
Selama Rapat di mulai, Arion menghilangkan suara di ponselnya, menjadi anda getar saja. Karnea dia tidak ingin di ganggu selama bekerja. Dan benar saja setelah selesai rapat Ario mendapatkan belasan pesan dari istrinyayang isinya sama yaitu
"Asinan jangan lupa. "
Mungkin maksud Luna mengirimkan pesan itu adalah agar dirinya tidak lupa membelikan asinana Bogor itu kepadanya. Luna tidak tau saja kalau makann yang dia lesan sudah disiapkan oleh Marco dengan bumbu atau kuah terpisah
Selesai rapat Arion dan kedua asistennya segera kembali ke Jakarta dengan menaiki helikopter yang sama. Dia menjadi pembicaraan para pengusaha di sana. Kenapa hanya Jakarta Bogor saja harus naik heli.
Dan salah satu dari mereka mengatakan Kalau istrinya sedang hamil dan tidak bisa ditinggal. Istrinya hanya msu makan saat disuapi suaminya. Jadi Arion melakukan ini untuk Mempersingakat perjalanan mereka dan menghindari macet. Karena dia tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk ada istri dan calon anaknya.
"Wahh, walau pun masih muda tapi dia sangat bertanggung jawab, dan sangat mencintai istrinya."
"Kau benar, dan istrinya adalah seorang Anthony. Yang terkenal menjadi rival bisnis Abraham sejak dulu. "
"Entahlah, mungkin cinta anak-anak merekalah yang menyatukan kedua perusahaan itu, avar tidak terus berseteru. "
Dan ucapan pria tadi diangguki oleh rekan lalainnya.
Arion sudah berada di perusahaannya , dia langsung memberikan tanggung jawab perusahaan kepada Ray dan Mona . Sedangkan dia dan Marco akan kembali ke rumah , dan memberikan pesanan yang dipesan oleh Luna . Dia juga akan menemukan rumah makan siang .
Bukan karena manja , kan ini yang disebut ngidamnya ibu hamil . Di mana Luna hanya mau makan saat dia disuapi oleh Arion . Dan tidak mau makan jika tidak ada Arion .
30 menit perjalanan akhirnya Arion dan Marco Sampai di rumah. Tanpa banyak bicara lagi area langsung masuk ke dalam rumah , dan mencari istrinya itu . Luna tidak ada di mana-mana ,dia Lalu mencarinya ke kamar . Dan ternyata istrinya itu sedang tidur siang . Dengan perlahan , Arion menyusul Luna dan berbaring di samping Luna. dia Lalu memeluk erat pinggang rumah dari belakang . Luna merasa semakin nyaman setelah mendapatkan pelukan dari Arion .
Sedangkan di bawah , Marco segera menyuruh pelayan untuk menyimpan makanan pesanan . Dia sendiri segera membersihkan diri , dan istirahat .
Luna terbangun dari tidurnya , janjian merasakan berat di sekitar perutnya . Ternyata ada sebuah tangan kekar , yang sedang memeluknya . Pernah tersenyum melihat Siapa pemilik tangan kekar tersebut yang tidak lain adalah suaminya sendiri . Dia Lalu memberikan tubuhnya , dan benar saja dugaannya segala yang memiliki adalah Arion , suaminya .
Luna tersenyum melihat wajah tampan Arion yang ada di hadapannya . Dia tidak percaya kalau harian sudah berada di rumah saat ini. Karena dari tadi pagi dia bilang kalau Arion akan pulang malam , atau bahkan menginap. Tapi ternyata pukul 02.00 siang suaminya sudah berada di rumah dan memeluknya dalam tidur, Luna benar-benar tidak percaya akan hari ini .
Dia mau membelai wajah Arion yang tampan , dengan satu tangannya .
"Kenapa dulu aku membencimu ya ? Padahal kamu sangat tampan . Bahkan lebih tampan dari Alex . Tapi kenapa aku bisa buta , kan ketampanan ini ." Sambil terkekeh sendiri .
"Karena dulu kau memandangku sebagai pria Berandal , yang bodoh dan nakal . Bukan sebagai harian yang tampan , dan jenius ."
__ADS_1
Mendengar sebuah kalimat yang terucap dari bibir Arion ,Luna merasa sangat terkejut . Karena ternyata Arion sudah bangun , kan mendengarkan semua ocehannya . Dia Jadi malu sendiri dengan apa yang dia katakan barusan . Hingga dia ingin melepaskan pelukan dari Arion , tapi Arion malah memeluknya dengan erat.
"Biarkan pria brandal ini memelukmu , tuan putri ." ucap Arion sambil memejamkan matanya dan terus memeluk Luna dan tidak melepaskannya.
Mendengar hal itu Luna tidak bisa berkutik lagi , dia hanya menerima apa yang Arion lakukan kepadanya. Luna benar-benar mati kutu dengan perlakuan Arion kepadanya . Tapi tiba-tiba Arion melepaskan pelukannya , dan mulai membuka matanya .
"Apa kau sudah makan, sayang ?" Tanya Arion kemudian
Dan Luna Manggeleng di dalam pelukan Arion .
Merasakan gelengan kepala dari Luna , Arion segera melepaskan pelukannya kemudian segera duduk .
Tunggu sebentar aku ganti pakaian dulu , Arion langsung bangkit dan menuju walk in closet untuk mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian rumahan . Setelah berganti pakaian Arion lalu mengajak Luna untuk turun . Dia menyuruh beberapa pelayan untuk menyiapkan makanan untuk mereka berdua .
