
Usia kandungan Luna sudah memasuki bulan ke tujuh. Luna dan Arion hari ini akan berbelanja pakaian untuk bayi-bayi mereka. Perut Luna yang sangat besar membuatnya susah berjalan, sehingga Arion membawanya dengan sebuah kursi roda. Karena dia tidak ingin Luna kelelahan. Mereka berdua tidak belanja sendiri. Melainkan bersama mama Eliza dan adik Arion Dinda yang ingin ikut. Mereka juga ingin memilihkan pakaian untu beby twins.
Saat ini Mereka berempat telah berada di sebuah mall terbesar di kotanya. Arion dengan setia mendorong Luna yang sedang duduk di atas kursi rodanya. Dia bahkan dengan telaten menunjukkan satu persatu pakaian untuk bayi-bayi mereka.
"Apakah ini bagus. ' tunjuk Arion pada sebuah baju bergambar dinosaurus.
" Iya, itu bagus. Ambil yang itu juga sayang. " kata Luna dengan semangat.
Mereka sudah memilih beberapa baju untuk kedua bayi mereka. Sedangkan Eliza dan Dinda dengan semangat memilihkan pakaian untuk cucu dan keponakan mereka. Luna mengajak Arion untuk membelikannya es krim. Di kedai, depan gerai menjual pakaian bayi. Setelah meminta ijin kepada ibu mertuanya Arion segera membawa Luna pergi membeli es krim.
Lunaa memainkan ponsel sambil menunggu suaminya menunggu antrian. Namun dia tiba-tiba merasa sesuatu mengalir dari jalan keluar nya baby. Luna langsung menarik kaos Arion.
"Ada apa sayang? " tanya Arion yang melihat kaosnya di tarik Luna.
Luna meminta Arion agar membungkuk. Arion pun langsung membungkuk badannya mendengarkan apa yang ingin Luna bisikkan.
"Sepertinya aku ngompol Arion. "
Mendengar itu mata Arion langsung terbelalak. Dia tidak jadi membeli eskrim, dan Langsung memanggil Ibu mertuanya dan Dinda yang sedang melakukan pembayaran.
"Ada apa Arion. " tanya mama Eliza yang merasa khawatir.
"Luna katanya ngompol ma."
"Apa? "
Mama Eliza langsung menemui Luna yang sedang meringis.
"kenapa sayang? " tanya Eliza kepada anaknya.
"Setelah ngompol perutku sakit ma. "
"Arion ayo segera kita pergi dari sini sepertinya Luna akan melahirkan. "
__ADS_1
Mendengar Luna mau melahirkan membuat Arion membelalakkan matanya.
"Serius ma. "
"Iya , itu bukan ngompol. tapi air ketuban Luna yang pecah. Ayo segera pergi dari sini. Dan suruh petugas kebersihan untuk membersihkan ini. "
Arion mengerti dan memanggil seorang petugas kebersihan yang tak jauh dari mereka berada. Dan mengatakan apa yang terjadi pada istrinya. Setelah iitu Arion segera membawa Luna keluar dari mall dan menuju rumah sakit.
"Bertahan lah sayang. Baby twins akan hadir ke dunia. " Kata Mama Eliza yang sedang menenangkan anaknya.
"Sakit ma.... "
"Iya memang begini perjuangan seorang ibu untuk melahirkan buah hatinya. "
Arion yang berada di belakang kemudi merasa tidak tega melihat keadaan istrinya itu yang terlihat sangat kesakitan. Tapii dia tidak bisa berbuat apa-apa karena di sedang mengemudi. Arion percayakan Luna kepada mama Eliza.
Tak lama mereka pun segera sampai di rumah sakit terdekat. Arion segera menggendong Luna masuk ke dalam ruang IGD. Melihat itu mama Eliza menggelengkan kepalanya, karena Arion meninggalkan mobilnya begitu saja. Akhirnya, mama Elizalah yang harus memarkirkan mobil mewah ini.
Setelah memarkirkan Mobilnya, Mama Eliza menggandeng tangan Dinda untuk mengikutinya masuk ke dalam rumah sakit, dan mencari Arion.
"Bagaimana Arion? Apa kata dokter. " Tanya mama Eliza kepada menantunya itu.
"Kata dokter kita harus menunggu beberapa saat lagi ma. karena masih pembukaan enam. "
"Apa tidak apa-apa, karena air ketuban sudah pecah terlebih dahulu. "
"Tidak apa-apa katanya. Luna aku suruh operasi juga tidak mau. " kata Arion menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Aku tidak tega melihatnya kesakitan seperti ini ma. "
'Sabarlah, Arion. Memang begini proses ibu melahirkan. " ujar mama Eliza menenangkan kekhawatiran menantunya.
