
Arion pergi meninggalkan Kinara tanpa berkata sepatah kata pun . Dia tidak peduli apapun yang Kinara katakan , yang akan dia lakukan adalah menjaga adiknya dan orang-orang yang dia cintai. serta perusahaan peninggalan Papanya . Masalah Kinara biarlah menjadi tanggung jawab Om Ali . Karena dia adalah seorang polisi dan juga suaminya , dia harus bisa menghadapi istrinya yang juga seorang tersangka dalam kasus ini. Jika om Ali gagal, maka orang-orang Jack yang akan bekerja.
*
*
Tiga hari berlalu setelah kasus penangkapan Kinara . Dan hari ini adalah hari yang ditunggu Arion ,Luna dan teman-temannya . Karena mereka akan berkumpul lagi . Luna sangat senang karena bisa bertemu dengan Arion , dia sudah mendapatkan izin dari Papanya karena dia akan pergi bersama Lucas , Leo dan teman-temannya . Dan tidak menyadari sama sekali kalau Arion ikut dalam acara kali ini .
Arion sudah berada di Villa miliknya bersama dengan Dinda, Marco , Mona , Ray, Sam dan Tania kekasihnya. Mereka telah menyiapkan semua belanjaan Sejak pagi tadi . Karena malam ini akan ada acara pesta barbeque .
Dinda sangat senang karena bisa bertemu lagi dengan Tania , begitu juga Tania yang senang karena melihat Dinda sudah jauh lebih baik atau bahkan bisa dikatakan kalau dia sudah sembuh .
"Kak Tania , Aku senang Akhirnya bisa bertemu dengan kakak . Aku tidak sabar lagi ketemu dengan Kak Luna. " Kata Dinda penuh semangat
"Iya Dinda , aku juga tidak sabar bertemu dengan Luna . Karena kami sudah lama tidak bertemu . Terakhir kali bertemu adalah saat kamu dijemput oleh Arion .Setelah itu kami tidak pernah bertemu lagi." Kata Tania dengan wajah sendunya .
"Kira-kira Kak Luna sekarang Seperti apa ya ? Apa dia semakin cantik . Kakakku sangat mencintai Kak Luna , dia bahkan tidak pernah dekat dengan wanita manapun sampai sekarang. " Dinda membongkar Rahasia Arion.
Tania hanya tersenyum menanggapi ocehan dari Dinda , karena dia juga tahu Bagaimana perasaan Arion kepada Luna dari Samuel .
Waktu sudah menunjukkan pukul satu siang. Tapi rombongan Luna dan kawan-kawannya belum sampai juga , padahal kata mereka tadi mereka sudah berangkat Sejak pagi .
"Memangnya Apa saja yang mereka lakukan di jalan ?" pikir Arion . Karena dia sendiri sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Luna . Dia sudah menahan rindu terlalu lama , karena tidak bisa bertemu dengan kekasihnya itu .
Arion dan teman-temannya memutuskan untuk istirahat di ruang tengah. Ada yang menonton TV, ada yang main game dan ada yang tiduran , Arion Sendiri lebih memilih tidur di dalam kamarnya . Karena dia tidak suka suara berisik saat tidur , dia lebih suka ketenangan .
Hampir setengah jam Arion tertidur, dan tidurnya terganggu saat ada sebuah lengan yang melingkar di pinggangnya . Arion langsung berbalik , dan melihat Siapa yang sudah berani memeluknya. Matanya terbelalak saat melihat seorang gadis cantik tidur di sebelahnya dan memberikan senyuman manis kepadanya .
"Apa aku mengganggumu ." Kata Luna saat melihat Arion diam saja saat melihatnya .
Arion menggeleng , dia Lalu membalas pelukan dari Luna dan memberikan kecupan bertubi-tubi di wajah Luna . Luna tertawa terbahak-bahak karena merasa kegelian.
"Akhirnya kamu datang, aku sudah sangat merindukanmu. " kata Arion memberikan senyuman manisnya untuk Luna.
" Apa yang lain juga sudah datang. " Tanya Arion kemudian .
"Iya ,tentu saja. Kalau aku sudah datang itu artinya yang lain juga sudah datang Arion ."
Arion langsung terduduk dari tidurnya ,
__ADS_1
"Kenapa kamu bisa masuk ke kamarku ? " tanya Arion yang baru menyadarinya.
"Tadi asistenmu yang bernama Ray , yang menyuruhku untuk masuk kemari . Karena katanya kamu sedang tidur . ya Aku masuk saja untuk membangunkanmu. Dan ternyata pelukanku bisa membangunkan pangeran tidur. " kata Luna sambil terkekeh.
Arion ikut terkekeh mendengar tawa Luna.
" Ya sudah kalau begitu ayo kita keluar , Aku ingin bertemu dengan sahabatku." Ajak Arion dan dia langsung beranjak dari tempat tidurnya. lalu menggandeng tangan Luna keluar dari kamar.
Saat Arion keluar dari kamar, ruangan yang tadinya sepi kini berubah menjadi ramai karena para sahabat Arion yang sudah datang . Leo yang melihat Arion keluar dari kamarnya , langsung berlari dan berhambur memeluk Arion .
"Akhirnya Setelah sekian lama kita ketemu lagi Arion , kami sangat merindukanmu. " Kata Leo yang sudah terisak dalam pelukan Arion .
Begitu juga dengan Kevin, Roy, Beni juga ikut memeluk sahabatnya itu. mereka sangat senang karena pada akhirnya bisa bertemu lagi dengan Arion .
