ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Arion Sebenarnya


__ADS_3

Luna keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang sudah segar dan wangi . Dia melihat Arion , yang ternyata tidur kembali setelah kegiatannya tadi . Luna sekarang mengganti Pakaiannya yang masih ada di koper , dia menggunakan pakaian santai untuk hari ini . Setelah memakai pakaiannya , Luna segera membangunkan Arion agar segera mandi . Karena mereka akan terbang ke Bali setelah jam makan siang nanti untuk bulan madu .


"Arion sayang , Ayo segera bangun . Bukankah hari ini kita akan pergi ke Bali ? Lagi pula aku sudah sangat lapar , Apa kau akan membiarkan istrimu ini kelaparan ." Bisik Luna di telinga Arion .


Arion segera membuka matanya setelah mendengarkan bisikan dari istrinya dia lalu mencium bibir Luna sekilas . Dan segera bangun .


"Hubungi saja petugas hotel sayang , kita akan sarapan di kamar . Karena aku malas keluar ." Kata Arion dengan berjalan santai ke kamar mandi , tanpa rasa malu sedikitpun , karena saat ini dia sedang tidak memakai sehelai benangpun.


Luna menggelengkan kepalanya melihat tingkah Arion yang tidak tahu malu itu . Dia segera mengambil telepon , dan menghubungi petugas hotel untuk mengirimkan sarapan mereka ke dalam kamar .


Sambil menunggu Arion selesai mandi , dan petugas hotel yang datang . Luna mematut dirinya di depan cermin . Dia ingin selalu tampil cantik di depan Arion, dan tidak ingin Arion berpaling kepada wanita lain . Dia harus pandai-pandai menjaga dirinya agar-agar Arion selalu jatuh cinta kepadanya setiap hari .


Dirasa dia sudah terlihat cantik , Luna lalu mengecek apa saja yang akan dia bawa , ke Bali nanti . Kenapa harus balik sebagai tempat bulan madu mereka ? Bukannya ke luar negeri . Karena mereka tidak akan berbulan madu berdua kali ini . Mereka akan bulan madu ramai-ramai bersama para sahabatnya . Karena Kapan hari Arion pernah berjanji kepada para sahabatnya , kalau dia akan mengajak semuanya untuk terbang . Karena itu Arion mengajak semua teman-temannya , yang gagal liburan di Puncak terbang ke Bali hari ini .


Lagi Arion dan Luna tidak masalah untuk mengajak mereka semua , toh di sana juga Arion akan tinggal di tempat terpisah dengan teman-temannya . Jika teman-temannya berada di Villa milik Arion , maka Arion akan berada di sebuah penginapan kecil milik Arion yang tempatnya tidak jauh dari villa . Karena dia juga tidak ingin diganggu , saat bercinta dengan istrinya .


Arion keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah segar , dia tidak terlihat kucel lagi seperti tadi . Kini wajahnya berkali-kali lipat lebih tampan di mata Luna . Luna segera menyiapkan pakaian ganti untuk Arion . Dan Arion segera mengganti pakaian yang sudah disiapkan oleh Luna . Sebuah kaos putih dengan celana pendek hitam . Arion terlihat semakin menawan di mata Luna dengan pakaian casualnya .


"Apakah makanan yang belum datang ?" tanya Arion yang belum melihat ada makanan yang tergeletak di sana .


"Belum Arion , Mungkin sebentar lagi ."


"Lihat saja kalau mereka sampai lalai , aku akan memecat mereka semua ." kata Arion yang tidak suka keterlambatan .


"Sudahlah tenangkan dirimu sayang , sebaiknya kita duduk dan menikmati hari kita di hotel ini . Aku tidak tahu loh kalau hotel ini adalah milikmu ."


"Hotel ini memang tidak menggunakan nama Abraham , karena ini adalah usaha dari papa aku sendiri . Bukan dari usaha keluarga, jadi hotel ini tidak akan bisa tersentuh oleh keluarga Abraham lainnya. " ujar Arion yang menjelaskan asal usul hotel ini.