"Arion Apakah tidak melupakan pesananku ?" tanya Luna tiba-tiba .
"Tidak aku tidak melupakan pesananmu . Tapi sebelum makan itu , aku memintamu makan nasi terlebih dahulu . Aku tidak ingin perutmu sakit setelah makan asinan itu dalam keadaan perut kosong . Aku tadi menyuruh Marco untuk membelikan pesananmu dalam porsi yang banyak . Jadi kamu tidak perlu khawatir ." Kata Arion menjelaskan karena melihat Luna yang sudah dalam mode cemburut .
Mendengar hal itu Luna tidak jadi merajuk lagi , dan mulai memakan apa yang Arion suapkan ke dalam mulutnya .
"Aku nggak tahu kenapa aku tidak berselera makan , tapi nafsu makan ku akan bertambah jika kau menyuapiku. "
"Mungkin seperti itu ya ?"
Setelah menghabiskan satu piring makanan , Arion menyuruh pelayan untuk menyiapkan asinan buah yang dipesan Luna tadi . Mata Luna langsung berbinar saat melihat satu box asinan buah , dengan bumbu merah yang tidak tercampur ,
"Sengaja bumbunya tidak aku campur, sayang . Agar kamu bisa memastikan sendiri seberapa banyak kamu menginginkannya .dan bisa dimakan berkali-kali ." kata Arion menjelaskan .
Mendengar itu Luna pun mengerti , dan sangat berterima kasih kepada suami sempurnanya ini .
"Kamu memang yang terbaik Arion , aku sangat beruntung dan bahagia menjadi istrimu . " kata Luna dengan bahagia , dan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
"Setelah makan nasi , kemudian makan asinan ini . Kenapa sekarang aku jadi mengantuk ya ? Apa karena kekenyangan ?" Luna bermonolog dengan pikirannya sendiri.
"Kalau ngantuk tidur lagi saja. Apa kita nonton TV saja. " tawa Arion.
__ADS_1
"Nonton Tv saja yuk. " Luna langsung menarik tangan Arion dan mengajaknya nonton televisi. Walau pada akhirnyaa Arion hanya menonton televisi sendirian. Karena Luna sudah terlelap beberapa saat setelah acara di mulai.
°
°
Beberapa bulan berlalu, usia kandungan Luna sudah memasuki usia kehamilan yang ke lima bulan. Perut Luna sudah sangat besar tidak seperti kehamilan normal lainnya. karena dia harus membawa dua bayi di dalam perutnya .
Hari ini adalah jadwal Luna memeriksaan kandungannya , dan sebagai suami siaga Arion selalu menemani setiap kali Luna melakukan pemeriksaan . Apalagi pemeriksaan kali ini , Mereka ingin mengetahui jenis kelamin bayi mereka . Agar mereka bisa mempersiapkan semua perlengkapan bayi sesuai jenis kelamin bayi mereka .
Tanpa menunggu lama , Arion dsn Luna segera masuk ke dalam ruang pemeriksaan . Karena mereka sudah membuat janji teman terlebih dahulu dengan dokter Wati .
"Selamat siang, dokter . "
"Selamat siang, nona Luna silahkan duduk . " kata Dokter Wati yang mempersilahkan mereka berdua untuk duduk.
"Apa ada keluhan ? Silakan anda katakan apapun yang ada keluhkaan selama lima bulan kehamilan ada ini . "
"Tidak ada ,dok. Aku sudah mulai menikmati makanku, dan tidak harus disuapi suami.. Semua jenis makanan sudah bisa masuk ke dalam perut ku. " kata Luna menceritakan apa yang dia rasakan.
"Baguslah kalau begitu, nona. Dengan begitu bayinya akan mendapatkan nutrisi yang baik dari ibunya. "
"Baiklah kalau begitu, ayon sekarang kita lihat perkembangn bayinya. "
Dokter Wati kemudian menyuruh Luna untuk berbaring di atas brankar Dan dia mulai melakukan pemeriksaan.
"Bayinya sehat. Keduanya aktif ya ayah, dan bunda. Air ketuban tercukupi " kata dokter Wati kemudian.
"Bagaimana dengan jenis kelaminnya dokter? " Arion yang bertanya dengan antusias.
Dokter pun segera mencari letak kelamin kedua bayi di dalam perut Luna.
"InsyaAllah keduanya laki-laki, tuan. Ini terlihat belalainya. Wah... kalian lucu ya. Ayah kalian ingin tau jenis kalian dan kalian langsung menunjukkannya. " kata dokter Wati dengan bercanda.
Mendengar hal itu Luna dan Arion bertatapan dan mereka tersenyum bersama. Akhirnya mereka tau jenis kelamin kedua buah hati mereka. Dan merasakan bahagia yang tak terkira.
__ADS_1
Arion dan Luna kembali duduk berhadapan dengan dokter Wati. Beliau akan menjelaskan apa saja yang harus dilakukan dan tidak blleh di lakukan oleh ibu hamil besar seperti Luna. Setelah mendengarkan penjelasa dokter, Luna dan Arion segera kembali ke rumah mereka. Dan mengabarkan kepada semua orang, jenis kelamin bayi mereka.
Semua orang merasa bahagia setelah mendengar kabar bahagia tersebut. termasuk orang tua Luna yang sangat bahagia. Karena mereka akan mendapatkan dua cucu laki-laki sekaligus. Sungguh kebahagiaan Luna tidak bisa digambarkan lagi seperti apa. Memiliki suami sempurna, dan akan mendapatkan dua bayi sekaligus dalam waktu dekat.