
Setelah kepergia papanya, Luna langsung mengambil ponselnya dan segera melihat apakah Arion masih dalam panggilan. Dan bersyukurnya Luna, saat melihat wajah Arion masih terpampang di sana.
"Arion maaf, apa kau mendengar semuanya? " ucap Luna dengan perasaan bersalah.
Arion tidak akan bersikap munafik hanya untuk berbohong kepada Luna, karena itu Arion menganggukkan kepalanya.
"Apa kau marah? " tanya Luna lagi.
"Jika aku boleh jujur, tentu saja aku merasa marah Luna. Karena dari dulu papamu tidak pernah menyukaiku. Entah apa salahku padanya sehingga membuatnya sangat membenciku. "
"Jangan dipikirkan Arion, kita akan berjuang bersama untuk meluluhkan hati papa. Kita akan melakukan berbagai cara agar kita bisa bersatu. " ujar Luna dengan semangat.
Mendengar semua ucapan Luna membuat Arion tersenyum bahagia. Karena dia tidak akan berjuang sendirian, karena ada Luna yang akan berjuang bersamanya.
"Baiklah kita akan berjuang bersama. "
Mereka berdua terdiam selama beberapa saat, saling memandang dan menikmati keindahan di ponselnya. Arion yang menikmati kecantikan wajah Luna dan Luna yang menikmati ketampanan wajah Arion. Saling tersenyum dengan sorot mata mereka yang mengisyaratkan sebuah kerinduan.
"Luna, Istirahat lah ini sudah larut malam. Aku juga aku harus istirahat karena besok banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan. " Ucap Arion pada akhirnya saat Luna tidak melepaskan pandangannya.
"Baiklah, aku lupa kalau kekasihku yang sekarang adalah seorang CEO muda. Pasti kau sangat sibuk. "
Arion hanya mengangguk mendengar ucapan Luna. "Jika kau mengirim pesan kepadaku dan aku belum membalasnya berarti aku masih dalam keadaan sangat... sangat... sibuk. " ucap Arion memberitahu sebelum kekasihnya itu marah karena pesannya tidak segera di balas.
"Baiklah tuan CEO. Aku akan menunggu sampai pesanku dibalas. Janji nggak akan marah. " kata Luna dengan wajah yang dibuat lucu.
"Menggemaskan. Sekarang tidurlah. Aku juga harus istirahat. Sampai jumpa besok lusa. Aku mencintaimu, Luna. "
"Aku juga mencintaimu Arion."
Dan sebuah kecupan jarak jauh Luna berikan kepada Arion. Melihat tingkah Luna, Arion hanya menggelengkan kepalanya. Ternyata Luna nya tidak berubah. Gadis manis yang sangat dia cintai.
**********
Keesokan harinya.
Arion sudah bersiap ke perusahaan bersama ketiga temannya yang menjabat sebagai asisten, bodyguard dan peretas rahasia. Sedangkan Dinda dia tinggal di rumah bersama dua pengawal sekaligus guru yang mengajarinya ilmu bela diri dan ilmu pengetahuan umum untuk Dinda. Arion juga menempatkan beberapa penjaga yang berjaga di sekitar rumahnya untuk melindungi Dinda.
__ADS_1
Sesampainya di perusahan seperti biasa, mata lapar para pegawai wanita disana memperhatikan kemana langkah Arion pergi, lalu membicarakannya di belakang.
"Ya Ampun CEO kita ganteng banget nggak sih? "
"Umur berapa ya? kelihatan masih muda dan fresh. "
"Dua puluh tahun kali, dia kan diangkat jadi CEO sesuai surat wasiat dari pak Willy. "
Dan bla.. bla... bla...
Semua gunjingan itu, tidak dihiraukan Arion. Saat ini yang menjadi fokus Arion adalah para pembunuh papanya. Dia sudah sampai di ruangannya dan segera menghubungi seseorang yang sangat dia rindukan.
"Hallo Om.. "? sapa Arion saat panggilan itu terangkat.
" Arion... kamu bener Arion kan? " tanya Om Ali dari seberang telepon.
"Iya, om. apa kita bisa bertemu, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada Om. "
" Baiklah di mana? "
Mendengar kalimat terakhir Arion, Ali mengernyitkan keningnya. Tapi dia tidak menanyakan alasan kenapa istrinya tidak boleh di beri tahu. Nanti dia akan mencari tahu, saat bertemu Arion.