Dari tadi Dinda juga melihat Luna yang meringis menahan sakit Dia jadi takut sendiri.
__ADS_1
"Ma... Perutku sakit sekali, seperti ada yang mau keluar. " kata Luna yang sedang mencengkeram lengan suaminya.
"Kamu jaga Luna mama akan panggil dokter. Sepertinya bayinya sudah mau keluar. Ayo Dinda kita keluar." Ajak mama Eliza kepada Dinda.
Mmaa Eliza segera keluar memanggil dokter. Dan tak lama, dokter dan beberapa oetugas medis segera masuk untuk melihat keadaan Luna.
"Wah ternyata adiknya sudah tidak sabar ingin keluar ini bunda. Ayo segera ambil posisi. " Dokter memberi pengarahan kepada rekannya untuk mengambil posisi masing masing.
"Tarik nafas.... dan mengejan. " Dokter memberikan intruksi kepada Luna agar melakukan apa yang harus dia lakukan. kapan waktunya menarik nafas dan kapan waktunya mengejan.
Arion yang melihat perjuangan Luna di sana untuk mengeluarkan buah cinta mereka merasa tidak tega, dan tanpa sadar dia meneteskan air matanya.
Pada percobaan ke tiga akhirnya Luna berhasil melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan. Memiliki yang masih merah dan memiliki mata emerald seperti Arion.
Arion merasa lega karena satu anaknya sudah berhasil keluar, begitu juga dengan Luna yang meneteskan air matanya saat mendengarkan tangisan kencang dari bayi pertamanya. Di luar ruangan mama Eliza juga merasa bahagia karena cucu pertama mereka sudh lahir ke dunia. Sebelumnya mama Eliza sudah menghubungi Gavin dan juga Lucas kalau Luna akan melahirkan. Dan mungkin saja mereka berdua sedang berada dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Di ruangan bersalin, tiba-tiba Luna merasakan kontraksi lagi, dan kata dokter itu adalah bayi kedua mereka yang juga ingin keluar. Dokter segera memberikan intruksi yang sama, Agar Luna tenang dan mengambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan. lalu mengejan seperti tadi. Kali ini hanya dengan dua kali percobaan Bayi kedua mereka lahir. Masih sama bayi tampan dengan kulit yang masih merah dan mata emerald seperti milik Arion.
"Sepertinya kembar identik. yang membedakan adalah tanda lahir di tangannya. Kalau yang pertama tidak memiliki tanda lahir, yang kedua ada tanda lahir di pergelangan tangan kirinya. yang berwarna hijau. " jelas dokter.
"Selamat ya, ayah dan bunda. Akhirnya bisa bertemu dengan si buah hati. " kata Dokter dan memberikan sang kakak yang sudah di bersihkan, untuk melakukan inisiasi menyusui dini kepada snag mommy. Luna dan Arion merasa bahagia melihat anaknya yang sedang merambat mencari sumber kehidupannya di dada Luna. Begitu juga dengan Arion. Dia tidak menyangka, kalau hnaya dalam hitungan menit, statusnya sudah berubah menjadi seorang ayah.
Belum selesai sang kakak mencari sumber kehidupannya kini giliran sang adik yang perawat berikan dan diletakkan dibagian lain dada Luna Untuk mencari sumber kehidupannya juga.
Lengkap sudah kebahagiaan Luna dan Arion melihat kedua buah hatinya di hadapan mereka. Saat bayi-bayi itu mendapatkan aap yang dia cari, Luna terpekik merasakan sakit saat lidah si bayi mulai menyedot sumber kehidupannya.
"Dokter kenapa sakit sekali? " tanya Luna yang merasakan perih di kedua ****** nya.
"Tidam apa-apa bunda ini memang batu pertama kalinya, nanti kalau sudah terbiasa tidak akan sakit. " ujar dokter yang sudah bersiap di bawah sana.
"Dokter mau ngapain lagi? " tanya Arion yang tidak tau apa yang akan dilakukan dokter kepada istrinya.
"Menjahit Onderdil istri anda tuan, agar sempit kembali. Karena mengeluarkan kedua buah hati anda, jadinya ada robek sedikit, jadi harus kami jahit. " Dokter lalu menyuruh perawat untuk mengambil bayi mereka dan meletakkannya di box bayi yang sudah disiapkan.
__ADS_1
Kemudian ia melakukan tugas terakhirnya yaitu menjahit milik Luna. Rasa sakit dan perih ia taham demi untuk membahagiakan suaminya kelak. Dia ingin tetap sempurna walaupin sudan melahirkan.
Sebegitu besar cinta Luna untuk Arion sehingga dia tidak peduli akan rasa sakit yanv ia rasakan saat ini. Demi kesejahteraannya esok dan seterusnya.