
Arion menutup kamar Dinda dengan perlahan ,karena dia tidak ingin mengganggu dua orang yang sangat ia cintai saat ini sedang mengungkapkan perasaan mereka masing-masing .
Arionn Kembali ke tempat teman-temannya berada , tadi dia tanpa sengaja melihat Luna yang keluar dari kamarnya dan bertemu Dinda lalu Dinda mengajaknya masuk ke dalam kamarnya . Ternyata di sana ia melihat keduanya sedang saling curhat .
"Dari mana aja lo," Tanya Leo yang melihat Arion duduk di sampingnya.
"Dari lihat adik gue , tadi gue pikir dia mau turun . Ternyata dia lagi ngobrol sama Luna ."
"Oh , hubungan lo sama Luna gimana. " Tanya Leo lagi ,dia seperti seorang polisi yang mengintrogasi para tersangka .
"Hubungan gue sama Luna jauh lebih baik sekarang , gue akan berjuang untuk dapetin dia .Apapun Yang Terjadi . Gue nggak akan ngelepasin dia lagi. " Kata Arion tanpa tahu kebingungan di wajah Leo .
"Emangnya lo sama Luna kenapa , dari dulu lo sama Luna kan baik-baik aja. " kata Leo dengam kebingungan diwajahnya.
"Ada sesuatu yang gak pernah lo tahu atau orang lain tau. " ujar Ario.
"Apapun masalahnya ,gue akan tetap dukung elu Arion . Gue tahu perasaan lo sama Luna dari dulu . Cinta lo tulus sama Luna .Gue yakin Luna akan bahagia bersama dengan lo ." Leo memberikan doa tulusnya kepada hubungan Arion dan Luna.
"Makasih doanya , lo emang paling ngerti gue dari dulu ." ucap Arion kepada sahabatnya itu.
"karena gue sahabat kalian berdua , jadi gue berharap kedua sahabat gue bisa hidup bahagia ."
"Thanks ya bro . "
"Oh ya, Apakah kalian sudah berkenalan dengan ketiga temanku ini ." Tanya Arion kepada para sahabatnya.
"Udah tadi , yang ganteng itu Ray. Yang badannya berotot itu Marco , dan yang pria cantik itu namanya Mona ." Sebuah celetukan dari Kevin yang jahil dari dulu membuat semua orang tertawa .
"Ya betul , mereka bertiga adalah asistenku ." Kata Arion memperkenalkan ketiga asistennya kepada para sahabatnya.
"Oh jadi ini yang dimaksud Luna , kalau Arion ke mana-mana dikawal sama tiga asistennya . Hebat banget lu bro . " Celetuk Kevin lagi .
Yah Beginilah kalau sudah jadi bos besar ,ke mana-mana harus dikawal . Sikap sombong Arion dan narsisnya mulai muncul lagi
"Gue kira sikap lo yang sombong dan narsis sudah hilang , ternyata masih ada aja . " Celetukan dari Roy membuat semua orang tertawa
"Iya dah Bawaan dari orok kali . " Balas Arion
Mereka terus berbicara untuk melepaskan Rindu dan menceritakan apapun yang mereka alami selama ini Di mana mereka kuliah Di mana mereka bekerja semuanya mereka ceritakan saat itu .
"Ada satu teman kita yang nggak beruntung bro. " kata Leo.
"Siapa ." tanya Arion
__ADS_1
"Bayu , sejak Ayahnya meninggal ,dan dia sekarang tinggal berdua dengan ibunya . Dialah yang menjadi tulang punggung keluarga saat ini . Kasihan dia . Nggak bisa nerusin kuliah ,dan harus kerja banting tulang untuk kelangsungan hidupnya dan ibunya ." Leo menceritakan kepada Arion tentang sahabatnya Bayu .
"Lu tahu alamat Bayu , kapan-kapan kita ke sana . Gue bakal nguliahin dia dan ngasih dia kerjaan ."
"Beneran Arion , Lo serius kan ." tanya Roiy tak percaya.
"Sejak kapan gue bohong , gue kan sekarang banyak uang . Jadi gue bisa bantu orang yang butuh bantuan gue .. " sombong Arion.
"Nah ini yang gue demen dari lo , punya banyak uang tapi nggak lupa sama teman sendiri . Perlu di contoh nih . Bener nggak guys . " celetuk Kevin.
Dan diangguki semua orang yang ada disana.
"Kesombongan yang berfaedah. " ujar Leo.
"Btw, sekolahin gue juga dong Arion. kasian mak bapak gue kerja banting tulang buat nyekolahin gue. " kata Kevin lagi dengan wajah yang memelas.
"Kalau itu mah mau lu Kevin , emang udah tugas emak bapak lo buat sekolahin lo , jangan nyusahin orang lo bisanya . " sebuah celetukan dari Roy yang buat Kevin mati kutu .
Dan disambut gelak tawa dari semua orang.
Tak terasa siang berganti senja, dan senja berganti malam. Akhirnya acara makan mereka dimulai. Para ladies yang sudah menyiapkan semua bahan untuk acara barbeque pun sudah siap. Sedangkan para laki-laki, mereka menyiapkan tempat pembakaran.
"Wah sepertinya bakal seru ini. " ujar Dara yang merasa sangat senang. Karena dia tidak pernah melakukan hal ini bersama teman-teman nya.
