ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Tiga Teman Baru


__ADS_3

Di hari yang sama, di tempat dan waktu yang berbeda, Arion sedang sarapan dengan Jack dan Dinda. Setelah tidur seharian kemarin kini tubuh Arion kembali segar. Dan dia sudah siap melakukan apapun hari ini.


"Arion mungkin besok aku akan kembali ke Indonesia. " ujar Jack setelah ia menyelesaikan sarapannya.


Ario langsung meletakkan roti yang sedang dikunyahnya


"Kenapa cepat sekali Jack. "


"Aku harus tetap mengawasi semua usaha Abraham Arion. Jangan sampai kita lengah. "


Arion mengangguk mengerti.


"Jack, boleh aku minta sesuatu? "


"Apa? katakanlah. "


"Bolehkah aku memintamu melindungi seseorang untukku? " kata Arion sedikit ragu.


"Luna? " tanya Jack tepat sasaran.


"Darimana kau tau? "


"Apa yang tidak aku ketahui tentang dirimu Arion. "


Arion mendesah kasar, dia lupa kalau selama ini dia diawasi Jack.


"Maksud kakak, kak Luna yang sudah bantu aku untuk sembuh? " tanya Dinda yang antusias dengan sebuah nama yang Arion sebutkan.


Arion mengangguk.


"Waaahhh, apa kakak menyukai kak Luna? "


Arion membalas pertanyaan Luna hanya dengan senyuman


"Paman, aku juga minta tolong. Jaga kak Luna karena aku sangat menyukainya, dia sudah bantu aku sembuh. " rengek Dinda kepada Jack.


Jack tersenyum dan mengangguk kepada Dinda.


"Arion setelah makanmu selesai temui aku diruang kerja, ada yang ingin ku katakan dan kenalkan padamu. Dan Dinda, setelah ini kamu belajar dengan bibi Ema. Oke. " Jack langsung berdiri dan meninggalkan dua bersaudara itu menyelesaikan makannya.

__ADS_1


"Dinda, kakak sudah selesai. Kakak akan menemui Jack. Kamu selesaikan makanmu dulu ya? " Arion berdiri dan membelai rambut adiknya itu.


"Ema, tolong temani Dinda makan. " pintanya kepada Ema.


Ema yang mengerti pun duduk di samping Dinda, sedangkan Arion sudah berjalan menjauh menuju ruang kerja


Pintu di ketuk dan setelah mendapatkan ijin masuk Arion segera membuka pintu besar itu.


"Duduklah Arion. "


Arion segera duduk di sebuah kursi sofa single di ruangan itu.


"Apa ada yang ingin kau katakan Jack. "


"Mengenai Luna, apa kau benar mencintainya? " tanya Jack langsung pada intinya.


"Ya, aku mencintainya Jack. Memang kenapa? "


"Apa kau tau siapa dia? "


"Tau, dia adalah anak dari Ghavin Antony, salah satu konglomerat di sana. "


"Kalau tau, kenapa kau tetap mencintainya, bodoh." Jack sudah kehabisan kesabaran menghadapi tingkah tengil Arion selama ini. "Dia adalah orang yang tidak mudah kita sentuh. Jangan pernah bermain-main dengannya. Dan apa kau juga tau kalau Luna sekarang sedang pacaran dengan Alex saudara sepupu mu. "


"Tentu saja aku tau. " jawab Arion santai.


Jack mengusap wajahnya kasar. Dia tidak tau lagj harus menghadapi Arion seperti apa.


"Tenanglah Jack. Aku hanya memintamu, mengawasi Luna saja tidak lebih. Dan pastikan dia baik-baik saja. Hanya itu. " pinta Arion kepada Jack.


"Dan Aku akan buktikan padamu, aku akan kembali sebagai pengusaha muda sukses dan berbakat saat aku kembali nanti. Aku akan menjatuhkan keangkuhan Ghavin Antony. Dan akan mengambil hak ku kembali. Yaitu Luna dan seluruh perusahaan yang saat ini sedang mereka nikmati hasilnya. "


"Saat ini, biarlah mereka menikmati semua kekayaan yang bisa mereka nikmati, Biarlah Alex mencintai Luna sepuasnya. Dan Biarlah Ghavin dengan keangkuhannya. Tapi saat aku kembali, Aku akan mengambil semua yang akan menjadi hak ku, dan meruntuhkan keangkuhan Ghavin. Buat perusahaan nya merugi secara bertahap, Jack. "


Jack hanya bisa melongo mendengar semua ambisi dan obsesi Arion. Tapi keterkejutannya berubah menjadi tawa lebar dan sebuah tepuk tangan yang keras.


"Wah... bagus sekali Arion. Aku tidak menyangka, kamu memiliki tujuan besar dalam hidupmu. " ujar Jack sambil menepuk bahu Arion.


