ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Perpisahan


__ADS_3

"Temui dia di rooftop. Dia disana sekarang. " ujar Lucas setelah melihat ketegangan diwajah saudaranya.


Luna membulatkan matanya, tidak percaya dengan apa yang dikatakan saudaranya itu.


"Jangan bercanda. "


"If you not believe me...Whatever... Gue cabut dulu. Temui dia jangan sampai lo nyesel. " Lucas mengacak rambut saudaranya dan berjalan meninggalkan Luna.


Dengan langkah cepat, Luna segera berlari menuju rooftop. Tidak peduli apa yang di katakan saudanya itu benar atau tidak. Yang dia tau sekarang, dia ingin bertemu dengan Arion.


Dengan nafas terengah, Luna akhirnya sampai di anak tangga paling atas, dan dengan ragu dia membuka pintu rooftop. Matanya mengedar keseluruh tempat hingga netranya menangkap sosok pria yang sudah menyakitinya, pria yang sudah mengganggu pikirannya, pria yang sangat dia rindukan.


Dia berdiri tegap memandang keseluruh penjuru sekolah dengan tatapan nanar, dan entahlah, apa yang ia pikirkan saat ini.


"Arion." sapa Luna saat dia berada di belakang Arion


Arion berbalik menghadap ke sumber suara tubuhnya menegang melihat Luna berada di belakangnya. Rasa rindu menyeruak hadir didalam hatinya. Sudah selama tiga bulan ini dia menjauh dari Luna, bersikap acuh dan dingin kepadanya. Dia tak mau, gadis itu kehilangan kebahagiaannya kalau terus berhubungan dengannya. Tapi yang sebenarnya terjadi dia lah yang sudah menghilangkan kebahagiaan Luna.


"Kabar Dinda gimana? " tanya Luna memberanikan diri.


"Baik." jawab Arion singkat, namun dia memberi jarak.


Luna merasa sedih saat Arion menjaga jarak darinya. Namun Luna tetap mencoba untuk tetap tersenyum.


"Arion," Luna meremas jarinya, dia sudah tak tahan lagi ingin bertanya pada Arion tentang hal ini.


"Kenapa sekarang lo berusaha ngejauhin gue? " akhirnya pertanyaan itu lancar keluar dari mulut Luna.


Pertanyaan Luna memutar ingatannya saat suara seorang papa berputar ditelinga Arion.


"Jauhi Luna, karena kamu hanya membawa pengaruh buruk untuk anak saya. Dan saya tidak ingin anak saya terkontaminasi dengan anak brandal sepertimu. "


Arion menggelengkan kepalanya, mengusir ucapan yang selalu menyuruhnya menjauhi Luna.


Dia lalu tersenyum kepada Luna dan mengacak rambutnya sengan lembut. "Nggak apa-apa, gue nggak pernah jauhin lo. Gue akan selalu ngejagain lo. "


Mendengar ucapan Arion, membuat Luna salah tingkah.


Pandangan mata Luna mengarah kebaju Arion yang masih bersih tanpa noda.


"Lo beneran udah lulus ya? " tanya Luna dengan menahan sesak didadanya.


Arion hanya mengangguk sebagai jawaban.

__ADS_1


"Gue nggak nyangka, ternyata lo luar biasa Arion. "


"Biasa aja. " jawab Arion cuek.


"Karena, lo udah lulus boleh nggak gue corat coret baju lo. Tapi cuma gue yang boleh corat-coret baju lo doang. " pinta Luna dengan sedikit memaksa.


Mendengar permintaan Luna membuat Arion mengernyit kan keningnya.


"Boleh ya? "


Arion akhirnya mengangguk dan membelakangi Luna.


Luna lalu mendekati Arion, dan langsung mencorat- coret baju Arion dengan spidol permanent yang dia bawa.


Gue Sayang Sama Lo Arion.


Sekarang Lo Boleh Benci Gue,


*Lo Boleh Pergi, Sejauh Mungkin Saat Ini .


Mengejar Cita-cita Lo*.


Mengejar Apa Yang Lo Mau.


Gue Akan Nunggu Lo Di Sini.


Gue Akan Jaga Hati Gue Buat Lo.


Gue Sangat Berharap Saat Lo Kembali Nanti, Gue Adalah Orang Pertama Yang Lo Temui.


Gue Sayang Lo Arion.


Gue Cinta Sama Lo.


Sebuah tulisan panjang Luna tulis di baju belakang Arion dengan lelehan air mata. Tanpa Luna sadari, Arion juga meneteskan air matanya, menahan semua rasa sesak didadanya.


Setelah menyelesaikan tulisannya, Luna memperhatikan semua coretan yang ia tulis di baju Arion. Kembali dia mendekati Arion, lalu menabrakkan tubuhnya di punggung kekar Arion memeluknya dengan erat dan terisak disana.


Arion merasa terkejut dengan apa yang dilakukan Luna secara tiba-tiba. Mereka berdua saling menangis dalam diam. Menumpahkan segala rasa yang tak dapat di sampaikan.


Arion membalik tubuhnya dan berusaha melepaskan pelukan dari Luna. Tapi Luna tidak mau melepaskan pelukannya.


