
Enam belas jam perjalanan di tempuh Arion dan Dinda, menuju tempat tujuan mereka. Dan disini lah mereka berada saat ini, Jerman.
Jack membawa Arion dan Dinda ke Jerman sesuai amanat tuan Willy. Kalau disanalah Arion akan ditempa baik itu fisik atau mental dan otak untuk bekerja. Karena di sana sudah ada beberapa orang yang dipercaya untuk melatih Arion menjadi seorang pewaris Abraham.
Lelah Arion rasakan hingga saat sampai di sebuah rumah mewah ya g akan mereka tempati, Arion langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk yang telah memanggilnya.
Jack membiarkan tuan mudanya itu untuk istirahat sejenak, sebelum dia memperkenalkan orang-orang yang akan melatihnya selama di Jerman.
Sedangkan Dinda, dia sedang mengamati setiap penjuru isi rumah. Mulai dari depan hingga belakang. Tak tau saja di jadi bahan pembicaraan para pelayan di sana.
"Nona Dinda, apa ada yang bisa saya bantu? " Sapa seorang wanita paruh baya, kepadanya dengan bahasa Indonesia.
Dinda mengernyit karena tidak mengenal wanita itu.
"Anda siapa? "
"Saya kepala pelayan di sini nona, dan sayalah yang akan mengajari anda tentang semua hal mulai dari sekarang. "
"Benarkah? " pekik Dinda dengan mata berbinar.
"Iya nona, saya yang akan melayani anda dan tuan Arion selama disini. "
"Terima kasih bibi.... "
"Emily... anda juga bisa memanggilku dengan panggilan Ema. "
"Baiklah bibi Ema. sekarang tunjukkan dimana kamarku. Aku mau istirahat dulu. "
Ema mengantarkan nona mudanya itu menuju kamarnya, yang berada di sebelah kamar Arion.
Jack memperhatikan interaksi Ema dan Dinda sejak tadi dan dia bisa mempercayakan kedua anak Abraham itu kepada Ema.
Ema adalah seorang agen rahasia yang bekerja pada Abraham sejak tuan Willy masih hibup, dan tetap setia menetap di Jerman selama ini, sambil menunggu kedatangan pewaris Abraham. Dialah yang ditugaskan Jack untuk menyembuhkan Dinda dari depresi nya, yang sering kali kambuh di saat tak terduga.
Sedangkan Arion, nanti dia akan dipegang oleh seseorang yang akan dia kenalkan nanti.
__ADS_1
***************
Saat Arion telah berada jauh di salah satu negara Eropa sana. Maka terjadi kericuhan di SMA Harapan bangsa tempat Arion mengejar pendidikannya dulu.
Mike dan Kinara datang ke sekolah setelah mendengar kalau Arion telah dinyatakan lulus oleh pihak sekolah, apalagi dengan nilai sempurna. Seolah mereka tidak percaya akan kemampuan Arion. Seperti para guru yang awalnya tidak percaya dengan kemampuan yang di miliki Arion.
"Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana Arion bisa lulus, dan dimana dia sekarang. " bentak Mike kepada semua para guru dan kepala sekolah.
"Tenang kak Willy. " Ujar Kinara yang masih berpura-pura memanggil Mike dengan sebutan Willy atau William.
Mendengar itu, baik kepala sekolah dan dua guru yang tau kebusukan dua bersaudara itu hanya bisa Berdecih dalam hati.
"Kepala sekolah, kenapa anda mengijinkan Arion untuk lulus tahun ini. Saya Walinya, jadi saya berhak tau semua yang dilakukan Arion anak saya. " ujar Mike menggebu-gebu mengeluarkan kekesalannya.
"Iya, bagaimana ini bisa terjadi. Sedangkan kami adalah wali sahnya Arion. Kenapa kami sampai tidak tau. "
Kepala sekolah menunduk, dia sudah tau hal ini akan terjadi, bahkan dia dan dua guru lainnya sudah siap untuk di pecat oleh orang tua palsu Arion ini. Tapi dia dan dua guru lainnya tak gentar, karena telah dijanjikan sesuatu oleh Jack.
"Karena ada seseorang yang menjadi sebagai wali Arion yang baru. Tuan, nyonya. "
"Berhenti membentak orang tuan Mike. " ujar sorang berpakaian rapi dan berbadan kekar masuk ke ruangan kepala sekolah diikuti dua lainnya.
"Si... siapa kalian. " tanya Mike dengan tergagap.
