
Dan lagi-lagi Arion dan Luna melakukan olahraga malam yang menyenangkan. Entah apa yang di kejar Arion sehingga dia terus mengerjai Luna habis-habisan. Pagi, siang dan malam sepertinya dia tidak bosan menjajah tubuh istri nya itu. Dan Luna selalu saja menurut, dia tidak ingin Arion berpaling darinya hanya karena dia menolak Arion untuk diajak berhubungan badan. Kan nggak lucu, kalau sampai itu terjadi.
Pagi harinya, setelah mendapatkan sarapan versi Arion dari Luna. Akhirnya Luna bisa lepas dari kungkungan Arion. Mereka berdua akan menikmati keindahan pantai saat matahari terbit, berjalan berdua saling bergandengan tangan. Dan menyusuri pantai dengan kaki tenjang dan membiarkan kaki mereka sedikit tercium ombak yang menyentuh bibir pantai. Tak lupa Arion menyampirkan sebuah syal panjang untuk menghangatkan tubuh Luna. Karena udara pagi sangat dingin.
"Arion. Apa kau bahagia menikah denganku. " tanya Luna kepada Arion dengan pandangan mata lurus ke depan.
Arion menatap Luna setelah mendapatkan pertanyaan itu. Lalu kembali memandang lurus ke depan.
"Aku bahagia, sangat bahagia. Karena bisa memiliki gadis pujaan hatiku sejak lima tahun ini, walau harus melalui banyak drama dalam hubungan kita. " kata Arion terkekeh saat mengingat semua kekonyolan nya dulu.
"Kalau kamu, apa kamu bahagia menikah denganku? " Arion membalikkan pertanyaan itu kepada Luna.
"Tentu saja... keinginan terbesarku adalah selalu bersamamu. Kalau tidak begitu mana mungkin aku akan menghabisi nyawaku sendiri untuk melupakanmu Arion. " kata Luna dengan senyum lebar di bibirnya.
Mendengarkan ucapan Luna Arion langsung menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuh Luna lalu memeluknya dengan erat.
"Jangan pernah lakukan itu lagi, Luna. atau aku akan merasa bersalah seumur hidupku. Tetaplah hidup seperti ini, dan bahagia selalu bersama ku disampingku."
Luna mengangguk di dalam pelukan Arion. Dia tidak akan melakukan hal gila seperti itu lagi. Dia ingin hidup bahagia dengan Arion.
Tanpa mereka sadari Sinar matahari mulai mengintip dari ujung laut di ufuk Timur. Mengintip dua anak manusia yang sedang menyelami cinta mereka masing-masing. Arion melepaskan pelukannya dan menunjukkan arah matahari terbit yang ingin dilihat Luna.
"Lihatlah itu.. "
Luna melihat ke arah jari telunjuk Arion yang mengarah ke atah matahari terbit, matanya berbinar saat melihat semburat jingga dari ufuk Timur.
"Indah sekali. " sebuah kata yang terucap dari mulut Luna.
Mereka berdua menikmati terbitnya mentari di pinggir pantai yang sangat memanjakan mata. Sambil duduk di atas pasir putih, dengan kepala Luna yang bersandar di bahu Arion.
"Arion... "
"Hmmm.... Apa... "
" Kau ingin anak berapa dariku? " Luna ingin mengulang mimpinya saat ia koma dulu.
"Empat."
"Kenapa banyak sekali? "
Arion tersenyum sambil melihat lepas pantai.
"Kau memiliki gen kembar bersama Lucas dan aku juga memiliki gen kembar dari papaku. Mungkin aku dan Dinda saja yang belum beruntung dilahirkan secara bersamaan. Jadi aku ingin memiliki dua pasang anak kembar. sepasang kembar laki-laki dan sepasang kembar perempuan. Pasti menyenangkan. " ucap Arion sambil merabahkan tubuhnya diatas pasir pantai.
Deg...
