ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Tidur Bareng


__ADS_3

Arion menarik tangan Luna dengan sedikit kasar menjauh dari teman-temannya , karena dia merasa marah saat ini setelah mendengar dari Lukas , kalau Luna membicarakan kisah tentang Romeo dan Juliet . Sebenarnya Apa yang dipikirkan Luna saat ini ?


Setelah sampai di tempat yang agak jauh dari teman-temannya Arion langsung menghempaskan tangan Luna .


"Apa yang kau pikirkan Luna ? Jangan memikirkan hal yang tidak - tidak . Karena aku tidak suka itu . " Kata Arion dengan nada penuh emosi .


"Kau tidak pernah tahu seperti apa Papaku Arion . Dia orang yang sangat keras kepala , dan pendiriannya tidak dapat dibantah . Jika dia bilang tidak maka akan tetap tidak ,tidak akan berubah menjadi ya dengan mudah . " Ujar Luna yang juga emosi diperlakukan seperti itu oleh Arion.


Arion langsung memeluk Luna , dia mengerti perasaan Luna saat ini . Perjuangan untuk mendapatkan Restu memang tidak mudah . Tapi jika mereka melewatinya bersama pasti akan ada jalan untuk mendapat Restu dari Papa Luna .


Bersabarlah Luna , sebentar lagi . Tunggu aku sebentar lagi . Aku akan datang menjemputmu , setelah urusan ku selesai . Saat itu hanya akan ada aku, kau dan Dinda.


Luna hanya bisa mengangguk , di dalam pelukan Arion .


"Jangan pernah memikirkan hal-hal yang akan membuatku ataupun membuatmu sedih dan terluka . Kita akan melewati ini bersama . Oke !"


"Berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku Arion. Jangan pergi lagi , jangan meninggalkanku sendirian lagi Bawa aku pergi bersamamu ." Kata Luna dengan suara yang sudah terisak .


"Apa kau sangat mencintaiku , sampai kau tidak mau aku tinggalkan lagi ." goda Arion kepada kasihnya itu


Dan ditanggapi Luna dengan anggukan kepala .


"Aku sangat mencintaimu , Entah Sejak kapan perasaan ini tumbuh dan berkembang begitu banyak di hatiku . Sampai aku tidak bisa bernafas , sesak rasanya karena terlalu banyak cinta yang sulit untuk diungkapkan. " Kata Luna yang masih terisak .


"Mungkin aku terkena karma , atau karena aku termakan oleh omonganku sendiri yang mengatakan kalau aku tidak akan pernah mencintaimu . Tapi kenyataannya sekarang Aku mencintaimu, Aku jatuh terlalu dalam mencintaimu ." Kata Luna lagi sambil mengeratkan pelukannya .


Arion mengecup pucuk kepala Luna berkali-kali , untuk menyalurkan rasa cinta dan sayangnya kepada wanita pujaannya itu.


"Terima kasih karena terlalu banyak memberikan cintaimu untukku . Maafkan aku yang baru datang menemuimu , karena banyak yang harus aku lakukan untuk masa depanku ." kata Arion kemudian mengungkapkan rasanya.


Luna hanya mengangguk di dalam pelukan Arion .


Arion lalu melepaskan pelukannya dan mengajak Luna duduk di sebuah kursi yang berada di samping Villa .


"Boleh aku tahu , sebenarnya Apa yang sedang kau kerjakan saat ini . Kenapa terlihat serius sekali . " Luna mencoba memberanikan diri bertanya kepada Arion .


Arion hanya menanggapi pertanyaan Luna dengan senyuman.


"Ini hanya masalah keluarga Luna ,tidak ada hubungannya dengan kita . Aku akan segera menyelesaikannya . Setelah itu, tidak akan ada beban lagi yang menghimpitku . Aku akan hidup normal seperti orang lainnya ." Ujar Arion yang memberikan pernyataan ambigu kepada Luna.

__ADS_1


"Baiklah jika kamu masih tidak mau cerita , tidak apa-apa . Asalkan kau tetap baik-baik saja , dan tidak pernah melupakanku . " kata Luna sambil menggoyangkan kakinya.


Arion lalu mengacak rambut Luna dengan lembut , "Aku tidak akan pernah melupakanmu LUn . Kamu adalah cinta pertamaku ,satu-satunya wanita yang ada di hidupku hanyalah kamu ."


Entah itu sebuah kenyataan atau gombalan , tapi kalimat Arion itu membuat wajah Luna memerah . Dia merasa sangat malu dan bahagia secara bersamaan .


Mereka berdua duduk di kursi itu hingga larut malam, tanpa mempedulikan yang lainnya. Entah acara mereka masih berlangsung atau sudah berakhir, Luna dan Arion tidak ada yang tau. Mungkin mereka memberikan waktu kepada Luna dan Arion untuk berdua dan menyelesaikan masalah mereka.


"Dingin banget Arion ,masuk yuk . " Ajak Luna kepada Arion.


