ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Luna Hamil?


__ADS_3

Tiga bulan berlalu sejak mereka melakukan honeymoon , dan selama itu pula Luna menjadi istri Arion. Hari-hari Luna dipenuhi kebahagiaan selama pernikahannya dengan Arion. Dia juga sudah mulai kuliah lagi seperti sebelumnya. Tiap pagi dia akan berangkat kuliah bersama dengan Arion yang berangkat kerja.


Sedangkan Dinda sendiri kini sudah sekolah di SMA yang sama dengan Arion dan Luna dulu. SMA yang berada di bawah naungan yayasan Abraham. Dia masih diawasi oleh dua pengawal cantiknya yang menyamar sebagai guru . Mereka selalu mengawasi Dinda, agar Dinda tidak mengalami pembulian di sekolah.


Pagi ini Luna merasa malas untuk bangun dari tidurnya. Dia tidak ingin beranjak sedikitpun dari tempat tidurnya. Dan selalu menempel pada Arion, sehingga membuat Arion tidak bisa bergerak. Dari tempat tidurnya.


"Luna sayang, ayo bangun dong. Aku kan harus kerja. Ini sudah jam tujuh lho, nanti Ray dan Mona menunggu. " Kata Arion yang melihat sikap tak biasa Luna.


"Nggak mau aku pengen kayak gini. Bisa nggak sih nggak kerja sehari saja. " balas Luna dengan ketus.


"Nggak bisa dong, sayang. Aku kan pemimpin perusahaan, jadi aku harus memberi contoh yang baik untuk bawahanku. " Kata Arion dengan sabar, karena dia merasa ada sesuatu yang aneh pada diri Luna.


Luna tiba-tiba melepaskan pelukannya dari pinggang Arion, Dia lalu membalikkan tubuhnya dan memunggungi Arion.


"Ya sudah pergi sana, kamu memang nggak sayang sama aku, Arion. " ucap Luna dengan ketus, namun suaranya terdengar parau.


Arion mencoba membalikkan tubuh Luna dan melihat apa yang terjadi. Namun Luna enggan untuk di sentuh Arion lagi, dia merajuk. Dan Arion bingung karena dia tidak tau, Luna merajuk karena apa.


"Kamu kenapa sih, sayang. Kok tiba-tiba aneh begini? " tanya Arion yang benar-benar bingung dengan perubahan sikap Luna.


"Kamu jahat... kamu nggak mau nemenin aku dirumah. Kamu jahat.... " Itu terus yang di ucapkan Luna kali ini dengan isak tangisnya.


Arion kembali mendekati Luna yang memunggunginya, dan berusaha meminta Luna untuk membalikkan tubuhnya, tapi luna tidak mau. Dia masih betah dengan merajuknya. Akhirnya Arion mengalah dan mengetikkan pesan kepada Ray kalau hari ini dia akan terlambat datang, atau tidak datang sama sekali ke perusahaan. Dan memintanya untuk meng-handle perusahaan. Karena ada sedikit masalah dengan Luna. Arion memberikan alasana yang sesuai dengan keadaannya saat ini. Karena memang sudah waktunya sarapan dan mereka berdua masih belum turun dari kamarnya.


Setelah mengirim pesan kepada Ray, Arion lalu berbaring dibelakang Luna, dan memeluknya dari belakang. Dia memberikan Kecupan-kecupan singkat di bahu dan di leher Luna yang tidak terhalang apapun. Dan itu membuat Luna menggeliat kegelian.


"Apaan sih... " ucap Luna masih ketus.


Arion tidak tinggal diam. tubuh mereka yang polos karena pergulatan semalam membuat Arion bisa membuatnya memainkan beberapa benda kesukaannya dan itu membuat Luna tanpa sengaja mengeluarkan suara laknat dari mulutnya. Dan karena tidak tahan lagi dengan godaan dan sentuhan dari Arion, akhirnya Luna membalikkan tubuhnya dan menatap tajam kearah Arion dia langsung menaiki tubuh Arion, sehingga membuat Ario terkejut dengan perubahan sikap Luna. Tanpa persetujuan dari Arion , Luna langsung memasukkan sesuatu yang sudah mengeras dibawah sana. Dan akhirnya Luna yang memimpin pagi itu.


Arion hanya menerima apapun yang Luna lakukan kepadanya. Karena itu juga sangat menyenangkan baginya. Hanya saja perubahan sikap Luna itu yang membuat Arion bingung.


Setelah beberapa saat bermain diatasnya, akhirnya Luna mempercepat gerakannya. Pertanda kalau dia akan keluar, melihat itu Arion tidak tinggal diam karena dia belum puas, akhirnya dia membalikkan tubuh Luna dan memompanya dengan cepat dibawah sana. Hingga pada akhirnya mereka bisa mengeluarkannya bersama-sama.


Arion mencium bibir Luna dengan rakus, bibir yang sudah berkata ketus kepadanya pagi ini. Arion menghukum Luna dengan gigitan kecil di sana. Sehingga membuat Luna tidak tahan lagi dan membalas Ciuman Arion dengan penuh gairah. Hingga junior yang belum sempat terlepas dan masih bersarang karena ingin tidur, kini jadi bangun lagi tanpa di komando. Membuat Luna membulatkan matanya, karena benda itu sudah sesak memenuhi miliknya.

__ADS_1


Perlahan tapi pasti Arion bergerak dibawah sana dengan pelan dan membuat Luna jadi tak berdaya lagi Dia harus melakukannya lagi. Memang ini salahnya. Suaminya ini memang tidak bisa diajak bermain-main kalau masalah beginian. Dia akan langsung cepat tanggap dan Lunalah yang harus merasakannya.


