnya.


Arion langsung merangkul pundak Roy, dan mereka berdua berjalan melewati koridor sekolahan yang ramai. Leo yang melihat kedua temannya itu pergi pun ikut menyambar tasnya, dan mengajak kevin juga.


"Eh, mau kemana lo. " tanya Luna yang sedang duduk dengan Leo.


"Mau cabut sama Arion dan Roy. Bye Luna. "


Leo dan Kevin pun berlari mengejar kedua sahabatnya itu yang telah lebih dulu berada jauh di depan mereka. Hingga Leo dan Kevin berhasil menyusul mereka berdua dan merangkulnya dari belakang.


"Bikin kaget aja. " ketus Roy.


"Mau kemana kok nggak ngajak-ngajak. "


"Mau ke bengkelnya Sam. Mau ikut kalian berdua?" Kata Arion sambil terus berjalan meninggalkan sekolah.

__ADS_1


Mats Leo dan Kevin berbinar Mendengar kata bengkel Sam. Karena mereka suka banget Melihat koleksi motor sport milik Sam dan kawan-kawannya.


Dari jauh, tampak Luna memandang nanar ke arah punggung Arion. Arion dulu yang selalu menggodanya dan bersikap hangat kepadanya telah hilang. Bergantin Arion yang cuek dan dingin kepadanya. Dalam hati Luna, dia merasakan sangat kehilangan sosok Arion.


__ADS_2