
"A... Arion. "
Suara lirih itu , Menyapa indra pendengaran Arion yang sedang memeluk Luna . Dia lalu meregangkan pelukannya dan melihat wajah Luna. Dilihatnya Luna yang sudah membuka matanya , dan memberikan senyum paksa kepadanya
"Luna , kamu sudah sadar, sayang? " kata Arion , yang mendapat balasan anggukan pelan dari Luna .
Arion lalu mengecup seluruh wajah Luna tanpa terkecuali , dia tidak menghiraukan adanya kedua orang tua Luna dan dokter yang ada di ruangan itu. Dia bahagia, Luna sudah sadar dan membuka matanya.
Mereka berdua tersenyum dan menatap penuh cinta , tidak peduli dengan siapapun yang ada di sana . Bagi mereka saat ini tidak ada yang lebih penting selain mereka berdua . Luna lalu memeluk Arion dengan erat.
"Jangan pergi lagi Arion , Aku mohon jangan tinggalkan aku . Jika kau pergi , ajaklah aku bersamamu . Aku ingin bersamamu Arion , tidak ingin siapapun . Aku hanya ingin kamu . Terserah orang mengatakan aku terobsesi padamu , aku tidak peduli yang aku tahu saat ini adalah, Aku mencintaimu , Aku sangat mencintaimu ."
Arion tidak dapat lagi membendung air matanya , saat memeluk tubuh ringkih Luna .
"Iya , aku tidak akan pergi ke mana-mana . Aku akan tetap di sini bersamamu , dan menjagamu . Aku akan membuat badanmu berisi lagi. Aku tidak suka melihat tubuhmu yang kurus seperti." ujar Arion untuk menghibur Luna.
"Sudah dulu ya , biarkan dokter memeriksamu . Agar kamu bisa sehat kembali . Dan kita akan bersama-sama lagi . " Luna dan Arion akhirnya melepaskan pelukan mereka . Dan Arion membiarkan dokter untuk memeriksa Luna
"Silahkan periksa dok. " kata Arion meminta dokter memeriksa keadaan Luna
"Saya kira Anda lupa kalau ada kami di sini tuan , " kata dokter itu kepada Arion . Siapa yang tidak tahu Arion, dia adalah pemilik rumah sakit ini .
"Tidak dokter , Aku tidak akan mengambil alih Tugas kalian . Untuk mengobati Kekasihku ." kata dokter dengan sedikit bercanda.
"Maaf tuan Arion , kami tidak tahu kalau Nona Luna adalah kekasih anda . " Ujar dokter itu penuh penyesalan.
"Tidak apa-apa dokter , hubungan kami memang belum diekspos . Kami hanya menjalani hubungan backstreet , karena ada seseorang yang tidak ingin aku dekat dengan Luna . Jadi kami memutuskan untuk backstreet . Sebelum orang itu merestui kami " ujar Arion datar dan melirik ke arah Gavin yang sedang melihat mereka .
Dokter yang paham situasinya tidak meneruskan pertanyaan apapun kepada Arion. Dia langsung memeriksa keadaan Luna tanpa menanyakan apapun lagi .
dokter kemudian memberitahukan Bagaimana keadaan Luna saat ini kepada Arion dan keluarganya .
"Keadaan Nona Luna sudah baik-baik saja , tidak ada yang perlu dikhawatirkan . Kita hanya perlu menjaga mod dari nona Luna , agar mod-nya tidak berantakan ."
"Benarkan ucapan saya tuan, nyonya. Orang yang bisa menyadarkan nona Luna adalah orang yang membuat nona Luna seperti ini . Jadi Apapun masalahnya Selama masih bisa dibicarakan baik-baik Saya harap bicarakan semuanya dengan baik-baik. Jangan sampai membuat Nona Luna stres lagi ."
"kalau begitu saya pamit pergi dulu . Kalau ada apa-apa silakan panggil saya ." dokter lalu pergi dari ruangan Luna dirawat .
__ADS_1
"Terima kasih Dokter ," ujar Eliza kepada dokter.
Sedangkan Gavin ,dari tadi hanya terdiam . Dia memperhatikan Luna yang sejak tadi tidak melihatnya sama sekali . Sejak tadi yang dia perhatikan hanya Arion. Dunianya sudah dipenuhi oleh Arion.
Setelah kepergian dokter , Eliza lalu mendekati Luna . Dan memeluknya .
