ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Kantor Polisi.


__ADS_3

"Halo ini siapa." Kata Mike dengan Ketus .


"Halo Mike ini aku Kinara ."


"Kinara ? Nomor telepon siapa yang kau gunakan." Tanya Mike penasaran.


"Itu tidak penting saat ini. Aku butuh bantuanmu Mike, tolong aku saat ini aku berada di kantor polisi . Ternyata Arion meminta polisi untuk menyelidiki kasus kematian Willy dan sekarang aku berada di kantor polisi. Tolong bantu aku Mike." pinta Kinara dengan memelas.


"Bagaimana bisa? kamu kan bisa minta tolong suamimu. " kata Mike yang juga merasa khawatir saat ini.


"Ceritanya panjang datanglah ke kantor polisi saat ini juga. " kata Kinara dengan tubuh yang sudah bergetar.


"Baiklah aku akan ke sana sekarang ."


Panggilan pun terputus karena petugas sudah meminta ponselnya kembali .


"Maaf nyonya, waktu anda sudah habis . Anda akan berada di sini selama beberapa waktu . Sampai ada penyidik resmi yang akan mengintrogasi Anda . Saya permisi dulu. " penyidik itupun pergi, meninggalkan kinara di tempat pengap itu sendirian.


Dia menangis sejadi-jadinya di sana . Karena suaminya sendiri tidak mau melihatnya atau menemuinya di sana .


Arion ,ini semua pasti gara-gara kamu . Lihat saja Aku akan membalasmu nanti dan pembalasanku akan lebih kejam dari ini . Kata Kinara dengan mata penuh amarah .


*


Di tempat lain, Arion sudah mendengar kabar dari Marco, kalau Kinara sudah di tangkap. Dia tersenyum puas, karena pada akhirnya pembunuh papanya sudah di ringkus. tinggal melakukan introgasi, dan mencari tau siapa saja dalang dibalik pembunuhan papanya. Apakah sang mama juga ikut terjerat dalam kasus ini. Ini semua masih belum bisa diketahui oleh siapapun. Bahkan Jack sendiri tidak menemukan bukti keterlibatan Kanaya dalam kasus pembunuhan William.


Ponsel Arion berbunyi dan ternyata yang menghubunginya adalah Luna, kekasihnya. Arion segera menggeser tombol hijau dan yang ia lihat bukan wajah Luna yang memenuhi layar, melainkan wajah teman-temannya yang sudah lama dia rindukan.


"Ariooonnnn, wei brengsek. Sini lo.... " Teriak Leo yang saat ini wajahnya memenuhi layar ponsel.


Arion tidak bisa berkata-kata lagi, mulutnya seolah terkunci melihat para sahabatnya yang sangat dia rindukan.


"Arion... ayo ngomong, jangan diem aja. " panggil Leo dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Arion menengadahkan kepalanya ke atas, untuk menahan air matanya agar tidak jatuh. Dan menguatkan dirinya untuk bicara dengan teman-temannya.


"Halo teman-teman , Bagaimana kabar kalian semua ." Ucap Arion pada akhirnya .


"Kenapa resmi banget lu nyapa kita-kita Rion ." Leo tertawa terbahak-bahak saat mendengar sapaan dari Arion .

__ADS_1


Dan semua orang tertawa mendengar celetukan dari Leo .


"Kapan kita ketemu Arion ?" tanya Leo dengan mata berbinar.


"Apakah kalian sudah bertemu dengan Luna ?"


Leo mengangguk


"Aku sudah memberitahu alamat villa di Puncak , kita bertemu di sana weekend. " ucap Arion


"Jadi benar kamu mengajak kita-kita bertemu di Puncak , Awalnya kami tidak percaya jika tidak bicara sendiri denganmu. " Ungkap Leo


"Apakah sekarang kalian sudah percaya . "


"Tentu saja , kami percaya padamu Arion . Kami merindukanmu . Baiklah kalau begitu ,kita akan bertemu di sana weekend nanti ."


"Iya , aku akan datang dan menemui kalian semua di sana . Aku harus menyelesaikan pekerjaanku dulu di sini. " ujar Arion yang sudah bisa tersenyum.


"Baiklah Tuhan CEO ,, Kami tidak akan mengganggumu saat ini . Selesaikan pekerjaanmu dengan cepat ,dan kita akan bertemu di sana ." Kata Leo mengakhiri panggilan teleponnya .


Setelah panggilan ditutup Arion kembali berkutat dengan semua berkas-berkas yang ada di meja kerjanya , dia tidak menyangka kalau Luna sudah tergerak cepat untuk mengumpulkan teman-temannya .


*


*


Di sebuah kafe, telah berkumpul Luna dan teman-temannya. Luna sengaja mengumpulkan semuanya sejak samalam, sejak ia mendapat pesan darii Arion.


"Gimana ,sekarang kalian percaya kan kalau Arion yang sudah mengajak kita semua berkumpul dan bertemu di Villa keluarganya . Entah itu Vila milik siapa milik keluarganya atau milik Arion sendiri aku tidak tahu , yang aku tahu semalam Arion yang telah mengirim pesan dan menyuruh kita semua berkumpul di sana pada weekend nanti , "


jelas Luna .


