ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Berkunjung ke Kantor


__ADS_3

Setelah mengetahui kalau anak-anak mereka berjenis kelamin laki-laki , baik Arion maupun Luna sedikit demi sedikit mulai mempersiapkan barang kebutuhan anak-anak mereka. Mulai dari box bayi , stroller ganda mendekorasi ulang kamar yang sudah tersedia di lantai atas , dan akan menjadi kamar anak-anak mereka nanti . Untuk pembelian pakaian bayi , Mama Eliza menyarankan untuk membelinya saat usia bayi menginjak 7 bulan . Karena kata orang dulu , pamali kalau membeli pakaian bayi saat usia kandungan masih rentan.


Arion ingin merencanakan baby Moon dengan Luna , tapi ternyata Luna tidak mau karena alasan terlalu melelahkan untuk berjalan jauh . Padahal area sudah menyediakan kursi roda untuknya . Tapi tetap saja Luna tidak mau , karena itu sangat merepotkan baginya . Akhirnya Arion menyerah , dan tidak menawarkan lagi acara baby Moon kepada istrinya . Jika dipikir-pikir , memang sangat menyusahkan kalau harus melakukan baby moon dengan perut yang sangat besar .


Arion tidak pernah membicarakan acara baby Moon lagi kepada Luna , karena dia juga sangat sibuk akhir-akhir ini . Berangkat pagi dan pulang malam , dia lakukan selama satu minggu terakhir . Hingga terkadang membuat Luna bosan sendirian di rumah . Tiap malam ketika Arion tiba , Luna Sudah terlelap dalam mimpinya . Mereka jarang sekali melakukan hubungan suami istri , walaupun dokter sudah mengizinkan mereka untuk berhubungan . Tapi kesibukan Arion , yang membuat hubungan itu tidak pernah terjadi .


Siang ini Luna berinisiatif untuk menemui suaminya di kantor . Karena dia sudah tidak tahan lagi , jika terus diacuhkan oleh Arion . Karena mereka jarang sekali ngobrol bersama. Jika Arion tidak bisa menemaninya di rumah , maka dia yang akan menemaninya di kantor . Itulah jalan yang akan diambil Luna , agar hubungan mereka tetap terjaga dan harmonisharmonis.


Dengan langkah anggunnya , dan perut besarnya Luna masuk ke dalam perusahaan Arion . Semua orang yang sudah tahu kalau Luna adalah nyonya Abraham segera membungkukkan badan mereka ketika berpapasan dengannya . Luna langsung masuk , ke dalam lift khusus petinggi perusahaan dan menuju ke lantai paling atas di mana Arion berada . Luna tidak menghubungi Arion terlebih dahulu karena dia ingin memberikan kejutan untuk Arion . Marco yang sedang berjaga di depan ruangan Arion , merasa terkejut karena Luna sudah berada di depannya.


"Marco apa Arion ada di dalam ?" Tanya Luna kepada asisten yang juga menjabat asisten Arion .


"Ada nyonya , sepertinya Tuan Arion sedang sibuk menandatangani berkas-berkas di dalam ." jawab Marco apa adanya


"Baiklah kalau begitu , aku akan masuk . "


Tanpa mengetuk pintu , Luna langsung masuk ke dalam ruangan Arion . Dan benar saja apa yang dikatakan Marco , suaminya itu sedang berkutat dengan berkas-berkas yang ada di atas mejanya . Hingga dia tidak menyadari kalau seseorang sudah masuk ke dalam ruangannya .


Luna berjalan pelan ,mendekati Arion yang masih fokus dengan berkas-berkas dan pena yang ia mainkan di atasnya . Perlahan Luna melingkarkan tangannya di leher Arion dan itu sontak saja membuat area terkejut . Namun saat mencium aroma yang sangat dia kenal , tubuh Arion yang tegang menjadi tenang .


"Kapan kamu datang sayang ? Kenapa tidak memberitahuku ?" Tanya Arion yang masih mencium aroma wangi tubuh Luna .


"Bagaimana aku bisa memberitahumu , kalau kamu sangat sibuk seperti ini . Bahkan akhir-akhir ini kita jarang berkumpul bersama . Aku sangat merindukanmu Arion ." Kata Luna yang berbisik di telinga Arion dan menggigit kecil telinganya.


Melihat Luna yang seperti ini , sepertinya Arion tahu apa yang diinginkan Luna .


"Apa kamu menginginkannya ? " Tanya Arion dengan kekeringan genit di matanya .


"Menginginkan apa ? " Tanya Luna balik , seolah tak mengerti maksud suami .


"Aku kemari hanya karena merindukanmu sayang . Karena sudah beberapa hari ini kita Jarang bertemu dan, hanya di pagi hari saat sarapan saja tetap berkomunikasi ."


"Maafkan aku, Luna sayang . Bukan maksudku untuk mengacuhkanmu , tapi kamu lihat sendiri bagaimana pekerjaanku di sini ."

__ADS_1


"Iya aku mengerti , dan aku percaya karena sudah melihatnya sendiri ."


