ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Menemui Arion


__ADS_3

Hingga pagi menjelang Luna masih tidak sadarkan diri , dia masih betah bermimpi dalam tidurnya . Dan dokter yang memeriksanya tadi memastikan kalau Luna benar-benar mengalami koma, dan jika ingin Luna segera sadar mereka harus membawa seseorang yang membuat Luna seperti ini. Dan berharap dia bisa menarik Luna untuk kembali dsri alam bawah sadarnya.


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, Lucas sudah tidak tahan lagi melihat keadaan Luna yang seperti ini. Dia lalu bersiap untuk keluar.


Eliza yang melihat Lucas bersiap untuk pergi pun menanyakan kemana dia akan pergi.


"Kamu mau kemana, Lucas?


" Aku akan mencari Arion. Dia akan pergi hari ini. Jika Arion benar-benar pergi, aku tidak tau lagi apa yang akan menimpa Luna saat mengetahui Arion pergi. " Kata Lucas kepada mamanya.


"Leo, aku pinjam motormu"


"Aku ikut. " kata Leo yang sejak semalam ikut menjaga Luna di rumah sakit.


"Baiklah, ayo. " Lucas dan Leo pun segera keluar dari ruangan.


" Nak, Mama mohon bawa Arion kemari ,untuk menemui Luna ." Pinta Eliza kepada anaknya Lucas sebelum dia keluar dari ruangan


"Aku akan berusaha Ma , doakan yang terbaik ."


Di luar ruangan , Gavin yang masih termenung sendirian . Segera mendongak saat melihat Lucas yang keluar dari kamar rawat Luna .


"Bagaimana keadaan Luna ?" Tanya Gavin dengan cemas .


"Masih sama Pa , Luna masih tidak sadar dan dokter menyarankan kepada kami untuk membawa seseorang yang membuatnya seperti ini ." Jelas Lucas kepada papanya .


"Aku dan Leo akan pergi ke bandara untuk mencari Arion , seperti kata Arion kemarin. Hari ini dia akan pergi meninggalkan negara ini ,untuk menjauhi Luna seperti permintaan papa ."


Setelah mengatakan itu , Lucas segera meninggalkan Papanya yang kembali termenung .


Gavin kemudian beranjak dari duduknya , dan melangkah keluar meninggalkan rumah sakit . Tujuannya adalah Abraham Company , perusahaan milik Arion . Entah kenapa Gavin yakin kalau Arion berada di perusahaannya saat ini . Dia tidak peduli ucapan Lucas , kalau Arion akan pergi dari negara ini .


Dengan penampilan berantakan , dan pakaian yang masih sama seperti semalam yang berlumuran noda darah Luna yang sudah mengering , Gavin segera masuk ke dalam perusahaan Abraham untuk bertemu dengan Arion.


Tim keamanan perusahaan Abraham , langsung mencekal tangan Gavin . Yang ingin masuk ke dalam perusahaan . Dengan penampilan yang berantakan seperti itu , mereka tidak percaya Kalau di hadapannya adalah seorang pengusaha terkenal yang setara dengan Abraham .


"Izinkan aku masuk , aku harus bertemu dengan Arion . Katakan padanya aku harus bertemu dengannya , jika tidak anakku akan mati ." Teriak Gavin kepada petugas keamanan yang mencegahnya untuk masuk .


"Maaf Tuan Sebenarnya Anda ini siapa ? Kenapa ingin bertemu dengan Tuan kami ? "


Gavin yang angkuh mulai merendahkan egonya


"Tolong sampaikan pada Arion , kalau Gavin Papa Luna ingin bertemu . Jika tidak , Luna tidak akan selamat . Tolong sampaikan itu kepadanya , Aku tunggu di sini . "


Petugas keamanan itu saling melirik tak percaya , dengan apa yang dikatakan oleh orang di depan mereka .


Gavin yang menyadari itu pun , segera menunjukkan Pakaiannya yang berlumuran darah yang sudah mengering .


"Ini adalah darah anakku , semalam dia mencoba bunuh diri karena Arion akan pergi ". Kata Gavin pada akhirnya .


Petugas keamanan itu pun , segara menemui resepsionis untuk menyampaikan apa yang disampaikan orang yang berusaha masuk tadi .

__ADS_1


"Tanyakan kepada sekretaris tuan Arion ,atau asistennya . Kalau tuan Gavin, orang tua Nona Luna ingin bertemu dengan tuan Arion. "


Petugas resepsionis pun langsung menghubungi sekretaris Arion , dan mengatakan apa yang terjadi . Sekretaris Arionn yang mengerti pun , segera masuk ke ruangan CEO mereka .


"Maaf tuan , di bawah ada seseorang yang mengaku Tuan Gavin orang tua dari nona Luna . Dia ingin bertemu dengan anda . Apakah anda mau bertemu dengannya , atau tidak ? Lapor sekretaris itu .


Arion yang mendengar nama Gavin disebut mengernyitkan keningnya , karena tidak percaya Kalau pria angkuh itu Ingin Bertemu Dengannya . Tapi dia juga penasaran ,Apa maksud kedatangannya ke perusahaan untuk menemuinya .


"Antarkan dia ke ruanganku sekarang ." Ucap Arion , pada akhirnya.


Sekretaris itu pun keluar dan menyampaikan pesan Arion kepada resepsionis di lobi di bawah .


Resepsionis yang menerima pesan dari Sekretaris dari Arion , segera mengantarkan Gavin ke ruangan CEO mereka . Sesampainya di depan pintu ruangan , sekretaris Arion mengetuk pintu ruangan Arion sebelum diizinkan masuk ke dalam ruangan Arion.