"Terima kasih sayang , Terima kasih kamu sudah sadar "
Luna terdiam , dan terus memandang Arion . Dia tidak ingin berpaling sedikitpun dari Arion. Gavin yang melihat itupun tidak bisa menahan diri lagi. Dia langsung keluar dari ruangan Luna di rawat. Entah seperti apa hati Gavin saat ini. Saat melihat mata Luna yang penuh cinta untuk Arion.
"Maa... jangan pisahkan aku dengan Arion lagi. Aku mohon pada mama, mama jangan seperti papa yang tega memisahkan aku dengan Arion. " ujar Luna pada sang mama yang masih memeluknya.
Eliza lalu melepaskan pelukannya dari Luna dan mengangguk. "Tidak sayang, mama tidak akan seperti papamu. Mama sangat menyayangimu, mama tidak akan membuatmu terluka seperti ini lagi sayang. "
Eliza lalu menyatukan tangan Luna dan Arion.
"Arion, mama titipkan Luna kepadamu. Jaga dia baik-baik. Jangan sampai dia terluka. "
Arion dan Luna saling berpandangan, dan tersenyum.
Eliza lalu memeluk Luna dan Arion bersamaan.
"Maafkan mama dan papa yang tidak bisa membahagiakanmu, nak. " ujar Eliza yang terisak di pelukan Luna dan Arion .
"Nggak Mama nggak salah . Mama nggak pernah salah . Yang salah hanya papa , yang tidak bisa menerima hubungan kami . Tanpa kami tahu Apa alasan Papa membenci Arion. " ujar Luna yang ikut terisak dipelukan mama nya.
Eliza lalu melepaskan pelukannya.
"Arion , tolong suruh Luna untuk makan . Agar badannya bisa kembali pulih , dan tidak kurus seperti ini . Aku serahkan dia kepadamu saat ini , jaga dia baik-baik . Mama akan menunggu diluar dan bicara dengan papamu . Setelah itu mama akan Pulang. Kamu bisa menjaga Luna kan Arion?"
"Iya, serahkan Luna pada saya, tante. Saya akan merawat Luna dengan baik.
Eliza segera keluar setelah mengatakan hal itu , dia juga menyadari kalau suaminya sudah keluar sejak tadi . Jadi dia akan berbicara empat mata dengan suaminya .
"Kamu makan ya ? Aku suapin . " Kata Arion kepada Luna .
Luna hanya menggangguk mengiyakan permintaan dari Arion .
__ADS_1
"Kamu mau makan apa ? Biar Marco yang mencarikan makanan untukmu . "
" Aku mau makan Bubur ayam saja. " ujar Luna.
"Baiklah . Aku akan menghubungi Marco dulu. " Arion lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Marco yang sedang ada di luar .
"Tolong carikan bubur ayam untuk Luna ."
"Baik tuan muda ." Marco Segera pergi meninggalkan ruangan Luna dirawat.
Gavin yang melihat itu , memicingkan matanya . Memangnya apa yang Arion perintahkan kepada orang itu pikirnya .
"Apa yang sedang kau pikirkan. " tanya Eliza yang sudah berada di sampingnya .
"Kenapa asisten Arion pergi ."
"Mungkin dia sedang mencarikan Luna makanan atas perintah Arion." Kata Eliza dengan tenang .
"Apa kau sudah melihatnya tadi ?"
"Melihat apa ?" tanya Gavin tak mengerti.
"Melihat tatapan mata Luna kepada Arion ."
Gavin menunduk , dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari Eliza . karena dia juga tau arti tatapan mata Luna kepada Arion.
"Kau lihat sendiri , Luna sangat mencintai Arion. Bahkan dia tidak melepaskan pandangannya pada Arion saat aku memeluknya tadi. Tidak Bisakah kau membuka hatimu untuk menerima Arion . Kata Eliza lagi kepada suaminya .
"Entahlah aku masih bingung ."
"Ya sudah pikirkanlah baik-baik. Kalau aku, aku sudah menerima Arion .Dan menyerahkan Luna kepadanya aku percaya Arion bisa menjaga Luna dengan baik . Tidak seperti kita yang sudah menyakitinya terlalu dalam ." Eliza lalu berjalan pergi meninggalkan suaminya yang masih termenung.
Dia mengirimkan pesan kepada anaknya Lucas.
"Sayang... mama, pulang dulu. Mama sudah menyerahkan Luna pada Arion. Mama yakin Arion bisa menjaganya. Mama lelah, ingin istirahat. Kamu bantu Arion menjaga Luna ya."
Setelah itu, Eliza segera masuk ke dalam taksi dan segera pergi dari sana.
__ADS_1