ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Goodbye Bali


__ADS_3

Sesuai kesepakatan mereka, di hari terakhir mereka di Bali. Hari ini Mereka semua akan berbelanja oleh-oleh. Luna mendapatkan amanah dari Arion untuk membagikan uang kepada mereka semua sebesar satu juta untuk membeli oleh-oleh, yang mereka inginkan. Tadi Marco terpaksa mengambil uang cash di Atm terdekat untuk bosnya itu.


Setelah sarapan bersama di Villa, Luna mengambil interupsi kalau ada sesuatu yang ingin dia sampai kan.


"Mohon perhatiannya teman-teman.. " kata Luna sambil mengetuk-ngetuk gelas dengan sendok.


Semua orang langsung memandang Luna, apalagi yang akan Luna sampaikan kepada mereka.


"Luna Abraham mau bicara ya, jadi tolong di dengarkan. " kata Luna dengan bergaya angkuh.


"Apaan sih Luna, buruan. " Lucas yang tidak sabar ingin mendengarkan apa yang ingin Luna katakan.


"Gue dapat amanah nih dari suami gue tercinta buat kalian. Jadi gini ya guys. Karena gue nggak bisa belanjain kalian oleh-oleh satu persatu, jadi Suami gue ngasih ide buat ngasih kalian cuan. Buat beli oleh-oleh sendiri. " Marco langsung memberikan paperbag berwarna coklat kepada sang nyonya.


Luna lalu mengeluarkan isi dalam paper bag itu, yang ternyata berisi sejumlah uang.


"Maaf ya Guys. masing-masing gue jatah satu juta aja. buat beli oleh-oleh doang kan ya... Nanti kalian pulangnya juga naik pesawat pribadi kita. " kata Luna yang mungkin sekarang ketularan sombong dari Arion.


"Lun, please deh, lo jangan ketularan kesombongan Arion. Udah cukup Arion aja yang sombong di antara kita. " celetuk Kevin yang dari tadi tidak tahan melihat Luna bicara.


Luna langsung melihat kearah Arion. Dan mereka berdua tertawa lepas. Sehingga membuat yang lainnya saling berpandangan.


"Ya udah deh, aku emang nggak pantes bersikap sombong, sayang. Luna kan terkenal baik hati dan tidak sombong. " rengek Luna kepada Arion.


"Iya, bersikaplah seperti itu terus. Karena aku menyukai Luna yang baik hati. " kata Arion Akhirnya.


"Ini ya temen-temen. Buat tambahan uang belanja kalian. Terserah mau kalian pake buat apa. Lumayan kan? " ucap Luna pada akhirnya. Lalu dia mulai membagian uang yang diberikan Arion kepadanya.


Dan disinilah mereka berada saat ini. Di sebuah pasar tradisional yang menjual barang-barang antik dan kerajinan khas Bali, dan Tak jauh dari sana juga ada mall kalau mereka mau belanja di sana. Untuk Luna sendiri dia lebih suka belanja di tempat ini, karena dia akan membeli beberapa barang untuk menghiasi rumah mereka saat pulang. Luna juga tak lupa membelikan oleh-oleh untuk Dinda dan dua Asisten Arion yang tidak mendapat libur, karena harus tetap menjaga perusahaan agar tetap aman dan kondusif.


Banyak paperbag yang sudah menghiasai tangan Arion dan Marco. Melihat temannya kesusahan Kevin segera mendekatinya.


"Sini gue bantu bawain Arion. Emang ya cewek kalau udah belanja bakal lupa segalanya. " gerutu Kevin yang membantu Arion membawa beberapa paperbag nya.


"Lo nggak belanja? " tanya Arion yang melihat tangan Kevin masih kosong dan hanya membawa satu paperbag.

__ADS_1


"Ini udah tadi, cuma beliin daster sama baju buat bapak sama ibu. Mereka pengen dibeliin oleh-oleh katanya. " Kata Kevin dengan pandangan mata lurus ke depan.


Marco yang mendapat bantuan dari Kevin berinisiatif menyimpan barang belanjaan nyonya nya ke dalam mobil dulu, agar tidak terlalu ribet. Dan Arion menyetujui itu.


"Katakan sama gue, apa yang terjadi sama lo. " tanya Arion yang sepertinya mengerti kalau sudah terjadi sesuatu pada Kevin.


"Ketahuan ya. " Kata Kevin sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Terlihat dari mata lo yabg nggak bisa bohong, kalau li sedang punya masalah. " ucap Arion


Akhirnya Kevin menceritakan apa yang terjadi dalam keluarganya. "Bokap gue kemarin di pecat dari pabrik tanpa pesangon. " kata Kevin sambil menundukkan kepalanya.


"Terus... ya kemungkinan gue akan putus sekolah. dan nyari kerja aja. " kata Kevin dengan menunduk lesu.


Jadi ini sebabnya, Kevin selalu bersikap konyol dan cerewet, karena dia ingin menutupi kegundahan hatinya.


Arion menepuk pundak sahabatnya yang paling cerewet dan nyinyir itu. "Lo nggak perlu putus kuliah. Gue nggak mau punya temen-temen bodoh. Kalau Bayu aja gue bantuin. Masak lo nggak. " Kata Arion dengan tulus.


"Sekarang belanjain aja uang yang tadi diberikan Luna. Nanti sampai di Jakarta, gue akan lakuin sesuatu buat lo. Udah, nggak usah sedih lagi. Beruntung lo, masih punya bokap sama nyokap yang sayang sama lo. " Kata Arion yang mendapatkan lagi barang belanjaan dari Luna.