"Ya udah ayo masuk Aku sebenarnya juga sudah kedinginan dari tadi , tapi mungkin kamu masih ingin berdua denganku di sini . " Arion lagi-lagi menggoda Luna hingga membuat Luna tersipu.


Arion lalu menggenggam tangan Luna yang dingin untuk masuk ke dalam villa.


Ternyata teman-temannya juga sudah masuk ke dalam villa .Mereka sudah bergelung di dalam selimut dan tidur berserakan di ruang tengah . Entahlah mungkin mereka lebih suka tidur tidak tahu tempat seperti itu .


Arion lalu mengantarkan Luna di depan kamarnya .


"Masuklah , sudah malam dan beristirahatlah . Aku juga akan tidur . " kata Arion kepada Luna.


Arion Sudah akan berbalik ke kamarnya , namun tangannya dicekal oleh Luna . "Bolehkah aku tidur denganmu ? "


Luna tetap terdiam di tempatnya , dia Lalu menggelengkan kepalanya .


"Jangan keras kepala Lun? "


Tangan Arion masih di cengkal Luna .


"Baiklah kalau begitu , Ayo. "


Mendengar kata-kata Arion, Luna langsung tersenyum. Arion langsung membawa Luna ke sebuah sofa panjang berbentuk L di pojok ruangan.


"Tunggu disini. "


Luna duduk dengan tenang, dan Arion masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil sesuatu. Tak lama Arion keluar dari kamarnya dengan membawa bantal guling dan selimut . Lalu menatanya di sofa tersebut .


Arion langsung memposisikan dirinya dengan duduk selonjor , lalu menepuk-nepuk tempat di sampingnya dan menyuruh Luna untuk duduk di sampingnya . Luna menurut dan dia duduk di samping Arion .


"Tidurlah disini. " tunjuk Arion pada pahanya, dan menyuruh Luna merebahkan kepalanya di paha Arion.

__ADS_1


"Apakah akan aman? tidak akan ada yang terbangun? " tanya Luna dengan polosnya .


"Memang apa yang akan terbangun Luna ? Jangan berpikiran mesum . Aku sudah capek dan ingin tidur. kalau kamu ingin tidur denganku, kita akan tidur di sini, karena di sini aman, tidak akan ada yang berfikir macam-macam tentang kita. " ujar Arion menjelaskan kenapa dia mengajak Luna tidur di sofa, bukan di kamar.


"Baiklah... dimanapun asal bersamamu.. "


Luna lalu memposisikan dirinya sesuai keinginan Arion. Dia merebahkan kepalanya di paha Arion , dan menghadap ke arah Arion selalu memeluk perutnya .


Dengan sekuat tenaga Arion , menahan hasratnya . Sebuah kecupan singkat Arion berikan di kening Luna sebelum tidur .


" Tidurlah." ujar Arion sambil mengusap rambut Luna secara perlahan .


Tak lama baik Luna maupun Arion , mereka tertidur bersama dengan posisi yang menyiksa bagi Arion .


Pagi harinya , Leo bangun terlebih dahulu dari teman-teman lainnya disusul Lucas , yang juga sudah terbangun . Lukas keluar dari kamarnya , untuk mengambil air minum . Matanya memicing saat melihat Arion tidur di kursi dengan posisi duduk yang sangat tidak nyaman. . Dia lalu mendekat dan melihat apa yang terjadi. Disusul leo yang juga penasaran dengan apa yang dilakukan Arion.


Keduanya terkejut saat melihat, ternyata Luna sedang tidur di pangkuan Arion. Mereka berdua menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sepasang kekasih itu.


"Aku rasa ini perbuatan Luna. " kata Lucas dengan mendengus.


"Sudah pasti, gadis manja itu pasti minta yang aneh-aneh pada Arion. . " Leo menyetujui ucapan Lucas.


Keduanya lalu membangunkan Arion agar berpindah tempat tidur. Dia pasti merasa tidak nyaman tidur seperti itu semalaman.


"Arion, bangun. " bisik Leo dengan pelan.


Arion mulai mengerjapkan matanya, untuk menormalkan pandangannya.


"Ada apa? " tanya Arion yang masih belum sepenuhnya sadar.


"Pindah kamar gih, biar Lucas yang gantiin lo. " kata Leo sambil menunjuk Luna dengan dagunya.


"Baiklah." Arion dengan pelan menurunkan kepala Luna dari pahanya dan mengganti nya dengan bantal.


Ngilu rasa kaki Arion saat itu, tapi dia tahan karena semalaman tidur dengan memangku kepala Luna. Tapi dia juga merasa senang bisa tidur dengan Luna walau sangat menyiksa baginya.


Arion lalu dibantu Leo ke kamarnya. agar bisa tidur dengan nyaman. Dan Lucas lansung menggantikan posisi Arion tapi tidak memangku kepala Luna.


"Enak aja, enak di lo nggak enak di gue. " batin Lucas dan masih menggerutu dengan sikap Luna. yang berlebihan kepada Arion.

__ADS_1


__ADS_2