
Arion segera duduk di samping brangkar Luna, dan menggenggam tangan Luna yang terdapat balutan perban yang melingkar di pergelangan tangannya. Sakit hati seorang Arion melihat orang yang dia cintai berakhir seperti ini.
Sedangkan Eliza keluar dari kamar Luna untuk memberi waktu kepada Arion agar bicara berdua dengan Luna meskipun Luna sedang koma.
"Luna bangunlah , aku sudah ada di sini . "
"Kenapa kamu melakukan hal bodoh seperti ini Luna , Aku hanya ingin melihatmu bahagia , tapi kenapa malah seperti ini . Kumohon bangunlahlah sayang , Aku janji aku tidak akan pergi meninggalkanmu lagi. Aku janji..." Kata Arion yang tanpa sadar dia mulai terisak dan mengeluarkan air matanya
"Lihatlah dirimu sekarang, kenapa tubuhmu bisa kurus begini sih? Mana Lunaku yang cantik dan seksi? Kenapa jadi jelek seperti ini. " kata Arion lagi sambil terkekeh namun air mata nya terus mengalir.
"Untung kamu tertolong, Lun. Jika tidak mungkin aku akan merasa bersalah seumur hidup telah membiarkanmu mati karena kepergianku . Aku harap kamu tidak melakukan hal bodoh seperti ini lagi . Banyak orang-orang yang mencintaimu di luar sana , Luna. Lihatlah bahkan papamu sendiri tadi yang memintaku untuk datang menemuimu , Dan berlutut di hadapanku . Aku tidak pernah menyangka , seorang Gavin Antony melakukan hal itu kepadaku . Kamu sungguh luar biasa Luna , bisa mencairkan batu yang keras dengan kucuran darahmu ." Arion terus berbicara Meskipun tidak mendapatkan respon apapun dari Luna .
Di luar kamar.
Eliza duduk di samping suaminya yang tengah termenung . Entah apa yang dipikirkannya , Sejak kejadian semalam Gavin lebih suka termenung .
"Bagaimana kamu bisa menemukan Arion ?" tanya Eliza yang terdengar sangat basa-basi .
"Aku pergi ke perusahaan Abraham , dan menemuinya di sana ."
"Perusahaan Abraham ? Bukankah kata Lucas , Arion akan pergi ke luar negeri hari ini ."
"Aku sendiri tidak tahu , hanya saja hatiku mengatakan kalau Arion ada di perusahaannya saat itu ." Terang Gavin .
Eliza mengangguk mengerti , Mungkin ini yang disebut firasat seorang ayah .
"Luna bagaimana , Apakah ada perkembangan ?" Gavin menanyakan keadaan Luna ,karena sejak semalam dia tidak di izinkan masuk oleh istrinya .
Elizam menggeleng , "tidak ada apapun yang terjadi . Luna masih tetap tertidur dalam mimpinya . Mungkin benar kata dokter , Luna merasa nyaman di alam bawah sadarnya . Karena dia tidak ingin saat membuka mata ,dia tidak menemukan kekasihnya . Karena itu akan sangat menyakitkan baginya.
Gavin menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucapan Eliza.
"Maafkan Aku , karena aku sangat egois selama ini . Bahkan aku tidak ingin tahu bagaimana keadaan Luna selama satu minggu terakhir , sampai aku tahu tadi malam dia terlihat sangat kurus. " kata Gavin penuh penyesalan .
"Aku memang seorang Ayah yang buruk untuk anaknya . " Kata Gavin lagi , sambil menundukkan kepalanya
Eliza merangkul suaminya dari samping , lalu manapuk-nepuk bahunya .
"Tenangkan dirimu , kamu akan merasa lebih baik Jika kamu bisa memaafkan dirimu sendiri . Jadikan ini sebuah pelajaran berharga untukmu , agar tidak melakukan kesalahan yang sama . Jangan pernah membenci seseorang tanpa alasan yang jelas , karena itu akan berbalik kepadamu ." Nasehat Eliza kepada suaminya
Gavin hanya menganggukkan kepala , menerima nasehat dari istrinya .
__ADS_1
"Berdoalah , Semoga dengan kedatangan Arion,Luna bisa sadar dan keluar dar alam bawah sadarnya." ujar Eliza lagi.
"Aku akan menghubungi Lucas, dan mengatakan kepada mereka kalau Arion sudah ada di sini. Kamu segeralah mandi dan berganti pakaian. Agar terlihat segar kembali." ujar Eliza kepads suaminya.
Gavin mengangguk dan menuruti permintaan sang istri.
Dia lalu masuk ke dalam ruang rawat inap Luna, dan melihat Arion sedang duduk di samping Luna dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Setelah membuka mata dan hatinya, kini Gavin benar-benar bisa melihat besarnya cinta Arion kepada Luna. Setelah mendapatkan apa yang dia cari,Gavin langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Sebenarnya Arion tahu, Gavin terus memperhatikannya saat dia masuk ke dalam ruang rawat Luna .Tapi Arion tidak peduli . Bahkan saat ini dia sudah Merencanakan hal konyol jika mereka masih tetap tidak mendapatkan Restu dari Gavin .
Sedangkan di luar sana , Eliza sekarang sedang menghubungi Lucas untuk segera kembali ke rumah sakit , karena Arion sudah ditemukan . Dan saat ini dia berada di rumah sakit menemani Luna yang belum sadarkan diri.
"Bagaimana Arion bisa ditemukan ?"
"Papamu yang mencarinya di perusahaan Abraham . " Jawab Eliza yang sebenarnya .
"Bagaimana bisa , kemarin dia sendiri yang bilang kepadaku kalau dia akan berangkat pukul 11.00 . " Kata Lucas sambil melihat jam tangannya .
