ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Setelah acara lamaran itu, hari-hari mereka disibukkan dengan persiapan pernikahan yang akan diadakan satu bulan lagi. Semua akan di handle kedua keluarga baik keluarga Anthony maupun Abraham. Arion sendiri meminta kepada Anthony untuk mengadakan pesta pernikahan mereka di hotel miliknya. Jadi untuk masalah tempat dan katering sudah terselesaikan. Kini hanya masalah undangan dan hal lainnya yang belum terselesaikan adalah urusan Anthony.


Saat ini Luna dan Arion berada di sebuah butik langganan mama Eliza, karena mereka akan melakukan fitting baju pengantin untuk acara pernikahan mereka. Mereka berdua menggunakan tema pernikahan internasional sebagai acara pernikahan mereka. Agar tidak terlalu ribet, dan tidak memakan waktu.


Dalam acaranya nanti Luna akan menggunakan gaun panjang dan cantik dengan taburan batu swarovski dibagian perut dan pinggang dan untuk bagian dada di buat polos sehingga untuk menghiasi bagian polos itu, Luna akan menggunakan kalung berlian yang sangat indah yang sudah disiapkan Arion, agar menambah kesan wah di gaun yang di pakai Luna. Dan untuk dibagian belakang dibuat terbuka yang akan memperlihatkan punggung putih mulus Luna di bagian belakangnya.


Sedangkan Arion hanya akan menggunakan setelan tuxedo dengan warna yang senada dengan gaun yang dipakai Luna.


"Yuk kita coba dulu gaun kamu, sayang. Apakah Arion menyukainya. " ajak mama Eliza kepada anaknya


Luna dengan semangat langsung mengikuti ke rusng ganti. Sedangkan Arion dia terlihat sibuk dengan gadget nya,karena harus memeriksa beberapa pesan yang masuk ke email nya, sampai Marcopun harus ikut membantu.


Tak berapa lama Luna keluar dari ruangan ganti, dengan menggunakan gaun pengantinnya.


"Arion... " panggil Luna kepada Arion yang dari tadi hanya menunduk memeriksa ponselnya.


Arion langsung mendongak melihat ke arah asal suara. Dia langsung terpaku melihat Luna yang menggunakan gaun pengantin. Terlihat sangat cantik dengan tubuh Luna yang sudah kembali ke bentuk semula. Dia terlihat sangat cantik dan anggun saat menggunakan gaun itu.


Arion langsung memberikan ponselnya kepada Marco, dia langsung mengampiri Luna. dan Membisikkan sesuatu di telinga Luna.


"Kau telihat sangat cantik. "


"Apa kau suka. "


"Aku sangat menyukainya. "


"Jadi aku ambil ini saja ya? "


"iya, dan gunakan mahkota kecil di kepalamu nanti, pasti akan sangat cantik. "


Luna mengangguk dan menyetujui permintaan calon suaminya itu. "Baiklah, nanti aku akan meminta itu kepada desainer nya. "


Arion lalu memeluk pinggang ramping Luna agar menempel di tubuhnya, dan memberikan sebuah kecupan singkat di pipi.


Dan momen itu berhasil diabadikan sang mama.


Udah donk, kalian bikin semua yang ada disini iri, tau. " celetuk mama Eliza.


Sang disainer hanya tersenyum. "Biasalah nyonya kalau sedang di mabuk cinta pasti akan merasa dunia milik berdua. Kita mah apa atuh. " goda sang disainer kepada kedua calon pengantinnya.


"Arion apakah kau tidak mencoba gaun pengantin mu..? "


"Tidak usah, ma. Asalkan sesuai ukuranku pasti cocok. Karena aku selalu terlihat tampan menggunakan pakaian apapun. " Arion kembali ke mode narsisnya.


" Ya sudah, kalau begitu. Nanti kau antar gaun itu di suiteroom hotel AA., reservasi atas sma Arion Abraham. " kata Mama Eliza yang akan membayar , tagihan gaun pengantinnya dengan menggunakan kartu kredit miliknya .


Namun Arion , melarangnya dan dia langsung memberikan Black card miliknya kepada desainer itu .


Mata desainer dan para pegawainya langsung berbinar saat melihat Black card milik Arion .


"Apakah anda hanya membeli sepasang gaun pengantin saja tuan ?kan sayang Kalau tidak digunakan untuk membeli yang lainnya ." Desainer itu mencoba merayu Arion agar membeli beberapa gaun lagi .


"Memangnya apa yang harus dibeli lagi , Setahuku hanya gaun pengantin saja ." tanya Arion

__ADS_1


"Bagaimana dengan Bridesmaid? Apakah kalian tidak menggunakan mereka ? " Tanya sang designer mencoba menawarkan gaun mereka.


