ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Kelulusan


__ADS_3

Arion keluar kelas tempat ujiannya tanpa menghiraukan kasak-kusuk seluruh peserta ujian. Bahkan guru yang menjaga pun melongo melihat Arion yang sudah menyelesaikan ujiannya hanya dalam waktu empat puluh lima menit. Hingga dia tersadar dan menghentikan kasak-kusuk para murid lainnya.


"Sudah anak-anak, sekarang selesaikan ujian kalian. " kata guru itu menenangkan.


Mereka semua kembali terdiam menghadapi soal ujian di depannya. Dengan pikiran masing-masing. Saat jam istirahat, Mereka kembali membicarakan kedatangan Arion di ruang ujian dan menyelesaikan soal ujian dengan cepat. Mereka seolah masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat hari ini.


Arion, murid berandal itu bisa mengikuti ujian nasional kelas dua belas. Akhirnya berita Arion yang ikut ujian menjadi pembicaraan semua peserta ujian bahkan ada yang tidak percaya, bila tidak melihat langsung. Hingga akhirnya salah satu anak mengambil gambarnya saat Arion masuk kelas, saat mengerjakan ujian dan keluar kelas. Karena Arion tidak terlihat sama sekali saat jam istirahat dan akan kembali masuk kelas, saat ujian dimulai lagi.


Berita Arion yang ikut ujian pun kini telah tersebar dan menjadi tranding topik di SMA Harapan Bangsa, bahkan beritnya sudah menyebar ke kelas sebelas dan sepuluh. Mereka semua tidak percaya awalnya, tapi setelah melihat foto Arion yang terpampang ikut ujian membuat mereka tidak bisa untuk tidak percaya.


Kabar itupun masuk ke grup chat teman-teman Arion. Mereka benar-benar tak percaya, teman mereka yang lama menghilang muncul lagi dengan berita yang menghebohkan. Bahkan dengan cara yang tak terduga, yaitu mengikuti ujian kelas dua belas. Luar biasa, Arion yang berandal dan berotak kosong mengikuti ujian nasional. Teman-teman Arion benar-benar dibuat geleng-geleng kepala.


Begitu juga Luna. Dia yang sudah lama tidak pernah bertemu Arion setelah pertemuan terakhirnya di rumah Tania. Masih tidak bisa melupakan Arion, pria kejam yang sudah menghancurkan hatinya. Tapi dia tidak bisa melupakan semua tentang Arion. Ingin fokus menjalin hubungan dengan Alex pun tetap tidak bisa, karena wajah Arion. Wajah yang tampak sendu dan penuh penyesalan di hari terakhir mereka bertemu. Yang menorehkan luka pada hati mereka berdua.


Hingga kabar melalui pesan chat hari ini, membuat jantungnya berdegup kencang. Karena dia melihat wajah Arion memenuhi ruang chat nya, dan apa ini? Arion ikut ujian Nasional?


Luna segera mencari Lucas, Dan menanyakan apakah berita yang dia lihat ini benar? Dilihatnya saudara kembarnya itu sedang bermain ponsel di ruang keluarga.


"Lucas, lo ada kabar heboh di sekolah nggak. "


"Iya, kenapa, "


"Apa berita tentang Arion yang ikut ujian? "


Lucas mengangguk, membenarkan berita itu.


"Jadi benar, berita itu. " lirih Luna.


"Kenapa? lo kangen ya sama Arion. "


Luna menggeleng dan berlari lagi ke kamarnya. Lucas menatap nanar kearah saudaranya itu, merasa kasihan, karena keegoisan sang papa mereka tidak bisa bersatu.


Ya, Lucas sudah tau semuanya. Dihari Ia melihat Arion dan papa nya keluar dari ruang kepala sekolah. Malamnya dia menanyakan kepada papanya apa yang terjadi. Dan papanya mengatakan dengan santai kalau menyuruh Arion menjauhi Luna baik sebagai seorang teman.

__ADS_1


Lucas sendiri sudah tau sejak dulu sikap Arion pada Luna dan gelagatnya kalau dia mencintai adiknya itu. Dan kini, sepertinya Luna merasakan hal yang sama dengan Arion. Sama-sama mencintai tapi tak bisa memiliki karena terhalang restu.


*********


Satu bulan berlalu setelah kehebohan yang dilakukan Arion saat ujian kemarin. Baik teman-teman nya atau guru pun tidak tau kemana Arion pergi saat istirahat atau setelah ujian berakhir hingga sampai hari ini.


Hari pengumuman kelulusan.


