ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Penggerebekan


__ADS_3

Kinara masuk ke dalam hotel dengan langkah anggunnya seperti biasa , dia tidak merasa curiga kalau saat ini dia sedang diawasi . Dengan santainya dia masuk ke sebuah kamar yang sudah ia pesan sebelumnya . Di sana Seorang Pria Muda setelah bertelanjang dada menunggu kedatangan Kinara .


"Halo sayang , Apa kau sudah lama menungguku ?" sapa Kinara saat melihat pris yang disewanya sudah berada di kamar yang ia pesan.


"Ya lumayan lama , tapi aku tetap bersabar menunggumu. " Ucap pria bayaran tadi


"Maafkan Aku . Karena aku harus menemui keponakanku terlebih dahulu , jika tidak Aku Bisa Mati penasaran , karena sikap keponakanku sudah berubah . Dia bahkan tidak mau melihat ke arahku . Aku hanya ingin Memastikannya saja." ujar Kinara sambil membuka satu persatu pakaian yang menempel di tubuhnya .


Kinara berjalan mendekati pria tadi , Seorang Pria Muda yang biasa dia sewa untuk memanjakannya.


"Apakah kau sudah siap untuk memanjakanku hari ini ?" tanya Kinara dengan wajah genitnya.


"Tentu saja aku selalu siap memuaskanmu sayang ." Kata pria tadi yang sudah siap menyambut kedatangan Kinara.


Lalu manusia beda usia itu melakukan penyatuan untuk saling memuaskan satu sama lain . Kinara yang selalu haus akan belaian seorang pria, dan pria itu yang haus akan uang yang selalu digelontorkan Kinara kepadanya. Tidak dalam jumlah sedikit, Jika pria itu bisa memuaskan berkali-kali maka bayaran yang akan diterima pria itu akan berkali-kali lipat.


Di lobby hotel, Ali sudah bersiap dengan beberapa anak buahnya. Dia meminta kunci kamar hotel, yang sedang di tempati Kinara untuk bercinta dengan pria bayaran nya.


"Cepat serahkan kunci kamar nomor 202. " bentak Ali kepada petugas hotel.


Saat ini Ali memang tidak menggunakan seragamnya, dia hanya mengenakan kaos dan jaket serta celana panjang. Tapi perlengkapannya sebagai seorang polisi selalu dia bawa, seperti kartu anggota, pistol bahkan borgol.


"Tapi, tuan. Kami tika bisa melakukannya karena ini adalah privasi tamu. " ujar resepsionis yang berjaga.


"Maaf Ada apa ini ya kenapa ribut-ribut. " Tanya seorang manajer hotel kepada siapapun yang mau menjawabnya


"Maaf tuan tuan ini memaksa meminta kunci kamar nomor 202 ,kami tidak bisa memberikannya karena sesuai peraturan hotel kami harus menjaga privasi tamu ." ujar resepsionis itu, menjelaskan apa yang terjadi.


Manajer hotel membenarkan apa yang dikatakan resepsionis kepadanya .


"Maaf tuan Sebenarnya ada apa, kenapa anda memaksa untuk masuk? " Tanya manajer hotel itu kepada Ali .


Ali langsung menunjukkan tanda pengenalnya yang seorang anggota polisi .


"Saya adalah anggota Kepolisian , Saya kemari karena saya sedang mengikuti istri saya . Saat ini istri saya sedang berada di hotel ini di kamar 202 bersama selingkuhannya . Saya ingin melakukan peenggerebekan kepads mereka. Selain itu salah satu dari mereka adalah sa

__ADS_1


seorang pembunuh, jika kalian mempersulit saya , maka saya akan bertindak kasar dan mendobrak pintu kamar hotel ini." Kata Ali dengan wajah yang sudah memerah


Manajer hotel itu pun mengerti , dia akhirnya memberi izin kepada resepsionis untuk memberikan kunci kamar 202 kepada Ali .


Ali dan anggotanya segera meluncur ke lokasi , di mana salah satu rekannya sudah menunggu mereka di sana .


"Lama sekali . Apa saja yang kalian lakukan .mungkin saat ini mereka sedang berpestaberpesta. " Kata salah satu anggota Ali


"Diamlah , tidak mudah untuk kita mendapatkan kunci kamar ini . Sekarang ayo kita melakukan penggerebekan kepada mereka berdua." Perintah Ali kepada para anggotanya .


Mereka langsung membuka akses pintu kamar hotel dan masuk dengan hati-hati, sayup-sayup terdengar suara-suara laknat yang menyapa indera pendengaran mereka. Ali segera menyiapkan ponselnya untuk mengambil bukti foto dan Video. Bagaimanapun dia harus kuat menerima kenyataan ini. Kenyataan kalau istrinya sudah menghianatinya.


Mereka semua terperangah melihat kegiatan dua manusia laknat dihadapan mereka. Dan Ali akhirnya bersuara. Dia bertepuk tangan paling keras ,walaupun hatinya tersayat melihat semua kebenaran di depan matanya .


"Wah kalian memang luar biasa " ucap Ali dengan tawa lebar dibibirnya.


Mendengar suara suaminya Kinara langsung turun dari atas tubuh pria bayarannya ,dan langsung menutupi tubuhnya dengan selimut yang ada di sana .


"Kenapa harus ditutupi ,semua orang sudah melihatnya. Kami ingin menyaksikan pertunjukan live di depan mata kami. " sarkas Ali. "apa sekarang kamu sudah punya rasa malu ?" lanjutnya.


