ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Alasan Dibalik Kematian William


__ADS_3

"Siapa yang akan kau pilih dan bantu jika kelima orang ini berada di tengah lautan dengan ombak yang cukup besar. " tanya Kinara dengan wajah mengejek.


"Aku akan menyelamatkan adikku , lalu aku terjun lagi , untuk menyelamatkan Kekasihku . Untuk mereka bertiga Aku tidak peduli entah mereka hidup ataupun mati , sungguh aku tidak peduli . " kata Arion dengan nada datarnya .


"Bagus sekali jawabannya, kamu lebih memilih adik dan orang lain , daripada keluarga besarmu . " ketus Kinara.


"Keluarga yang mana? Keluarga yang sudah membunuh papaku ? Dan menghianatinya, begitu ? Maaf tante jika itu maksudmu, Kamu salah besar , Aku tidak akan pernah memaafkan orang-orang yang sudah berkhianat di belakang papaku . Termasuk mereka berdua , yang merasakan kenyamanan hidup di rumah ini setelah kematian papaku ." Kata Arion dengan suara dingin .


"Ya kau memang benar , akulah yang telah membunuh papamu . Tapi dia dan wanitanya yang merasakan kesenangan di rumah ini . Sungguh orang-orang yang tidak tahu diri ." Kinara lalu mendekat ke arah Kanaya . Dia tanpa ampun menampar wajah Kanaya yang sudah tidak berdaya .


"Kinara hentikan , jangan memukuli Kanaya lagi . Bagaimanapun dia adalah istriku ." Mike memohon kepada Kinara .


Arion lalu duduk di sebuah kursi ,di tengah rumah itu sambil menyaksikan drama yang sedang diperankan Kinara dan Mike .


"Katakan padaku tante , Apa alasanmu membunuh papaku , Aku hanya ingin tahu. Tanya Arion santai ,sambil menopangkan satu kaki dengan kaki lainnya


'Kamu ingin tahu kenapa aku membunuh papamu ?" Kata Kinara dengan tersenyum mengejek kepada Arion


"Karena papamu , adalah pewaris tunggal di keluarga kita . Dan aku tidak terima itu . Ayah atau kakekmu sama sekali tidak mencantumkan Namaku dalam pembagian hak waris , karena aku hanyalah seorang wanita . Sedangkan Mike, walau dia adalah saudara kembar papamu , tapi otaknya pas-pasan dan kakekmu merasa dia tidak pantas untuk bekerja di perusahaan . Jadi dia hanya memberikan beberapa persen saham di perusahaan, Tapi tidak untuk mengurusnya . Karena kasihan kepadaku , papamu lalu memberikan beberapa persen saham kepadaku . Agar aku juga bisa menikmati hasil uang dari perusahaan . Tapi itu tak lantas membuatku puas , tapi malah membuatku muak . Ayahku atau kakekmu , selalu mengelu-elukan nama William Abraham dengan penuh kebanggaan kepada siapapun , tapi tidak kepadaku maupun Mike . Aku sangat membenci William Abraham , karena itu aku membunuhnya dan ingin menguasai dan memiliki apa yang seharusnya menjadi milikku dan juga Mike , meskipun Mike dalam hal ini tidak turut campur dalam pembunuhan itu ." Kinara mengakhiri ceritanya .


"Cih, jadi hanya karena itu , kau sampai tega membunuh saudaramu sendiri . Hanya karena rasa iri dan dengki, kau memang luar biasa tante ." Kata Arion yang berdecih setelah mendengarkan apa yang Kinara ceritakan .


"Kalau memang ingin kaya , ya harus kerja Jangan cuma ongkang-ongkang kaki di rumah . Kau tidak pernah tahu seberapa keras Papaku bekerja selama ini , untuk mengembangkan usahanya . Sedangkan kalian berdua Hanya berdiam diri dan tinggal menerima uang dari perusahaan saja . Begitupun kau masih kurang . Benar-benar serakah " kata Arion dengan wajah yang sudah memerah .


"Kau tahu apa kau tidak tahu apa-apa Arion. Kau juga hanyalah seorang anak yang hanya tinggal menerima warisan dari Papanya , dari mana hebatnya kamu ." Teriak Kinara dengan wajah yang sudah sangat kesal.


"Karena itu adalah keberuntunganku , menjadi seorang putra dari William Abraham ." Kata Arion dengan pongahnya .


"Hentikan ini Tante , Uang dan kekayaan bukanlah segalanya. Hanya karena uang dan kekayaan tante menyakiti semua orang bahkan membunuh saudara tante sendiri ."

__ADS_1


Kinara tertawa lebar mendengarkan apa yang Arion katakan


"Kamu jangan munafik Arion , semua orang di dunia ini suka dengan uang ,karena uang bisa membeli semuanya . Termasuk kebahagiaan . "


"Kebahagiaan ? Apa Tante lupa bahwa tante , yang sudah mengajarkan kepadaku untuk tidak menghitung kebahagiaan berdasarkan materi . Bahagia Itu Sederhana kalau kamu mensyukurinya dengan segala suka maupun duka yang diberikan Tuhan . " Ucap Arion yang menirukan kata-kata Kinara , saat dia masih kecil


Mata Kinara menajam , ia memajukan langkahnya mendekati Arion dan membuat lelaki itu terdiri dari duduknya .