"Baiklah. Om akan kesana nanti jam sepuluhan setelah piket. karena nanti malam om Ada dinas malam lagi. "
"Baiklah komandan, aku tutup dulu telponnya. "
Setelah panggilan berakhir, Arion segera menyuruh Ray dan Mona menyiapkan segala sesuatu untuk diberikan kepada om nya itu. Semua berkas-berkas dan rekaman yang akan menjadi bukti perbuatan istrinya yang dilakukan kepada William Abraham kakak kandungnya sendiri.
Tepat pukul sepuluh mobil yang dikendarai om Ali telah sampai di bengkel Sam. Semua orang yang ada di sana heran karena tumben ada mobil yang parkir di depan bengkel Sam, Karena biasanya yang terparkir adalah motor sport.
Sam sebagai pemilik bengkel langsung mendekati mobil asing itu, dan tak lama keluarlah pria paruh baya dari mobil.
"Om Ali... tumben om Ali datang kemari. " tanya Sam saat melihat yang keluar dari mobil adalah om Ali, Om dari Arion.
"Apa Arion sudah datang. ?" tanya Ali yang langsung menanyakan Arion.
"Arion... Arion tidak ada om. Apakah benar Arion sudah kembali. " tanya Sam tak percaya. Yang dia tau Arion memang sudah kembali melalui media sosial, tapi kebenarannya belum tau karena dia belum bertemu atau berhubungan dengan Arion.
__ADS_1
"Arion menghubungi Om untuk bertemu disini. Mungkin saja sebentar lagi dia datang. "
"Ja... jadi benar Arion sudah kembali. Dan dia akan kemari? " tanya Sam lagi masih tak percaya.
"Iya, " jawab om Ali dengan senyumannya.
"Wah, kalau begitu, ayo silahkan masuk ke dalam rumahku saja om, jangan di bengkel. Aku akan menyambut kedatangan tuan muda itu. Aku akan buat perhitungan dengannya karena pergi tanpa berpamitan kepadaku, hanya mengirim sebuah pesan singkat. Benar-benar kurang ajar dia. " gerutu Sam yang masih merasa kesal kepada Arion.
"Dia pasti memiliki alasan, Sam. Beruntung kamu masih dikirimi pesan, Dia bahkan tidak berpamitan kepada Om dan tantenya. "
"Wah, anak itu benar-benar. Ya sudah, ayo om. Kita masuk ke dalam . " Sam langsung membawa Om Ali masuk ke dalam rumah mewahnya yang terletak dibelakang bengkel, setelah menyampaikan pesan kepada rakannya.
Tak berapa lama sebuah mobil mewah berhenti di samping mobil Om Ali. Lagi-lagi mereka yang ada di sana tercengang melihat sebuah mobil mewah terparkir lagi disana. Tapi mereka sudah menduga kalau yang datang pastilah orang yang ditunggu Sam dan pria tadi.
Arion, Marco dan Mona segera keluar dari mobil dan menanyakan keberadaan Sam dan om nya. Sesuai perintah Sam, Arion langsung di antarkan masuk ke dalam rumah Sam. Om Ali dan Sam yang melihat kedatangan Arion sungguh tercengang dengan perubahan penampilan Arion saat ini. Sungguh berbeda 180°.
"Arion." Om Ali langsung memeluk keponakannya itu, walau dia adalah keponakan dari istrinya tapi Ali sudah menganggap Arion sebagai anaknya sendiri.
"Bagaimana kabarmu nak, dan dari mana saja kamu selama ini. "
Arion membalas pelukan omnya dengan senyumam tanpa menjawab pertanyaan nya.
Om Ali lalu melepaskan pelukannya dan membiarkan Sam untuk memeluknya atau apapun yang akan dilakukan Sam pada Arion.
Arion merentangkan tangannya berharap Sam memeluknya, karena dia sudah merindukan sahabat balapannya itu. Tapi apa yang Arion inginkan tidak sesuai ekspektasinya.
Buk...
Sebuah bogem menatah mendarat dirahang kokoh Arion, dan itu membuat Marco dan Mona terkejut, dan hendak membalas Sam. Tapi langsung di tahan oleh Arion.
"Tapi, tuan. "
"Tidak apa-apa Marco. "
Arion masih merentangkan tangannya, dan akhirnya Sam masuk kedalam pelukan Arion. Dia menangis sesenggukan di sana. Sam sangat merindukan Arion sahabatnya, sahabat yang selalu membuat nya kesal sekaligus sahabat tempatnya berbagi.
"Lo kemana aja brengsek, pergi nggak pamit datang juga nggak ngasih kabar. Emang dasar sahabat laknat lo ya. " Sam masih mengeratkan pelukannya pada Arion, menumpahkan segala kerinduan dan kekesalannya pada sahabat laknatnya itu.
__ADS_1