"Lo perhatiin nggak dari tadi ,Luna nempel terus sama Arion . Kayaknya dia benar-benar bucin sama Arion . Padahal dulu dengar nama Arion aja dia kayak anti banget ." cibir Dara kepada Luna dan Arion yang sedang santai berdua di kursi ayunan. sedangkan yang lain disuruh kerja.
"Itulah kenapa kita tidak boleh terlalu membenci seseorang , Karena rasa benci itu akan berbalik menjadi cinta . Ingatlah Tuhan itu Maha membolak-balikkan hati . Jangan sampai hati lo dipatok ayam. "kata Maya dengan kalimat yang tidak bermakna di belakangnya .
"Ngomong apa sih lu May gak jelas banget ."
Maya membalas celetukan dara dengan tertawa terbahak-bahak karena dia tahu Dara pasti kesal mendengarnya .
"Woi jangan pacaran mulu , Bantuin kita napa . " teriak Dara kepada Luna .
Mendengar teriakan Dara , Luna lalu minta izin kepada Arion untuk menemui kedua sahabatnya itu .
"Apaan sih ganggu orang pacaran aja lu , kayak yang nggak pernah pacaran aja ." ketus Luna , tapi dia juga akhirnya membantu teman-temannya untuk bersiap .
Setelah beberapa waktu berlalu , akhirnya makanan yang mereka siapkan pun sudah siap untuk disantap . Mereka semua menikmati malam ini bersama , mengulang masa-masa kebersamaan mereka saat di SMA . Mereka terlihat sangat bahagia karena bisa berkumpul dengan para sahabatnya , terutama Arion si pemilik acara . Karena sudah tiga tahun mereka tidak berkumpul bersama.
Setelah acara makan-makan selesai, mereka lanjutkan dengan acara nyanyi bersama dengan Sam dan Lucas yang memainkan gitar. dan yang lainnya bernyanyi bersama. Setelah puas bernyanyi, mereka lalu saling bercerita satu sama lain tentang keseharian mereka selama ini. Namun tidak dengan Arion. dia tetap diam dengan segala rahasianya selama tiga tahun menghilang. Begitu juga dengan ketiga Asistennya yang tidak mengatakan dari mana mereka berasal. Karena wajah mereka bukan wajah indo, sama seperti Arion.
"Kalian berempat nggak asik." celetuk Kevin yang kesal karena Arion tidak mau cerita apa yang terjadi padanya selama tiga tahun terakhir.
__ADS_1
"Maaf teman-teman. bukannya kami tidak mau cerita. Tapi kami punya privasi yang harus di jaga." ujar Arion yang menyadari kekecewaan di wajah semua orang termasuk Luna.
"Ya, udah. Bener kata Arion. Mereka punya privasi yang harus di jaga. dan nggak boleh siapapun tahu. " Lagi-lagi Leo lah yang memisahkan perdebatan mereka.
"Bagaimana kalau kita main truth or dare saja. " ajak Leo kepada semuanya.
"Nah itu lebih baik. " usul Leo di setujui oleh Luna.
"Buat cowok Yang memilih dare hukumannya adalah menggendong salah satu wanita yang ada di sini , dari ujung sana ke ujung sana . " Leo menunjukkan panjang rute yang harus mereka tempuh untuk melakukan dare.
"yang perempuan kalau kalian milih dare, kalian harus mencium salah satu dari para pria disini. " gimana, usul Leo dengan menarik turunkan alisnya.
"Ide bagus, gue juga pengen di cium sama cewek. Belum pernah ngerasain di cium cewek gue. " cicit Kevin dengan tidak tau malunya.
"Lagian siapa yang mau nyium lo Kevin. " tantang Maya . " Gue mah ogah , mending gue cium 3 orang tampan di situ para asistennya Arion tuh ganteng-ganteng." kata Maya lagi tanpa melihat ekspresi Kevin dengan wajah cemberutnya .
"Lu nggak tahu aja kalau salah satu dari mereka itu melambai , " bisik Dara.
"Nggak papa melambai yang penting ganteng hahaha ..." kata Maya dengan tawa garingnya.
"Ya udah kalau gitu Ayo kita mulai . " Leo lalu mengambil botol minuman lalu diputar di tengah-tengah mereka . Botol itu mengarah ke pada Lucas
"Truth or Dare "
"Truth aja lah , gue males angkat yang berat-berat." kata Lukas tanpa memperhatika sorot mata tajam para wanit yang ada disana.
"Gue mau tanya sama lo. "Arion yang berbicara.
" Kapan terakhir kali Luna menangis ? "
"Tiga hari lalu , saat dia tahu sebuah kebenaran tentang lo. Dan dia bilang sesuatu ya nggak masuk akal ." Kata Lucas dengan menatap tajam kepada Luna.
Luna yang ditatap Lucas hanya bisa menunduk.
"Tentang apa, "
" Kisah Romeo dan Juliet. " jawab Lucas singkat.
Mendengar itu, Arion menatap Luna dengan tajam. Karen dia tau apa artinya itu.
Semua orang yang ada di sana menatap tak mengerti dengan apa yang mereka berdua katakan. Apalagi saat melihat sorot mata Arion yang berubah tajam dan marah kepada Luna.
"Ayo ikut Aku. "
__ADS_1