Semua ucapan Arion sama persis dengan ucapannya saat dia bermimpi dalam komanya.
__ADS_1
Luna menoleh kearah Arion yang sedang menutup matanya, dia lalu tersenyum . Ternyata benar , Arion yang berada di mimpinya sama dengan Arion yang ada di hadapannya saat ini .
Mereka berdua masih berdiam diri di tepi pantai , di pagi itu . Tanpa mereka sadari , teman-teman Mereka pun berada di pantai yang sama dengan mereka . Karena mereka semua , ingin menikmati matahari terbit sama seperti Luna . Akhirnya , mereka semua mendekati Luna dan Arion yang sedang berada di bibir pantai .
"Mau lihat matahari terbit saja tidak bilang-bilang kalian , maunya berduaan terus ." celetuk Kevin dengan mulut embernya .
Arion bangkit dari tidurnya , dan dia menoleh ke asal suara. Dilihatnya para sahabatnya sedang mendekati mereka berdua .
"Kalian ada di sini ? Sejak kapan ?" Tanya Arion Yang penasaran
"Sejak kalian berpelukan ." Cicit Kevin lagi.
Luna hanya tersenyum mendengar celetukan-celetukan dari teman-temannya .
Ayo kita kembali ke Villa , kita sarapan bersama . Setelah itu kita akan pergi belanja ke tempat penjualan oleh-oleh . Karena Luna ingin memberikan oleh-oleh untuk kedua orang tuanya . Juga untuk kedua asistenku dan Dinda .
Mendengar kata belanja mata mereka semua berbinar .
"Apakah Kau juga akan membelanjakan kami Arion. " tanya Kevin lagi yang tidak tahu malu .
Arion hanya menghela nafasnya dengan kasar .
"Apa kamu kemari tidak bawa uang hah , kenapa semua harus aku ." Kata Arion ketus .
"Tau nih si Kevin , Bikin malu aja . Padahal semua fasilitas Arion sudah memberikan dengan baik dan mewah Masa harus dibelanjain juga ." Maya juga merasa kesal dengan ucapan Kevin yang tidak tahu malu itu .
"Sudah sudah Ayo kita kembali ke Villa matahari juga sudah tinggi," Sam yang lebih dewasa pun menghentikan perdebatan mereka bertiga .
Mereka semua akhirnya kembali ke Villa . Untuk membersihkan diri . Dan bersiap untuk , pergi bersama Arion .
Maya dan Dara mengambil Luna dari Arion mereka berdua ingin berbicara dengan Luna .
"Bagaimana rasanya , Luna? Seharian loh kamu kemarin tidak keluar dari penginapanmu . Apa saja yang kalian lakukan ." tanya Dara yang kepo .
Luna tersenyum mendengar kekepoan , dari para sahabatnya . Dia ingin mengerjai sahabatnya itu.
"Tentu saja kami terbang berkali-kali ke awan . Arion Memang luar biasa , tenaganya tidak ada habis-habisnya saat bersamaku . Dia sangat luar biasa. " kata Luna yang memuji Arion berkali-kali.
"Segitu hebatnya ya sampai kalian tidak keluar sama sekali dari penginapan ? " Kini giliran Maya yang bertanya sambil mendengarkan cerita Luna .
Luna mengangguk membenarkan ucapan Maya .
"Iya pokoknya dia sangat luar biasa . Dia pandai memanjakanku ." kata Luna dengan tidak tau malunya.
"Makanya buruan nikah biar kalian bisa ngerasain apa yang aku rasakan selama beberapa hari ini . Bahkan aku harus melayani Arion, dan memberikan sarapan kepadanya saat aku ingin melihat matahari terbit tadi pagi. "
"Dikasih sarapan apa Lun? " Tanya Dara yang ikut penasaran.
__ADS_1
"Pokoknya sarapan yang enak , yang tidak membuat kenyang tapi membuat kita terbang . " Kata Luna dengan percaya dirinya .