Mike tidak takut dengan mereka, tapi yang dia takutkan adalah pendengaran nya, apa dia bilang tadi? Mike? Itu artinya mereka tau Mike yang sebenarnya.
"Ya... kau, Mike Abraham. "
Mike dan Kinara serasa lemas ada yang mengenali penyamaran Mike sebagai William Abraham.
"Kalian siapa? " giliran Kinara yang bertanya.
"Kalian berdua tidak perlu tau siapa kami. Aku hanya akan memberi tahukan kepada kalian bahwa tuan muda Arion, memang sudah lulus dari sekolah ini. Kalian tidak perlu mempertanyakannya lagi kepada kepala sekolah. Karena kami lah yang meminta kepala sekolah untuk melakukannya. Dan untuk kalian, nikmati saja sisa waktu kalian menikmati kekayaan yang dimiliki William Abraham. Sebelum sang pewaris datang untuk mengambilnya kembali " Ancam seorang pria itu kepada dua manusia laknat di depannya.
"Oh, ya dan kalian tidak bisa memecat kepala sekolah karena kontraknya sudah ditambah sampai lima tahun ke depan. Jadi jangan pernah macam-macam. Kami akan selalu mengawasi perusahaan dan Yayasan keluarga Abraham sampai ahli warisnya sendiri yang memimpin. " ucapnya lagi sebelum meninggalkan ruangan kepala sekolah.
__ADS_1
Mike dan Kinara langsung pucat mendengar ancaman pria tadi. Itu artinya mereka sudah menyiapkan semua ini untuk melakukan balasan kepada mereka berdua. Arion pasti sudah berada di tangan mereka. Pantas saja Arion tidak pernah pulang ke rumah Kinara.
"Rumah."
Mike dan Kinara langsung berpandangan dan segera berlari ke luar menuju rumah Kinara. Mereka ingin memastikan apakah benda itu masih ada atau sudah raib
Sesampainya di rumah Kinara, mereka langsung mencari apa yang menjadi tujuan mereka. Dan...
"Aaaaaaaaahh........ "
Mereka berdua berteriak seperti orang gila, karena apa yang mereka cari tidak ada. Ya, yang mereka cari adalah dokumen- dokumen yang berisi hak waris dan pemegang kekuasaan. Tanpa itu, mereka berdua tidak bisa apa-apa.
"Sial siapa yang sudah mengambil surat-surat itu." umpat Kinara dengan kesal karena dia sudah lengah.
"pikirkan siapa saja yang masuk ke rumah ini. " ujar Mike dengan cemas. Ternyata adiknya ini sangat bodoh, kenapa bisa kecolongan.
"Nggak ada. nggak ada siapapun yang datang ke rumah ini selama empat bulan terakhir. Bahkan Arion juga sudah tidak pernah datang ke rumah ini selama kurang lebih empat bulan. " kata-kata Kinara terpotong saat mengingat saat pembantu rumah tangganya melihat Arion pergi dengan tas ransel dan tidak pernah kembali lagi setelah itu.
"Sial.... anak itu memang cerdik. Aaarrrgh.... " Kinara berteriak seperti orang gila karena merasa frustasi dengan keadaan yang menimpanya saat ini.
***********
Luna sedang merenung di balkon kamarnya malam ini, ternyata ditinggal kan Arion membuatnya merasa sangat kehilangan. Baru kali ini dia merasakan hal itu.
Dipandanginya kalung yang diberikan Arion padanya.
"Aku akan merindukanmu Arion, aku akan menunggumu sampai kau datang." ujar Luna lirih .
"psst... psst... "
"Lun.. Luna..... " panggil Lucas dari kamar sebelahnya.
Luna menoleh ke asal suara. Dan dilihatnya saudaranya itu sedang asik nongkrong duduk di pagar pembatas antara balkon kamarnya dan kamar Luna. Melihat hal itu membuatnya tersenyum dan seketika senyum itu luntur setelah mengingat Arion yang pernah manjat balkon kamarnya, hanya untuk mengajaknya balapan.
Luna memalingkan wajahnya dan menghadap ke langit, menahan air matanya yang hendak jatuh, bersama rasa rindunya pada sosok menyebalkan Arion. Anehnya sosok menyebalkan itulah yang sudah mengobrak-abrik hati Luna dan menjungkir balikkan dunia Luna.
__ADS_1
"Arion, gue kangen sama lo. Lo kangen juga nggak sama gue. " ucapnya dengan lirih sambil memandang langit yang dihiasi bulan, berharap Arion juga memandang bulan dan langit yang sama dengannya.