ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Pertemuan (2)


__ADS_3

"Luna...."


"Arion.... "


Mereka memanggil satu sama lain. Rasa rindu yang semakin membuncah kini tak dapat Arion bendung lagi. Arion langsung memeluk Luna dengan erat, dan Luna membalas pelukan Arion dengan erat pula. Seolah mereka tidak ingin melepaskan satu sama lain.


"Gue kangen sama lo, Luna. " ucap Arion memeluk Luna menciumi puncak kepala Luna.


"Gue juga kangen banget sama lo, Arion. Kemana aja lo selama ini... Gue nunggu lo tiap hari berharap lo akan datang dan meluk gue kayak gini." tangis Luna pecah di dalam pelukan Arion.


Mereka berdua masih saling berpelukan untuk melepaskan segala rasa yang bergemuruh di dalam dada. Entah berapa lama mereka saling berpelukan, sampai isak tangis Luna tidak terdengar lagi. Itu pertanda Luna sudah mulai tenang, dan Arion mulai merenggangkan pelukannya. Dilihatnya wajah cantik Luna yang sembab setelah banyak menangis.


"Jangan menangis lagi yah... aku akan ada disini bersamamu. " ucap Arion sambil mengusap wajah Luna.


"Janji, aku tidak akan pergi. Dan aku juga berjanji akan memperjuangkanmu dan hubungan kita. " Janji Arion kepada Luna.


"Janji.. "


"Janji... "


Mereka lalu melakukan janji jari kelingking dan menyatukan jempol mereka. Dan tersenyum bersama.


Wajah Arion mendekat ke wajah Luna, semakin dekat dan mengikis jarak antara mereka berdua, hingga bibir keduanya menyatu. Arion mencium Luna dengan segala rindu yang ia rasakan. Begitu juga Luna yang membalas ciuman dari Arion. Rasa itu tetap sama. Rasa manis yang mereka rasakan bersama. Ciuman yang awalnya hanya untuk melepaskan rasa rindu berubah menjadi ciuman yang penuh nafsu. Tanpa bisa mereka hentikan satu sama lain. Hingga suara itu sedikit terdengar di telinga Arion yang menyadarkan perbuatannya, pada Luna yang hampir uncontrol.


Arion lalu melepaskan tautan bibir mereka. "


"Maafkan aku Lun... "


Luna tidak menjawab, tapi dia langsung memeluk Arion.


"Jangan tinggalin gue lagi, Arion. Gue nggak bisa hidup tanpa lo. Gue sayang sama lo. Gue cinta sama lo. Gue bisa gila kalau lo nggak ada di samping gue. " kata Luna yang menangis lagi dalam pelukan Arion.


Mendengar itu, membuat Arion meringis sakit. Dia tidak menyangka kalau Luna sangat mencintai dirinya. Benar-benar tidak menyangka.


" Akue akan berjuang, untuk dapetin kamu, Luna. "


"Lo nggak perlu berjuang Arion. Karena sekarang gue sendiri, gue nggak punya cowok. Kita sama-sama sendiri, dan kita bisa menjalani ini tanpa halangan siapapun. " ujar Luna yang tidak mengerti arti ucapan Arion.

__ADS_1


Mendengar itu, Arion hanya tersenyum. Dia tau, Luna sudah putus dengan Alex kemarin. Yang menjadi masalah nya hanya satu, yaitu restu dari Ghavin papa Luna yang sangat menentangnya.


Arion lalu melepaskan pelukan Luna, dan sedikit membungkuk untuk mensejajarkan dirinya dengan Luna. "Aku akan tetap berjuang untukmu, Lun. Aku juga nggak bisa lepasin kamu lagi. Aku udah capek ngejauhin kamu selama ini. Sekarang saatnya aku berjuang untuk dapetin kamu, dan menjadikanmu milikku seutuhnya. "


"Maksud lo... "


Arion mencubit hidung Luna yang bangir itu. sambil tersenyum.


"Hilangkan kata lo gue saat kita bersama. "


Luna tertunduk malu lalu mengangguk.


"Sekarang yang ada adalah, Aku dan kamu. Okey. "


Lagi, Luna mengangguk.


Melihat gadisnya yang menurut membuat Arion gemas sendiri, dan dia kembali memeluk Luna. Entah berapa kali mereka berpelukan melepaskan dan berpelukan lagi. Rasanya tak bosan dan kurang, serasa waktu tak cukup untuk mereka melepaskan rindu hari ini.