Luna dan Arion saling berpandangan


"Apakah kita memerlukan mereka sayang ," tanya Arion kepada calon istrinya itu .


"Aku tanyakan saja kepada mereka dulu , Apakah mereka mau menjadi Bridesmaidku . "


"Ya sudah tanyakan dulu , jika mereka mau suruh saja mereka ke sini . Dan memilih pakaian apa yang cocok untuk mereka . Tawarkan juga kepada para pria sahabat kita . Apakah mereka mau mendampingiku sebagai bridesmaid ku. " Arion dan Luna saling bercakap tanpa memperhatikan mama Eliza dan desainernya .


"Ya sudahlah untuk saat ini , sepasang gaun pengantin ini saja dulu . Jika teman-temanku mau , besok aku akan menyuruh mereka kemari . Aku akan mentransfer uangnya ke rekeningmu ."


"Baiklah Tuan , dengan senang hati kami akan menunggu kalian semua ."


Setelah melakukan pembayaran mereka pergi dari butik itu dan menuju sebuah toko perhiasan ternama. Semua pertemuan hari ini sudah di atur oleh mama Eliza.


Di dalam Mobil, dilihatnya Luna yang bergelayut manja di lengan Arion. Mama Eliza hanya menggelengkan kepala melihat anaknya yang ternyata sangat manja kepada Arion.


"Untung saja Gavin merestui mereka berdua, jika tidak Aku sendiri tidak akan tau apa yang terjadi pada Luna. " batin mama Eliza setelah melihat sendiri betapa anaknya itu mencintai Arion.


Akhirnya mobil yang mereka kendarai telah sampai di depan sebuah toko perhiasan. Mama Eliza turun terlebih dulu karena tidak mau melihat perdebatan antara kedua calon pengantin itu. Entahlah apa yang sedang mereka perdebatkan. padahal tadi selama di perjalanan semua baik-baik saja.


"Arion... "


"Apa... "


"Bisa tidak hentikan pekerjaanmu itu, sebentar saja saat bersama ku. " rengek Luna karena merasa diacuhkan sejak tadi.


"Tapi hentikan sejenak dong saat kita bertemu seperti ini. Aku sudah jarang bertemu denganmu selama ini. Dan hanya saat ini kita bertemu. Aku berharap kita bisa bercengkrama seperti biasanya. Tapi ternyata, kamu lebih fokus pada ponselmu dari pada fokus padaku. " Luna merasa kesal dan menatap lurus ke depan sambil melipat tangannya didepan dada.


Melihat kekasihnya sedang merajuk akhirnya Arion mengalah. Dia tidak ingin hanya karena masalah sepele membuat pertengkaran diantara mereka. akhirnya dia meletakkan MacBook nya. Dan mengadap ke arah Luna.


"Oke, Luna sayang. Maafkan aku karena tidak memperhatikanmu kali ini. Bukannya aku tidak eksaited dengan pernikahan kita. Tapi aku ingin segera meyelesaikan semua pekerjaanku sekarang. Agar saat pernikahan kita, Aku bisa fokus dan tidak mengurusi pekerjaan lagi Dan kita bisa menikmati hari pernikahan kita dan bulan madu kita, tanpa gangguan pekerjaan. Hanya itu. Aku harap kamu mengerti, okey. Semua pilihan gaun dan cincin pernikahan kita, aku serahkan padamu. Karena aku yakin pilihanmu pasti sangat baik dan berkelas. Aku yakin itu, karena nyonya Arion bukanlah wanita sembarangan. Bener nggak. " Kata Arion panjang lebar, lalu dia membalik tubuh Luna agar menghadap kearahnya. Dan menaik turunkan alisnya.


"Apaan sih, Arion. " Kata Luna yang salah tingkah setelah mendapat perlakuan tak biasa dari Arion.


Dia lalu memberikan ciuman panas kepada Luna, saat berada di dalam mobil. Setelah tautan bibir mereka terlepas, Arion mengajak Luna turun dari mobil dan membawanya masuk ke dalam toko perhiasan. Karena mama Eliza pasti sudah lama menunggu mereka.


"Nah ini, dia. Akhirnya datang juga. " kata mama Eliza yang merasa sedikit kesal karena calon pengantin itu tidak segera masuk ke dalam toko. hampir lima belas menit mama Eliza menunggunya di dalam toko.


Akhirnya, mama Eliza menunjukkan cincin pernikahan yang sudah ia dan Luna pesan beberapa hari lalu, agar selesai sebelum hari pernikahan.


