ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Jangan Salah Paham


__ADS_3

"Memangnya kapan kau akan melamarku? "


"Sabtu besok. "


Luna langsung tersedak es krim yang sedang dia makan, setelah mendengarkan apa yang di katakan Arion.


"Arion jangan bercanda deh . "


"Aku tidak bercanda Luna . Aku serius . Dua hari lagi aku akan mengajak Jack ke rumahmu . Aku akan menghubungi papamu nanti malam . Atau kau saja yang mengatakan kepada kedua orang tuamu kalau aku akan ke sana hari Sabtu ."


"Kamu benar-benar serius,Arion ? " tanya Luna yang tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Serius sayang , Apakah kau meragukanku sekarang.? tanya Arion dengan nada tidak suka .


"Bukan begitu Arion , tapi apakah tidak terlalu terburu-buru ?"


"Tidak , Aku ingin menikahimu . Dan memilikimu secepatnya . Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada lagi." kata Arion dengan yakin .


Luna merasa tersipu setelah mendengar , bawa Arion Ini memilikinya . Arion yang melihat sikap Luna yang malu-malu ,ini menggenggam tangannya dan ingin sekali mengigit nya


"Kamu menggemaskan sekali, Lun. "


"Aku tidak pernah percaya , kalau orang yang aku sukai , dan yang dulu membenciku . Saat ini ada di hadapanku , dan dua hari lagi aku akan melamarnya . Aku benar-benar tidak percaya Luna , This is like a dream come true .Sangat luar biasa. " Kata Arion sambil terus mengenggam tangan Luna.


"Aku juga , aku juga tidak percaya kalau orang yang aku benci dulu . Menjadi orang yang sangat aku cintai saat ini . Tapi Arion.... " ucapan Luna terputus , dia tidak bisa meneruskan kalimatnya


"Tapi apa ? Katakanlah ." Pinta Arion .


"Itu buku belum kembali seperti semula , ini masih terlalu kurus Arion ." Rengek Luna sambil menggoyang-goyangkan tangan Arion .


"Minumlah susu setiap hari , makan yang banyak . Makan sebelum tidur juga . Walau itu adalah gaya hidup tidak sehat , tapi kamu bisa mempercepat menaikkan berat badanmu . Tapi setelah ideal , Aku harap kamu tidak meneruskan gaya hidup tidak sehat itu . Kembalilah kepada gaya hidup sehat . Agar tubuhmu selalu sehat , seperti tubuhku ini . " Lagi-lagi Arion selalu memuji dirinya sendiri dengan semua yang dia miliki .


Ya, memang patut untuk disombongkan , karena apa yang dimiliki Arion benar-benar sempurna . Mulai dari wajah yang tampan , tubuh proporsional . Dan kekayaan yang melimpah . Itulah sosok Arion , yang selalu percaya diri kemanapun dia pergi . Tapi sayangnya ,Arian tidak mudah jatuh cinta . Dan kelebihan satu lagi yang dimiliki aliran adalah , dia setia kepada wanita yang ia cintai . Tidak pernah menduakannya , atau memikirkan wanita lain di hidupnya . Kecuali satu nama yaitu Luna.

__ADS_1


Sudah satu jam berlalu , akhirnya ketika asisten Arion ditambah Lucas saudara Luna . Kembali ke tempat mereka berkumpul beberapa paper bag sudah mereka tenteng . Menuju gerai es krim , tempat Luna dan Arion menunggu mereka .


Arion hanya mencibir , saat melihat mereka bersikap konyol dengan membawa beberapa Paperbag di tangan mereka . Arion juga memeriksa ponselnya, berapa uang yang mereka keluarkan untuk belanja hari ini .


"Ya baguslah , masih tersisa dan tidak kalian gunakan semuanya . Untuk itu Ayo sekarang kita makan. " kata Arion kemudian.


"Lalu Bagaimana dengan barang-barang ini tuan. Apakah kita juga akan membawanya seperti ini ini? " Tanya Ray yang sedikit keberatan , karena membawa paper bag yang begitu banyak .


"Rey aku tanya kepadamu , Sebenarnya ada berapa otak yang menempel di kepalamu itu. Kenapa kau tidak bisa berpikir jernih setelah . melakukan umroh." Tanya Arionn dengan sadis kepada asistennya Ray .


"Maaf satuan harian apa ya , Saya masih belum mengerti ." Tanya Ray polos .


"Umurmu saja yang tua Rey , tapi otakmu sebesar biji jagung . " Kata Arion yang angkuhnya .


"Maaf Tuan saya benar-benar tidak mengerti maksud Tuhan Arion .Bisa dijelaskan? "


"Marco Apakah kau mengerti maksudku ?" Kata Arion kepada asisten yang merangkap bodyguard nya itu.


Tanpa banyak bicara , Marco mengajak Mona mengikutinya . Dia berada di tempat penyimpanan troli belanjaan . Di sana akhirnya Marco dan Mona ,membawa troli belanjaan masing-masing satu buah . Untuk membawa belanjaan Luna yang menumpuk .ditambah belanjaan mereka juga .


