
Arion telah sampai dipanti tempatnya tinggal selama ini. Tidak ada yang tau, dia tinggal disana. Karena Arion telah mengecoh mereka semua, baik teman-teman nya ataupun keluargaanya.
Keluarga? pantaskah mereka disebut sebagai keluarga?
Yang pasti saat ini keluarga yang Arion miliki hanya Dinda, adik satu-satunya.
"Dinda, ini kamarmu, kakak sudah menyiapkan semua yang terbaik untuk kamu. " Arion. Menunjukkan kamar yang akan ditempati Dinda selama di panti.
Dinda masuk kedalam kamarnya dan melihat-lihat. "Lumayan kak, aku suka. " kata dinda dengan ceria.
Saat dia melihat lemari ternyata masih belum ada baju disana. "Kak bajuku mana? " tanya dinda dengan manja kepada kakaknya.
"Nanti ada yang ngirim, sayang. Mungkin masih di perjalanan. " Arion duduk di pinggiran ranjang Dinda dan menyuruhnya duduk di sampingnya.
"Mulai sekarang kita tinggal disini dulu, sebelum kita pergi jauh. "
"Kemana kak? "
Arion tersenyum dan membelai pipi adiknya yang mulai berisi. "Nanti kamu akan tau. Kakak melakukan ini semua karena kakak sayang kamu, dan kakak akan selalu melindungi kamu. Hanya kamu keluarga kakak yang tersisa. "
Dinda lalu memeluk kakaknya itu dan menangis.
"Maafkan aku, kak. Selama ini sudah merepotkan kakak. Aku tidak bisa keluar dari dunia itu, dan terperangkap di dalamnya. "
Mendengar semua ucapan adiknya, membuat mata Arion terbelalak. Dia tidak tau kalau adiknya bisa mengatakan itu semua. Apakah adiknya sudah sembuh?
Arion melepaskan pelukannya dan menatap dalam kepada adiknya.
"Katakan pada kakak, apa saja yang terjadi di rumah kak Tania selama kakak tidak kesana. " tanya Arion penasaran.
"Kak Tania dan kak Luna mengajarkan ku banyak hal. Kata kak Luna, aku nggak boleh menyimpan rasa sakit sendirian. Aku harus bercerita kepada seseorang yang aku percaya. Menyimpan kenyataan, kesedihan dan kekecewaan itu ternyata sakit,kak. " tangis Dinda tidak bisa dibendung lagi.
"Maksud kamu apa Dinda? "
"Ayah, dibunuh sama tante Kinara, kak. " tangis Dinda semakin kencang.
Mendengar itu, sontak membuat Arion tak percaya. Kenapa tante yang selama ia sayangi dan menyayanginya melakukan hal itu kepada papanya.
"A... apa lagi yang kamu ingat Dinda. "
Dinda menggeleng dan menangis. Melihat itu, Arion langsung memeluk adiknya
"Sudah, tidak apa-apa. Jangan diingat lagi semua sudah berlalu. Tunggu kakak beranjak dewasa, kakak akan membalas perbuatan tante Kinara kepada keluarg kita. " Arion terus memeluk adiknya sampai dia merasa tenang.
Terasa Dinda mengangguk didalam pelukan Arion.
__ADS_1
"Kamu bisa istirahat sekarang. Kakak akan bicara dengan Jack. Apa kamu bisa kakak tinggal, Dinda." tanya Arion kepada adiknya itu.
Dinda mengangguk, "kakak jangan khawatir, aku akan tetap disini. "
Arion berdiri lalu membelai rambut adiknya dan memberi kecupan dipucuk kepalanya.
"Kakak pergi sebentar. Kamu bisa istirahat dulu sambil menunggu baju bajunya datang. "
Arion meninggalkan kamar Dinda, dan menyuruh beberapa orang untuk mengawasi kamar itu, bagaimanapun dia masih khawatir, dia takut dinda kabur atau histeris.
Arion menuju ruangan Jack karena ada yang harus dia katakan kepada Jack. Dan ini berhubungan dengan papanya.
"Selamat siang Jack. " sapa Arion saat dia sudah berada di hadapan Jack yang sedang sibuk dengan berkasnya.
"Oh, Arion kamu sudah datang. Apa Dinda sudah berada disini? " tanyanya basa basi.
"Kau tak perlu tanya, aku yakin kamu sudah tau Jack. " Arion mendengus dan memalingkan wajahnya.
Jack tertawa lebar mendengar kekesalan Arion.
"Baiklah, sekarang apa yang ingin kau katakan. " Wajah Jack kembali serius saat melihat wajah serius Arion.
" Pembunuh papa.... Dinda sudah mengatakan nya. "
"Tante Kinara, dialah yang Sudah membunuh papa. " kata Arion dengan mengetatkan wajahnya.
Mata Jack membola dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Kinara, wanita lembut itu. Mana mungkin.
"Dinda mengatakannya?"
Arion mengangguk.
Jack mengusap wajahnya dengan kasar.
"Sekarang aku tugaskan padamu, apa alasan tante Kinara membunuh papa. Dan tetap ikuti Mike. " kata Arion memberikan perintah.