Dan pada akhirnya ronde ke dua mereka berakhir. Pagi ini Arion benar-benar terpuaskan dengan keagresifan Luna. Yang entah karena apa.


"Apa kau baik-baik saja. " Tanya Arion saat menyelesaikan pelepasan mereka yang kedua. Namun dia langsung melihat wajah Luna yang memucat.


"Aku baik-baik saja. Hanya sedikit tidak enak badan. " jawab Luna lirih.


Arion langsung mengangkat tubuh Luna ke dalam kamar mandi. Mereka berdua segera membersihkan tubuh mereka. Arion membersihkan tubuh Luna dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kemudian ganti dia sendiri yang membersihkan tubuhnya. Lalu segera membawa Luna keluar dan segera menggantikan pakaian Luna. dan pakaiannya sendiri. Luna hanya memperhatikan apa yang dilakukan Arion tanpa bersuara sedikitpun. Karena dia sendiri tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhnya, sehingga terasa lemas sekali.


Sungguh sebenarnya Arion merasa sangat khawatir melihat keadaan Luna. Namun dia menyembunyikan kekhawatirannya dengan bersikap diam dan tak banyak bicara. Biarlah tangan dan kakinya yang bekerja. Hingga mereka sudah berpakaian lengkap, Arion menyisir rambut Luna yang hanya sebahu dengan telaten. Setelah itu dia mengambil ponsel dan dompetnya. Dan segera. Menghubungi Marco.


"Siapkan mobil. Kita akan ke rumah sakit sekarang. "


Tanpa bertanya lagi, Marco segera menyiapkan mobilnya dan bersiap menyambut tuan muda. Dia tidak banyak bertanya karena mendengar kegugupan di nada suara tuannya tadi.


Arion segera menggendong Luna dan menuruni anak tangga. Kemudian memasukkan Luna kedalam Mobil.


"Bertahanlah Luna. Kenapa kamu seperti ini sih . Mengocehlah seperti biasa. Aku suka kamu yang banyak bicara daripada diam seperti ini. " kata Arion sambil memeluk Luna.


Marco hanya memperhatikan kekhawatiran bosnya dari kaca spion mobil.


"Kamu mau apa? Kamu memang belum sarapan kan? kita beli susu ya? " kata Arion yang merasa panik.


Namun Luna menggeleng.


"Terus kamu mau apa? " tanya Arion lagi yang terus mengajak istrinya bicara.


"Aku mau tidur Arion, aku capek. "


"No.. Luna... ayo bangun sebentar lagi kita sampai di rumah sakit. " Arion terus menepuk-nepuk pipi Luna agar dia tetap terjaga.


Dan benar saja tepukan Arion membuatnya sakit hingga dia terjaga.


" Arion sakit tau. " kata Luna yang sangat merasakan sakit dipipinya seperti ditampar.

__ADS_1


"Ya lebih baik kamu marah-marah dari pada diam seperti tadi."


Mobil yang di kendarai Marco akhirnya sampai di sebuah rumah sakit. Luna langsung di bawa ke UGD untuk mendapatakan penanganan awal terlebih dahulu. Hingga seorang dokter cantik masuk untuk memeriksa Luna.


Arion yang ingin masuk menemui Luna pun segera dicegah oleh perawat karena hanya pasien yang boleh masuk.


Tak lama dokter itupun keluar.


"Bagaimana keadaan istri saya dokter. " Tanya Arion dengan panik.


"Nona... "


"Luna. "


"Ah ya. Nona Luna tidak apa-apa tuan. Dia hanya lemas. Mungkin karena hormon kehamilan yang sedang dia alami. "


"A.... apa...? Ha... hami? " tanya Arion tidak percaya.


"Menurut pemeriksaan saya, istri anda saat ini sedang hamil, tuan. Tapi untuk lebih jelasnya, silahkan anda bawa istri anda ke dokter kandungan. Saya akan memberikan rujukan untuk anda, agar istri anda segera diperiksa dan mendapatkan penanganan. Karena sepertinya istri anda membutuhkan istirahat total selama beberapa hari. " Jelas dokter itu.


"Baiklah dokter, saya akan membawa istri saya ke dokter kandungan. " Kata Arion dengan semangat.


Arion lalu segera menggendong Luna agar duduk di kursi roda agar dia merasa nyaman.


Setelah mendapat rujukan, Arion segera membawa Luna menuju dokter kandungan yang sudah direkomendasikan oleh dokter tadi.


Arion akhirnya sampai di tempat dokter kandungan praktek, Luna sudah merasa lemas dan dia ingin tidur saja rasanya. Tapi apa boleh Arion selalu mengoceh sehingga membuatnya tidak bisa tidur.


Arion dan Luna sudah berada dihadapan dokter kandungan saat ini. Dokter itu menanyakan apa saja yang dialami Luna akhir-akhir ini, kapan menikah dan kapan terakhir kali datang bulan.


Setelah Luna menjawab semuanya, Dokter mempersilahkan Luna untuk berbaring di ranjang periksa. Dan dokter pun segera melakukan tugasnya.


Dokter Menggerak-gerakkan alatnya di atas perut Luna sambil melihat ke arah monitor.


"Selamat ya tuan, anak anda kemungkinan besar kembar didalam perut istri anda. " kata Dokter wanita yang bername tag dokter dokter Wati itu.

__ADS_1


"Ja... jadi benar istri saya hamil dokter? " tanya Arion yang masih tak percaya.


"Benar tuan. Lihatlah ininada dua kantung di dalam rahin istri anda dan itu artinya istri anda saat ini sedang hamil anak kembar. " jelas dokter itu lagi.


__ADS_2