
Arion segera ke tempat Jack ,setelah keluar dari kediaman Anthony Dia segera menuju Yayasan panti asuhan yang menjadi markas Jack selama ini . Dua jam perjalanan mereka tempuh hingga akhirnya sampai di tempat tujuan .
Arion segera menuju kantor Jack. Dilihatnya Jack sedang memeriksa beberapa berkas yang ada di mejanya .
"Apa kau sedang sibuk Jack ? " Sapaan Arion Saat memasuki kantor Jack dan langsung duduk di sofa yang ada di ruangan itu .
Jack mendongak melihat siapa yang datang. Karena tidak sembarangan orang bisa keluar masuk ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dulu. Kecuali satu orang yang sangat menyebalkan. Siapa lagi kalau bukan Arion.
"Tumben kau datang Ada apa gerangan ?" Tanya Jack kepada Arion yang sudah duduk di sofa dengan gaya tengilnya.
"Aku hanya ingin minta bantuan mu Jack. "
"Minta bantuan apa? apa yang tidak bisa dilakukan Arion Abraham, sehingga membuatnya datang meminta bantuanku? " tanya Jack dengan menyindir.
"Aku minta tolong kau lamarkan Luna Anthony untuk menjadi istriku . " kata AArionsantai.
Mendengar permintaan Arion membuat Jack tersedak minuman yang sedang dia minum.
"Apa kau serius? " tanya Jack.
Arion mengangguk. "Kami akhirnya mendapat restu dari Gavin Anthony. Setelah Luna hampir meregang nyawa. " ujar Arion.
"Iya aku tau ceritanya. Marco menceritakan apa yang terjadi beberpaa hari lalu padaku, saat aku tidak bisa mengubungi mu. Aku tidak menyangka, putri Anthony sama keras kepalanya dangan papanya. " kata Jack sambil terkekeh.
Arion ikut terkekeh , mendengar Jack . "Dia adalah kekasihku , yang sangat mencintaiku Jack ."
"Tapi dia terlalu bodoh , karena terlalu mencintaimu Arion . Hingga mengorbankan nyawanya sendiri , hanya untuk melupakanmu . " kata Jack dengan mengejek.
"Yayaya .... Terserah kau saja . Jadi kapan kau akan datang untuk melamarkan Luna untukku . "
"Terserah kau saja tuan muda , kapan kau ingin melamar kekasihmu itu . Aku akan datang membantumu . Jangan lupa , ajak Ali . Bagaimanapun juga dia adalah om mu, walau bukan om kandung tapi dia sangat menyayangimu. Jangan sampai dia merasa kau mengabaikannya walau Kinara sudah meninggal."
"Terimakasih Jack, sudah mengingatkan. Kalau tidak aku pasti sudah Lupa. "
"Jangan pernah jadi manusia , seperti kacang yang lupa kulitnya Arion. Jadilah manusia yang selalu mengingat kebaikab orang lain. Karena hutang budi itu dibawa mati. Apa kau mengerti? " Jack memberikan ceramah singkatnya kepada Arion.
Arion hanya mengangguk , setelah mendapat ceramah dari Jack.
"Terimakasih Jack. " kata Arion lagi.
Baiklah aku hanya ingin mengatakan itu , hari Sabtu minggu ini . Datanglah ke rumah . Aku akan menyiapkan segalanya , sebagai hantaran untuk melamar Luna .
Baiklah tuan muda , aku akan ke sana .
Arion lalu meninggalkan ruangan Jack setelah menyampaikan maksud kedatangannya . Dia dan Marco segera meninggalkan panti asuhan. Dan sampai dirumah saat makan malam waktu makan malam.
Semua orang sedang bersantai di ruang keluarga sambil bermain game di ponsel mereka . Sedangkan Dinda dan dua pengawalnya sedang menyiapkan makanan untuk makan malam mereka semua . Hingga kedatangan Arion mengalihkan atensi semua orang .
__ADS_1
"Kakak.... " teriak Dinda saat melihat kakanya. Dia langsung berlari dan menabrakkan tubuhnya dan memeluk sang kakak.
"Kakak aku kangen..." Ucap Dinda dengan manja dipelukan sang kakak.
"Maaf ya, karena kakak harus menjaga kak Luna di rumah sakit selama beberapa hari. "
Dinda mengangguk.
"Apa sekarang kak Luna sudah baik-baik saja? " tanya Dinda yang sudah di rangkul kakaknya untuk berkumpul dengan yang lainnya.
"Iya, kak Luna sudah baik-baik saja. Kakak ingin menyampaikan kabar bahagia untuk Dinda dan kalian semua. " Kata Arion yang sudah duduk di kursi bersama adiknya.
"Kabar gembira apa kak? " tanya Dinda yang sudah tak sabaran.
"Sabtu besok, kakak akan melamar kak Luna untuk menjadi istri kakak. Apa kau senang? " kata Arion yang sedang menyampaikan kabar gembiranya secara tidak langsung kepada semua orang .
"Benarkah ,kakak tidak bohong kan? Kalau kakak akan menikah dengan Kak Luna . Tanya Dinda yang seolah tak percaya .
"Tentu saja sayang , hari Sabtu besok Om Jack akan datang kemari bersama istrinya , dan dia akan menjadi Wali kakak untuk melamar Kak Luna . "Kata Arion meyakinkan adiknya itu .
"Jadi beneran kalau kakak akan menikah dengan kak Luna? " tanya Dinda lagi seolah tak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Tentu saja, orang tua Kak Luna sudah merestui kakak untuk menikahi Kak Luna ."