Tidak ada kata-kata atau kalimat yang keluar dari mulut Kinara , dia hanya mengambil sesuatu dari saku celananya dan mengarahkannya tepat di kening Arion .


"Sebelum kamu melanjutkan ceramahmu itu ,Bagaimana kalau aku memberikan sebuah pertunjukan menarik untukmu ." kata Kinara dengan senyum menakutkan.


Kinara lalu memindahkan pistol itu dari kepala Arion , ke salah satu orang yang ia sandera . Yaitu ke arah Luna .


"Bagaimana kalau aku menghabisinya lebih dulu , pasti Papanya akan menghancurkanmu berkeping-keping , karena dia sangat membencimu bukan ?" Kata Kinara sambil tersenyum mengejek .


Arion lalu berlari ke arah Luna dan Dinda. Untuk melindungi mereka berdua. Dia sudah merasa tidak berdaya, jika ada orang yang menyakiti dua orang kesayangannya.


" Aku lebih baik mati di tanganmu daripada, aku harus melihat sendiri orang yang aku sayangi dilukai oleh keluargaku sendiri. "


Kinara berdecak dan menurunkan pistolnya . Dia kemudian mendekat ke arah Arion yang sedang melindungi dua orang gadis yang iya sayangi, Iya lalu menunduk ,dan kembali menempelkan pistol itu tepat di depan kening Arion. Dinginnya permukaan pistol itu membuat Arion ,berkali-kali menelan salivanya dengan kasar .


"Baiklah Aku akan mengabulkan permintaanmu , yaitu mati di tanganku. "


"Bukan masalah bagiku jika tante menginginkan nyawaku ,asalkan tante berhenti menyakiti Luna dan keluargaku ."


Kinara tersenyum miring mendengar semua ucapan Arion .


"Apakah dia sangat penting untukmu sampai kamu rela mati untuknya ?"

__ADS_1


"hidupnya jauh lebih penting daripada mempertahankan nyawaku sendiri ."


Mendengar itu Luna yang sejak tadi terdiam ,mulai memberontak dan menggeliat-geliatkan tubuhnya ,agar terlepas dari jerat tali yang mengikatnya .


Luna mencoba berontak dan berteriak agar tidak menembak Arion atau membunuhnya .Luna tidak bisa membayangkan apabila pelatuk itu dilepas kan Kinara lalu pelurunya , menembus kepala Arion . Luna tidak bisa dan tidak mau kehilangan Arion .


"Enggak Arion kamu pergi aja , biar aku yang menggantikanmu . Aku nggak bisa melihatmu mati di depanku . Aku nggak bisa kehilangan kamu lagi , biar aku aja yang mati teriak Luna sambil bercucuran air mata. "


Arion memejamkan matanya , setelah mendengarkan apa yang dikatakan Luna . Tetesan air mata itu mengucur membasahi pipi Arion .


"Tante lepaskan mereka , aku mohon . Dan biarkan aku yang menggantikan mereka ." kata Arion yang sudah tidak bisa bersikap angkuh lagi, saat orang-orang yang dia sayangi menjadi ancaman baginya.


Kinara tertawa senang saat mendengar drama sepasang kekasih didepannya ini. Kinara menekan pelatuknya dan itu membuat Luna menahan isakannya , dia berhenti bernafas sejenak , setelah melihat Apa yang dilakukan Kinara .Baik Luna maupun Dinda terus berteriak Memanggil nama Arion , Luna melihat Kinara siap melepaskan pelatuknya . Air mata Luna tak berhenti meskipun isakannya tertahan .


Arion memejamkan matanya dan mengepalkan tangannya kuat-kuat , Iya memendam semua rasa takutnya akan kematian , asalkan Luna dan Dinda serta keluarganya yang lain bisa terlepas darinya


"Setelah kamu mati , maka aku akan membunuh mereka semua . Aku tahu kamu tidak datang sendiri , banyak orang-orang mu di luar sana ." Kata Kinara dengan suara dingin , Hatinya sudah membatu dan dia tidak bisa dibantah lagi


Arion kemudian membuka kembali matanya , ia menatap Kinara dengan marah .


"Sudah kukatakan tante , Tante Boleh Membunuhku , boleh menyakitiku tapi jangan menyakiti mereka mereka tidak salah apa-apa tante . Jangan Sakiti mereka , aku mohon padamu . " Kata Arion dengan suara tercekat .


"Menurutmu , Apakah aku seorang yang memiliki hati malaikat . Melepaskan begitu saja, orang-orang yang sudah memanfaatkanku seperti mereka berdua," tunjuk Kinara kepada Mike dan Kanaya


"Dan orang-orang yang kamu sayangi , seperti mereka berdua . " tunjuknya lagi kepada Lun dan Dinda.


"Maaf Arion , aku tidak punya hati sebaik itu . Dan kau juga sudah menyakitiku . Aku juga tidak mau berada di dalam penjara . jadi sebaiknya kamu mati , dan aku akan mengirim mereka untuk menemanimu di alam Baka sana. "


"Tapi Tan... "

__ADS_1


Dorrrr!!!


__ADS_2