
Mendengar penjelasan dari dokter membuat Arion Sangat bahagia, ternyata Tuhan mengabulkan keinginannya yang menginginkan sepasang kembar. Berkali kali dia mengecup tangan Luna dan mengucapkan terima kasih kepada istrinya itu. Luna sendirii, juga tidak menyangka kalau saat ini dirinya sedang hamil. Dia tersenyum bahagia, saat melihat orang yang sangat dia cintai merasakan kebahagiaan yang luar biasa.
Arion lalu membantu Luna untuk turun dari tempat periksa . Mereka kembali berkonsultasi dengan dokter . Setelah melakukan ,pemeriksaan USG .
"Lalu apa yang terjadi kepada istri saya dokter ? Kenapa dia terlihat lemah dan tak berdaya ? Tadi pagi juga dia marah-marah tidak jelas kepada saya , jadi Saya sangat khawatir dengan keadaannya. " Arion mengatakan semua yang menjadi kekhawatirannya pada pagi ini .
"Itu sudah biasa terjadi kepada ibu hamil, tuan. hormon ibu hamil terkadang memang berubah-ubah. Jadi anda harus siap menghadapi mood ibu hamil yang tak terduga ." Dokter Wati mulai menjelaskan apa saja yang akan terjadi kepada ibu hamil .
"Apakah ibu hamil juga bisa agresif dalam berhubungan, dokter. " tanya Arion yang ingin tahu .
"Tentu saja Tuan , karena perubahan hormon bisa jadi libido seorang wanita hamil meningkat . Dan itu membuatnya sangat agresif dalam berhubungan badan dengan suaminya . Tapi perlu diketahui pada usia kehamilan di trimester pertama kalian jangan sering-sering melakukan hubungan suami istri itu sangat beresiko kepada bayi kalian . Janin masih sangat rentan keguguran trimester pertama. " Apa kalian mengerti.
Luna dan Ariel mengangguk , setelah mendengarkan penjelasan dari dokter .
"Untuk nona Luna , hari ini saya sarankan untuk dirawat di rumah sakit dulu ya . Karena tekanan darahnya sangat rendah , Da memerlukan perawatan medis . Selama beberapa hari . Kita juga perlu mengawasi perkembangan janin di dalam rahim anda ,karena terlihat sangat lemah . Dengan kondisi anda yang juga sangat lemah hari ini ."
Arion dan Luna saling berpandangan , dan mereka menganggukkan kepala mereka. Menyetujui saran dari dokter Wati. Bagaimanapun ini demi kesehatan ,Luna dan bayinya .
Luna kembali di dorong Arion ke ruangan VVIP, karena dia tidak ingin Luna dirawat di ruangan yang biasa saja dan bercampur dengan ruangan orang lain. Dia ingin ruangan istrinya benar-benar steril dan bersih dari kuman dan Virus. Setelah sampai di ruangan rawat, Luna segera di pasangkan cairan infus untuk menjaga daya tahan tubuhnya. Para tenaga medis segera undur diri setelah melakukan tugasnya.
Arion mendekati Luna yang tengah terbaring dan duduk di samping ranjang Luna. Dia lalu mengusap-usap perut Luna yang masih datar.
"Makasih sayang... akhirnya bibit kecebongku tumbuh di sini. " kata Arion dengan bercanda. Karena dia ingin menghibur istrinya yang sepertinya sedang sedih.
Mendengar ucapan Arion sedikit membuat bibir Luna tertarik ke atas .
"Maafkan aku ya karena sudah membuatmu tidak berdaya seperti ini , karena harus mengandung anakku di dalam sini . " Arion masih saja mengusap perut datar Luna .
Tangan Luna terangkat , dan menyentuh kepala Arion dan mengusapnya perlahan " jangan berkata seperti itu , aku sangat bahagia bisa mengandung anakmu . Dan aku bahagia saat melihatmu bahagia ." Kata Luna dengan senyuman tulus di bibirnya .
"Terima kasih, sayang . "
"Segera hubungi papa dan mama Arion , mereka pasti akan bahagia mendengar Kalau sebentar lagi mereka akan menjadi seorang kakek dan nenek . " pinta Luna kepada Arion .
