ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Bukti


__ADS_3

Setelah melepaskan pelukan dengan Sam, Arion lalu mengenalkan kedua sahabatnya kepada Sam dan Om Ali.


"Sam, Om kenalkan ini Marco dan Mona atau Moreno. "


Mereka pun akhirnya berkenalan, Namun saat Mona berjabat tangan dengan Sam dia mulai menggoda Sam.


"Hallo Tampan, senang berkenalan dengan mu. "


Mendengar suara Mona yang melambai membuat Sam bergidik ngeri, dan langsung melepaskan jabat tangan mereka.


"Dari mana kau menemukan manusia jadi-jadian ini Arion." Ujar Sam yang masih merinding.


Melihat respon dari Sam membuat semua orang yang ada disana tertawa terbahak-bahak.


"Mereka berdua adalah sahabatku, Sam. Marco adalah bodyguard pribadiku, dan Mona asisten keduaku. Sedangkan asisten ku yang pertama aku tinggal di perusahaan. "


Mereka semua akhirnya duduk dan mulai berbincang apa saja yang Arion lakukan selama ini, tapi Arion enggan menjawab semua pertanyaan baik dari Sam atau Om nya itu.


”Oh ya Arion ada apa kamu meminta bertemu. " tanya Om Ali pada akhirnya.


"Ada yang ingin aku sampaikan, serius Om. " ujar Arion sambil melirik kearah Sam.


Sam yang mengerti isyarat dari Arion pun segera meninggalkan mereka beempat.


"Aku pergi dulu, nanti kalau sudah selesai panggil aku. "


"Oke."


Marco dan Mona mengambil posisi agar pembicaraan Arion tidak didengar oleh siapapun kecuali mereka berempat. Melihat itu om Ali pun merasa kalau pembicaraan mereka pasti sangat serius.


"Ada apa Arion. "


"Om, aku ingin membuka kasus pembunuhan papa. "


"Lagi? "


Mendengar hal itu om Ali tentu saja terkejut. Karena tiga tahun lalu saat om Ali ingin membuka kasusnya tapi Arion sendiri yang memintanya untuk tidak melanjutkan kasus itu.


"Iya om, waktu itu aku menyuruh om tidak melanjutkan kasusnya, karena aku terlalu kecil dan tidak memiliki kekuasaan. Sekarang aku sudah dewasa, aku sudah punya kekuatan dan aku memiliki bukti nyata tentang pembunuh papa. " ujar Arion panjang lebar mengatakan semua maksud kedatangannya kepada Ali.


"Benarkah, lalu apakah kau memiliki bukti dan saksi pembunuh papamu? "


Arion mengangguk yakin.

__ADS_1


"Bukti sudah ada di tangan, dan saksinya adalah Dinda adikku. Dia adalah saksi kunci kematian papaku, om. Jadi siapa lagi yang akan menjebloskkan pelakunya kepenjara kalau bukan ,om. " ujar Arion dengan senyum smirknya.


"Om adalah salah satu aparat penegak hukum yang aku kagumi, karena dedikasi dan kejujuran Om. "


Om Ali jadi terdiam saat mendengar nama saksi yang disebut Arion, Dinda....


"Katakan pada Om, apakah Dinda sudah sehat seperti biasa? "


Arion mengangguk, pasti.


"Lalu siapa nama yang pertama kali yang dia sebutkan saat kau bertanya siapa kah orang yang sudah membunuh kak Willy dengan kejam. " tanya om Ali, karena penasaran dengan siapa yang sudah menghabisi nyawa kakak iparnya itu.


"Aku harap, Om Ali akan terap menegakkan kebenaran dan keadilan setelah aku mengatakan siapa pembunuh papa. Dan Om Ali bisa bersikap profesional sebagai penegak hukum. " Arion mengatakan semua itu kepada omnya agar, Om Ali tidak tebang pilih.


Mendengar ucapan Arion Ali bisa mengambil kesimpulan kalau pelakunya pasti orang terdekat, tapi siapa?


"Katakan Arion jangan bertele-tele. " Om Ali merasa tidak sabar, agar Arion mengatakan semuanya.


Arion tidak langsung menjawab, tapi malah memberikan beberapa flashdisk kepada omnya.


"Ini hanya, salinan, karena yang asli masih berada di tangan kami. Jika Om penasaran dengan pembunuh papaku, om bisa melihat isi di dalam Flash disk ini. Dan Om pasti akan menemukan fakta yang sangat mengejutkan tentang istri peri om. " ujar Arion dengan nada mengejek.