"Jadi apa kamu tadi tidak percaya kalau aku sedang sibuk di kantor ." Kata Arion dengan sedikit kesal .


Melihat suaminya yang besar karena merasa dicurigai ,Luna hanya tersenyum .


"Coba bayangkan ini , suamiku adalah seorang pengusaha terkenal , CEO muda dan berbakat , dengan wajah tampan dan rupawan . Siapa yang tidak akan tertarik dengan suamiku . Dan itu menjadi kecemasan tersendiri bagiku , karena jika melihat diriku sendiri di kaca aku jadi minder dan tidak percaya diri dengan bentuk tubuhku sekarang. Karena perut bulat dan bentuk tubuh yang tidak seksi lagi , membuatku tidak percaya diri jika bersanding denganmu . Dan aku takut kalau kamu akan berpaling dariku karena bentuk tubuhku yang sudah tidak menarik lagi . " Kata Luna yang mengungkapkan isi hatinya selama ini .


Mendengar hal itu membuat Arion merasa bersalah , dia Lalu beranjak dari duduknya dan memeluk sang istri yang sedang memunggunginya dan menatap lurus kedepan.


"Maafkan aku sayang , Aku tidak akan pernah berpaling darimu . Bentuk tubuhmu yang seperti ini , itu karena perbuatanku . Dan bayi yang ada di dalam perut ini adalah bayiku . Jadi Mana mungkin aku akan Berpaling Darimu , sedangkan yang membuatmu seperti ini adalah diriku sendiri . Dan perjuangan cinta kita itu tidak mudah , karena harus bertaruh nyawa untuk mendapatkan restu dari ayahmu ." Kata Arion yang mengungkapkan Semua fakta tentang dirinya


"Aku di perusahaan ini , hanya sedang sibuk mengerjakan beberapa proyek yang akan dikerjakan bulan depan . Lagi pula ada Marco yang mengawasiku jadi kamu tidak perlu khawatir . Perintahkan saja pada Marco , kalau aku berbuat macam-macam jangan sungkan untuk memukulku ." kata Arion.


Mendengar semua ucapan Arion Luna langsung berbalik dan berhadapan dengan suaminya itu .Mereka Langsung berpelukan menumpahkan segala rasa yang beberapa hari ini mengganjal di hati masing-masing .


"Yuk."


"Kemana? "


Melihat itu membuta Luna melotot tak percaya . ternyata kemesuman suaminya itu semakin bertambah.


"Tapi aku punya satu syarat. "


"Apa? "


"Aku mau melakukan maternity shoot di sini. Di kantor suamiku. "


Mendengarkan itu membuat mata Arion membulat. Dan menelan salivanya dengan kasar.


"Kapan? "


"Setelah kita bermain. "

__ADS_1


"Apa? "


"Kalau tidak mau, aku akan pulang sekarang. "


Mendengar Luna yang akan pulang , membuat Arion tidak terima dan dia langsung menarik lengan Luna untuk mendekat kepadanya .


"Jangan pergi ke mana-mana sayang , Aku akan mengabulkan permintaanmu ." ujar Arion.


Mendengar hal itu Luna tersenyum lebar .


"Baiklah , aku beri kamu dua ronde siang ini . kata Luna dengan menunjukkan Dua Jari tangannya kepada Arion ."


"Dan Mendengar hal itu , membuat Arion ikut tersenyum lebar . Dia sangat bahagia , Karena rasa Rindunya kepada Luna akan terobati siang ini , walaupun dia harus melakukan apa yang istrinya mau ."


Sebelum melakukan olah raga siang ini , Arion segera menghubungi Mona . Untuk mencarikan fotografer yang akan mengambil Potret maternity yang akan mereka lakukan di dalam kantornya . Karena ini adalah keinginan nyonya besar ,dan tidak mau dibantah .


"Temanya apa Tuan. " tanya Mona kepada Arion.


"Kalau pengambilan fotonya di kantor , otomatis temanya orang kantoran . Terserah nanti dia yang mengaturnya . " kata Arion cuek.


"Baiklah Tuan , kapan Anda dan nona akan mengambil pemotretan? "


"Siang ini , setelah kami bermain dua ronde . Karena itu syarat untukku mendapatkan jatahku." Kata Arion yang berkata jujur kepada Mona .


Mendengar ucapan Arionn yang blak-blakan , membuat Mona tersedak , dan dia tidak bisa menghentikan batuknya .


"Sudah lakukan saja perintahku, cari fotografer profesional yang bisa melakukan pemotretan siang ini ."


"Baiklah Tuhan , akan saya kerjakan ."


Panggilan pun terputus . Dan Arion segera menarik tangan Luna , untuk dibawanya ke sebuah ruangan pribadi miliknya .


Melihat ruangan pribadi milik Arion , membuat Luna tak percaya . Kalau di dalam ruangan kerja Arion ternyata ada ruangan istirahat yang sangat mewah .

__ADS_1


"Apa kita akan melakukannya di sini sayang ?"


__ADS_2