"Iya, it's okey. " Sekarang lo bantuin gue bawain belanjaan nyonya dulu sebelum Marco datang.


Luna yang puas belanja pun akhirnya mengajak Arion ke sebuah warung penjual bakso. Luna langsung memesan empat porsi bakso dan es jeruk untuk mereka berempat. Karena Marco dan Kevin masih bersama dengan mereka.


"Tadi ngomongin apa, sama Kevin. " tanya Luna yang penasaran sejak tadi. Karena melihat wajah Arion dan Kevin yang serius tadi.


"Ohh, Kevin katanya mau putus kuliah, karena bapaknya sudah nggak kerja lagi karena sudah dipecat tanpa pesangon. " Arion menceritakan apa yang Kevin alami pada istrinya.


"Terus? " Luna penasaran.


"Aku meminta padanya agar tidak putus kuliah. Kemarin aku juga udah nolongin Bayu, yang nggak kuliah karena nggak ada biaya. Sekarang sahabat kentalku sendiri dalam kesusahan masak aku nggak bisa bantu. Apalagii kuliahnya cuma kurang satu setengah tahun. Kasihan kalau harus putus kuliah. " ujar Arion sambil memakan baksonya.


"Kamu nggak keberatan kan kalau aku membantu Kevin dan keluarganya? " Kini Arion harus memutuskan segala sesuatunya dengan Luna, karena dia adalah nyonya Abraham sekarang.


"Tentu saja tidak, Sayang. Aku malah bangga kepadamu. Karena mau membantu sahabatmu yang kesusahan. " kata Luna yang menyuapkan satu butir pentol bakso kepada suaminya.

__ADS_1


"Syukurlah kalau kamu bisa mengerti aku. "


"Aku tau suamiku suka berbagi. karena dulu aku pernah melihat nya sendiri, setelah balapan kita. " kata Luna yang mengingat masa lalu.


Arion tidak menyangka kalau Luna akan mengingat masa lalu mereka.


Waktu sudah hampir sore, dan mereka kembali ke Villa mereka untuk berkemas. Karena besok mereka sudah akan kembali ke Jakarta. Memang liburan yang singkat. Tapi sangat menyenangkan.


Hari ini adalah hari terakhir mereka berada di pulau dewata. Dan sore ini mereka akan menikmati Sunset rame-rame di pantai depan Villa mereka menginap


"Berharaplah sesuatu, semoga kelak kita semua menjadi orang yang sukses seperti bos muda kita Arion. Yang telah lebih dulu mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan dari kita-kita. Dan kita bisa berkumpul bersama seperti ini lagi suatu hari nanti bersama pasangan dan anak-anak kita. " Ujar Sam yang memiliki pemikiran dewasa dari yang lainnya.


Mereka semua menatap langit senja, dan mengucapkan harapan mereka dari hati. Semoga kelak mereka bisa berkumpul seperti ini lagi. Tapi bersama anak dan pasangan mereka.


Setelah senja berganti malam, Mereka semua segera kembali ke dalam Villa untuk melakukan persiapan acara barbeque yang sudah disiapkan Arion. Sebagian dari mereka juga menyiapkan barang bawaan mereka untuk dibawa pulang besok siang.


Tepat pukul tujuh malam, semuanya sudah berkumpul untuk acara penutup mereka di tempat ini. Walau singkat, tapi sungguh menyenangkan. Arion memang tidak memiliki waktu lama untuk berlibur sekaligus Honeymoon bersama Luna dan Sabahatnya. Karena pekerjaannya sangat banyak, dan Luna memaklumi itu. Apalagi Arion juga masih baru di angkat menjadi pemimpin jadi tanggung jawabnya pasti sangat besar.


Kali ini, ternyata Arion tidak ingin merepotkan teman-temannya, dia benar-benar ingin meraskaan kebersamaan dengan para teman dan sahabat. Jadi dia meminta salah satu juru masak untuk menyiapkan hidangannya untuk mereka semua.


Dan benar saja kebersamaan mereka benar-benar terasa malam ini. Kehangatan yang tercipta karena mereka tidak ada yang pergi dari tempat itu untuk membalik daging panggang.


"Arion, gue mewakili semua teman-teman ngucapin makasih banyak karena lo udah nepati janji lo, untuk ngajak kita terbang, dan diberi Fasilitas yang mewah selama berada disini. Thanks bro... Lo memang sahabat terbaik yang kita punya selama ini. " kata Leo yang tiba-tiba berdiri dan memberikan sambutan untuk Arion.


Arion tersenyum mendengarkan kata-kata sahabatnya itu.


"Sekarang gilira gue Roy berdiri. Semoga lo dan Luna segera mendapat momongan, dan kerja keras lo selama dua hari disini nggak sia-sia. " Ucap tak berfilter Roy namun dengan harapan yang tulus dan membuat semua orang meledakkan tawanya. Membuat wajah Luna tersipu.


Arion mengaminkan apa yang menjadi harapan sahabatnya itu.


"Moga pernikahan kalian langgeng ya. sampai kakek nenek. " Kevin menyerobot ucapan Roy.


Dan begitulah malam terakhir mereka di pulau Bali ini. Ada cerita dan kenangan yang terlukis di pulau yang indah ini. Sebelum mereka kembali ke aktifitas mereka yang super duper padat.


"Goodbye Bali and see you again"

__ADS_1


__ADS_2