"Biarkan seperti ini Arion. Gue akan merasa rindu saat-saat seperti ini bersama lo. " ujar Luna dengan suara tercekat, dan Arion mengerti.

__ADS_1


Dia akhirnya membalas pelukan Luna, menikmati semua aroma yang dimiliki Luna. Berharap waktu berhenti dan dia bisa terus memeluk Luna seperti ini.


Luna gadis pertama yang dia cintai sejak pertama kali masuk sekolah ini. Luna gadis pertama yang sudah berani mengobrak abrik hati Arion. Luna gadis pertama yang tak bisa ia miliki.


Jika orang tua Luna menganggapnya tak pantas untuk mendekati Anak nya. Suatu hari nanti Arion berjanji akan memantaskan diri untuk bersanding dengan Luna. Yah, suatu hari nanti.


Setelah lama berpelukan untuk melepaskan rindu dan sesak di dada, akhirnya pelukan itupun terlepas saat mereka bisa mengontrol emosi mereka.


Arion menghembuskan nafasnya perlahan, dan menanyakan kabar hubungannya dengan Alex. Dia tau kalau selama ini hubungan keduanya berjalan manis. Arion tau Alex mencintai Luna, itu bisa dilihat dari pancaran mata Alex yang menyiratkan kebahagiaan setiap kali bersama Luna. Apalagi ayah Luna sudah merestui hubungan mereka.


Dalam hati Arion tersenyum miris. Dia sudah Mengorbankan perasaannya demi kebahagian orang lain, sedangkan dia sendiri... entahlah.


Luna hanya tersenyum membalas pertanyaan Arion tentang hubungan nya dengan Alex. Karena dia sendiri tidak tau, kedepannya. Saat ini dia memang pacaran dengan Alex, tapi hatinya sudah jatuh sedalam-dalamnya kepada Arion.


Arion melihat jam tangannya, Sudah jam sebelas. Dia akan menemui teman-temannya juga untuk berpamitan, Karena hari ini juga Arion akan terbang jauh meninggalkan semua yang ada disini.


Arion membuka seragam putihnya yang berisi tulisan Luna, tanpa membacanya dan langsung memasukkannya ke dalam tas. Dia kini memakai kaos hitam press body yang melekat di tubuhnya, dengan sebuah kalung pemberian sang papa yang menggantung di lehernya dengan hiasan liontin berbentuk gembok kecil


Arion melepaskan kalungnya, dan memasangkannya di leher Luna.. Luna terkejut dengan apa yang dilakukan dan diberikan Arion kepadanya.


"Gue titip kalung gue ini sama lo, ini adalah hadiah paling berharga yang diberikan papa ke gue sejak gue kecil. Suatu hari nanti gue akan memintanya kembali sama lo. Jaga ini baik-baik. " Arion ingin melangkah meninggalkan Luna setelah memasangkan kalung di lehernya, tapi tangannya langsung di cekal Luna.


"Tapi Arion, gue nggak bisa menjaga gembok ini buat lo, gue takut hilang. "


"Gue yakin lo bisa. Dan untuk membuka gembok itu kuncinya ada di gue. " Arion tersenyum sambil merogoh ke dalam bajunya, dan dia mengeluarkan sebuah kalung yang melingkar dengan liontin berbentuk kunci.


Mata Luna terbelalak, melihat apa yang melingkar di leher Arion.


"Sudah ya... gue pergi dulu. " Arion akan beranjak pergi, tapi tangannya lagi-lagi dicekal Luna.


Luna kembali menubrukkan tubuhnya kedalam tubuh Arion dan memeluknya erat. Sesak dia rasakan, karena dia merasa kalau Arion akan pergi jauh setelah ini.


"Lun.... " Arion merasakan hal yang sama, berat saat kita harus meninggalkan orang yang kita cintai tapi ini harus ia lakukan demi masa depannya.


Arion melepaskan pelukan Luna, dan menatapnya dalam. Dia mengangkat dagu Luna agar melihat ke dalam matanya. Mata mereka saling mengunci, dan tanpa terasa bibir Arion sudah menempel di bibir Luna, kali ini Luna membalas ciuman Arion dengan lelehan air mata yang terus keluar. Hingga ciuman itu terlepas.


Arion menggamit satu tangan Luna dan ditempelkan nya di dadanya, dia lalu menggengam erat tangan Luna didadanya dengan kedua tangannya. Lalu mengarahkan tangan itu ke dada Luna. Setelah itu Arion segera pergi meninggalkan Luna di rooftop sendirian dengan hati yang sangat kacau.


Luna yang mengerti maksud dari kode yang diberikan Arion langsung terduduk lemas dan meringkuk disana sendirian dengan tangis pilu.


"Ariooonn gue sayang sama lo, gue cinta sama lo."


Namun tangisan dan teriakan Luna sia-sia karena dia hanya berteriak pada Angin yang menerbangkan perasaannya.

__ADS_1


Note : kode yang di berikan Arion pada Luna sama seperti kode yang diberikan Rahul kepada Anjeli di film Kuch-Kuch Ho Ta Hai ya gaes. Di bagian akhir film.


__ADS_2