ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Baby Jasson dan Jordan (End)


__ADS_3

Luna sudah ditempatkan diruang perawatan, Sedangkan bayi-bayi mereka dimasukkan ke dalam inkubator, karena mereka lahir prematur di usia kandungan sang mommy yang ke tujuh bulan.


Baik Arion maupun Luna merasa tidak tenang jika harus berjauhan dari kedua putra mereka. Papa Ghavin dan Lucas sudah berada di rumah sakit. Dan sudah melihat cucu dan keponakan mereka. Mereka sangat bahagia, apalagi Gavin yang tidak menyangka kalau dia sudah memiliki cucu, dan akan menjadi seorang kakek. Apalagi dokter bilang cucu mereka adalah kembar identik. yang memiliki persamaan wajah yang hampir sama.


Setelah mereka melihat cucunya, Gavin dan Lucas juga mama Eliza kembali ke ruang rawat Luna. Mereka tidak khawatir lagi, karena di depan tempat cucu-cucu mereka berada, Arion sudah menyiapkan dua bodyguard untuk berjaga.


"Bagaimana keadaanmu sayang? " tanya Gavin saat melihat anaknya sudah terlihat baik-baik saja dan terlihat sedang di suapi oleh Arion.


"Aku baik-baik saja, pa? apa papa sudah melihat twins? " tanya Luna sambil mengunyah makanannya.


"Sudah, mereka sangat lucu. Tapi masih sangat kecil. " kata Gavin dengan mata berbinarnya.


"Iya mungkin dua sampai tiga hari mereka ada di dalam inkubator, setelah itu mereka akan bersama kita. " ujar Luna yang membayangkan akan tidur bersama kedua bayinya.


"Apa kau bahagia memiliki Bayi, Luna. " tanya Gavin yang melihat sorot kebahagiaan di wajah Luna.


"Tentu saja pa , apalagi itu adalah buah cintaku dengan Arion. Pria yang sangat aku cintai dan sayangi. Benarkan sayang? " kata Luna yang beralih pandang menatap suaminya Arion.


Arion hanya mengangguk sebagai jawaban.


Melihat Luna yang sangat bahagia saat hidup bersama Arion. Membuat hati Gavin tercubit. Dia seolah menyesali apa yang sudah dilakukannya pada masa lalu, menyuruh Arion menjauhi Luna, bahkan dia hampir kehilangan Luna karena memintanya untuk melupakan Arion. Dia benar-benar bodoh waktu itu. Kenapa juga harus membenci sosok yang tidak bersalah itu. Bahkan William Abraham sendiri tidak pernah memiliki kesalahan padanya. Hanya karena rasa kesal, iri, dan dengki nya. Membuat nya hampir kehilangan anaknya.


Kini dia percaya, kalau Arion benar-benar tulus mencintai Luna anaknya. Dan tidak akan pernah memisahkan mereka lagi. Itu janji Gavin kepada dirinya sendiri.


"Apa papa dan mama perlu menginap? " tanya papa Gavin kepada anaknya.


"Tidak perlu, pa. Papa sama mama istirahat saja di rumah. Besok pagi mama datang kemari ya, bawakan makanan untukku dan suamiku." kata Luna yang tidak merasa sungkan sama sekali kepada mamanya.


"Iya sayang, besok mama akan siapkan makanan sehat untukmu. Agar Asi mu bisa keluar dengan lancar. "


"Makasih, mama... mama memang yang terbaik. " puji Luna kepada mamanya itu.

__ADS_1


"Ya, sudah kalau begitu. Papa dan mama pulang dulu, sudah malam juga. Arion, papa titip Luna ya. Kalau ada apa-apa segera hubungi kami. " pamit Gavin kepada Luna dan Arion.


"Tentu saja pa. "


Kedua orang tua Luna segera pergi meninggalkan ruangan tempat Luna di rawat. Hanya tertinggal Lucas yang tinggal dirumah sakit menemani Arion. Padahal Arion baik-baik saja meskipun tidak ditemani Lucas.


"Lun, selamat ya. Udah jadi ibu sekarang. " ucap Lucas karena dari tadi dia tidak memiliki kesempatan untuk bicara.


"Thanks , Luc. " balas Luna dengan senyuman di bibirnya


"Aku mau tidur dulu ya? takut nanti malam baby minta nen sama aku " ujar Luna sambil merebahkan tubuhnya diatas ranjang pasien.