Mendengar hal itu sontak , membuat kedua sahabatnya saling berpandangan dan langsung menggeplak kepala Luna dari belakang .
"Eh kalian ya ,ngapain pukul-pukul kepala sih . Aku aduin ke suamiku lho ."
"Aduin aja sana , dasar lu ya udah berubah . Udah mesum sekarang ."
"Biarin orang mesum sama suami sendiri , wleee. "
Luna menjulurkan lidahnya kepada kedua sahabatnya dan lari menuju Arion yang tengah berbincang dengan Marco dan Sam. Luna langsung nemplok di punggung Arion yang kekar. Dan untung saja Arion cepat tanggap dan dia tidak langsung terjengkang ke depan atau ke belakang karena ulah Luna. Semua yang melihat tingkah Luna yang sangat manja kepada Arion menggelengkan kepalanya.
"Kenapa? " tanya Arion saat Luna bersikap manja seperti itu.
"Mereka tadi memukul kepalaku Arion. "
"Memangnya kenapa mereka bisa memukulmu. "
"Mereka bilang aku mesum. "
Mendengar hal itu Arion tau, pasti Luna menceritakan sesuatu yang seharusnya tidak diperdengarkan kepada teman-temannya.
"Teman-teman, aku kembali kepenginapan dulu. Nanti kita sarapan bersama di villa." Kata Arion yang masih menggendong Luna di belakang punggungnya.
Semua sahabat Arion dan Luna ikut merasa bahagia melihat kedua sahabat nya itu bahagia.
"Kok tiba-tiba aku pengen kayak mereka ya. " Celetuk Dara yang bisa di dengar semua orang.
"Ya buruan lo nikah sama Lucas. Biar bisa kayak mereka berdua. " kata Leo yang masih memperhatikan kedua sahabatnya itu dengan tersenyum.
Dara lalu melirik Lucas dengan senyuman. Lalu mendekat. "Luc, kita udah lama pacaran. Kapan nikahnya? " Kata Dara sambil bergelayut di lengan Lucas.
"Selesaikan kuliah dulu, kerja lalu menikah. "
Mendengar kalimat singkat dari Lucas membuat semua orang tertawa. Tapi tidak dengan Dara yang cemberut.
"Luna aja masih kuliah bisa nikah, Luc. Masak kita enggak. " protes Dara.
"Itu karena lakinya udah siap nikah, Dara. Arion sudah lulus kuliah, dan sekarang dia adalah CEO di perusahaan besar. Tentu saja daddyku meminta nya menikahi Arion. Selain tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi, Faktor keduanya karena Arion sudah mapan. " Lucas memberikan penjelasan kepada Dara agar tidak merengek minta dinikahi lagi dalam waktu dekat.
"Lha, kalau aku mah apa? Kuliah belum kelar. Belum punya kerjaan juga. Abang gue juga masih kuliah. Jadi untuk menikah sepertinya masih jauh deh. Gue akan menikah kalau pekerjaan sudah jelas, dan mendapat pekerjaan tetap. Sehingga gue bisa ngasih makan anak istri gue nanti. Kalau nikah sekarang cuma bermodalkan cinta doang, nggak bakal kenyang makan cinta. " kata Lucas lagi panjang lebar.
Dan ucapan Lucas tadi disetujui semua sahabatnya. Bahkan Dara sendiri sekarang mulai bungkam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Memang benar apa yang dikatakan Lucas. Bahwa semua tak semudah apa yang di jalani. Butuh perhitungan yang matang untuk menjalani rumah tangga.
Beruntungnya Luna bisa memiliki Arion yang sudah mapan di usia muda dan menikahi wanita yang dicintainya tanpa harus takut kekurangan satu apapun.
Mereka pun kembali ke kamar masing-masing dan bersiap untuk sarapan. Setelah itu mereka akan berburu oleh-oleh dengan Arion dan Luna.
__ADS_1