"Papamu luar biasa ya , karena itu Papaku sangat iri pada papamu sampai-sampai dia membencimu ." Kata Luna yang keceplosan .


"Maksud kamu apa ya ? papamu membenci papaku , atas dasar apa .? "


Kalau sudah begini maka Luna akan menceritakan apa yang membuat Papanya sangat membenci Arion . Akhirnya Luna menceritakan Semua yang dia tahu .

__ADS_1


Arion hanya mencebikkan bibirnya setelah mendengarkan apa yang diceritakan Luna .


"Papamu memang aneh sayang , hanya karena itu dia sampai akan kehilangan anaknya . Aku gemes sekali Jika mengingat ini . Bagaimana kalau aku hancurkan saja bisnis keluarga Anthony." kata Arion enteng .


"Ariooon ... jangan mulai deh . " kata Luna sambil bergerayut manja kepada suaminya itu .


"Habisnya papamu , membenci orang tidak tahu tempat saja . Dia baru tahu perusahaan Abraham yang diwariskan keluarganya kepada papaku . Tapi dia tidak tahu , seberapa keras papaku membangun usahanya sendiri dengan jerih payahnya sendiri dan tanpa bantuan keluarga Abraham " kata Arion dengan nada mengejek .


"Apakah papamu memiliki usaha lain selain Abraham ?" tanya Luna penasaran.


"Tentu saja , papa adalah orang hebat . Dia masih memiliki usaha lain di luar Abraham salah satunya adalah hotel ini . Dan semuanya itu , diwariskan kepada suamimu yang tampan ini . Jadi beruntungnya kamu , mendapatkan suami yang tampan dan mapan seperti ku ." kata Arion yang sudah mulai keluar , sifat narsisnya .


"Dan semua kekayaanku nanti , akan kuberikan kepada anak-anakku. Maksudku anak-anak kita ." kata Arion yang meralat ucapannya Karena dia sudah melihat tanduk yang keluar dari kepala Luna .


Dan beruntungnya sebelum Luna menjawab ucapan Arion , terdengar bel kamar tempat mereka menginap berbunyi . Arion segera berjalan mendekati pintu dan melihat siapa yang membunyikan bel di kamarnya .


"Maaf, pesanan atas nama Nona Luna . " Ucap pelayan tadi , yang sedikit terpesona saat melihat ketampanan Arion waktu membukakan pintu untuknya.


Pelayan tadi masuk , dan melihat ada seorang wanita cantik yang duduk di sofa , sambil


Setelah melihat , pria tampan itu mencium seorang wanita di hadapannya . Pelayan itu segera undur diri dari kamar mereka . Setelah pelayanan pergi , Luna mengumpat kata-kata kasar kepada pelayan itu , walau dia tidak mendengarnya .


"Dasar bibit pelakor , apa tidak ada pria lain di luar sana untuk digoda ya ? Kenapa harus menggoda suamiku , sampai-sampai membuka dadanya seperti itu padahal itu tidak ada bandingannya Jika dengan milikku . Benar kan sayang ?" Tanya Luna yang ingin mendapatkan pembenaran atas spekulasinya .


"Iya punyamu memang besar dan itu sangat asik dibuat mainan . Nanti malam kita main lagi ya ?" pinta Arion sambil menggoda Luna.


"Arion sudah deh jangan bicara main lagi , Sekarang waktunya kita sarapan aku sudah lapar . " Rengek Luna yang sudah tidak memperhatikan suaminya , dia langsung membuka semua makanan .


"Pelan-pelan Sayang jika kamu menyukainya Makanlah semua aku tidak usah . "


"Apaan sih aku yang suruh habisin , Ayo kita habisin bersama ini makanan terlalu banyak loh ." kata Luna sedikit cemberut.