"Sudah sore, kamu nggak pulang?" tanya Arion kepada Lunaa yang masih bermanja dipelukannya.


Luna hanya menggeleng.


"Kita pasti ketemu lagi ingat pesan yang aku tulis buat kamu tadi pagi? "


Luna mengangguk.


"Dua hari lagi... kita akan bertemu dua hari lagi. Okey. Aku masih ada pekerjaan harus segera aku selesaikan. "


"Tapi... "


"Kamu tau kan siapa aku sekarang Lun? Aku harus menyelesaikan satu persatu masalah yang menghantuiku selama ini. Setelah itu, aku akan datang kepadamu. "


Luna terdiam. Mungkin benar, selama ini Arion. memiliki masalah yang cukup berat sehingga membuatnya menghilang selama beberapa tahun. Dan kembalinya dia adalah untuk menyelesaikan masalahnya. Apa yang bisa Luna lakukan saat ini hanya mendukung nya saja. Karena dia tidak tau masalah apa yang sedang Arion hadapi.


"Meskipun masalahmu belum selesai kamu janji akan menemui ku kan? dua hari lagi di taman kota. Aku akan menunggumu. "


"Tentu saja, karena itu akan menjadi kencan pertama kita. "

__ADS_1


"Benarkah? "


Arion mengangguk. "Sekarang kita pulang dulu, ini sudah sore orang tuamu pasti mengkhawatirkan mu. "


"Kita pulang bersama ya... "


Arion mengangguk. Lalu mereka berjalan bersama saling bergandengan tangan menuruni anak tangga hingga sampai di halaman sekolah yang sudah sepi. Arion tidak memperdulikan adanya Marco yang terus mengikuti mereka dari belakang. Mensaji saksi pertemuan dua anak manusia itu


Mereka berdua sudah berada di samping mobil masing-masing. Terasa berat rasanya harus berpisah seperti ini.


"Arion, aku boleh minta nomor ponselmu? " pinta Luna kepada Arion.


"Tentu saja. " Mereka berdua saling bertukar nomor ponsel agar bisa berkomunikasi lagi.


"Aku akan menelponmu nanti malam. " ujar Luna.


"Aku tunggu, tapi di atas jam sembilan ya? "


Luna mengangguk.


"Arion... " panggil Luna lagi saat Arion akan masuk ke dalam mobilnya.


"Apa? "


"Satu kali foto bareng. " pintanya.


Arion mendesah kasar saat mendengar permintaan dari Luna. Wanita memang banyak maunya


Arion lalu merebut ponsel Luna dan membuka kamera di ponsel nya. Beberapa pose Arion ambil mulai dari wajah cool, konyol, Arion yang tiba-tiba mencium Luna di pipi bahkan saat mereka berciuman bibir Arion ambil semua posenya.


Sebuah pemandangan yang membuat Marco menelan Salivanya kasar. Tidak menyangka tuan mudanya itu bisa segila itu dengan wanita ini. Karena selama yang ia tau saat di Jerman, banyak wanita yang mendekati nya, tapi tidak satupun yang membuat nya tertarik. Apakah wanita ini yang akan diperjuangkan oleh tuan mudanya. yang sering dia katakan kepada ketiga sahabatnya itu.


"Nih udah banyak, nanti kirim ke ponselku. Aku harus pulang, Karena aku harus melakukan sesuatu. " Arion mengembalikan ponsel Luna setelah mengambil puluhan foto dirinya dan Luna bersama.


Luna hanya mengangguk dan menunduk karena malu dengan perbuatan Arion yang diluar ekspektasinya. Apalagi ada Marco yang melihat apa yang dilakukan Arion tadi.


"Pulanglah." Arion mengecup pipi dan Bibir Luna sekilas lalu ia masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


Lagi-lagi Luna tercengang dengan apa yang dilakukan Arion. Tapi dia segera sadar dan masuk ke dalam mobilnya, dan segera menjalankan mobil mereka ke dua arah yang berbeda.


Baik hati Arion maupun hati Luna saat ini sungguh tidak dapat di gambarkan lagi, seperti apa bahagianya. Pertemuan yang sangat menyenangkan setelah perpisahan yang menyakitkan.


__ADS_2