"Arion jadi lupa segalanya setelah mendengar kabar bahagia , dan melihat keadaan Luna yang tidak berdaya . "
Dia segera menghubungi Mama Eliza , Karena mama Eliza lebih tenang daripada Papa Gavin .
"Hallo ma, "
"Ada apa Arion, tumben telpon? Mana Luna? "
"Saat ini Luna sedang di rawat di rumah sakit, ma?
" Apa? apa yang terjadi pada Luna anakku? "
__ADS_1
"Tenang ma , mama akan menjadi seorang nenek."
"Apa? benarkah? apa aku tidak salah dengar? " ucap mama Eliza bertubi-tubi, seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Iya ma, keadaan Luna lemah. Karena itu pagi ini aku membawanya ke rumag sakit. Dan baru mengetahui kalau penyebab keadaan Luna yang lemah adalah kehamilannya. "
"Ya Tuhan... Luna... Baiklah, mama akan siapkan makanan untuk Luna dulu. Setelah itu mama akan langsung ke rumah sakit bersama Lucas. Kamu kirimkan alamat rumah sakitnya ya. "
"Iya ma. "
Panggilan terputus dan Arion segera mengirimkan alamat rumah sakitnya kepada mama Eliza.
"Sudah, sayang. "
"Aku akan menghubungi Marco untuk mengambilkan beberapa pakaian ku dan alat-alat kerjaku. Aku akan kerja dari sini sambil menjagamu. "
Luna mengangguk dan tersenyum.
Arion kemudian menghubungi Marco dan segera menyampaikan maksudnya menghubungi dia. Marco yang mengerti pun segera kembali ke kediamannya dan mengambil apa saja yang dibutuhkan tuan mudanya. Dia juga menghubungi Ray dan Mona, mengabarkan apa yang terjadi pada Arion dan Luna. Setelah mendengar itu, Ray dan Mona pun mengerti apa tugas mereka selanjutnya.
Luna sudah beristirahat setelah ditawarkan apapun tapi dia tidak mau, bahkan makanan dari rumah sakitpun tidak disentuhnya sama sekali. Dia langsung tertidur, mungkin karena dia benar-benar lelah. Arion sudah tidak menghentikan keinginan istrinya itu untuk tidur. Kini dia berkutat dengan poselnya yang berisi beberapa email yang masuk dan segera memeriksanya.
Selang beberapa saat terdengar bunyi pintu di ketuk, dan masuklah Eliza bersama dengan Lucas yang tampak khawatir.
"Bagaimana keadaan Luna? " tanya Eliza sedikit berbisik. Karena Arion menginterupsi mereka agar tidak berisik.
Eliza mengangguk mengerti. Dia lalu mendekati Luna dan dilihatnya wajah cantik itu sedikit pucat dengan jarum infus yang mennacap di tangannya.
"Apa papa Gavin sudah diberi tahu, ma?
" Sudah dia awalnya bahagia saat aku bilang kalau dia akan jadi seorang kakek. Tapi berubah panik saat mendengar kalau saat ini Luna di rawat di rumah sakit. Mungkin sebentar lagi, dia juga akan datang kemari. "
"Bagaimana hasil pemeriksaan Luna tadi? " Mama Eliza ingin tau bagaimana keadaan Luna.
"Kata dokter kemungkinan Luna masih hamil sekitar enam minggu, ma dan anak kami kembar. "
"apa? " pekik mama Eliza dsn Lucas bersamaan.
"Kembar... benar-benar kembar, Arion? " tanya Eliza lagi tak percaya.
"Iya... ma. "
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, dan masuklah Gavin dengan wajah paniknya. Dia langsung menuju Luna berbaring.
"Bagaiman bisa Luna seperti ini, Arion? "
__ADS_1
"Aku juga tidak tau, pa. Tadi pagi dia baik-baik saja bahkan dia merengek agar aku tidak kerja hari ini. Dan aku kabulkan. Lalu dia minta itu... " Kata Arion lirih di akhir kalimatnya. Dia bercerita dengan tampang polosnya.
"Maksudnya itu...? " tanya Gavin tak mengerti.
Memang kepanikan mungkin bisa membuat seseorang itu bodoh tiba-tiba.
