
Tiga tahun kemudian
Seorang pria tampan dengan garis wajah Indo Jerman, yang memakai pakaian balap motor sedang menunggangi kuda besinya mengelilingi area balapan seorang diri. Sedangkan di pinggir lapangan tiga orang pria sedang menunggunya dengan perasaan campur aduk. Sekali lagi, mereka harus dibuat ketar ketir oleh tingkah pria itu.
Setelah satu kali putaran, akhirnya motor itu berhenti tepat didepan ketiga pria yang berdiri tegak menunggunya.
Pria itu segera membuka helm dan menyerahkannya pada salah satu dari mereka.
"Tuan pesawat kita akan berangkat satu jam lagi. " kata asisten Ray, sudah dibuat pusing oleh tuan mudanya ini sejak pagi.
"Baiklah, apakah semua sudah siap? " Tanya Arion dengan wajah datarnya.
Yah pria itu Arion, Pria tampan yang menginjak dewasa. Usianya akan mencapai duapuluh tahun dua hari lagi. Karena itu semua mempersiapkan keperluan Arion, untuk menduduki tahtanya.
"Sudah, tuan muda. " jawab Marco yang juga mengikuti Arion kemanapun ia pergi. Jangan lupakan pria melambai Mona yang juga selalu mengikuti mereka.
"Ayo, kita pergi." kata Arion saat dia sudah bersiap dengan pakaian rapi seperti ketiga asistennya.
Mereka berempat segera menuju bandara. Karena semuanya sudah menunggunya disana. Sudah ada Dinda adiknya yang juga menunggu kedatangannya. Sekarang Dinda sudah bertransformasi menjadi gadis cantik dan anggun. Dia sudah dinyatakan sembuh total sejak setahun yang lalu dari trauma dan depresi nya.
"Kakak... " Teriak Dinda saat melihat sang kakak sudah datang. Semua orang yang berada di bandara merasa terpesona akan ke empat pria tampan yang sedang berjalan beriringan itu.
Dinda berlari mendekati kakaknya dan segera menggamit tangannya. Sikap manja Dinda pada Arion tidak pernah hilang. Karena Arion sendiri selalu memanjakan adik satu-satunya itu.
"Mari tuan. " Ray mempersilahkan Arion untuk masuk ke dalam pesawat pribadi yang akan menerbangkan mereka meninggalkan Jerman. Dan menuju tempat yang penuh kenangan menyakitkan bagi Arion dan keluarganya.
"Selamat tinggal Jerman, Indonesia I'm coming. " Ucap Arion dengan senyuman devil nya sudah banyak rencana yang akan dia lakukan di sana.
***********
Dikediaman Antony, seorang gadis dengan ciri khasnya berkuncir kuda yang beranjak dewasa itu sedang mematut dirinya di depan cermin. Hari ini, dia akan berangkat kuliah bersama Alex.
Yah, Alex. pria itu masih mengharapkan cinta Luna. Walau Luna sendiri sudah tidak begitu mengharapkannya. Luna masih berhubungan dengan Alex, walau hubungan mereka tak sehangat dulu. Bahkan terkesan sangat hambar.
Luna yang masih menunggu kedatangan Arion dan mengharapkannya, sedangkan Alex yang disibukkan dengan urusan pekerjaannya sebagai seoran general manager di perusahaan Abraham. Usia Alex memang masih muda dan dia juga masih menjalani kuliah di salah satu kampus ternama bersama Luna. Tapi kemampuannya dalam berbisnis tidak bisa di anggap remeh.
Lalu, siapakah yang memegang posisi Direktur utama ataupun CEO di Perusahaan Abraham, apakah Mike atau tante Kinara? Jawabannya adalah bukan.
Beberapa kali mereka berusaha menduduki kursi itu, namun selalu saja ada halangan dari beberapa orang yang akan mengacau rencana mereka. Bahkan Mike ingin mengajukan Alex untuk menggantikan Arion, tapi tetap saja selalu gagal. Karena selalu ada pesan beruntun yang mengatakan kalau 'pewaris sah kerjaaan bisnis Abraham akan datang tepat di hari ulang tahunnya nanti. Dan akan menduduki posisinya. Jika ada yang mengacau maka, orang itu akan hancur. '
Begitulah pesan berantai yang selalu mereka Terima, setiap kali mereka ingin menduduki tempat pimpinan.
Luna sudah masuk ke dalam mobil yang dikendarai Alex dengan wajah berbinar seperti biasa. Entahlah kenapa hari ini dia begitu bahagia.
"Lun... kelihatannya hari ini kamu bahagia sekali. kenapa? " tanya Alex saat mobil mereka mulai melaju.
"Entahlah, aku bahagia saja. " katanya tanpa menoleh ke arah Alex.
__ADS_1
"Apa karena besok hari ulang tahun Arion? " tanya Alex dengan senyum mengejek.
"Kenapa kau bertanya seperti itu? "
"Ck, tidak perlu membohongi perasaanmu lagi, Luna. Sejak tiga tahun yang lalu, cintamu padaku sudah hilang. Digantikan oleh Arion yang membawa cintamu pergi hingga saat ini. " kata Alex dengan nada mengejek.
Luna terdiam sejenak mendengarkan apa yang Alex katakan. Tidak semuanya salah. Benar, selama ini Cinta Luna hanya untuk Arion dia mencintai pria brengsek itu, yang menghilang sampai hari ini.
"Benarkan dugaanku? Saat ini di hatimu tidak ada namaku sama sekali. "
Luna masih terdiam, tidak menjawa menjawab. Dia masih berperang dengan perasaannya.
