Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
10. Konfirmasi


__ADS_3

Yah Nathan sudah memutuskan bahwa besok dia akan bertemu dengan Delima. Apapun yang terjadi dia harus mengkonfirmasi perasaannya terhadap perempuan itu. Dia tidak mau berlama-lama hidup dalam keadaan tersiksa untuk sebuah perasaan yang tidak pasti.


Keesokan harinya Nathan terbangun dengan badan yang terasa lelah dan juga kepala yang pusing karena semalaman sulit sekali untuk dia bisa terlelap.


" Ah kepalaku pusing sekali!" ucap Nathan yang terlihat hendak kembali tertidur.


Akan tetapi Nathan mengurungkan niatnya ketika melihat Arya yang masuk ke dalam kamarnya dengan membawa sarapan untuknya.


" Sarapanmu sudah siap Taun. Ayo kita hari ini ada pertemuan dengan orang penting!" ucap Arya dengan wajah penuh semangat 45.


Akan tetapi Arya mengerutkan keningnya ketika dia melihat Nathan yang wajahnya tampak begitu pucat.


Arya kemudian meletakkan telapak tangannya di kening Nathan. Sekedar untuk memeriksa keadaan pemuda itu.


" Eh, kau demam bos!" ucap Arya.


Nathan menguap dan kemudian berniat untuk merbaringkan tubuhnya kembali.


" Aku akan mengambil Paracetamol di kotak obat dulu. Bos, makanlah dulu sarapanmu." perintah Arya kepada Nathan sebelum dia meninggalkan pemuda itu menuju ke dapur untuk mengambil otak obat dan membawa Paracetamol yang kemudian dia berikan kepada Nathan.


Setelah memastikan sarapan akan habis dan obat pun sudah diminum Arya kemudian duduk di samping Nathan.


" Bos apa kita akan mengundurkan acara pertemuan hari ini? Mengingat kau saat ini sedang sakit." ucap Arya bertanya kepada Nathan.


" Kau saja yang datang dan mewakili aku untuk bertemu dengan mereka. Bilang saja kalau aku sedang sakit!" ucap Nathan yang kemudian membaringkan tubuhnya kembali dan memejamkan matanya.


Arya terlihat berpikir keras. Bagaimanapun pertemuan hari ini adalah pertemuan yang sangat penting untuk perusahaan mereka. Akan tetapi untuk dia hanya pergisendirian bertemu pun rasanya Dia tidak percaya diri untuk melakukan itu.

__ADS_1


" Pergilah dengan sekretarisku. Karena dia tahu banyak tentang proyek itu. Dia akan membantumu untuk menjelaskan semuanya!" ucap Nathan di balik selimut.


Arya terus saja berpikir karena dia benar-benar tidak mau bermain-main dengan urusan bisnis.


Kalau terjadi kesalahan maka bukan hanya perusahaan yang akan mengalami kerugian tetapi akan ada banyak karyawan yang harus menanggung resiko dari kerugian itu.


Arya tidak mau kalau sampai dia harus memberikan kerugian untuk siapapun. Oleh karena itu dia selalu mengerjakan pekerjaan nya dengan sepenuh hati dan penuh rasa tanggung jawab.


" Bos bagaimana kalau kita lakukan meeting virtual saja? Aku rasa setelah mereka mendengar bahwa kau sakit pasti mereka juga bisa mengerti keadaanmu." ucap Arya memberikan solusi kepada Nathan.


Nathan sontak membuka selimutnya dan menatap Arya dengan lekat.


" Eh, kau pikir, di sini itu, siapakah CEO nya dari perusahaan ini?" tanya Nathan sambil melotot ke arah Arya yang tidak mengerti maksud perkataannya.


" Di sini adalah aku yang sebagai CEO dan kau adalah asisten pribadiku. Jadi jangan coba-coba kau mengatur apa yang harus aku lakukan!" ucap Nathan merasa kesal dan jengkel dengan kelakuan Arya yang kadang-kadang suka lupa dengan status dan juga jabatannya.


" Tampaknya selama ini aku terlalu baik padamu. Sehingga membuatmu selalu lupa siapa dirimu sesungguhnya!" ucap Nathan yang merasa kesal dengan kelakuan Arya.


