ARION The Trouble Maker

ARION The Trouble Maker
Menyerah Atau Berjuang


__ADS_3

"Maaf Arion , aku tidak punya hati sebaik itu . Dan kau juga sudah menyakitiku . Aku juga tidak mau berada di dalam penjara . jadi sebaiknya kamu mati , dan aku akan mengirim mereka untuk menemanimu di alam Baka sana. "


"Tapi Tan... "


Dorrrr!!!


Tubuh Luna melemas , ia menjerit histeris dan tidak menghiraukan luka di tubuhnya saat melihat tubuh Arion berlumuran darah . Bahkan Mike, Kanaya dan Alex berteriak histeris Memanggil nama Arion . Sedangkan Dinda dia sudah pingsan , saat mendengar bunyi ledakan pistol .


Segerombolan orang , baik itu yang berseragam polisi ataupun memakai jas resmi masuk ke tempat kejadian . Mereka semua , tertegun melihat Apa yang terjadi . Beberapa orang , melepaskan ikatan para Sandera .


Setelah ikatannya terlepas , Luna langsung memeluk tubuh Arion . Yang saat ini , tengah memejamkan matanya erat .


"Arion ...bangun Arion ... " Luna mengguncang-guncangkan tubuh Arion , agar dia bangun .


Tapi Arion tetap tidak bergerak.


Kadang sangat lucu bila melihat perjalanan hidup seseorang , kita tidak pernah merasa benar-benar Kehilangan sebelum dia pergi . Waktu telah memberikan banyak pelajaran hidup , tapi semua keegoisan telah membuang segalanya .


Arion bukanlah sosok yang buruk. Banyak waktu yang ia korbankan demi orang-orang yang ia kasihi di sekitarnya . Arion adalah seorang , pria luar biasa , yang berjuang sejak kecil untuk bisa bertahan dari traumanya . Dia juga pejuang Cinta Luar Biasa pada seorang gadis yang luar biasa .


Jika kalian bertanya Sejak kapan Arion mencintai Luna ? Maka ia tidak akan pernah bisa menjawabnya , karena sudah banyak waktu berlalu yang ia lewati untuk menunggu seorang Luna , gadis yang Arion harapkan selama ini .


*


Semua Sandra dari Kinara ,segera dibawa ke rumah sakit . Termasuk Arion yang terkena luka tembakan di bahu kanannya. Darahnya terus mengalir karena luka tersebut. Dia harus menerima beberapa jahitan akibat tembakan yang iya terima. Luna juga mendapatkan luka akibat tembakan yang diarahkan Kinara kepada Arion. Dia mendapatkan perawatan intensif karena Gavin tidak ingin , Luna menemui Arion maupun Arion yang menemuinya .


Keadaan Dinda pun sudah membaik, saat ini dia sedang didampingi seorang psikiater , karena takut traumanya akan kambuh lagi .


Jack terus merutuki dirinya karena telah gagal melindungi Arion dan Dinda tempat waktu . Dia merasa bersalah , kepada almarhum William Abraham . Karena tidak bisa melindungi anak-anaknya .


Yang paling disyukuri adalah , semua orang selamat . Kecuali Kinara yang mati di tempat .


Flashback


Hari itu di mana Kinara meregang nyawa , karena sebuah timah panas meluncur mengenai kepalanya . Arion yang merasa kaget , langsung berkelit menghindari pistol yang akan ditembakkan Kinara kepadanya . Akibatnya ,pistol itu mengenai bahunya dan lengan Luna yang ada di belakangnya . Arion meringis kesakitan , saat timah panas itu menggores sebagian bahunya. Begitu juga dengan Luna .


Jika kalian bertanya , Siapakah yang telah menembakkan timah panas itu di kepala Kinara , Apakah Gavin , atau Jack.


Maka jawabannya bukanlah mereka berdua . Yang menembak Kinara adalah Om Ali , suami Kinara sendiri . Ali tidak menyesal , telah membunuh istrinya sendiri . Karena perbuatannya sangat keterlaluan . Dia telah mendengarkan semua ucapan Kinara , saat dia datang dan bersembunyi di balik pilar . Sungguh istri seperti apa yang sudah dinikahi oleh Ali selama ini .


Dia tidak bisa tinggal diam , saat Kinara mengancam Arion, bshwa dia akan membunuhnya , dengan menempelkan sebuah pistol di kening Arion . Ali menjadi naik darah . Dan akhirnya dia menembakkan sebuah peluru tepat di kepala Kinara.

__ADS_1


Arion yang kaget langsung menjatuhkan tubuhnya dengan mata yang terpejam erat .jantungnya berdetak hebat , tidak menyangka bahwa orang yang selama ini dia percayai , adalah otak pembunuhan ayahnya . Dan sekarang orang itu tewas tepat di depan matanya . Dengan darah yang mengenai seluruh tubuh Arion.


Sayup-sayup Arion , menerima sebuah pelukan hangat , teriakan dan isak tangis yang memanggil-manggil namanya . Luna menangis dan memeluk erat tubuh Arion , sebelum kesadarannya hilang semua , ia melihat sebuah tarikan kuat yang mememisahkan mereka berdua . Gavin datang dan langsung membopong tubuh Luna menjauhi Arion.


Arion yang setengah sadar hanya menatap kepergian dan tangisan Luna yang ditarik keluar oleh Papanya Ghavin.


Flashback off


Arion yang sudah sadar pasca operasi, mencari keberadaan Dinda maupun Luna.


Ray yang setia di sisinya selama Arion belum sadarkan diri, segera mengambilkan air minum untuk Arion..


Setelah merasa tenang , Arion menanyakan di mana Luna dan Dinda sekarang berada kepada asistennya Ray.