"Sejak kapan aku peduli padamu ? dan kau peduli padaku. Pantas saja Selama ini aku jarang pulang ke rumah, dan kau tidak pernah memprotesnya. dan ternyata seperti ini kegiatanmu selama tidak ada aku di rumah . Kau memang luar biasa Kinara. " Kata Ali dengan nada penuh kebencian dan sindiran .


"Kalian semua, tangkap pria dan wanita itu dan segera bawa ke Kantor Polisi, aku menunggu di sana. "Perintah ahli kepada anggotanya lalu dia keluar dari kamar hotel itu .


Kinara berteriak memanggil-manggil namanya namun tak sekalipun Ali menoleh kepadanya . Dia tidak peduli , bagaimanapun cara anggotanya menangkap kedua manusia laki-laki itu .


Anggota polisi lainnya yang disuruh menangkap kedua orang itu menyuruh Kinara dan pria bayarannya untuk berpakaian , setelah itu baru mereka diborgol oleh rekan Ali Dan segera dibawa ke kantor.


Selama di perjalanan Kinara terus saja memberontak , dia tidak ingin ditangkap karena itu sangat memalukan apalagi suaminya adalah seorang polisi. Apakah suaminya itu tidak menjaga image-nya sebagai seorang polisi? pikir Kinara saat itu .


Sesampainya di kantor polisi kedua orang itu ditempatkan di ruang yang berbeda . Kinara segera mendapatkan introgasi dari seorang penyidik di sebuah ruangan introgasi yang tertutup .


"Kenapa aku dibawa ke sini ? Di mana suamiku ." Teriak Kinara yang tidak terima untuk diselidiki dia ingin bicara dulu dengan suaminya.


"Nyonya Kinara ,Tahukah Anda Kenapa Anda berada di sini ? " Tanya penyidik itu kepada Kinara .

__ADS_1


Kinara hanya diam dan menjawabnya dengan gelengan kepala .


"Apakah anda mengira Kalau anda berada di sini , karena perselingkuhan yang Anda lakukan kepada komandan kami ? " Tanya penyidik itu lagi .


Kinara hanya diam tak menjawabnya kali ini .


Jika anda berada di sini karena kasus perselingkuhan , maka itu salah besar . Kalau masalah perselingkuhan komandan kami bisa langsung menyerahkannya kepada pengadilan agama . Tapi jika anda berada di kantor polisi, itu artinya anda telah melakukan kejahatan tindak pidana atau perdata . Dan kali ini , kasus yang menimpa anda adalah kasus pembunuhan yang terjadi sepuluh tahun yang lalu kepada tuan William Abraham. " Penyidik Itu menjelaskan secara rinci Apa yang membuat Kinara berada di kantor polisi dan ruang interogasi saat ini .


Mendengar kalimat pembunuhan 10 tahun lalu kepada William Abraham mata Kinara langsung terbelalak tak percaya .


"Apa kalian menuduhku telah membunuh kakakku ? Selama ini aku dan kakakku baik-baik saja .Dan bukankah kasus 10 tahun lalu sudah ditutup sebagai kasus bunuh diri? Lalu kenapa sekarang kalian menangkapku.? Tanya Kinara yang tidak mengerti apapun , karena ini sangat mengejutkan baginya.


"Karena tuan muda Arion sendiri yang meminta kepada komandan kami untuk membuka kasus kematian ayahnya 10 tahun lalu. " ujar penyidik itu lagi.


Mendengar nama Arion yang telah membuka kasus kematian ayahnya , membuat Kinara lagi-lagi membulatkan matanya . Dia tidak percaya kalau Arion akan melakukan ini kepadanya . Padahal tadi mereka sudah berbicara seperti biasanya ,lalu apa ini ? Kenapa Arion melaporkannya kepada polisi ? Apakah Arion kembali karena sudah mengetahui sesuatu?


" Pak, Apakah aku boleh bertemu dengan suamiku . Aku ingin bicara kepadanya ."


"Apakah anda pikir komandan akan mau menemui Anda setelah Apa yang anda lakukan kepadanya, di depan mata kepalanya sendiri . Mungkin saat ini komandan kami sedang menenangkan dirinya . Dan jika dia sudah siap , dan mungkin komandan akan mau menemui Anda disini ." Ujar penyidik itu.


"Pak, Apakah saya boleh menelpon seseorang ?" Pinta Kinara kepada penyidik .


"Apakah anda akan menghubungi pengacara ?" Tanya penyidik.


"Tidak tapi aku ingin menghubungi kakakku, aku ingin minta bantuan kepadanya. " kata Kinara.


"Baiklah. " hanya satu kali panggilan.


Kinara langsung menghubungi nomor ponsel Mike , panggilan pertama tidak dijawab ,panggilan kedua pun tidak dijawab akhirnya pada panggilan ketiga Mike menerima panggilannya .


"Halo ini siapa." Kata Mike dengan Ketus .


"Halo Mike ini aku Kinara ."


"Kinara ? Nomor telepon siapa yang kau gunakan." Tanya Mike penasaran.

__ADS_1


"Itu tidak penting saat ini. Aku butuh bantuanmu Mike, tolong aku saat ini aku berada di kantor polisi . Ternyata Arion meminta polisi untuk menyelidiki kasus kematian Willy dan sekarang aku berada di kantor polisi. Tolong bantu aku Mike.


__ADS_2