Nathan tidak memperdulikan dirinya sendiri yang saat ini sedang pusing dan juga serasa mual di perutnya.


Tapi yang jelas Nathan harus segera bertemu dengan Delima dan dia tidak mau menunda lagi untuk melakukan itu.


" Maafkan saya Tuan atas kelancangan sikap saya!" ucap Arya sambil terduduk lesu.


Arya mengerti kalau saat ini perasaan Nathan pasti sedang tidak baik-baik saja karena sakit. Arya berusaha untuk memahami semua yang terjadi pada hari ini.


" Baiklah bos Kalau begitu saya akan menemui klien bersama dengan sekretaris anda. Saya harap anda beristirahat agar tubuh anda bisa segera sehat!" ucap Arya yang kemudian meninggalkan Nathan sendirian di dalam kamarnya.

__ADS_1


Setelah kepergian Arya, Nathan merasa bersalah sekali. Karena sudah membuat sahabatnya merasa sedih dengan kelakuan dirinya yang kasar dsn bar-bar.


" Maafkan aku Arya. Aku nggak maksud buat nyakitin hati kamu. Tapi aku harus segera bertemu dengan Delima Kalau tidak, aku bisa mati sengsara gara-gara perasaan yang tidak jelas seperti ini!" monolog Nathan dengan berusaha untuk menguatkan hatinya sendiri agar tidak lemah ketika berhadapan dengan Arya yang diakui selama ini selalu membuat dia selalu lupa tentang status mereka berdua.


Nathan tahu bahwa dia selama ini terlalu memanjakan Arya sehingga membuat Arya tidak pernah merasa bahwa dirinya adalah seorang asisten pribadi dari CEO yang bernama Nathan Prawira.


Setelah Nathan melihat Arya yang sudah berangkat kantor. Nathan pun kemudian bersiap-siap untuk menemui Delima di kediamannya.


" Aku tidak tahu apa yang dilakukan oleh Delima tapi aku akan berusaha untuk bisa bertemu dengannya!" dengan kemantapan luar biasa Nathan pun langsung mengendarai mobilnya menjauh dari mansionnya. Nathan tidak memperdulikan pening di kepalanya dan juga rasa mual di dalam perutnya yang sejak pagi entah kenapa terus menyiksanya.


Begitu sampai di kediaman Abdi. Nathan turun dan kemudian langsung membunyikan bel pintu rumah Delima.


" Maaf mencari siapa ya Den?" tanya pembantu yang ada di rumah Delima sambil membukakan pintu untuk Nathan.


" Apa saya bisa bertemu dengan Delima? Karena saya ada perlu untuk bertemu dengan dia!" ucap Nathan sambil tersenyum kepada sang pembantu.


Nathan tampak melihat ke sekeliling yang begitu sepi.


" Maaf Den. Nyonya Delima sudah tidak tinggal di sini lagi. Dia sekarang tinggal bersama dengan ayahnya, Pak Bagaskara." Nathan kemudian berpamitan setelah mengetahui keberadaan Delima.


Akan tetapi di tengah perjalanan, tubuh Nathan merasa lemas seketika. Setelah mengetahui bahwa saat ini Delima sedang berada di rumah Bagaskara musuh bebuyutan yang sejak dulu selalu mencari masalah dengannya.


" Ah Nathan! Apa yang akan kau lakukan sekarang kalau Delima sedang berada di rumah ayahnya?" tanya Nathan benar-benar merasa kesal dan juga pusing dengan situasi yang terjadi tiba-tiba.


Nathan berusaha untuk menelpon Arya tetapi teleponnya tidak diangkat sejak tadi


" Arya Sekarang pasti sedang sibuk berbicara dengan klien!" bathin Nathan merasa frustasi.

__ADS_1


Sungguh keberadaan Delima di rumah Bagaskara di luar prediksi seorang Nathan Prawira. Nathan lebih baik menghadapi 100 Abdi daripada menghadapi satu orang bernama Bagaskara yang selama ini selalu saja membuat kepalanya pening dengan semua kebijakan dan juga perbuatannya terhadap organisasi maupun perusahaan yang dia Pimpin.


Sebenarnya Nathan benar-benar penasaran dengan apa yang terjadi kenapa Delima. Sampai meninggalkan kediaman Abdi. Apakah itu artinya Delima sudah bercerai??


__ADS_2