"Baiklah, aku akan mengutus orang-orang ku untuk menyelidikinya. "
"Terimakasih, Jack. Aku pergi dulu. "
Setelah mengatakan semuanya, Arion segera keluar dari ruangan Jack. Dan Jack langsung mengumpulkan para anak buahnya untuk segera menemuinya. Ada tugas yang harus dia selesaikan bersama anak buahnya, dan ini harus benar-benar selesai.
Arion menuju kamar Dinda, dan dia melihat Dinda yang sedang tertidur pulas. Tak lama Ibu panti datang dan membawa pakaian yang sudah disiapkan Arion untuk Dinda. Pakaian yang layak, yang menunjukkan siapa dirinya. Tuan putri keluarga Abraham.
Pandangannya menyapu langit sore itu, dia mengingat sosok Luna yang telah berjasa besar untuk kesembuhan Dinda selama ini. Seharusnya Arion berterimakasih kepada Luna, tapi ia tidak punya keberanian sebesar itu untuk mengatakan terimakasih kepadanya, bahkan untuk bertemu pun, dia sudah tidak punya keberanian. Sebab Arion sadar, bila ia mengucapkan terimakasih dan bertemu dengan Luna maka hatinya pasti akan menolak untuk berjauhan.
__ADS_1
***********
Arion memutuskan untuk melakukan home schooling lagi selama kurang lebih tiga bulan, Dia tidak akan masuk sekolah selama itu. Karena dia ingin menghindari Luna dan teman-temannya. Berat rasanya jika harus berpisah dengan mereka. Karena selama ini mereka yang sudah menemani Arion.
Dia memutuskan mematikan ponselnya, dan tidak menghubungi siapapun selama tiga bulan terakhir hingga waktu kelulusan tiba. Bahkan jika gurunya ada perlu dengannya, maka, Yang dihubungi adalah Jack.
Arion dengan tekun melakukan semua proses ujian tanpa diketahui oleh teman-teman nya. Dia benar-benar lost kontak dengan para sahabatnya. Dan mungkin kini Para sahabat Arion sudah melupakan Arion saat ini.
Sedangkan Dinda, sekarang di sedang belajar membaca menulis dan berhitung. Semua pendidikan Dinda dilakukan mulai dari awal. Karena Dinda memang masih sangat kecil waktu itu saat mengalami semua hal buruk. Karena itu, dia meminta kepada ibu panti untuk Mengajarinya dengan telaten.
Hingga tiba saatnya, Arion harus melakukan ujian nasional bersama kakak tingkatnya.
Semua siswa kelas sepuluh dan sebelas diliburkan karena ada ujian untuk anak kelas dua belas.
Bel masuk berbunyi dan semua siswa kelas dua belas masuk ke kelas tempat ujian masing-masing. Setelah selesai berdoa, Guru melihat bangku masing-masing anak dan ternyata ada satu bantu kosong dipojokan. Guru penjaga itupun berjalan ke bangku siswa dan melihat siapa murid yang belum hadir.
"Arion Abraham. Apakah kalian tau dimana dia? " sontak semua murid ricuh setelah mendengar nama Arion disebut.
"Arion Abraham setau kami dia murid kelas sebelas bu, jadi nggak mungkin dia di sini."
"Iya, dia juga tidak pernah masuk sekolah selama beberapa bulan, jadi mana mungkin. " kata salah seorang siswa lagi meremehkan.
"Baiklah, saya akan membagi, ujian hari ini. "
Guru jaga tadi jadi teringat peringatan dari kepala sekolah sebelum bertugas, kalau ada satu murid istimewa dikelas dua belas IPA tiga. Jangan pernah macam-macam dengannya.
"Kalian cukup diam, dan bagikan soal ujian sesuai jumlah murid yang ada. Terutama kepada salah satu murid istimewa itu. " pesan kepala sekolah yang aman selalu diingat para guru jaga, dari sekolah berbeda itu.
Saat soal akan dibagi, tiba-tiba masuk sosok tinggi, dengan tubuh kekarnya dan berjalan bak seorang model yang memakai hodie dan masker. menuju tempat kosong tadi. Lalu membuka hodie dan maskernya, saat sudah duduk. Dia lalu mengacak rambutnya yang lepek.
Semua orang terbelalak tak percaya akan apa yang mereka lihat.
"Arion." ucap mereka serempak.
Arion yang dipanggil tak bergeming dengan wajah datarnya.
Guru jaga itupun terkesima dengan kedatangan satu murid terakhirnya. Lalu dia melanjutkan membagi soal ujian.
Waktu berjalan sudah empat puluh lima menit. Semua siswa yang melakukan ujia itupun masih fokus pada soal-soal mereka. Tapi suara dorongan kursi kebelakang, membuyarkan konsentrasi mereka.
Sosok Arion berdiri dan berjalan menuju kedepan kelas lalu mengumpulkan kertas ujiannya.
"Aku sudah selesai. " ucapnya, lalu melangkah keluar meninggalkan kelas, diikuti tatapan mata tak percaya oleh semua orang.
"Apa benar itu Arion? "
__ADS_1