ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Destiny


__ADS_3

Acara pesta resepsi pernikahan Luna dan Arion pun sudah selesai digelar . Para tamu satu persatu sudah meninggalkan tempat acara . Arion dan Luna , segera masuk ke dalam kamar pengantin mereka . Luna meminta tolong kepada Arion untuk membukakan ,pakaiannya karena ada beberapa pancing yang berada di belakang punggungnya .


Dengan senang hati Arion membantu Luna membukakan pakaiannya . Berkali-kali dia menekuk salivanya dengan kasar karena harus melihat punggung Luna yang putih mulus di depannya . Dan perlahan jari tangan Arion membelai punggung Luna yang terekspos. Dia Lalu mengecup bahu Luna yang tidak terhalang oleh apapun .


Luna yang mendapatkan perlakuan seperti itu merasa terkejut , karena Arion ternyata sangat agresif .


"Tunggu dulu Arion , Aku ingin membersihkan tubuhku dulu . Rasanya tidak enak , dan lengket semua badanku . "


"Baiklah , Aku akan menunggumu ."


Luna berjalan masuk ke dalam kamar mandi dan segera mengunci pintunya , agar Arion tidak bisa masuk . Sedangkan Arion , mulai membuka satu persatu kancing kemejanya dan meletakkannya asal di atas sofa .Dia hanya bertelanjang dada , dengan menggunakan celana panjang yang belum ia lepaskan . Gerah sekali rasanya , memakai pakaian tertutup hampir seharian .


Direbahkannya tubuh tinggi dan atletis itu , di atas ranjang besar suite kamar hotelnya. Tanpa dia sadari , Arion memejamkan matanya, dan berselancar ke dunia mimpi . Mungkin karena rasa lelah yang ia alami , membuatnya cepat sekali terbang ke alam mimpi .


Mimpi Arion harus terhenti , saat sebuah bibir menyesap lembut bibirnya , dan dia mencium aroma harum bunga lavender . Arion membuka matanya perlahan . Ternyata yang melakukan hal nakal itu adalah istrinya sendiri , yang sudah terlihat segar dan wangi aroma lavender yang menenangkan Indra penciumannya . Luna mencoba menggoda Arion yang sedang tertidur . Dia sudah terlihat menggoda dengan pakaian minim akhlak yang melekat di tubuh Luna dan menunjukkan lekuk tubuhnya , yang menggoda Iman Arion .


Arion langsung menarik tubuh , yang menggoda imannya . Hingga terjatuh di atas tubuh Arion . Harian langsung memeluk erat , tubuh Luna yang ada di atasnya . Luna meronta-ronta ingin dilepaskan , tapi Arion tidak mau melepaskannya begitu saja .


"Kamu udah nggak bisa ke mana-mana lagi Luna .Kamu sudah membangkitkan macan yang sudah tidur . " kata Arion dengan seringaian di bibirnya .


Arion langsung mencium bibir istrinya dengan rakus , sebelum membalikkan posisi Luna . Kali ini Luna yang berada di bawah kungkungan Arion .


"Arion Apa yang kamu lakukan ? Kata Luna takut-takut , saat melihat Arion Tidak seperti biasanya ."


"Aku akan melakukan kewajibanku , dan mendapatkan hakku atas dirimu . Karena kamu sudah menggodaku , itu artinya kamu sudah siap . Apa kamu sudah siap memberikan hakku Luna ? " Tanya Arion yang melihat ketakutan di wajah Luna .


Luna mengangguk Dan Tersenyum , dia Lalu melingkarkan kedua tangannya di leher Arion dan mulai sesi ciuman mereka . Tidak ada paksaan sama sekali di antara mereka berdua mereka benar-benar melakukannya karena cinta yang ada pada diri mereka .


Perlahan ciuman Arion , tidak hanya di bibir tapi terus turun ke leher dan ke dada Luna .Tangan Arion juga semakin nakal, karena mulai menyentuh bagian yang seharusnya tidak ia sentuh, membelai dan meraba apapun yang ingin dia lakukan . Toh sudah halal juga ini .


Mereka berdua saling menikmati sentuhan dan saling merangsang sebelum memulai acara inti , yaitu melakukan penyatuan mereka .

__ADS_1


Ciuman Arion , semakin liar . Dia terus menjelajahi Setiap lekuk tubuh Luna . Entah belajar dari mana , Arion karena dia sudah seperti profesional yang berpengalaman . Dan kelakuan Arion ini membuat Luna , mengeluarkan suara-suara aneh dari mulutnya dan respon dari sentuhan Arion membuatnya menggila.


Arion sangat menikmati apa yang dia dengar bak lantunan musik , dan lagu dari mulut Luna . Sedangkan respon Luna yang menggeliat seperti cacing kepanasan , semakin membuatnya bersemangat .


Arion sudah tidak tahan lagi untuk melakukan tugas sucinya ,di malam pengantin mereka . Sebuah erangan panjang keluar dari mulut Luna , saat merasakan inti tubuhnya dimasuki sesuatu .


"Rileks sayang , jangan terlalu tegang . " bisik Arion , sambil menggigit kecil telinga Luna agar dia bisa merasa santai dan tidak tegang lagi .


Luna mengangguk dan mulai mengontol nafasnya.


Arion kembali mencium bibir Luna yang sudah mengatur nafasnya, sedangkan dibawah sana tubuhnya bergerak perlahan. Rasa sakit itu berubah menjadi rasa yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata oleh Luna.


Akhirnya setelah menyerahkan nyawanya untuk Arion , kini dia menyerahkan seluruh tubuhnya untuk Arion . Apalagi yang Arion inginkan darinya semua sudah Ia berikan .


Apakah Luna menyesal ?


