ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Kunjungan Kinara


__ADS_3

"Ikutlah denganku akhir pekan ini ,kita akan liburan ke Puncak .aku akan mengajak Leo dan teman-temannya ." Ucap Luna pada akhirnya


"Apakah di sana juga ada Arion ." Tanya Lukas sambil memikirkan matanya


Luna hanya mengangguk untuk menanggapi pertanyaan Lucas


"Pantas saja , ternyata sikapmu hanya untuk meminta izin pada papa. "


"Semalam kau berkata sangat membenci papa , tapi pagi ini kau bersikap biasa saja seperti hari-hari sebelumnya seolah tidak ada yang pernah terjadi . " Lukas mengatakan apa yang mengganjal di hatinya sejak tadi .


Luna hanya nyengir kuda menanggapi ucapan Lucas .


"Mau ya ,aku mohon padamu . Arion juga ingin bertemu dengan teman-temannya . Villa itu juga milik Arion. Aku mohon padamu Lucas ,bantu aku untuk bersama dengan Arion. " Luna merengek pada Lucas seperti anak kecil yang merengek pada ibunya


"Bagaimana aku bisa datang Arion tidak mengundangku . " ketus Lucas.


"Siapa bilang Arion tidak mengundangmu. Dia malah menyuruhmu datang bersama Dara. Nanti aku juga akan menyuruh Maya datang juga. Arion akan mengadakan reuni kecil-kecilan. "


Lucas menghembuskan nafasnya kasar , dia yakin Arion menyuruhnya datang hanya untuk mempermudah Luna mendapatkan izin dari papanya. Tapi dia juga senang, karena akhirnya Luna bisa ceria lagi seperti biasanya, tidak murung seperti semalam. Lucas akan membantu Luna untuk bertemu dengan Arion.


"Baiklah aku akan ikut denganmu . Tapi kita juga harus membuat rencana bersama Leo dan teman-temannya ,agar papa tidak curiga. "


Luna mengangguk setuju dengan rencana Lucas.


"Baiklah , aku akan menghubungi Leo dan teman-temannya .Nanti pulang kuliah kita akan berkumpul di cafe langganan kita ,dan merencanakan ini semua ." ujar Luna dengan semangat.


Melihat saudaranya yang bahagia, Luna juga ikut bahagia. Dia lalu membelai rambut adiknya itu.


"Tetal bahagia seperti ini, ya Lun. Jangan bersedih lagi. Aku tidak suka melihat mu menangis dan bersedih seperti semalam. "


Luna mengangguk dan tersenyum kepada saudaranya itu.


"Makasih ya, Luc. Kau memang saudara tebaikku."


"Tentu saja, kita kan berbagi kandungan yang sama ."


Mereka berdua saling berbicara untuk menerencanakan apa yang akan mereka lakukan akhir pekan mendatang, untuk mendapatkan izin dari Ghavin. Mereka terus bicara sampai akhirnya sampai di kampus.


***********


Perusahaan Abraham.

__ADS_1


Arion menyuruh Marco untuk bertemu dengan Ali . Dan memberikan semua bukti-bukti kejahatan Kinara . Baik itu kejahatan pembunuhan William Abraham maupun kejahatan korupsi yang dia lakukan di perusahaan selama sepuluh tahun ini bersama dengan Mike .


Tidak akan ada yang pernah menyangka ,wanita sebaik Kinara melakukan banyak kejahatan seperti itu . Selama ini Arion mengutus Jack untuk menyelidiki semua kejahatan Kinara, karena dia tahu Kinara adalah orang jahat yang berkedok malaikat. Banyak orang yang tertipu dengan wajah lugu Kinara.


Jack sendiri saat ini di perintahkan Arion untuk tetap mengawasi tambang batu bara milik papanya yang sekarang sudah berubah menjadi miliknya. Dia tidak mngizinkan Jack untuk bekerja terlalu keras, karena itu dapat mempengaruhi kesehatan nya, mengingat usia Jack yang sudah tidak muda lagi. Dia akab menjaga Jack seperti ayahnya sendiri. Karena meskipun tanpa sepengetahuannya selama ini, Jack sudah menjaganya seperti bayangan.


"Tuan, ada nyonya kinara yang ingin bertemu dengan anda. " Sekretaris Arion menghubungi Arion melalui panggilan kantornya.


Mendengar nama Kinara, Arion mengernyit. Karena baru saja dia memikirkannya, ternyata Kinara sudah berada di depan ruangannya. Arion menyuruh mona tetap di tempatnya, agar tidak membuat Kinara curiga.


"Suruh dia masuk. "


Arian pura-pura sibuk mengerjakan pekerjaan kantornya . Dan tak lama tante Kinara masuk dengan gaya Anggun seperti biasa . Tanpa dipersilakan , Kinara duduk di hadapan Araion tanpa rasa bersalah sedikitpun .


"Ada apa Tante kemari ? Apa ada yang ingin tante katakan atau sampaikan kepadaku ? " tanya Arion masih, dengan gaya sibuknya mengerjakan pekerjaan kantor.


"Tante Tak habis pikir dengan sikapmu kepada Tante Arion. Apa salah tante sehingga kamu menjauhi dan membenci tante . Padahal selama ini hubungan kita baik-baik saja . " ujar tante Kinara.


"Ah mungkin itu hanya perasaan tente saja , bagiku sikapku sama saja tidak ada yang berubah . Tante Kinara tetaplah tanteku ." ujar Arion menenangkan tantenya yang berhati busuk itu.