"Tujuan utama dalam hidupku adalah membalas semua kesakitan yang aku dan adikku rasakan selama tujuh tahun ini Jack. Aku tidak akan melupakan, orang yang telah membuatku seperti ini sekarang. "

__ADS_1


"Kau benar, jangan lupakan tujuan utama kita. Baiklah kalau begitu, aku akan mengenal kan beberapa orang yang sudah di tunjuk papamu untuk melatihmu menjadi hebat seperti dia. " kata Jack dengan wajah yang kembali serius.


"Masuklah... " teriaknya pada seseorang yang berada dibalik pintu sejak tadi.


Arion mengernyit karena dia tidak tau maksud Jack. Hingga suara pintu disebuah ruangan terbuka dan masuklah tiga orang pria berbadan atletis ke dalam ruang kerja Jack.


"Kalian bertiga, kenalkan dia adalah Arion Abraham, putra tuan William Abraham. Dialah ahli waris sah semua usaha Abraham. " Jack memperkenalkan Arion kepada mereka bertiga.


Sontak mereka bertiga membungkuk memberikan hormat kepada Arion. Dan Arion tidak tau harus bersikap bagaimana kepada mereka bertiga.


"Sudah cukup. " kata Jack.


"Arion dia adalah Marco, Dia yang akan mengajari beladiri dan menembak. Dia Ray, yang akan mengajarimu tentang ilmu bisnis dan akan menemanimu kemanapun kau pergi, dia yang akan menjadi asisten pribadimu mulai sekarang. Dia juga akan mengikutimu saat kau kuliah nanti, karena aku sudah mendaftarkannya kuliah denganmu. Dan ini adalah Moreno. "


"Panggil saja Mona. " kata Moreno yang memotong ucapan Jack.


Arion yang mendengar suara melambai dari Moreno pun bergidik ngeri. Kenapa dia harus berurusan dengan pria jadi-jadian seperti dia.


"Jangan khawatir, walau dia seperti ini, tapi dia sangat kuat dan gesit dalam berkelahi. Tapi bukan itu yang akan dia ajarkan kepadamu, dia akan mengajarkan kepadamu cara meretas. Dia ahlinya dibidang itu. Kalian bertiga akan kuliah di tempat yang sama untuk melindungi dan menjaga Arion. " ujar Jack setelah memperkenalkan mereka bertiga kepada Arion.


Usia mereka bertiga memang lebih tua dari Arion. Tapi sepertinya akan sangat menyenangkan jika mereka berkerjasama.


Ketiga orang itu, Marco, Ray dan Mona atau Moreno adalah anak-anak asuh William Abraham yang akan ditugaskan untuk mendampingi anaknya kelak. Sungguh seorang William sangat menyayangi anak-anaknya, sampai dia sudah menyiapkan ini semua untuk Arion sebagai ahli warisnya. Karena selama ini, hidup William tidak pernah merasa tenang. Dia selalu diteror oleh adik-adiknya. Ingin melakukan tindakan pun ia tidak mampu, karena merasa mereka adalah saudara kandungnya. Tapi siapa sangka mereka begitu tega kepada William. Membunuhnya dengan cara yang kejam saat William lengah, Meracuninya dan menembak kepalanya. Dan seolah-olah itu dibuat drama bunuh diri. Sungguh sangat keterlaluan dan kejam. Tapi untungnya semua sudah William perhitungkan dengan matang jika sesuatu terjadi padanya. Sehingga harta kekayaannya tidak bisa dikuasai oleh manusia-manusia serakah seperti saudaranya itu.


"Kalian bertiga sudah mengerti dan paham dengan tugas kalian kan? "


"Iya tuan Jack. " jawab mereka bertiga dengan kompak.


"Baiklah, kalau begitu. Kalian bisa saling berkenalan. Aku pergi dulu."


Mereka berempat pun duduk dalam satu meja. Suasana jadi sangat canggung karena merekaa bertiga harus berhadapan langsung dengan tuan muda mereka, tuan muda yang tidak pernah mereka temui selama ini. Dan sekarang mereka harus menjaganya.


"Kalian bertiga jangan merasa canggung dengan ku, biasa saja. Karena aku tidak suka dengan suasana Canggung seperti ini. " kata Ariom yang memecah kecanggungan di antara mereka.


"Marco, aku ingin latihan denganmu hari ini. Ayo, tunjukkan padaku dimana ruang latihannya. " Ajak Arion.


"Baik tuan muda, mari. " ucal Marco dengan gugup.


" Panggil aku Arion, Marco. Tidak perlu ada kata tuan muda jika kita diluar kantor seperti ini. Nanti, jika aku sudah menjadikan Abraham grup menjadi milikku, kalian bertiga boleh memanggilku tuan muda. " kata Arion yang tidak bisa di bantah.

__ADS_1


"Baik, Arion. " jawab mereka bertiga bersamaan.


__ADS_2