"Alex.... "
"Hmmm.... "
"Bagaimana kalau kita putus saja. Semua ucapanmu benar. Tidak ada namamu sama sekali dihatiku, Cintaku padamu sudah menghilang sejak tiga tahun lalu, dan cintaku sudah dibawa pergi oleh Arion. Benar... semuanya benar. Hubungan kita sudah hambar tidak ada rasanya sama sekali, bahkan rasa pahit sekalipun. Maafkan aku, jasadku memang berhubungan denganmu, tapi hatiku hanya menunggu Arion. Maafkan aku. Sebaiknya kita akhiri samapai disini saja Alex. Aku sudah tidak bisa membohongi diriku lagi. " ujar Luna sambil terus menahan air matanya.
"Cih, akhirnya kamu mengatakan semuanya Lun. Baiklah jika itu maumu. Aku juga tidak bisa terus berhubungan dengan wanita yang mencintai pria lain di hatinya. " Alex segera menepikan mobilnya dan membuka pintu mobilnya.
"Keluarlah.... "
"Tapi Al... kampus kita masih jauh. "
"Aku tidak peduli. Aku tidak mau mobilku ditumpangi wanita yang memiliki gelar mantan. Sekarang pergilah. " kata Alex ketus sambil mengusir Luna agar keluar dari mobilnya .
Alex langsung meninggalkan Luna yang berdiri di pinggir jalan sendirian sambil terus mengumpati Alex.
Alex sendiri melirik Luna yang sedang marah-marah gak jelas di pinggir jalanan. Dia lalu tersenyum. "Ku kembalikan dia padamu Arion. Jagalah dia dengan baik, jangan pernah melukainya lagi. Aku tidak bisa merebut hatinya darimu sejak tiga tahun terakhir ini. Karena di hatinya hanya ada satu nama, yaitu namamu. " gumam Alex dalam hati dengan bibir terus tersenyum.
"Aku tau kau akan segera datang, dan mengembalikan semuanya ke tempat semula. " gumam nya lagi, sambil terus menjalankan mobilnya menuju kampus.
Luna yang sedang berdiri sambil morang maring di pinggir jalan, terus saja mengumpati Alex yang gak punya perasaan meninggalkan nya di pinggir jalan. Hingga sebuah mobil sport berhenti di depannya.
"Masuk... " perintah ny kepada Luna yang sedang tertegun .
"Leo... itu lo. " pekik Luna tak percaya.
"Iya ini, gue. Buruan. "
Luna langsung masuk kedalam mobil tanpa menunggu perintah lagi.
"Kapan lo dateng?" tanya Luna yang tak percaya kalau sahabatnya itu sudah datang.
"Kemarin. Kita mau ngerayain ulang tahun Arion, walau orangnya nggak ada. "
Luna mengernyit mendengar ucapan Leo. "Kita? "
__ADS_1
Leo mengangguk. "Iya, kita. Gue, Kevin, Roy, Bayu, Beni dan Sam. "
"Ada Sam Juga? " tanya Luna antusias.
"Iya, bahkan dia yang ngusulin supaya kita berkumpul di hari ultahnya Arion yang ke-20. " Kata Leo.
Memang benar mereka selalu datang ke sekolah tiap ulang tahun Arion. Mereka selalu meminta ijin kepada kepala sekolah untuk datang ke sekolah tiap hari ulang tahun Arion. Dan Mereka akan merayakannya di rooftop sekolah walau hanya membawa kue ulang tahun dan memakannya bersama.
"Gue boleh ikut nggak? "
"No Lun, lo cewek sendiri. nggak pantes ah. Lagian ngapain sih lo masih nungguin Arion sedangkan lo masih aja pacaran sama Alex. Nggak konsisten lo jadi cewek. " sindir Leo.
"Gue nggak tega mutusin Alex karena bonyok gue suka sama dia. Gue takut ngecewain bokap sama nyokap. "
"Ck... kadang-kadang lo ya? gue tanya sama lo, Yang ngejalani hubungan itu lo apa bokap nyokap lo? "
"Gue... "
"Ya udah kalo lo udah nggak nyaman sama dia, putusin dia. "
"Udah, gue baru putus sama Alex tadi. "
"Really? " tanya Leo tak percaya, dan dibalas Luna dengan anggukan.
"Hubungan gue dengan Alex berjalan hambar selama tiga tahun ini. Gue udah nggak punya rasa apapun sama dia. Hati gue hanya untuk Arion. " kata Luna jujur.
Leo menghembuskan nafasnya kasar. "Kalau Arion nggak datang? "
"Gue yakin dia akan datang. "
Tanpa terasa Mobil yang dibawa Leo sudah sampai didepan kampus Luna.
"Jadi aku nggak boleh ikut gabung besok? " tanya Luna memastikan acara yang akan dibuat oleh para sahabat Luna.
"Jangan... nggak enak Luna. " kata Leo melarang.
"Ya udah kalau begitu, Aku pergi dulu ya? Makasih tumpangannya. " ujar Luna sambil melambaikan tangannya.
*
*
Di bandara. Seorang pria dengan pakaian rapi dan kaca mata yang nagkring di hidungnya dan masker yang menutup sebagian wajahnya tak lupa topi dikepalanya. Sedang berjalan dengan pengawalan ketat oleh para body guard menuju mobil mewah yang sudah menunggunya dari tadi.
"Selamat datang tuan muda. "
Ucap seorang pria paruh baya yang memberi hormat kepadanya.
__ADS_1