
Sebuah notifikasi pesan diterima oleh Ali .
"Bagaimana Om? apakah, om sudah melihat kebenarannya? "
"Sekarang aku serahkan pada om, om yang mengeksekusinya, atau aku dan timku yang bekerja. "
Ali tidak membalas pesan dari Arion . Dia masih terpaku melihat dua bukti nyata di hadapannya . Ternyata istrinya tak sebaik yang ia kira . Dan apa yang membuatnya melakukan pembunuhan kepada kakak kandungnya sendiri . Apakah istrinya seorang psikopat ? Ali benar-benar tidak habis pikir . Dia Lalu beranjak dari tempat duduknya , dan mengambil berkas yang ia simpan selama ini . Berkas tentang pembunuhan William Abraham . Kasus Yang ditutupi selama 10 tahun , Haruskah Ia membongkarnya sekarang . Apalagi yang menjadi tersangka adalah istrinya sendiri .
"Ya , Apapun yang terjadi aku akan menegakkan keadilan . Tak peduli dia istriku sendiri. Aku harus menghukum semua orang yang bersalah, dengan tanganku sendiri, dan tidak membuat keponakanku kecewa. " gumam Ali dalam hati.
Ali lalu menyiapkan semua berkas-berkas kasus William Abraham yang ia simpan selama ini . Dan mulai menyelidiki kasus kematiannya , yang akan diawali dari rumah keluarga Abraham. dia juga akan mencari bukti , Apakah Mike juga bersalah dalam hal ini . Dia akan menegakkan keadilan untuk Arion, keponakannya yang menderita selama ini . Walaupun Arion bukan keponakan kandungnya , tapi Arion adalah anak yang selalu bersamanya sejak kecil.
Ali lalu mengambil ponselnya ,dan menulis sebuah pesan untuk Arion .
"Om akan bertindak Arion , tidak peduli dia adalah istri Om. Om juga akan menggugat cerai Kinara, karena sudah menghianati om selama ini. Keadilan akan tetap ditegakkan . Untukmu dan untuk om sendiri."
Tak lama sebuah pesan masuk di ponsel Om Ali .
"Baguslah jika itu keputusan Om , Aku akan mengirimkan bukti lain kepada Om . Bukti yang memberatkan Kinara dan Mike sebagai orang yang telah bersekongkol dengannya. "
Ali benar-benar, tak habis pikir. Apa sebenarnya yang dilakukan Arion selama ini. Kenapa dia bisa melakukan ini dengan mudah.
"Pasti ada seseorang yang mendukung Arion dibelakangnya. " pikir Ali.
***********
Di tempat lain, akhirnya Arion mendapatkan jawaban tentang apa yang dia ingin kan. Om Ali akan bekerja sesuai prosedur hukum di negara ini. Dan Arion akan mencari pengacara handal, yang akan memberatkan Kinara dan para antek-antek nya.
"Semua sudah sesuai rencana , kita hanya akan menunggu Om Ali bekerja . Apakah dia akan bekerja secara maksimal , atau setengah-setengah . Jika Om Ali tidak bisa menyelesaikannya , maka kita yang akan bekerja ." ujar Arion kepada ketiga temannya.
"Untuk hari ini ,Cukup sampai di sini . Kalian sekarang boleh istirahat . Ray, Terima kasih untuk hari ini . Maafkan aku yang tidak bisa datang ke kantor hari ini ,karena aku harus menenangkan Kekasihku . " Ucap Arion kepada Ray .
"Tidak apa-apa tuan muda , selama semua baik-baik saja saya masih bisa mengerjakannya sendiri . " Ujar Ray.
"Baguslah kau memang bisa diandalkan Ray . Sudah waktunya kita istirahat . " Arion lalu meninggalkan ruang kerjanya dan ketiga temannya di sana.
"Apa yang terjadi tadi ,Kenapa kalian tidak segera kembali ke kantor . " tanya Ray.
"Tadi kami sudah akan kembali ke kantor setelah bertemu dengan polisi itu . Tapi tiba-tiba Tuan Arion mendapatkan telepon dari kekasihnya , sehingga kami harus putar balik ke kampusnya ......"
Mona menceritakan apa saja yang terjadi tadi siang kepada Ray dengan Marco sebagai saksinya . Jika Marco sudah mengatakan ya , berarti apa yang dikatakan Mona semuanya benar.
"Dan kau tahu apa yang terjadi di pantai itu , mereka berciuman sangat panas ,sehingga membuatku gigit jari . Aku bahkan ingin mencium Marco saat itu juga ." Cerita Mona kepada Ray.
"Jika kau tahu itu sangat menjijikkan Rey , tapi ciuman tuan muda dan kekasihnya sangat luar biasa . Aku seperti melihat adegan ala drama Korea secara live. " Sekarang giliran Marco yabg bercerita.
"Ah Untung saja aku tadi tidak ikut , Kalau aku ikut Mungkin aku akan menjadi sasaran Mona ." Ucap Ray .
"Apa Kalian sudah selesai membicarakanku , kalau sudah selesai kembalilah ke kamar kalian masing-masing dan jangan membicarakan orang lain di belakangnya . " kata Arion saat kembali ke ruang kerjanya karena ponselnya tertinggal di sana .
"Maaf tuan muda. " ucap mereka bertiga bersamaan lalu mereka segera lari ke kamar masih-masing.
__ADS_1
"Dasar pria tukang gosip. "
Ario segera kembali ke kamarnya , Karena dia sudah berjanji akan menghubungi Luna . Arion segera menekan tombol panggilan yang tertera nama Luna disana , dan pada panggilan pertama telepon langsung terhubung.
