ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Kabar Buruk


__ADS_3

Saat Luna terbangun , dia tidak melihat Arion ada di sampingnya . Yang dilihat Justru malah saudara kembarnya Lukas yang duduk di sampingnya .


"Di mana Arion .Kenapa kau yang ada di sini . " tanya Luna kepada saudara kembarnya itu.


"Berhentilah manja Luna Apa kau tidak kasihan kepada Arion, semalam dia tidak tidur dengan nyaman ia tidur dengan duduk . Terlihat sangat tidak nyaman . Apa kau tidak kasihan padanya .Kalau kau sayang padanya kau tidak akan melakukan itu .Dasar bodoh ." Umpat Lucas kepada saudara kembarnya .


"Sekarang di mana dia ?"


"Aku menyuruhnya tidur di kamar , dan kau jangan mengganggunya . Biarkan dia tidur dengan nyaman . Tadi ku lihat dia berjalan pincang sepertinya kakinya kram karena kau tiduri semalaman. " kata Lucas lagi .


Luna merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada Arion dia sungguh tidak tahu kalau perbuatannya akan menyakiti Arion . Dia berjanji tidak akan melakukannya lagi .


"Ya sudah aku akan kembali ke kamar dan mandi . Apakah yang lain sudah bangun ? " Tanya Luna lagi dengan wajah bantalnya.


"Mereka sedang membantu bibi menyiapkan sarapan untuk kita ."


"Ya sudah kalau begitu , aku ke kamar dulu . "


Luna beranjak dari sofa menuju kamarnya . Dia segera Membersihkan diri dan membantu teman lainnya untuk menyiapkan sarapan untuk mereka semua .


Pukul 08.00 pagi mereka semua sudah berkumpul di meja makan , Begitu juga dengan Arion yang sudah bangun dari tidurnya . Dan sudah tampil segar dengan balutan setelan casualnya .


"Setelah ini kita mau ke mana teman-teman ?" Tanya Leo sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya .


"Aku mau jalan-jalan di kebun teh , Menikmati keindahan alam yang tersaji di sana ." Kevin menimpali pertanyaan Leo sambil bergaya puitis .


"CIh , Sok puitis lo." umpat Roy kepada Kevin .


"Biarin , biar rame . Kali aja gue dapet kembang desa. " kata Kevin lagi dengan penuh khayalan.


"Kita jalan-jalan di sekitar sini aja menikmati keindahan alam yang jarang kita temui di kota Jakarta . Di sini udaranya segar , dan jarang sekali ada polusi ." Timpal Sam yang ikut dalam obrolan .


"Terserah kalian aja mau ke mana , asalkan tidak lupa jalan pulang ." Kata Arion yang juga menimpali obrolan mereka semua .


Tiba-tiba terdengar bunyi ponsel Marco yang berdering berkali-kali .sehingga membuat semua orang memandang ke arahnya . Marco yang merasa tidak enak ,segera beranjak dari sana


Permisi saya angkat telepon dulu .


Marco segera menjauh dari semua orang dia Lalu mengangkat panggilan telpon dari seseorang .


"Halo, selamat pagi "


"Selamat pagi "

__ADS_1


"Apakah dengan Tuan Marco "


"Iya saya sendiri , siapa ya ?"


"Kami dari pihak Kepolisian , ingin mengabarkan bahwa Nyonya Kinara kabur ."


"Apa ? Bagaimana bisa ?"


"Kami tidak bisa menjelaskannya di telepon . Bisakah anda dan Tuan Arion datang ke kantor polisi ." pinta petugas polisi itu kepada Marco .


"Baiklah akan saya sampaikan kepada Tuan Arion . "


"Kami akan menunggu Anda Terima kasih ."


Marco segera menemui Arion yang masih berkumpul di meja makan dengan yang lainnya . Dia Lalu membisikkan sesuatu di telinga Arion . Sontak saja setelah mendengar apa yang Marco sampaikan mata Arion langsung memerah , dia tidak bisa lagi menahan amarahnya .


"Bagaimana bisa ? " Kata Arion sambil menggebrak meja . Sehingga membuat semua orang yang ada di sana terkejut dengan apa yang dilakukan Arion .


Marco hanya menunduk dan menggelengkan kepalanya , karena dia sendiri juga tidak tahu dengan apa yang terjadi .


"Baiklah , kita akan segera kembali ke Jakarta . Siapkan semuanya "


"Ray, Mona bersiaplah. " perintah Arion tiba-tiba.


"Ada sesuatu yang terjadi di Jakarta , aku harus segera kembali . Jika kalian masih ingin di sini lanjutkanlah liburan kalian . Tapi Maaf aku tidak bisa menemani , karena aku harus segera kembali ." kata Arion kepada teman-temannya dengan penuh penyesalan .


"Jika kau pulang , kita juga akan pulang Arion . Mana mungkin kami di sini tanpa dirimu ." Kata Leo dan diangguki oleh semua orang .


"Baiklah kalau begitu ,Maafkan aku karena telah merusak liburan kita. Aku janji suatu hari nanti aku akan membawa kalian terbang jauh untuk bersenang-senang." janji Arion.


"Tentu saja, kau harus membawa kami jalan-jalan lebih jauh dari ini. Paling tidak ke Bali misalnya. " kata Kevin dengan mulut tak berfilternya.