" Aku akan menunggu kabar baik dari om. Dan sekarang Aku harus pergi dulu, karena pekerjaanku sudah menunggu. "


"Om, jika Om tidak sanggup menghukumnya, maka akulah yang mengeksekusi mereka." ucap Arion penuh penekanan disetiap katanya sebelum beranjak dari sana.


Om Ali masih mematung, dia dapat menyimpulkan kalau istrinya pasti ada hubungannya dengan kasus William. Karena dari setiap ucapan Arion, mengandung clue yang hampir dia pecahkan. Karena Ali bukanlah orang bodoh, dia adalah seorang polisi yang sudah biasa menebak teka-teki kejahatan. Dan jika ia malas berfikir, hanya tinggal membuka flasdisk itu untuk mengetahui kebenarannya.


Arion bertemu dengan Sam di bengkelnya. Mereka melakukan tos tinju, lalu Arion duduk di sebelah Sam. Sedangkan Mario berdiri tegak di belakang Arion dan Mona sudah caper ke semua cowok-cowok ganteng pemilik motor dan montir Sam.


"Kapan kita bisa kumpul-kumpul? Kemarin gue sama Leo, Roy dan Kevin datang kesekolah lo. Mereka kangen sama Lo Arion. " Ujar Sam yang menceritakan sahabat mereka.


"Gue juga kangen sama mereka. Tapi tunggu nanti, kalau semua urusan gue kelar gue bakal nemuin kalian semua. " ujar Arion dengan senyum di bibirnya.


"Apakah serius Arion? "


Arion mengangguk sebagai jawaban. "Tinggal sedikit lagi. Setelah itu, gue akan perjuangin cinta gue sama Luna. "


"Apa lo sudah ketemu Luna? "


"Udah kemarin, tanpa sengaja gue ketemu sama dia di rooftop Sekolah. '


" Jadi dia kesana juga? "

__ADS_1


Arion hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Udah dulu Sam, gue mau cabut. Banyak kerjaan di kantor. Makasih lo masih mau nerima gue disini. Titip om gue. "


"Biasa aja Arion, lo tetep sohib gue. Okey. Kalau gue mau hubungi lo gimana? "


"Nomor lama gue udah aktif. hubungi gue di sana. Gue cabut dulu. "


Mereka berdua berpelukan, lalu Arion meninggalkan bengkel Sam dengan kedua pengawalnya. Dan tak lama, om Ali keluar dari rumah Sam.


"Mana Arion Sam?" tanya Om Ali saat berpapasan dengan Sam.


"Baru aja pergi, om. Apa Om sudah baik-baik saja?"


"Iya, kalau begitu saya juga pergi dulu Sam. Terimakasihh sudah memberi waktu dan tempat untuk kami tadi. "


"Santai aja Om. "


Ali kemudian pergi meninggalkan bengkel Sam untuk kembali ke rumahnya.


*********


Di kampus,


Luna merenung sendirian di kursi taman. Dia memikirkan ucapan papanya semalam. Kenapa papanya begitu menentangnya berhubungan sengan Arion? Padahal mereka jarang bertemu atau bahkan tidak pernah bertemu. Tapi kenapa? Apa hanya karena kasus yang lalu? Saat dia keluar dengan Arion untuk balapan? Apa hanya karena itu?


Luna masih termenung memikirkan segala kemungkinan yang terjadi, kenapa papanya sangat membenci Arion.


"Ngelamun aja. Kenapa lagi Lun. " tanya Lucas yang sudah duduk di sampingnya.


"Kamu bikin kaget aja Luc. "


"Lagian kamu ngelamun aja. Ada apa sih? "


"Papa... "


"Kenapa papa? " tanya Lucas tak mengerti.


"Kenapa papa membenci Arion? Padahal papa kan nggak pernah tau siapa Arion, nggak pernah kenal dia juga. Tapi kenapa dia sangat membenci Arion?


Mendengar keluh kesah saudaranya membuat Lucas menghembuskan nafasnya berat. Mungkin sudah saatnya Luna tau alasan papanya menjauhkan Arion dari Luna.


"Lun apa lo tau. Kalau yang menyuruh Arion ngejauhin lo, adalah papa? "

__ADS_1


"Apa? "


__ADS_2