Mendengar ucapan Arion, Kinara merasa bahagia , karena mungkin selama ini dia hanya berprasangka kepada Arion .


"Tapi kenapa saat kemarin dirapat dewan kamu begitu dingin kepada tante , padahal sudah lama kita tidak bertemu . Dan saat bertemu sikapmu berubah seratus delapan puluh derajat kepada tante ,Tante jadi bingung Arion ?


"Baiklah Arion sekarang tante mengerti ,Yang penting kamu Tidak Membenci tante . "


"Tentu saja tidak ,Apa alasan ku membenci tante?" Arion mengatakannya dengan rasa mual di perutnya


"Baguslah kalau begitu ,tante tenang sekarang . "


"Oh iya Arion ,kamu sekarang tinggal di mana Kenapa tidak tinggal bersama tante? "


Sebenarnya inilah tujuan utama Kinara datang mengunjungi Arion . Dia ingin tahu di mana Arion tinggal saat ini .


"Sekarang aku tinggal bersamaa Jack. " ujar Arion dengan santainya. Karena dia sudah menyelesaikan semua pekerjaannya.


"Bagaimana kabar Om Ali? " tanya Arion mengalihkan pembicaraan tentang dirinya.


"Suamiku baik-baik saja. Dia ingin bertemu denganmu Arion. " kata Kinara dengan wajah berbinar saat membicarakan suaminya itu. Seolah dia sangat mencintai suaminya.


"Apa kau ingin bertemu dengan Suamiku? "

__ADS_1


"Iya, lain kali aku akan menemuiny, jika waktunya sudah tepat. "


"Baiklah kalau begitu, kami akan menunggumu di rumah kami Arion. " Kinara lalu beranjak dari duduknya dan hendak pergi


"Tentu saja tante. "


"Kalau begitu tante pulang dulu. " Kinara keluar dari ruangan Arion dengan perasaan campur aduk.


Ternyata selama ini Arion bersama Jack. Pantas saja Arion sulit untuk di temukan. Dia merasa sangat kesal. Di perjalanan pulangnya, Kinara bertemu dengan Alex.


"Heh... kamh masih bekerja di sini? Dimana rasa malumu. " ketus tante Kinara.


"Aku habya akan berhenti jika Arion memecatku. Tapi beberapa hari disini, aku tidak mendengar Arion ingin memecatku. " kata Alex dengan wajah dinginnya.


" Dan ingat ini tante, Aku kemari hany untuk bekerja. Bukan untuk membalas ketakukan kalian berdua. Aku tau saat ini, kau dan papaku hanya memanfaatkan kekayaan Arion selama ini. Jadi jangan bandingkan aku dengan kalian. Aku bekerja dengan kemampuanku, bukan ketamakan ku. Permisi, nyonya Kinara. " Alex segera pergi dari hadapan Kinara. Karena dia tidak ingin meladeni wanita sakit jiwa seperti Kinara.


"Cih dasar kau ya ,kalau bukan karena papamu, kamu juga tidak akan bisa masuk di perusahaan besar ini . Begitu saja sudah sombong . Masuk karena koneksi. "


Kinara langsung melanjutkan perjalanannya menuju ke suatu tempat , mana lagi kalau bukan hotel . Karena dia sudah membuat janji dengan pria yang akan memuaskannya hari ini , tapi sayang sekali sebuah kejutan besar akan menghampiri Kinara hari ini juga


"ikuti Kinara Ke mana dia pergi jangan sampai lengah . " Perintah seseorang yang sejak tadi mengawasi Kinara .


" Baik tuan kami akan mengikuti nyonya Kinara. " ucaps seseorang yang mengikuti Kinara.


Di kantornya ,


Arion tidak habis pikir , Kenapa tante Kinara datang ke kantornya hanya untuk menanyakan hal-hal yang tidak penting . Dan sebenarnya Arion yakin , kalau tantenya itu sudah tau kalau Arion mengetahui sesuatu. Tapi dia masih pura-pura bodoh seperti dulu. Sungguh jika di nobatkan sebagai aktris tantenya itu berhak menjadi aktris dengan akting memukau. Karena dia berhasil menyembunyikan kejahatannya selama sepulub tahun terakhir, tanpa di ketahui suaminya yang seorang polisi. Sungguh luat biasa.


Tak lama Arion mendapat panggilan telpon masuk dari Marco.


"Katakan."


"Semua sudan siap di posisi tuan. Apakah anda akan ikut dalam penangkapan sekaligus penggerebekan Kinara. "


"Tidak, aku akan pura-pura tidak tau. Biarlah om Ali menyelesaikan drama rumah tangganya dulu. Setelah dia dipenjara, baru aku akan mengunjunginya. Katakan seperti itu kepada Om Ali."


"Baik, tuan. Akan saya sampaikan. "


Panggilan terputus,


Arion berdiri dari duduknya dan menghadap ke luar melalui jendela kaca besar di ruangannya. Sebuah senyuman tersungging di bibirnya.

__ADS_1


"Sebentar lagi, pa. Semua akan berakhir. Dan papa bisa istirahat dengan tenang. Aku juga pasti bisa hidup tenang setelah ini bersama Dinda. Dan aku akan mengejar cintaku. " ucap Arion menatap langit biru kala itu.


"Luna... tunggu aku. Aku akan datang untukmu. Bersabarlah. Dan jaga dirimu baik-baik. " gumam Arion, sambil mengembangkan senyumannya.


__ADS_2