"Iya, tentu saja. Sekarang Ayo kita segera bersiap-siap . " Kata Arion kepada semua orang .


Dia Lalu mendekati Luna dan menggenggam erat tangannya .


"Maafkan aku sayang , karena acara liburan kita harus berantakan. Karena ada sesuatu hal yang tidak terduga terjadi di sana . " ujar Arion dengan penyesalan.


"Iya aku nggak ngerti , tidak perlu meminta maaf . Lain kali kita bisa liburan lagi kan ? " Kata Luna untuk menenangkan hati Arion yang sedang gundah . Sepertinya ada masalah serius yang terjadi di sana , karena dia melihat Arion langsung berubah tadi.


"Terimakasih karena sudah mengerti aku. "


Mereka semua langsung bersiap. Kali ini Luna tidak lagi merengek ingin bersama Arion. Dia tidak ingin menghalangi Arion yang saat ini sedang dalam masalah.

__ADS_1


Dinda juga tidak ikut dengan Arion, melainkan bersama Tania dan Sam. Arion akan menitipkan Dinda sementara disana. Sedangkan Arion akan menyelesaikan masalah Kinara terlebih dahulu.


Mobil Arion dan ketiga asistennya melesat terlebih dahulu dengan kencang. Mereka tidak tau apa yang terjadi pada Arion. Tapi mereka berdoa, semoga Arion dan teman-temannya baik-baik saja.


2 jam perjalanan mereka tempuh untuk sampai di ibu kota . Mobil mereka Langsung menuju Kantor Polisi tempat Ali bertugas . Arion langsung menemui Omnya itu , yang saat ini sedang melakukan pertemuan dengan pengacara Arion .


Arion masuk ruang kerja Ali tanpa mengetuk pintu telebih dahulu.dia langsung nyelonong masuk.


"Om... bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Arion yang langsung memberondong Ali dengan pertanyaan.


"Maafkan aku Arion. Kami lengah dan dia berhasil mengecoh kami. " kata Ali dengan penuh penyesalan.


"Katakan, bagaimana dia bisa lolos. " kata Arion lagi dengan penuh amarah.


"Kinara pingsan saat di sel tadi pagi, lalu anggota kami membawanya ke rumah sakit terdekat. Karena mereka takut terjadi sesuatu kepada Kinara. Dan saat di rumah sakit itu, dia berbasil mengecoh kami. Dengan melumpuhkan seorang perawat, dan membuatnya pingsan. Dia lalu mengganti bajunya dengan seragam perawat. " Ali menceritakan kronologi kaburnya Kinara.


"Apa kalian tidak bisa membendakan mana perawat dan mana Kinara? " tanya Arion penuh emosi.


"Maaf Arion. "


"Cih, kalau tau begini. Sebaiknya aku tangani dia sendiri. Tidak perlu meminta bantuan kalian. " Arion mencibir kinerja kepolisian yang tidak kompeten.


"Ayo, pergi dari sini. Marco kau segera hubungi Jack. Warning. " perintah Arion saat keluar dari ruangan Ali.


"Baik tuan. "


Ali merasa sangat bersalah kepada Arion. Karena telah lalai menjaga Kinara. Di tidak bisa menyepelekan Kinara. Kakaknya saja dia bunuh. Kini giliran siapa lagi yang akan jadi korbannya.


Arion dan ketiga asistennya segera ke tempat Jack, dan menceritakan apa yang terjadi. Dia sudah membayangkan bagaimana respon Jack saat mendengarkan berita ini.


"Bagaimana ini bisa terjadi Arion , sudah kubilang Jangan pernah percaya kepada polisi . Karena mereka tidak pernah becus melakukan pekerjaan dengan baik . " Amarah Jackk benar-benar seperti yang Arion bayangkan .


"Sudah kukatakan sejak awal , sebaiknya kita bekerja sendiri tidak perlu melibatkan polisi ."


"Maafkan Aku Jack Karena aku telah membantahmu waktu itu . Itu Semua kulakukan , agar Kinara dihukum sendiri oleh suaminya yang seorang penegak hukum . Apalagi aku menemukan bukti kalau selama ini Kinara telah berselingkuh di belakang Om Ali . " ucap Arion penuh penyesalan .


"Sudahlah , sekarang yang harus kita lakukan adalah mencari di mana Kinara berada . Kira-kira ke mana dia akan pergi ? " tanyanya saya kepada siapapun yang mau menjawabnya.


"Tuan , kemarin petugas polisi bilang kepadaku , kalau Kinara menelpon seseorang bernama Mike saat iya ditangkap . Tapi sayangnya Mike tidak datang ke penjara sama sekali , sampai hari ini. " ujar Marco.


"Apakah ada kemungkinan Kinara pergi ke rumah besar Abraham untuk bertemu dengan Mike." tanya Jack pada dirinya sendiri.


"Suruh orang mengawasi rumah besar Abraham . " perintah? Mike pada akhirnya.

__ADS_1


"Baik tuan. " Marco segera pergi meninggalkan ruangan itu. Dia tak perku bertanya lagi, karena dia sudah tau tugasnya. Jika Ray untuk urusan kantor, Mona untuk tugas Hack. Sedangkan dia sendiri adalah bagian berkelahi, bodyguard dan mata-mata.


__ADS_2