"Masuk... "


Sekertaris Arion pun, segera membuka pintu ruangan dan mempersilahkan Gavin untuk masuk .


"Silakan tuan . "


Gavin masuk ke dalam ruangan Arion dengan langkah gontai .


Arion memicingkan matanya , saat melihat keadaan Gavin yang berantakan saat ini , Bahkan dia berpikir Kalau hari ini Gavin belum mandi .


"Ada apa anda ingin menemui saya tuan Gavin , " tanya Arion to the point .


Gavin lalu menjatuhkan tubuhnya di atas lantai , dengan posisi berlutut dihadapan Arion.


Arion yang melihat Papa dari orang yang dicintainya berlutut di hadapannya , langsung mengangkat tubuh Gavin agar berdiri


"Apa yang anda lakukan tuan , Tidak sepantasnya anda melakukan semua ini . Sebenarnya apa yang terjadi , Kenapa Anda bisa seperti ini ."


Tanya Arion yang sudah berhasil mengangkat tubuh Kevin untuk berdiri


"Kamu tahu noda apa ini ," kata Gavin sambil menunjukkan noda darah yang sudah mengering .


Arion memperhatikan baik-baik , Ada apa yang dimaksud Gavin .


"Itu seperti noda darah tuan , noda darah yang sudah mengering ." Kata Arion yang masih tidak mengerti apapun


"Ini adalah darah Luna , Dia meneteskan darahnya karena keegoisanku ." Kata Gavin dengan wajah tertunduk penuh penyesalan.


Kini segala keegoisan , kesombongan , dan keangkuhannya telah luntur oleh darah anaknya sendiri .


"Apa maksud Anda tuan ?" Katanya Arion yang tidak mengerti maksud Gavin .


"Aku mohon padamu ,bantu Luna untuk sadar . saat ini dia mengalami koma, setelah melakukan percobaan bunuh diri dengan memotong urat nadinya semalam ."


Mendengar kalimat terakhir dari Gavin , Arion membelalakkan matanya . Dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar .


"Apa maksud anda Tuan , Bisakah anda menjelaskannya kepadaku . Apa yang terjadi pada Luna ." Bentak Arion , tanpa takut sedikitpun kepada orang yang ada di hadapannya saat ini Walaupun dia orang tua Luna sekalipun .

__ADS_1


"Semalam Luna melakukan percobaan bunuh diri , dengan memotong urat nadinya . Dan saat ini dia sedang koma . Dokter mengatakan aku harus membawa seseorang , yang membuatnya seperti itu . Agar dia bisa membantu Luna agar terbangun dari kenyamanannya di alam bawah sadar ." jelas Gavin panjang lebar


Rahang Arion mengeras mendengar apa yang dikatakan Gavin , ingin sekali dia memukul Gavin saat ini . Tapi dia masih memiliki sopan santun untuk tidak Memukul orang tua .


"Katakan padaku, Dimana dia sekarang ?"Kata Arion dengan penuh kekesalan di hatinya .


"Dia ada di rumah sakit xxx" jawab Gavin.


Tanpa berkata apapun lagi , Arion segera keluar meninggalkan Gavin di ruangannya sendiri .


Gavin pun segera mengikuti Arion , agar tidak kehilangan jejaknya lagi .


"Marco , Ray, Mona..."


Suara Arion menggelegar di lantai atas ruangan tersebut . Orang-orang yang dipanggil Arion pun segera keluar dari ruangan Ray.


"Ada apa Tuan ,Kenapa Anda memanggil kami ? " Tanya Ray dengan kebingungannya .


"Ray, Mona , kalian tetap di perusahaan . Marco akan ikut denganku ." Kata Arion yang memberi perintah kepada ketiga asistennya itu .


"Baik Tuan . " Ujar ketiganya tanpa bertanya apapun kepada Arion .


Gavin melihat sendiri kepemimpinan Arion hari itu yang perintahnya tidak bisa dibantah siapapun , dia begitu tegas dan tidak ingin dibantah.


"Ayo Marco kita segera ke rumah sakit xxx ." Perintah Arion kepada Marco .


"Memangnya siapa yang sakit tuan ? "


"Tidak perlu banyak tanya , ikuti saja perintahku . "


"Baik Tuan ."


Mobil yang ditumpangi Arion pun segera melesat keluar dari perusahaan, menuju rumah sakit tempat Luna di rawat.


Sesampainya di rumah sakit tersebut ,Arion segera turun dan berlari ke tempat informasi untuk menanyakan Di mana kamar Luna dirawat . Tapi sebelum petugas yang berjaga menjawab pertanyaan Arion , Gavin segera menepuk pundak Luna .


' Ikuti saja aku . " kata Gavin di telinga Arion .


Arion yang melihat adanya Gavin pun segera mengangguk dan mengikuti ke mana Gavin melangkah .


Sesampainya di depan ruangan VVIP Gavin berhenti , dan mengetuk pintu ruangan tersebut .


Eliza yang mendengar suara pintu di ketuk , segera membukakan pintu . Dan dilihatnya suaminya itu , dalam keadaan berantakan seperti semalam. Namun yang membuatnya terkejut adalah sosok di samping Gavin , yaitu Arion .


"Arion kau kah itu ? "Pekik Eliza yang senang melihat kedatangan Arion .


Arion hanya mengangguk , dan langsung menerobos masuk ke dalam ruangan Luna tanpa permisi.


Dada Arion terasa sesak , saat melihat keadaan Luna , yang terbaring tak berdaya di atas ranjang pasien dengan wajah yang terlihat sangat tirus dan tubuh yang kurus. Arion langsung terduduk di samping brangkar Luna . Dan menggenggam erat tangan Luna.


"Lun, bangunlah. Aku sudan datang. "

__ADS_1


__ADS_2