"Ya sudah istirahat lah, Aku akan berjaga bersama Lucas. " kata Arion dengan sabar. Lalu dia menutup tubuh Luna dengan selimut.


*


Tiga hari telah berlalu, akhirnya sang baby sudah diperbolehkan untuk berada di kamar sang mommy. Dengan antusias Luna memangku salah satu anaknya.


"Iya, kata dokter yang tidak memiliki tanda lahir itu kakak. Wah berarti yang berada di gendongan daddy ini adik ya. " kata Arion dengan memainkan tangan anaknya.


"Apa kalian sudah menyiapkan nama untuk kedua anak kalian? " tanya Eliza kepada anak dan menantunya.


"Sudah mom. " jawab Arion singkat


" Siapa? " tanya semua orang termasuk Luna yang belum tau sama sekali nama yang di siapkan oleh Arion.


Arion lalu mendekati Luna dan menggenggam tangan anak pertamanya.


"Untuk kakak, Aku akan menamainya JORDAN ABRAHAM. Jordan yang berarti keturunan. Jadi anak ini adalah keturunan keluargku Yaitu Abraham. " ujar Arion.


Lalu dia menggenggam tangan anak keduanya yang memiliki tanda lahir seperti dirinya di pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Untuk adik, dia aku beri nama JASON ABRAHAM. Jason yang berarti anak yang pandai, cerdas, berjiwa kharismatik, dan penyembuh luka kami. Aku berharap kelak kepandaian dan kejeniusanku dan papa bisa kami turunkan kepada kedua anak kami ini. "


Mendengar nama kedua anaknya, cucunya dan keponakannya, membuat Semua yang ada di sana merasa takjub dan mengamini doa dan harapan Arion atas nama yang ia sematkan kepada kedua anaknya.


"Wah... Bagus sekali namanya ,sayang." ujar Luna yang memainkan tangan anak pertamanya.


"Welcome to our family baby Jordan and baby Jason. " ucap Luna dengan tatapan penuh haru.


Sedangkan Anthony walau kagum dengan nama-nama itu tapi dia tidak suka jika di belakang nama mereka adalah nama Abraham bukan Anthony.


"Kenapa Abraham? buka Anthony? " protes Gavin kepada Arion.


"Tentu saja papa, dia adalah keturunan ku, yaitu keturunan Abraham. Kalau papa ingin keturunan Anthony, segera suruh kak Kaisar atau Lucas untuk segera menikah. Maka anak mereka akan tersemat nama Anthony di belakang nama anak-anak mereka. " kata Arion yang tidak ingin kalah dengan papa mertuanya kali ini.


Mendengar ucapan Arion membuat Kaisar Yang datang melihat baby twins terkejut, begitu juga Lucas yang ikut membelalakkan matanya. Dia tidak percaya kalau Arion menyuruh mereka menikah.


"Sudah-sudah... Arion benar pa, Jordan dan Jason adalah keturunan Abraham. Jadi biarlah mereka menggunakan nama Abraham di belakang nama mereka. Lagi pula kita juga akan mendapat cucu Anthony nanti jika Kai dan Lucas sudah menikah. " mama Eliza lebih memihak Arion daripada suaminya.


"Terserah kau saja. "


Kebahagiaan Arion dan Luna kini lengkap sudah setelah kehadiran dua malaikat kecil di antara mereka. Arion akhirnya dapatt melahirkan penerus untuk keluarga Abraham yang berantakan, karena keserakahan dari adik-adik papanya. Entah mereka akan menambah momongan lagi atau tidak, mereka hanya akan menunggu takdir yang bekerja.


Yang pasti saat ini, Arion dan Luna sedang menikmati bagaimana bahagianya memiliki dua orang bayi dan menjadi orang tua untuk anak-anak mereka. Peran baru yang akan mereka jalani saat ini, setelah menjalani berbagai lika liku kehidupan selama ini.


Arion yang tumbuh dengan dendam dan cinta tak terbalas kepada seorang wanita. Dan akhirnya bisa bersatu melalui drama kematian yang Luna lalui.


Sungguh takdir telah mempermainkan cinta mereka berdua. Dan akhirnya mereka bisa bersatu dalam cinta yang sejati.


The End


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2