"Pantas saja ini sudah pukul 11.00 tetapi Arion tidak muncul juga . Baiklah mom Aku akan segera kerumah sakit. "
Akhirnya Leo dan Lucas kembali ke rumah sakit .
"Om, jika om tidak bisa menjaga Luna. Biarkan Luna pergi bersamaku. Aku akan menjaganya dengan baik. Dan tidak akan membuat Luna terluka seperti ini. " kata Arion tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Luna.
Mendengar ucapan Arion membuat hati Gavin tertohok. Dia tidak menyangka, Arion berani mengucapkan hal itu kepadanya. tanpa memandang wajahnya sedikitpun. Dan tanpa membalas ucapan Arion, Gavin langsung keluar dari ruangan Luna.
"Lihatlah, sayang... Papamu tidak mau menjawab pertanyaan ku. Jika kamu sudah sadar, dan kita masih belum mendapat restu dari papamu. Dengan terpaksa aku akan membawamu pergi dari negara ini, dan ikut bersamaku. Kita akan hidup bertiga saja dengan adikku Dinda.. Kamu mau kan? " tanya Arion kepada Luna yang masih setia dengan mata yang terpejam.
Di alam bawah sadarnya.
Luna seperti sedang bermimpi bersama dengan Arion. Mereka duduk di sebuah bangku di taman bunga yang indah di depan mereka. Disana mereka berbicara tentang merajut mimpi-mimpi mereka berdua di masa depan.
"Jika kita menikah kau ingin anak berapa dariku Arion?" tanya dalam mimpinya.
"Empat. " jawab Ariom singkat.
"Kenapa banyak sekali? "
"Aku punya gen kembar dari papaku dan kamu juga punya gen kembar darimu dan Lucas. Jadi kemungkinan memiliki anak kembar sangat besar. Aku ingin punya dua anak kembar laki-laki dan dua kembar perempuan. Pasti sangat lucu dan menggemaskan. " Kata Arion dengan mata berbinar.
Sedangkan Luna yang mendengar keinginan kekasihnya itu, dibikin malu dan merona.
__ADS_1
"Tapi apakah mungkin, kita bisa bersama. Sedangkan papamu tidak merestui hubungan kita." ujar Arion sendu.
Luna yang mendengar ucapan Arion pun ikut menundukkan kepalanya. Ya... yang menjadi kendala mereka bersatu adalah restu dari papanya.
"Luna, jika papamu tidak merestui hubungan kita maukah kamu ikut pergi bersamaku? Kita akan pergi jauh dari sini. Pergi jauh dari jangkauan papamu. Lalu kita akan hidup berdua saja. Mewujudkan apa yang sudah kita impikan bersama. " ujar Arion sambil menatap mata Luna dan menggenggam erat tangannya.
Dilihatnya Luna langsung mengangguk mendengar ucapan Arion. Hingga sebuah suara mengagetkan mereka berdua.
"Luna!!!! Beraninya kamu bertemu dengan dia, Ayo ikut dengan papa. " bentak Gavin dan langsung menyeret tubuh Luna menjauh dari Arion.
Luna meronta-ronta ingin di lepaskan dari cengkraman papanya, tapi Gavin dengan kasar meenyeret tubuh Luna. Hingga jauh dan Arion menghilang dari pandangannya.
"Tidak... Arion... Arion... Arion... jangan pergi.... Arion jangan pergi... jangan pergi... "
Teriakan Luna ternyata tembus di dunia nyata, dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Sambil memanggil nama Arion.
"Arion... Arion... jangan pergi... jangan pergi... "
Arion yang mendengar reaksi Luna segera keluar dan meminta Marco memanggilkan dokter.
Melihat kepanikan Arion membuat Eliza dan Gavin ikut panik dan mereka langsung masuk ke dalam ruangan rawat Luna. Mereka melihat Luna meneteskan air matanya dan menggumamkan kalimat 'Arion... jangan pergi... '
Mendengar itu, hati orang tua Luna menangis pilu. Ternyata begitu besar cinta anaknya itu untuk seorang Arion.
Sedangkan Arion sendiri yang merasa panik, hanya bisa memeluk Luna, berharap Luna bisa tenang dan mendengarkan semua ucapan Luna.
"Tenang Luna... aku ada di sini. Aku tidak akan pergi darimu. AKu akan bersamamu selamanya. percayalah. Aku tidak akan kemana-mana dan pergi meninggalkan mu lagi. Aku akan tetap bersamamu. "
Dokter yang masuk pun merasa tertegun melihat pemandangan itu. Dia melihat Luna histeris dalam alam bawah sadarnya, dan Arion menenangkan nya dalam alam sadarnya. Dia hanya diam memperhatikan tanpa memberikan tindakan apapun. Gavin dan Eliza yang ingin mengatakan sesuatu, langsung di hentikan oleh dokter dengan sebuah tanda untuk diam. Dia ingin melihat bagaimana reaksi Luna saat mendengarkan semua ucapan dari kekasihnya itu.
Dalam alam bawah sadar Luna, dia melihat Arion muncul kembali di hadapannya dan melepaskan Luna dari cengkraman tangan Gavin. Dan menariknya masuk ke dalam pelukannya.
"Aku tidak akan kemana-mana, dan akan bersamamu Luna. "
Suara Arion terus berdengung di telinga Luna hingga dia memasuki alam sadarnya. Dan meraskan tubuhnya tengah dipeluk seseorang. Pelukan hangat dari seseorang yang sangat dia rindukan dan dia inginkan.
"Arion."
Luna langsung membuka matanya saat mengingat pelukan ini, pelukan dari Arion. Pria yang sangat dia cintai.
"A... A... Arion.... "
__ADS_1