Dan sebuah cincin berbentuk mahkota dengan taburan berlian itu sudah jadi. Sangat cantik di jari manis Luna. Sedangkan cincin Arion lebih simpel, karenq hanya berbentuk mahkota polos dengan satus mata berlian kecil yang menghiasinya, dan tidak bertabur berlian seperti milik Luna.


"Apa kau menyukainya. " tanya Arion kepada Luna.


"Tentu saja aku menyukainya. Karena aku yang memilih cincin ini bersama mama, dan aku sangat menyukai ini. " Kata Luna dengan mata berbinar.


"Baiklah. Segera tempatkan ini di tempat yang cantik. Kita akan melakukan pembayaran. Apa masih ada yang kau inginkan, sayang? " tanya Arion yang melihat Luna terus melihat cincin pernikahannya.


"Tidak ini saja sudah sangat cantik. " jawab Luna tanpa melihat ke arah Arion.


Tapi saat melihat etalase dia melihat sebuah gelang berwarna putih dengan berhiaskan beberpa mata rubby yang sangat cantik. Bungkuskan itu juga untukku. Kata Arion tanpa melihat harganya. Mama Eliza yang melihat sikap mereka berdua hanya geleng-geleng kepala. Tapi dia juga sangat bahagia, karena Arion sangat mencintai anaknya.

__ADS_1


"Kita kemana lagi? " tanya Arion saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Antarkan kami pulang Arion, ini hampir memasuki jam makan siang. Kita makan siang dirumah ya. Mama sudah menyuruh pelayan untuk menyiapkan makanan untuk kita. " ujar mama Eliza.


"Baiklah ma. " jawab Arion singkat.


Mobil mereka pun langsung menuju kediaman Anthony. Di dalam perjalanan sebuah senyuman tak lekang dari bibir Luna. Entah apa yang sedang dia pikirkan saat ini.


"Kenapa? " tanya Arion sambil menyelipkan anak rambut Luna kebelakang telinga.


Luna lalu menoleh kearah Arion, dia lalu merebahkan kepalanya di bahu Arion.


"Entahlah hari ini aku sangat bahagia. Walau tadi terjadi perdebatan kecil antara kita. "


"Syukurlah jika kau bahagia.. "


Tak lama berselang akhirnya mobil yang mereka kendarai masuk di kediaman Anthony. Dan mereka segera turun dari mobil.


Setelah beberapa saat makanan telah di siapkan oleh pelayan. Arion mengajak Marco makan bersama mereka. Awalnya Marco menolak, namun pada akhirnya dia mau juga setelah Luna dan mama Eliza menyuruhnya untuk makan bersama mereka.


"Ingatlah pernikahan kalian kurang dari satu minggu. Kalian harus benar-benar siap. Jaga kesehatan kalian. Terutama kamu, Arion. Jangan sampai kamu lelah bekerja sehingga melupakan kesehatan mu. " nasehat mama Eliza kepada calon menantunya itu.


"Iya ma. " Jawab Arion singkat sambil terus mengunyah makanannya.


"Marco, aku titip Arion. Tolong jaga kesehatannya. Ingatkan dia agar makan teratur. Biasanya pria kalau sudah berkutat dengan pekerjaan akan melupakan segalanya. "


"Baik, nyonya. " jawab Marco.


"Dari mana mama tau? " tanya Luna.


"Mama lebih berpengalaman mengurusi papamu yang gila kerja Luna. Apa kau lupa? Ternyata benar, jatuh cinta membuat orang lupa segalanya."


"Apaan sih ma. "


Setelah makan siang, Arion segera berpamitan untuk kembali ke kantor dan menyelesaikan pekerjaannya. Luna yang mengantar Arion ke mobil ikut berhenti saat Arion menghentikan langkahnya.


"Ada apa? " tanya Luna .


"Aku ingin memberi sesuatu untukmu. " kata Arion sambil merogoh saku celananya.Dia mengambil sebuah gelang yang sangat cantik yang dia beli tadi.


"Ini untukmu, sesuatu yang cantik untuk wanita yang sangat cantik. " kata Arion yang memasang kan gelang itu kepada Luna.


Luna menutup mulutnya tak percaya . "Arion ini cantik sekali. "


Arion hanya tersenyum. "Aku berangkat kerja dulu ya. Jaga kesehatanmu dan dirimu baik-baik. "


Luna mengangguk, lalu memerluk Arion.


"Terimakasih Arion. "


"Sama-sama." kata Arion yang memberikan kecupan singkat di kening Luna.


"Aku pergi dulu. " Arion langsung masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangannya kepada Luna.

__ADS_1


__ADS_2