
Tiga hari Luna dirawat , sampai pada akhirnya hari ini Luna benar-benar diizinkan untuk pulang. Selama di rawat Arion terus saja menjaga Luna di rumah sakit bersama Marco yang setia mendampingi tuan mudanya itu. Pekerjaan yang menumpuk di serahkan kepada Ray dan Mona. Mereka akan datang ke rumah sakit jika membutuhkan tanda tangan sang tuan muda . Mereka rela bolak-balik dari perusahaan ke rumah sakit , demi Tuan mudanya yang sedang merawat kekasihnya . Perjalanan mereka pun sudah dibatalkan. Mereka akan tetap berada di Indonesia, untuk mengurus bisnis yabg berada di sini.
Orang tua Luna juga sesekali datang ke rumah sakit untuk menengok anaknya itu , karena mereka tidak ingin mengganggu kebersamaan Luna dan Arion. Dan di setiap malam teman-teman Luna maupun Arion datang untuk menjenguk Luna. Mereka tidak percaya Luna melakukan hal bodoh itu demi cintanya kepada Arion . Sungguh mereka benar-benar tidak percaya jika diputar balik ke masa lalu , betapa bencinya Luna kepada Arion . Mungkin ini yang disebut dengan karma , atau Tuhan Yang Maha membolak-balikkan hati manusia .
Luna merasa senang , karena hari ini dia akan kembali ke rumah . Tapi yang menjadi pertanyaan dia akan pulang ke rumah siapa ?
"Arion , aku pulang ke rumah siapa . Aku ikut bersamamu ya ?" Tanya Luna yang bisa bersikap manja lagi kepada Arion.
"Kamu pulang ke rumahmu dulu ya , nanti setelah kita menikah aku akan membawamu ke rumahku . Kita akan tinggal bersama Dinda , dan ketiga asistenku . " ujar Arion sambil merapikan barang bawaan mereka.
"Tapi Arion ...." Luna tidak meneruskan kalimatnya karena dia tahu , sikap Arion yang tidak suka dibantah.
"Bersabarlah. Untuk saat ini , Tetaplah bersama orang tuamu dan saudaramu . Nanti jika waktunya tiba , aku akan membawa Jack untuk ke rumahmu dan melamarmu . Aku akan pergi ke tempat Jack , dan membicarakan masalah kita kepadanya . Karena saat ini , yang menjadi waliku adalah Jack. Kamu percaya kan padaku ? "
Luna mengangguk tanpa menjawab .
"Baiklah aku akan menunggumu Arion , telepon aku setiap hari . Dan jika ada apa-apa Segera hubungi aku ." pinta Luna memperingatkan.
"Tentu saja , " kata Arion sambil mengacak rambut Luna.
Mereka berdua berjalan bergandengan tangan meninggalkan ruangan rawat Luna . Siapapun yang mengenal Arion di rumah sakit itu, pasti membungkukkan badan mereka, untuk memberikan hormat kepada pemilik rumah sakit.
"Apa kamu mengenal mereka semua Arion ? Kenapa Mereka memberi hormat kepadamu . " Tanya Luna yang sepanjang perjalanan melihat beberapa tenaga medis yang membungkukkan tubuh mereka untuk memberi hormat kepada Arion .
"Tentu saja mereka harus menghormatiku , jika tidak mereka akan aku pecat." jawab Arion enteng.
"Maksudmu ?" tanya Luna tak mengerti.
"Tentu saja mereka akan memberi hormat kepada pemilik Rumah Sakit ini , Apa kau tidak tahu ? Kalau tempatmu dirawat ini adalah rumah sakitku . Rumah Sakit milik keluarga Abraham , yang tidak pernah diketahui oleh siapapun ." kata Arion dengan sikap sombongnya yang mulai mucul.
"Benarkah ?" Luna pura-pura terkagum dengan sikap sombong Arion.
"Tentu saja benar , sekarang kau baru tahu kalau kekasihmu ini sangat kaya raya ." Arion mulai menunjukkan sikap tenggilnya kepada Luna . Sikap tengil dan menyebalkan yang pernah Luna benci dulu .
__ADS_1
Mereka berdua lalu tertawa bersama , melihat kekonyolan mereka sendiri .
Arion membukakan pintu mobil untuk Luna setelah itu dia menyusul masuk ke dalam mobilnya , di sana sudah ada Marco yang akan mengantarkan mereka .
"Kita pergi ke mana Tuan , " tanya Marco kepada Bosnya itu
"Kediaman Anthony . " Jawab Arion singkat .