"Sebuah troli belanja ? "


Dan semua orang mengangguk .


"Sayang otak pintarmu , hanya untuk memikirkan angka-angka di komputer dan berkas Ray . Tapi tidak bisa memikirkan hal kecil seperti ini .Lain kali kai harus peka, Ray. " Sindir Arion .


Ray, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena dia tidak tahu sama sekali tentang cara ini .benar-benar bodoh . Umpat Ray pada dirinya sendiri .


Mereka lalu memasukkan satu persatu paper bag , ke dalam troli belanjaan . Kemudian Marco dan mona mendorong troli belanjaan tersebut .


Mereka memutuskan , untuk makan siang di rumah Arion. Sekaligus menunjukkan kepada Luna , Di mana Arion tinggal. Sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan , Karena musuh Arion sudah meninggal .


Satu jam perjalanan , akhirnya mereka sampai di sebuah rumah mewah . Luna dan Lucas terperangah melihat penampakan rumah Arion . Rumah mereka memang besar , tapi ini lebih besar dan lebih luas .

__ADS_1


Jadi ini rumahmu Arion ? Tanya Luna kepada kekasihnya itu


Arion hanya mengangguk sebagai jawaban .


Mereka semua akhirnya masuk ke dalam rumah Arion . Dilihatnya Dinda , sedang menonton drama kesukaannya di televisi didampingi kedua bodyguard-nya . Mendengar derap langkah kaki masuk ke dalam rumah , Dinda langsung menoleh . Dan merasa terkejut saat melihat ada Luna ikut bersama kakaknya .


"Kak Luna ? " Pekik Dinda lalu berhambur memeluk Luna .


Luna membalas pelukan Dinda . Arion yang melihat itu , hatinya tiba-tiba menghangat . Saat dua orang yang ia cintai , saling berpelukan seperti itu . Arion semakin yakin untuk secepatnya , mempersunting Luna . Agar mereka bisa berkumpul di rumah ini .


"Apakah kalian sudah menyiapkan makanan untuk kami , " tanya Arion kepada kedua Bodyguard Dinda .


"Sudah tuan , kami sudah menyuruh para pelayan untuk menyiapkan makanan untuk kita semua . " Jawab Salah satu body Dinda .


"Baguslah kalau begitu ."


"Dinda, sudah dulu pelukannya . Kami semua lapar dan belum makan . Ayo, kitq makan dulu. Kasihan kak Lunanya. " kata Arion ,untuk melepaskan pelukan adiknya dari Luna .


Sesuai permintaan kakaknya , Dinda lalu melepaskan pelukannya dari Luna . Mereka semua lalu menuju meja makan , untuk makan siang mereka yang tertunda .


Arion memperhatikan Dinda , yang manja kepada Luna .


"Kakak tadi belanja apa saja? Kenapa banyak sekali ?" Tanya Dinda kepada Arion.


"Oh itu , itu untuk hantaran kakak ,melamar Kak Luna besok Sabtu . Kakak juga sudah membelikan baju couple , untukmu dan Kak Luna ." Kata Arion sambil merapikan rambut Dinda ke belakang telinga .


Melihat kedekatan Dinda dan Arion . Membuat Lucas dan Luna saling berpandangan, mereka merasa iri . Karena mereka tidak pernah melakukan hal seperti itu satu sama lain . Bahkan kakaknya Kaisar , tidak pernah sama sekali melakukan hal kecil seperti itu kepada adik-adiknya .


"Kau sangat menyayangi Dinda ya . " tanya Lucas kepada Arion.


"Iya aku sangat menyayanginya , karena dia adalah saudaraku satu-satunya . Dan kami berdua adalah keturunan Abraham yang tersisa , selain Alex ." Jawab Arion "aku akan melindungi Dinda , seperti aku melindungi Lun. Karena mereka adalah dua orang yang sangat aku cintai dan aku sayangi. " kata Arion lagi.


Lucas mengangguk mengerti, begitu juga Luna. Mungkin dia harus menyiapkan diri. Jika mereka tinggal bersama akan melihat kemesraan antara Dinda dan Arion. Tapi dia harus meyakinkan diri kalau dinda adalah saudara kandung Arion. Lagi pula, Dinda juga menyayanginya.

__ADS_1


"Tujuh tahun kami dipisahkan oleh keadaan . Dinda yang harus berada di rumah sakit karena depresi, dan aku yang harus tinggal dengan pembunuh papaku. Bagaimana pun, aku akan menebus, apa yang sudah kami lewatkan selama tujuh tahun ini Luna. Aku harap kamu bisa mengerti keadaan kami. " ujar Arion ambigu.


Membuat semua orang saling berpandangan. Tapi tidak dengan Luna. Dia mengerti maksud Arion. Itulah jawaban yang diberikan Arion atas pertanyaan yang dia tanyakan di dalam hati tadi. Sepertinya Arion memiliki indera ke enam untuk membaca pikiran seseorang.


__ADS_2