"Halo Arion , Kenapa lama sekali ? "
"Apa kau menungguku ?"
"Tentu saja aku menunggumu sejak tadi " kata Luna sambil memasang wajah cemberut.
"Lucunya kekasihku ini.kalau sedang ngambek." kata Arion menggoda Luna.
"Sekarang aku sudah menghubungimu , Apa kau masih merasa Rindu ?"
"Tentu saja aku selalu merasa rindu padamu ."
Mereka berdua saling terdiam ,dan melihat wajah mereka satu sama lain.
"Luna? apa kau sudah makan? "
Luna menggeleng. "Belum, aku belum makan malam. "
"Kenapa tidak makan malam? "
"Aku tidak mau bertemu papa. Kau masih kesal padanya. "
Arion menghembuskan nafasnya kasar, sudah dia duga ini pasti terjadi. Seorang wanita itu susah sekali menutupi perasaannya. Beda dengan pria.
" Luna aku mohon padamu jagalah sikapmu kepada papamu . Jangan menunjukkan pada papamu kalau kau benci padanya . Karena itu akan membuat papamu semakin membenciku ,dan mengira Kalau aku yang telah mempengaruhimu untuk membencinya . Bersabarlah sebentar lagi aku akan berjuang untukmu . Apa kau bisa ?"
"Nah, itu baru Lunaku. "
Mereka berdua tersenyum bersama, dan masih berbincang lewat udara, hingga larut malam. Dan memang waktu tak akan terasa saat kita sedang berbincang dengan orang yang kita cintai.
"Lun, udah hampir jam sebelas. Sebaiknya kita akhiri obrolan kita ini. Kau harus istirahat dan aku juga butuh istirahat. Karena besok adalah hari yang panjang untuk kita. "
"Baiklah, aku selalu lupa. Kalau sekarang kekasihku adalah seorang CEO. " sindir Luna..
"Luna... jangan mulai deh. "
"Iya.. iya... "
Mereka lalu berpamitan untuk menyelami mimpi masing-masing.
"Have a nice dream . "
" Have a nice dream too. "
Panggilan terputus. Dan Luna segera bersiap untuk menyelami mimpinya. Namun sebuah notifikasi pesan masuk ke dalam ponselnya.
Luna menerima sebuah pesan dari Arion yang berisi alamat Villa di puncak.
__ADS_1
"Weekend, ajak teman-teman datang kesana. Aku akan menunggu kalian semua. "
Sebuah senyuman terbit di wajah, Luna.
"Mungkin aku harus pending marahku pada papa, untuk mendapatkan ijin untuk liburan ke puncak akhir pekan ini. "
Sebuah rencana licik sudah Luna pikirkan malam itu, untuk mendapatkan ijin dari papanya.
Pagi harinya, Luna sudah menata hatinya sebelum turun untuk sarapan. Dia akan bersiap melihat wajah menyebalkan sang papa, yang sudah memisahkannya dengan Arion.
Kedua orang tua Luna dan Lucas merasa aneh dengan perubahan Luna. Semalam dia seperti enggan untuk turun makan bersama tapi sekarang seolah dia merasa sangat bahagia.
"Pagi ma, pa. " sapa Luna kepada kedua orang tuanya, walau dengan sangat terpaksa. Karena dia tidak ingin orang tuanya curiga.
Dia duduk dengan tenang dan mulai makan sarapannya.
"Apa kau sudah baik, baik saja sayang? " tanya Eliza kepada anak gadisnya
Memangnya aku kenapa ? Aku sudah baik-baik saja sejak tadi malam ,hanya saja Semalam aku memang sudah makan dan malas untuk keluar . Karena banyak tugas yang harus aku selesaikan .
Kedua orang tua Luna percaya dan mereka menganggukkan kepalanya .
"Kami pikir sesuatu telah terjadi padamu sayang ,sehingga membuatmu marah kepada kami . " ujar Eliza .
"Memang aku seperti itu ya ? " Tanya Luna tak mengerti .
"Apa kau sudah lupa ingatan , Apa perlu aku ingatkan lagi . " Ejek Lucas
"Sudahlah yang penting aku sudah baik-baik saja dan aku memang tidak kenapa-napa ,Kalian tidak perlu khawatir ."
"Lucas Hari ini aku akan ke kampus bersamamu . Aku sedang malas membawa mobil ." kata Luna lagi.
"Tumben sekali kau mau berangkat bersamaku. "
"Aku hanya ingin pergi bersama saudaraku kembarku ,apa tidak boleh . "
"Boleh saja tapi itu tidak seperti biasanya . "
"Terserahlah kau memang menyebalkan. "
Perdebatan saudara kembar itupun disaksikan kedua orang tua mereka. Inilah yang selalu Orang tua Luna rindukan. Kedua anaknya, saling berdebat hal tidak penting. Daripada melihat anaknya terluka.
"kalau mau berangkat denganku Ayo aku sudah selesai . " Ajak Lukas kepada Luna .
"Baiklah aku juga selesai, ayo kita berangkat . "
Di mobil ,
"Apa yang kau inginkan dariku, Lun. "
"Memangnya apa yang aku inginkan ? " tanya Luna pura-pura tak mengerti dengan pertanyaan Lucas.
__ADS_1
"Aku tahu maksudmu menumpang mobilku ,pasti ada yang kau inginkan . "
"Tepat sekali . "