Setelah mendapatkan alamat tujuan , mobil yang dikendarai Marco segera membelah jalanan menuju kediaman Anthony . Tak lama mereka pun sampai di depan kediaman Anthony . Sudah ada mama dan papa Luna serta Lucas yang menyambut kedatangan mereka .
Marco dengan sigap membukakan pintu untuk Arion dan Luna . Mereka berdua keluar dari mobil , dan langsung disambut oleh Mama Eliza yang langsung memeluk Luna .
"Akhirnya kau pulang juga nak ." Kata Eliza diperlukan Luna .
"Iya mom , aku sudah tidak betah tinggal di rumah sakit . Karena setiap hari harus mencium bau obat . " Kata Luna sambil menutup hidungnya.
Eliza terkekeh karena melihat sikap Luna yang sudah kembali seperti dulu.
"Masuklah dulu Arion , kita makan siang bersama ." Pinta Lukas kepada Arion yang hanya diam saja . Dia merasa canggung dan dipiku , berhadapan dengan Gavin Anthony .
Arion memandang ke arah Luna , dan Luna pun menganggukkan kepalanya .
"Baiklah kalau begitu , tapi aku juga harus mengajak Marco . " ucap Arion pada akhirnya .
"Tentu saja kalian berdua ayo masuk . " Ajak Eliza kepada Arion dan asistennya .
Mereka semua duduk di ruang tamu , sambil menunggu para pelayan yang sedang Menyiapkan makan siang mereka .
"Arion , Apa kau benar serius dengan putriku . " Tanya Gavin tiba-tiba .
"Tentu saja Om , aku sangat mencintainya . Dan aku serius kepadanya ." ujar Arion dengan mantap
"Kalau begitu , kapan kau akan menikahi Luna . " Tanya Gavin To the point.
__ADS_1
"Pa...,"pekik Luna yang tak percaya dengan ucapan Gavin
Dan pertanyaan Gavin kali ini membuat mereka semua saling berpandangan .Namun tidak dengan Arion dia memandang mata Gavin dengan lekat .
"Aku akan datang kemari bersama dengan Jack dia adalah waliku dan dia yang akan melamarkan Luna untukku . Tapi aku harus menemuinya dulu ."
"Baiklah kalau begitu , Cepat selesaikan urusanmu . Dan jangan bertele-tele . Aku tidak suka dengan orang yang hanya banyak bicara." Kata Gavin kemudian .
"Baiklah Om , setelah ini aku akan langsung ke tempat Jack. " ucap Arion dengan yakin.
Setelah mengatakan semua itu , bertepatan dengan makan siang yang sudah siap . Mereka semua menuju meja makan untuk melakukan makan siang .
Semua orang makan dengan tenang , tidak ada satupun yang bersuara . Mereka masih mencerna ucapan dua orang beda usia tadi . Apakah Gavin benar-benar meminta Arion untuk menikahi Luna ? Apakah mereka tidak bermimpi ? Itulah yang ada di benak ,Eliza , Lucas dan Luna .
Tapi tidak dengan Arion . Karena Arion sudah mantap , untuk segera menikahi Luna . Dan menghindari kejadian yang tidak diinginkan . Lagi pula musuh Arion sudah tidak ada . Tidak ada dendam lagi pada diri Arion , sekarang Yang ada hanyalah cinta untuk Luna . Dan dia akan membuat Luna bahagia.
Setelah makan siang, mereka semua kembali duduk di ruang tamu dan berbincang hangat.
"Arion, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu? " ujar Gavin yang merasa penasaran dengan sesuatu.
"Silahkan saja, om. Apa yang ingin om tanyakan padaku. " jawab Arion santai.
Arion sudah biasa menghadapi orang-orang besar seperti Gavin yang mengajak kerjasama dengannya. Jadi dia tidak merasa kikuk lagi saat berhadapan dengan orang seperti Gavin.
"Apakah kau sudah tidak memiliki musuh lagi? Maaf aku menanyakan hal ini, karena aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan Luna seperti kemarin."
"Aku rasa tidak ada Om. Musuh keluarga kami adalah keluarga sendiri. Dan dia sudah mati di tembak suaminya sendiri. "
Gavin mengangguk mengerti.
Semua orang memahami kegalauan hati Gavin, yang tidak ingin anaknya terluka lagi.
"Lagipula kalau memang ada yang berniat jahat pada Luna. Dia dalam perlindungan orang yang kuat seperti keluarga Abraham dan Anthony. " kata Arion meyakinkan calon papa mertuanya itu.
__ADS_1
"Baiklah, aku mengerti. Kalau begitu segeralah datang kemari bersama Jack. Kami menunggumu. "
"Baik Om, aku akan datang lagi bersama Jack. "