Luna melepaskan genggaman tangan Arion dan memberi kesempatan untuk Arion melepas rindu dengan teman-temannya . Dia ikut merasa senang, karena semuanya bisa berkumpul kembali . Hanya Lucas yang tidak berani memeluk Arion.
Mereka lalu melepaskan pelukannya , Arion lalu memandang ke arah Lucas dan memeluknya .
"Terima kasih bro , lo udah mau anterin cewek gue kemari." Kata Arion kepada Lucas .
"It's okay , Aku hanya tidak ingin saudaraku menangis seharian karena tidak bisa bertemu denganmu . " Ujar Lucas dengan nada sindiran kepada Luna yang memperhatikan mereka .
Arion lalu menoleh ke arah Luna . "Benarkah apa yang dikatakan Lucas ?" Tanya Arion kepada Luna
"Cih ngelak aja terus. " ketus Lucas.
"Sudah sudah. Sekarang aku tunjukin kamar buat kalian. "Arion lalu menunjukkan kamar untuk Teman-temannya.
"Kita Kita cowok-cowok mah gampang , tidur di sofa ataupun depanTV juga nggak apa-apa . Utamakan buat yang cewek-cewek dulu Arion . Kata Leo , dan diangguki teman yang lainnya .
"Oke sip , gue atur dulu kamar mereka. Mona, ikut aku. " ajak Arion kepada asisten melambainya itu .
"Siap bos. " Kata Mona dengan nada kemayunya .
Dari tadi dia menggigiti kerah kaosnya karena melihat banyak pria-pria tampan di sekelilingnya . Dia jadi gemas sendiri.
Semua laki-laki, yang melihat wajah Mona yang tampan tidak akan menyangka kalau ternyata dia melambai .
Arion lalu menunjukkan kamar satu persatu untuk para wanita , Maya, Dara tidur bersama Luna. Sedangkan Dinda tidur dengan Tania. Dan kamar yang tersisa, akan ditempati para laki-laki. Terserah mereka mau tidur dimana nanti.
__ADS_1
Setelah ditunjukkan kamarnya, mereka memutuskan untuk istirahat. Karena merasa lelah setelah perjalanan panjang dan melelahkan ditambah kemacetan yang harus mereka lalui.
"Kalian istirahat dulu deh guys , Aku mau ketemu sama Arion dulu . Udah kangen nih. " Kata Luna dengan nada centilnya .
"Dasar lo , istirahat dulu Lun. pacarannya nanti aja. Nanti malam kan kita ada acara Barbeque , pasti sampai malam . Kalau lo nggak tidur ,lo bakalan ngantuk nanti . " Cicit Maya
"Gue pengen ketemu sama yayang gue dulu , gue udah kangen sama dia . Biarkan aku melepaskan rinduku kepadanya ." Kata Luna dengan nada dibuat lebay .
"Dasar bucin. " ledek Dara dan Maya bersamaan.
Luna lalu keluar dari kamarnya ,tanpa menghiraukan ledekan kedua temannya . Tanpa disangka ,Luna malah berpapasan dengan Dinda yang baru bangun dari tidurnya.
"Kak Luna .... "
"Dinda ... "
Mereka lalu berpelukan dan menanyakan kabar mereka masing-masing .
Luna sudah melupakan tujuannya untuk menemui Arion , karena saat ini dia sudah bertemu dengan Dinda . Mereka berdua ngobrol di balkon kamar Dinda , sedangkan Tania masih tidur pulas.
"Kamu ke mana aja selama ini Din , Kakak kangen sama kamu." Kata Luna Kepada Dinda.
"Selama ini aku bersama dengan Kak Arion , Kak Arion lah yang sudah menjagaku dan menyembuhkanku sampai seperti ini . Aku ingin berterima kasih kepada Kak Luna karena sudah membantuku lepas dari jerat masa lalu . karena itu adalah awal kesembuhanku. " ujar Dinda panjang lebar.
Luna mengangguk menaggapi omongan Dinda.
"Kak... apakah kak Luna mencintai kakakku? " tanya Dinda hati-hati.
"Memangnya kenapa, sayang? tanya Luna yang merasa aneh karena Dinda bertanya seperti itu kepadanya.
" Karena kak Arion sangat mencintai kak Luna. "
"Benarkah? dari mana dinda tau? " tanya Luna pura-pura tidak tau.
"Aku tau, baju kelulusan SMA kakak , selalu dipajang di kamarnya. itulah yang memotivasi Kakakku tidak pernah dekat dengan siapapun , karena kakak sedang ingin memperjuangkan Kak Luna. Aku harap Kakak bisa berjuang bersama Kakakku ." kata Dinda dengan mata yang sudah berkaca-kaca
"Saat ini yang aku miliki hanya kakak , karena itu Aku ingin Kak Arion bahagia . Jika itu bersama Kak Luna aku akan senang sekali ." ujar Dinda kemudian.
Luna lalu memeluk Dinda , dia tidak tahu harus berkata apa lagi . Karena dia juga sangat mencintai Arion .
__ADS_1
"Percayalah Dinda. Kakak juga sangat mencintai kakakmu Arion.Selama ini kakak menunggu kedatangan kakakmu untuk menjemputku. Kakak akan berjuang bersama kakak mu, untuk menyatukan cinta kami kelak. " kata Luna dipelukan Dinda.
Tanpa mereka sadari, sejak Tadi Arion mendengarkan percakapan kedua wanita yang sangat ia cintai itu.