"Nona Dinda berada di rumah tuan. Saat ini dia berada dalam pengawasan psikiater. Karena takut trauma nona kambuh lagi." terang Ray menenangkan hati Arion.


Benar saja, perasaan Arion segera membaik setelah mendengar keadaan adiknya.


Lalu bagaimana dengan Luna , Mike dan keluarganya .


"Nona Luna saat ini sedang dirawat di salah satu rumah sakit besar di kota ini . Banyak para penjaga yang menjaga kamar nona Luna. Mereka semua diisyaratkan , untuk melarang Anda menemuinya . Ini adalah perintah Tuan Gavin . " kata Ray sedikit ragu.


Arion mengangguk mengerti dia sudah menduga sebelumnya, Ghavin tidak akan mengijinkannya untuk bertemu dengan Luna lagi setelah ini.


"Mike dan Kanaya kembali ke Bandung. mereka akan memulai hidup barunya. Sedangkan Alex dia akan berbicara kepadamu, tuan, apakah masih diizinkan untuk bekerja di Abraham corp. atau tidak. Jika tidak, maka dia akan kembali ke Bandung bersama papa dan mama aslinya. "


"Biarkan dia kerja di perusahaan. Aku yakin dia sedang membayar rasa bersalahnya kepadaku. Karena telah menuduh ku yang bukan-bukan waktu itu. ternyata wanita yang dia benci adalah ibu kandung nya sendiri. Tuhan itu adil bukan? Bukan begitu Ray? "


"Iya tuan. " Jawab Ray singkat.


Tanyakan pada dokter, kapan aku boleh pulang.


"Tapi tuan, anda masih harus di rawat. " kata Ray cemas.


"Tenang saja, aku bisa rawat jalan, Aku ingin bertemu dengan Luna." kata Arion dengan ekspresi sedang memikirkan Luna.


"Tapi tuan... "


"Sudahlah Ray, jangan membantahku. " putus Arion.


Ray langsung beranjak dari duduknya dan pergi menuju ruangan dokter yang menangani Arion.

__ADS_1


"Kapan saya boleh pulang dokter. " Tanya Arion dengan suara datarnya neoada seorang dokter yang memeriksanya. .


Sampai beberapa wakti berlalu, akhirnya dokter memberi keputusan.


"Baiklah jika Tuan Arion memaksa ingin pulang , besok setelah melakukan semua pemeriksaan . Dan jika semua berjalan normal , maka tuan muda Arion boleh kembali .. "


"Baguslah kalau begitu , besok setelah pulang dari sini kita akan langsung menjenguk Luna ." kata Arion kepada Ray, karena sejak tadi dia membantah Arion.


"Baik Tuan , " Ray akhirnya pasrah. Karena tusn mufanya itu sangat keras kepala.


*


*


Di rumah sakit lain tempat Luna dirawat .


Luna merengek ingin bertemu Arion, dia ingin tau keadaannya. Apakah dia baik-baik saja, atau terluka parah.


Ghavin menolak keras permintaan dari Luna yang ingin bertemu Arion.


"Sudah papa katakan , sekali tidak tetap tidak . Jangan membuat Papa marah Lun . Karena kamu sudah membangkang perintah papa untuk tidak bertemu dengan Arion . Tapi kamu malah bertemu dengannya dan menggunakan Lucas sebagai alasan . Papa akan mengurungmu di kamar setelah pulang dari sini. " putus Ghavin dengan tegas dan tidak ada bantahan.


Luna menangis sejadi-jadinya mendengar keputusan papanya saat itu. Hingga dia mogok makan ataupun minum. Mama dan kakanya sudah membujuk Luna untuk makan, tapi Luna tetap bungkam.


Hingga keesokan harinya, suara seseorang yang sangat dia rindukan menyapa indera pendengarannya. Namun beberapa penjaga di depan kamar rawat Luna melarang Arion untuk masuk.


Lalu terdengar suara papanya datang.


"Ada apa ini ribut-ribut. " tanya Gavin dengan tampang wajah yang sudah mengeras saat tau siapa yang datang untuk bertemu Luna.


"Om, izinkan saya bertemu dengan Luna. Saya ingin bertemu dengan Luna.


" Cih... mulai sekarang Jauhi Luna. Sudah bagus kemarin kamu menjauhi Luna, selama tiga tahun. Tapi kenapa sekarang datang lagi. Apa balas dendammu kepada pembunuh papamu, yang membuatmu datang kemari? "


"Kenapa, saya harus menjauhi Luna Om. Saya mencintai Luna. Biarkan kami bersama. " pinta Arion kepada papa Luna.


"Karena Aku tahu semua Masa Lalu keluargamu , keluargamu adalah keluarga yang tidak jelas . Karena itu , Aku tidak mau anakku berhubungan dengan pria tidak jelas sepertimu . Aku tidak mau Luna terjebak bahaya bila dekat denganmu . Aku tahu kamu mencintai anakku dan menyayanginya , semua itu terlihat dari sorot matamu . Karena itu , aku ayah dari wanita yang kamu cintai . Meminta kamu agar menjauhinya . Kamu pasti tidak ingin Luna terluka seperti kemarin kan. " kata Gavin penuh penekanan di setiap ucapannya.


Mendengar itu, membuat Luna maupun Arion yang mendengarnya bagai di sambar petir. Papanya benar-benar tidak mengizinkan mereka bersama.


Arion kembali dengan langkah gontai Dia tidak tau harus berkata apa lagi jika sudah seperti ini.

__ADS_1


Apakah Arion akan menyerah, dan tetap akan berjuang?


__ADS_2