Mendengar itu Dinda merasa sangat bahagia karena dia akan memiliki seorang kakak perempuan yang bisa diajaknya bermain dan belajar bersama pasti akan sangat menyenangkan dalam pikiran Dinda .
" Hei kalian berdua," teriak Arion kepada kedua sahabatnya itu. "Kenapa kalian berdua hanya diam saja dan tidak menanggapi apa yang aku katakan tadi ." Ujar Arion kesal pada kedua sahabatnya itu .
"Terus kami harus apa bos ? Haruskah kami jingkrak-jingkrak seperti Dinda tadi." Kata Mona dengan cuek .
Karena kesal mendengar kata-kata Mona . Arion langsung menendang kakinya .
"Besok siapkan semua barang-barang seserahan yang akan aku berikan kepada Luna ." Kata Arion memberikan perintah dengan sadis kepada Mona yang langsung mengerucutkan bibirnya .
"Salah sendiri tidak memperhatikan apa yang sedang aku katakan . Kalian harus menyiapkan semuanya besok. " kata Arion yang tidak ingin di bantah.
Mendengar ketegasan Arion membuat nyali Mona dan Ray menciut Tidak akan lagi mereka mengabaikan ucapan sang tuan muda satu ini.
"Tapi besok kan , kita harus bekerja Tuan . Siapa yang akan mengerjakan pekerjaan besok jika kami tidak ada . " Kata Mona yang Mencari Alasan .
"Kalian aku beri libur satu hari , untuk mengerjakan tugas dariku ini . Ini adalah hukuman bagi siapapun yang tidak mau memperhatikan apa yang sedang aku katakan ." Kata Arion dengan kekesalannya .
"Ayo sekarang kita makan malam , Aku sudah lapar ini . " Ajak Arion kepada semua orang .
Mona dan Ray langsung mengikuti perintah tuan mudanya. jika tidak mau dihukum lagi.
Mereka semua mulai makan malam mereka dengan tenang, karena mereka tidak ingin salah berucap lagi. Jika tidak mungkin hukuman mereka akan bertambah. Menyiapkan pesta pernikahan barangkali. Dan itu membuat mereka ketakutan.
__ADS_1
Keesokan harinya , Arion hanya pergi ke kantor berdua dengan Marco. Sedangkan Ray dan Mona , ditugaskan untuk mempersiapkan lamaran . Arion sudah memberikan kartu saktinya kepada Ray. Tapi mereka bingung barang apa saja yang harus dibeli untuk hantaran .
Mona dan Rey , berjalan mondar-mandir memikirkan apa saja yang harus mereka beli sebentar lagi . Hingga akhirnya Mona , menemukan ide cemerlang .
"Ray, Bagaimana kalau kita pergi ke kediaman Anthony , dan menanyakan apa saja yang harus kita persiapkan untuk lamaran . Dan jika Luna mau kita akan mengajaknya juga agar lebih cepat dalam memilih .
"Ide bagus Mona , Ayo sekarang kita lakukan . Agar tuan Arion tidak marah-marah terus kepada kita . " ucap Ray.
Dengan rencana liciknya , akhirnya mereka berdua segera berangkat ke kediaman Anthony , untuk bertemu dengan Luna .
Sesampainya di rumah Luna, mereka disambut oleh Eliza. Eliza yang tidak mengenali dua orang di hadapannya pun bingung dengan kedatangan mereka berdua.
"Maaf nyonya, kami adalah asisten dari tuan Arion. " ujar Ray yang memperkenalkan dirinya kepada Eliza,
"Bukankah asisten Arion itu Marco ya? yang kemana-mana selalu mengikuti Arion. " Kata Eliza seperti yang dia tau.
"Marco adalah asisten sekaligus bodyguard tuan Arion , Nyonya. Sedangkan kami adalah asisten tuan Arion di bagian kantor. Kami adalah asisten dibagian untuk mengerjakan tugas-tugas kantor tuan Arion nyonya." kini giliran Mona yang bicara
Mendengar suara Mona membuat Eliza bergidik. Dia tidak menyangka kalau pria setampan Mona memiliki dua kepribadian.
Tak lama, Luna menemui kedua asisten Arion.
"Lho kenapa kalian berdua ada di sini? " tanya Luna yang terkejut dengan kedatangan dua asisten Arion.
"Kamu kenal mereka? " tanya Eliza kepada Luna.
"Iya ma, mereka adalah asisten pribadi Arion. Hebatkan ma. calon suamiku memiliki tiga asisten pribadi. " kata Luna dengan bangga.
Eliza mengangguk.
" Lalu ada apa kalian datang kemar? " tanya Luna kepada mereka berdua.
"Kami sedang dihukum nona?" Ray yang menjawab.
'Dihukum kenapa? " tanya Luna penasaran.
Ray lalu menceritakan kejadian semaklan kepada Luna dan Eliza, yang mrmbuat Arion kesal dan terjadilah hukuman ini. Mendengar hal itu sontak saja Eliza tertawa terbahak-bahak.
"Jadi kalian berdua yang akan mengurusi hantaran lamaran untuk kami? " tanya Luna tidak percaya. dan langsung di angguki oleh dua orang itu.
"Lalu kenapa kalian kemari? "
Ray dan Mona saling berpandanga.
"Kami ingin bertanya sekaligus mengajak nona untuk belanja barang apa saja untuk hantaran. " kata Mona jujur.
Luna dan Eliza berpandangan lalu mereka berdua tersenyum.
__ADS_1
"Kalian memang cerdik. " kata Luna sambil menujukan dua jempolnya.