"Jangan diperjelas Arion, kami mengerti. Maksudmu setelah meminta itu, Luna langsung seperti ini? " tanya Eliza.
Dan Arion mengangguk lemah.
Gavin mulai mengerti apa maksud Arion dengan itu, dan dia langsung melotot kearah Arion.
"Apa kau melakukannya dengan kasar. Sehingga dia bisa sampai seperti ini? " Gavin sedikit emosi mendengar itu dari Arion.
"No pa... semua terjadi begitu saja, bahkan Luna yang menyerangku. Aku sudah berkonsultasi dengan dokter masalah ini Dan ternyata ini adalah tentang hormon kehamilan Luna yang sering berubah-ubah. Apalagi libido wanita hamil bisa meningkat tak terduga. Begitu kata dokter tadi. " Arion menjelaskab tentang masalah ranjangnya kepada orang tua Luna. terpaksa karena dia tidak ingin disalahkan sendiri dengan keadaa Luna saat ini.
"Kalian ngomongin apa sih berisik tau. " ketus Luna yang sepertinya sudah bangun.
"Luna sayang, kamu sudah bangun? " Eliza mendekati anaknya.
"Mama."
Luna lah mengedarkan pandangan mencari kemana Luna berada. Setelah mendapati suaminya, Luna langsung merasa tenang.
"Arion tidak akan kemana-mana sayang , dia tetap menjagamu di sini sejak tadi . Dan Sepertinya dia juga belum makan sejak pagi. " Elisa lalu mengeluarkan susu mah apa orang bawaannya ,yang berisi bubur dan makanan untuk Arion .
"Makanlah ini Arionn , biar Luna Mama yang menyuapi." Kata Mama Elisa yang menyerahkan sebuah kotak makanan untuk Arion.
"Terima kasih Ma , " dengan senang hati Arion menerima makanan dari mama mertuanya .
Tapi itu tidak membuat Luna senang . Luna langsung mengerucutkan bibirnya dan tidak mau disuapi oleh mamanya.
"Kamu kenapa sayang , Ayo segera dimakan makanannya . Agar kamu Segera segera pulih. " pucuk Mama Eliza .
"Arion , kemarilah Aku ingin disuapi olehmu . " Panggil Luna dengan wajah tak berdosanya kepada suaminya yang sedang makan .
Mendengar hal itu , .Arion langsung tersedak makanannya . Dan semua orang menggelengkan kepalanya mendengar permintaan Luna .
"Kamu suapin dulu istrimu Arion , jika tidak dia akan cemberut seperti itu sampai nanti ." ujar Mama Eliza .
Arion lalu meletakkan makanannya di atas meja , kemudian Dia mendekati Luna udah mengambil makanan Luna dari tangan Mama Eliza . Perlahan tapi pasti, sesuap demi sesuap makanan yang ada di tangannya masuk ke dalam mulut Luna . Arion terus menyuapi Luna dengan telaten sampai habis . Dia juga merasa bahagia , karena pada akhirnya Luna bisa kemasukan sesuatu ke dalam perutnya . Dan itu pasti akan baik untuk pertumbuhan janinnya .
Gavin yang melihat anaknya sangat manja kepada suaminya , merasa sangat bahagia . Karena ternyata Arion memperlakukan anaknya dengan baik . Dia bahkan tidak egois , walau perutnya sudah lapar . Tapi dia tetap mendahulukan anaknya terlebih dahulu .
Dalam hati dia bersyukur , menikahkan Luna dengan Arion. Dan tidak mengedepankan egonya demi kebahagiaan sang anak . Terbukti kalau Luna terlihat sangat bahagia dengan pernikahannya dengan Arion . Bahkan sekarang , mereka sedang diberi kebahagiaan Dengan hadirnya buah hati mereka di dalam kandungan perut Luna .
__ADS_1
Semua orang yang ada di sana , ya itu Mama Eliza dan Lucas . Juga merasakan Apa yang dirasakan oleh Gavin . Karena mereka melihat , ketulusan hati Arion . Saat merawat Putri mereka yang sedang lemah tak berdaya .Mereka turut bahagia untuk Luna dan Arion