"Sejak kapan lo ketemu sama sama Arion ." tanya Leo penasaran.


"Tepat di hari ulang tahun Arion ,gue datang ke atap sekolah dan bertemu dengannya di sana . " Kata Luna tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Jam berapa lu ke sekolahan waktu itu ?" Tanya Leo Yang penasaran dengan apa yang dikatakan.


"Pagi sebelum gue ke kampus gue mampir dulu ke sekolahan kita . Di situ gue nemuin pesan dari Arion kalau dia akan nemuin gue dua hari lagi . Gue lari dong kayak orang gila nyariin dia , tapi yang dicari udah menghilang . Karena gue masih belum puas jadi sorenya gue ke sekolah itu lagi . Dan gue nggak sia-sia dong, di sana gue malah ketemu sama Arion . Sejak itu Gue deket sama Ario.". Luna menceritakan apa yang terjadi padanya beberapa hari yang lalu dan pertemuannya dengan Arion.

__ADS_1


"Kenapa dia nggak menghubungi kita ya , Apa dia sudah lupa dengan kita . " Tanya Rey Yang penasaran .


"Enggak kok Rey. Arion sangat merindukan kalian . Hanya saja kita nggak bisa ketemu sama dia akhir-akhir ini. Karena dia sedang menyelesaikan masalahnya. " ujar Luna menjelaskan kepada teman-temannya.


"ini aja Beruntung banget dia ngasih waktu buat kita ketemu , Padahal dia sibuk banget loh . Soalnya dia kan baru diangkat jadi CEO di Abraham . Kita harus memakluminya , dan ngasih support kepadanya bagaimanapun dia adalah teman kita . " Kata Luna lagi .


"Iya nih bro Kalau teman kita udah ada yang jadi CEO kali aja kita bisa ngajuin surat lamaran kerja ke dia barangkali bisa dijadikan asisten sama dia ." Ujar Kevin dengan tingkah konyolnya


'Kalau asisten lo jangan banyak bicara lagi ,asisten dia udah ada tiga . Ke mana-mana dia Ditemani sama asistennya dan satu bodyguard-nya luar biasa nggak tuh si Arion. " ujar Luna yang memikirkan Ario sedang apa saat ini.


Kevin lalu mengambil tisu dan membuatnya menjadi bulatan kecil lalu melemparkan tisu itu kepada Luna . Luna yang merasa terkejut pun langsung menatap Kevin


" apa-apaan sih elo Vin , gue mau tidur." kata Luna sambil merebahkan kepalanya di meja kafe.


"Emang lo ya, bisa molor di mana aja . " geruru leon, yang sejak tadi hanya menyimak pembicaraan mereka .


Mereka masih berbincang hangat di cafe itu , tanpa ada keinginan sekalipun untuk meninggalkannya . Mereka seolah melakukan reuni kecil-kecilan , untuk melepaskan rindu satu sama lain . Sebelum acara di mulai nanti, mereka memiliki keinginan masing-masing yang harus terealisasi sebelum bertemu Arion.


Di perusahaan Arion.


Arion sudah bersiap untuk menemui tante Kinara di penjara ,dia ditemani oleh beberapa orang pengacara untuk melawan Kinara nanti. agar memberatkan Kinara menghadapi masa tuanya di penjara.


Sesampainya di kantor polisi ,Arion langsung memanggil nama Om Ali. Tapi karena Om Ali tidak ada, dia akan menunggu sampai om Ali datang kepadanya, dan menjelaskan semua yang terjadi tadi. Para pengacara juga mulai melakukan pekerjaanya di kantor polisi mengisi semua berkas yang dibutuhkan. untuk memberatkan hukuman Kinara.


Arion di persilahkan menemui tante kesayangannya itu, dan kini mereka sedang duduk berhadapan.


"Apa kabar tanteku yang baik hati bak malaikat. " sapa Arion saat berhadapan dengan Kinara.


Kinara yang mengenali suara Arion. Dia langsung mendongak menatap Arion . Matanya penuh dengan binar kebencian kepada Arion .


"Jadi benar kamu yang telah menjebloskan tante ke dalam penjara ". Tanya Tante Kinara dengan mata berapi-api .


"Ya seperti yang Tante lihat , Aku akan melakukan apapun untuk membalas semua perbuatan yang telah kalian lakukan kepada papakku." Ujar Arion dengan santainya .


"Cih Kamu bocah ingusan tahu apa , kamu tidak pernah tahu apa-apa Arion ."


"Aku tidak peduli , Yang aku tahu kau telah membunuh papaku dan membuat adikku depresi dan kau lengkapi dengan menghancurkan kehidupanku selama ini . " bentak Arion dengan menggebrak meja di depannya.


"Nikmatilah harimu di sini Nyonya Kinara . "

__ADS_1


"Ingatlah ini Arion , Aku akan membalasmu ." bisik tante Kinara di telinga Arion dengan senyuman devilnya.


__ADS_2