Akhirnya Arion mengikuti permintaan Luna untuk sarapan pagi ini . Mereka makan bersama dan menyelesaikannya dengan cepat .

__ADS_1


Setelah sarapan , Arion dan Luna segera mengabari teman-temannya kalau mereka harus menunggu , di bandara saja dan mereka akan bertemu di sana .


Sebelum berangkat ke bandara , Arion masih sempat-sempatnya menikmati tubuh Luna , yang kini sudah polos lagi . Entahlah mereka akan terlambat atau tidak Sampai di bandara . Arion tidak peduli Karena itu adalah pesawat pribadinya sendiri . Biarkan saja mereka menunggu di terminal keberangkatan sampai Arion , menyelesaikan tugas sucinya hari ini .


Tepat pukul 11.00 siang Arion dan Luna keluar dari kamar dan menuju bandara , tempat di mana teman-temannya sudah berkumpul di sana . Mereka sejak tadi menggerutu karena yang punya hajat tidak segera datang . Padahal pesawat yang akan mereka tumpangi sudah lepas landas menuju Bali ,


Sedangkan mereka (teman-teman Arion ) sudah menunggu Arion sejak satu jam lalu. Mereka semua mengumpati Arion , yang pasti sedang bercinta dengan istrinya.


Dan akhirnya yang ditunggu pun datang juga . Sepasang suami istri yang saling bergandengan mesra , mendekati rombongan sahabatnya .


"Cih, benar-benar sahabat yang tidak ada akhlak lo berdua, ngebiarin kita nunggu di sini hampir satu jam. " Leo yang sudah tidak tahan lagi untuk mengumpati Arion dan Luna.


"Kan gue bilang jam 12.00 , Kenapa kalian datang jam 10.00 . Ya wajarlah kalau kalian nunggu lama . Sedangkan kami masih harus berkeringat di jam segitu. " kata ArioArion santai.


"Eh, mulut lu ya Arion di jaga, mentang-mentang pengantin baru. Lo asal jeplak aja Kasihan kita yang jomblo. " kata Kevin yang juga kesal dengan ucapan Arion.


"Kita naik apa ini barusan pesawat tujuan Bali udah berangkat. Apa lo ngajak kita naik travel? " cicit kevin lagi.


"Lo aja yang naik travel gue mah, ogah. Naik pesawat bisnis aja gue ogah apalagi kelas ekonomi, seperti yang kata lo berangkat barusan. "


"Tuh... tuh... sombongnya udah muncul lagi. Ini nih yang nggak gue suka dari lo Arion. Penyakit sombong lu, nggak ketulungan. " kata Kevin lagi yang selalu mendebat ucapan Arion.


Sebelum Arion menjawab Kevin dua awak kapten pilot dan dua orang pramugari, menghampiri Arion. Mereka menggunakan bahasa Jerman untuk berbicara dengan Arion.


"Tuan pesawatnya sudah siap. Mari kita berangkat. " kata pilot utama.


Arion mengangguk dan membalas ucapannya.


"Baiklah mari kita berangkat. "


Teman-teman Arion hanya bisa melongo mendengarkan Arion yang berbicara bahasa Asing dengan seorang pilot.


"Ayo, ikuti gue. " kata Arion kepada semua sahabatnya,dia lalu merangkul pundak Luna sambil menggeret koper mereka berdua. Disana juga ada Lucas yang ikut dalam rombongan liburan. Formasi lengkap seperti saat di puncak. Hanya Dinda yang tidak ikut. Karena dia harus ikut dengan Jack ke suatu tempat.

__ADS_1


Mereka semua tercengang saat masuk ke dalam sebuah pesawat pribadi milik Arion.


"Selamat datang di dalam pesawat pribadi ku. semoga kalian menikmatinya. " kata Arion dengan bangga. Ternyata kesombongannya bukanlah isapan jempol belaka.


__ADS_2