Semua siswa sudah berkumpul melihat papan pengumuman yang ditempeli nama siswa yang lulus dengan nilai yang tertera disana. Meskipun sebenarnya mereka bisa mengaksesnya secara online. Tapi tetap saja, melihat papan pengumuman dengan berdesakan adalah sesuatu yang menyenangkan.


Mata mereka melihat nama yang tertera di bagian paling atas nampak tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Arion Abraham dengan nilai sempurna.


Bahkan sahabat Arion yang melihatnya merasa tak percaya dengan kemampuan Arion.


"Ini beneran? Arion temen kita? " ujar Leo sahabat Arion kepada teman-teman nya.


"Gue juga. "


Sahut mereka bergantian.


Tanpa mereka sadari, orang yang mereka bicarakan sejak tadi sebenarnya berada di tempat mereka berpijak saat ini.


Luna, gadis itu berjalan kesana kemari dengan riang meladeni permintaan kakak kelasnya untuk berfoto atau meminta tanda tangan di baju mereka yang penuh dengan coretan. Sudah menjadi rahasia umum dengan tradisi kelulusan di Indonesia ini. Saling mencoret atau membubuhkan tanda tangan di seragam putih abu-abu mereka. Dan Luna siswa populer yang menjadi sasaran empuk para sisawa yang sedang merayakan kelulusannya untuk menandatangani baju mereka.


Setelah lelah dengan kegiatan konyol siswa kelas dua belas, Luna memutuskan untuk duduk di taman belakang sekolah, mungkin disana dia bisa terbebas dari kakak kelasnya.


"Kenapa disini? " Sapa Lucas yang tiba-tiba duduk di sampingnya.


"Gue capek ngeladeni anak-anak. " kata Luna dengan tersenyum mengahadap hamparan langit biru diatas sana.


Lucas memperhatikan wajah saudaranya itu dengan seksama, ada raut wajah sendu di sana.

__ADS_1


"Lo udah liat papan pengumuman? "


Luna mengangguk.


"Dan lo tau siapa peringkat teratas dengan nilai sempurna? "


Lagi-lagi Luna mengangguk. "Gue nggak nyangka ternyata dia pinter, tapi kenapa selama ini dia menyembunyikan semuanya dengan kekonyolan dan kebodohannya. "


"Mungkin dia punya alasan yang nggak pernah kita tau apa alasan itu. " ujar Lucas ikut menatap langit diatas sana.


"Iya... kita nggak pernah tau alasannya. " ucap luna dengan menghembuskan nafasnya.


"Lo masih ngarepin dia? "


Pertanyaan Lucas barusan, bukanlah sebuah ledekan di telinga Luna tapi tersirat sebuah kekhawatiran yang ia tangkap.


Luna menghela nafasnya lagi. "Menurut lo? "


"Entahlah, perasaan lo kan hanya lo yang tau. Apa lo nggak bisa ngelupain dia? " tanya Lucas serius.


Luna menggeleng. "Meskipun dia udah bersikap kasar sama gue, meskipun dia udah nyakitin hati gue. Tapi gue nggak bisa ngelupain dia apalagi membencinya. Mungkin gue emang bodoh, tapi gue nggak bisa berbohong dengan hati gue. " tanpa terasa Luna meneteskan air matanya.


Lucas menghembus kan nafasnya lagi.


"Lo nggak capek terus berharap sama dia, berharap dia membalas cinta lo. Kenapa lo nggak berhenti aja, sih? "


"Gue udah terlanjur jatuh terlalu jauh dan dalam dengan perasaan ini. Kalaupun gue harus berhenti dan keluar, gue nggak boleh asal pergi begitu saja. Karena gue takut ngerasain sakit untuk yang kedua kalinya. "


Lucas menarik Luna masuk kedalam pelukannya, dia sangat tidak tega melihat saudaranya itu, larut dalam kesedihan. Mungkin suatu hari nanti dia akan mengatakan pada Luna alasan Arion menjauh darinya. Tapi tidak sekarang.


"Kalo lo suka sama dia, kenapa nggak lo kejar dia sampai dapat selagi dia masih ada. Lo nggak mau kan kehilangan dia lagi untuk kedua kalinya. Gue tau mungkin ini terlambat, tapi ini lebih baik dari pada lo tetap memendam perasaan lo. Lo nggak tau kan alasan Arion lompat kelas tanpa diketahui orang lain. Mungkin saja dia akan pergi jauh. Gak lama lagi kalian akan pisah, jadi jangan buang-buang waktu lo. "


Tubuh Luna menegang mendengar semua ucapan Lucas. Benar, apa alasan Arion mengikuti ujian dan segera lulus. Apakah dia akan pergi jauh meninggalkannya? meninggalkan negara ini?

__ADS_1


__ADS_2