Tentu tidak, karena dia sangat mencintai Arion . Dia tidak akan pernah menyesal Walaupun dia harus memberikan nyawanya untuk Arion .


Kedua anak manusia yang saling mencintai itu , akhirnya terkapar tak berdaya di atas ranjang hotel , yang menjadi saksi percintaan mereka . Arion dan Luna saling mengatur nafasnya yang terengah , karena kegiatan olahraga mereka yang menyenangkan . Mereka berdua saling berhadapan , dan tersenyum satu sama lain.


"Terima kasih Luna sayang , kau sudah memberiku segalanya . Terima kasih atas semua cinta yang kau berikan kepadaku . " Arion langsung memeluk tubuh Luna yang tanpa sehelai benang pun , mereka lalu benar-benar terlelap dalam mimpi indahnya. Setelah kegiatan yang menguras tenaga malam ini dibawah selimut yang sama.


Luna terbangun dari tidurnya , karena merasa terganggu dengan serangan ciuman dari Arion , yang terus menghujaninya ciuman di seluruh wajahnya .


"Aku masih capek ,Arion " keluh Luna sambil memeluk tubuh Arion yang ada di depannya.


"Luna, Terima kasih karena engkau sudah hadir di dalam hidupku . " Arion mengecup singkat bibir Luna lalu membawanya masuk ke dalam pelukannya .


"Terima kasih karena udah membuatku merasakan rasanya cinta bertepuk sebelah tangan , rasanya dibenci , sakitnya Patah Hati , rasanya perpisahan , rasanya rindu yang tak tertahan . Dan sekarang kau memberiku rasanya dicintai tanpa batas . Kau sudah memberiku warna dalam hidupku , sejak lima tahun yang lalu . Aku berharap , selanjutnya hanya ada kebahagiaan antara kita berdua , dan anak-anak kita kelak . " kata Arion mengusap perut datar Luna yang tak terhalang apapun, dan dia mengungkapkan segala rasanya kepada sang pujaan hati . Berharap itu semua , bisa dimengerti oleh Luna .


"Terima kasih juga Arionn , karena kau sudah mengajariku Apa itu artinya cinta dan perjuangan . Sakit hati karena ditinggalkan dan Rindu yang mendalam karena perpisahan . " kata Luna yang mengeratkan pelukannya kepada Arion.

__ADS_1


"Aku nggak belum percaya kalau semua ini nyata , aku sudah menikah denganmu , dan sudah memilikimu seutuhnya Luna . You Are My Destiny Luna . setelah apa yang kita lalui selama ini . Kau Tetap Menjadi Milikku , dengan perasaan bencimu . Perasaan rindu dan kini perasaan cintamu kepadaku . Aku masih tak percaya ." kata Arion kata Aryan dengan segala perasaan bahagianya .


"Percayalah kalau ini nyata Arion , sekarang Aku adalah istrimu . Dan aku sudah menjadi milikmu seutuhnya .Apa kau masih belum percaya ?" Katanya Luna menggoda .


Arion yang tak mengerti maksud Luna pun hanya menggelengkan kepalanya .


Melihat respon Arion , Luna jadi gemas sendiri . Dia langsung duduk di atas tubuh Arion. Dengan senyuman nakalnya .


"Apa yang ingin kau lakukan Luna ? Jangan main-main . Aku tahu kamu masih sakit ." Kata Arion yang memperingatkan


Luna tak menggubris ucapan Arion dia langsung mencium bibir Arion dengan rakus . Arion yang mendapatkan serangan dadakan pun tidak bisa berbuat apa-apa , selain meladeni kegilaan Luna .


Akhirnya pagi itu , mereka lanjutkan kegiatan mereka dengan Luna yang memimpin .Dan itu membuat Arion dibuat tak berdaya di bawahnya . Ternyata Luna pandai memanjakannya .


Suara cinta dan sayang , terus keluar dari mulut mereka berdua . Hingga akhirnya , Luna terkapar di atas tubuh Arion . melihat Luna yang sudah terkapar , harian sekarang balikkan posisi dan ganti dia yang memimpin untuk mengejar apa yang belum, tuntas pagi ini . Hingga akhirnya mereka berdua benar-benar kehabisan tenaga dan sama-sama terkapar di atas keranjang yang sama . Senyuman penuh tersungging di bibir mereka berdua , mereka sangat bahagia karena bisa memuaskan satu sama lain .


Luna segera bangkit dari tidurnya ,setelah berhasil mengatur nafasnya .


Mau ke mana ? Tanya Arion yang melihat Luna akan meninggalkannya


Aku mau mandi dan berendam . Tubuhku remuk semua rasanya .


Kita mandi bareng ya ? tawar Arion.


Mendengar itu , Luna langsung berlari ke kamar mandi dan segera mengunci pintunya dia benar-benar tidak ingin dibuat kelelahan lagi oleh Arion sudah cukup perbuatannya tadi yang dia lakukan untuk memancing dan menggoda Arion . Luna baru mengakui , kalau kekuatan Arion sangat luar biasa di ranjang . Apa karena Dia suka berolahraga , sehingga membuat tenaganya berkali-kali lipat .


Sedangkan Arion , yang melihat Luna lari terbirit-birit dengan sedikit kesusahan berjalan membuatnya tertawa . Arion hanya menggoda Luna , tapi tak disangka respon Luna seperti itu .


Arion kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang , pandangannya lurus ke depan menatap langit-langit kamar di atasnya . Dengan kedua tangan yang menumpu kepalanya.


Dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi pada hidupnya sampai di titik ini. Sungguh takdir benar-benar bekerja sesuai jalannya tanpa ada yang tau apa yang tertulis di mass depan.

__ADS_1


__ADS_2