Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
6. Harus bagaimana?


__ADS_3

Nathan menatap laporan-laporan yang tadi dibawa oleh Arya mengenai Delima dan juga keluarganya.


" Arya Bagaimana ini? Kita harus bagaimana? Bagaimana kalau sampai wanita itu bekerja sama dengan Abdi untuk menghancurkanku?" Nathan tampak meraup wajahnya dengan kasar. Dia benar-benar sangat frustasi memikirkan masalahnya saat ini.


" Tenanglah Tuan Nathan. Saya sudah menyelidiki semua tentang wanita itu. Pernikahan mereka tidak berjalan dengan lancar. Karena Abdi tidak pernah mencintai dia. Bukankah Abdi memiliki pacar selain Dia sebagai istrinya?" seketika Nathan mengingat tentang Alana yang saat ini berstatus sebagai pacar dari Abdi.


Mendengar penjelasan dari asistennya Nathan mulai merasa tenang senyumnya mulai terbit dari bibirnya.


" Aku tidak tahu apa yang harus ku katakan. Tapi yang jelas, aku merasa lega kalau benar wanita itu tidak bekerja sama dengan Abdi untuk menjebakku." Arya merasa senang karena sudah bisa membuat Nathan kembali tersenyum lagi.


" Aku tidak mengerti. Bagaimana mungkin seorang wanita seperti dia bisa terjebak menikah dengan Abdi yang b******* itu? Padahal dia seorang wanita yang sangat cantik dan juga baik!" ucap Nathan sambil tersenyum ketika dia kembali mengingat tentang pertemuannya bersama dengan Delima yang tanpa disengaja.


Arya kemudian membaca lagi laporan yang dikirimkan oleh anak buahnya yang tadi dia serahkan kepada Nathan.


" Abdi selalu meminta uang dalam jumlah besar kepada ayahnya Delima. Entah untuk apa dia melakukan hal seperti itu!" ucap Arya sambil menatap Nathan.


Nathan mengerutkan keningnya ketika mendengarkan laporan itu yang terasa begitu ganjil baginya.


" Mungkin Tujuan orang tuanya menikahkan Abdi dengan Delima adalah karena ingin menguasai kekayaan keluarganya. Oleh karena itu dia selalu meminta banyak uang kepada ayahnya Delima?" tanya Nathan kepada Arya yang hanya bisa menatapnya.

__ADS_1


" Mungkin yang menjadi analisis Anda benar juga Tuan. Karena aneh saja sih. Kenapa mereka malah meminta Non Delima untuk menikahi anak mereka yang lain, sementara anak mereka yang lainnya mati tertembak gara-gara ayahnya Non Delima!" terlihat Nathan terus memperhatikan foto-foto yang disertakan di dalam laporan anak buahnya.


Foto pernikahan antara Delima dan Abdi yang saat ini berada di tangannya, terus dia tatal tanpa berkedip sama sekali.


" Apakah anda baik-baik saja Tuan Nathan?" tanya Arya yang merasa khawatir melihat Nathan yang tetap diam saja sejak tadi seperti orang bego menatap foto pernikahan Delima dan Abdi.


" Aku hanya merasa kasihan kepada gadis ini. Oh tidak! Dia sudah tidak gadis lagi, semua gara-gara malam laknat itu! Semuanya gara-gara Abdi yang sudah menjebak saya pada malam itu. Sehingga saya melakukan hal yang tidak seharusnya saya lakukan terhadap dia!" terlihat Nathan yang lemas sekali karena dia telah berbuat jahat terhadap seseorang yang tidak memiliki sangkut paut dengan dirinya ataupun memiliki dendam pribadi terhadapnya.


" Bagaimana ya, perasaan Abdi? Ketika dia tahu tentang rencananya yang ternyata digagalkan oleh istrinya sendiri yang selama ini hanya dia porotin hartanya hanya untuk menyenangkan kekasihnya?" tanya Arya dengan senyumnya yang membuat Nathan benar-benar merasa kesal.


Nathan kemudian keluar dari kamarnya. Dia berniat untuk pergi ke kantor karena sudah terlalu lama dia berada di rumah. Hanya untuk mendengarkan ocehan dari Arya yang tidak bermutu baginya.


" Tuan mau ke mana? Kenapa tidak mengajak saya?" tanya Arya yang langsung mengekor di belakang Nathan yang tidak menoleh sedikitpun kepadanya.


Nathan langsung melarang Arya ketika hendak masuk ke dalam mobilnya.


" Naiklah mobilmu sendiri! Kenapa kau suka sekali menggangguku?" tanya Nathan sambil melotot ke arah area yang sontak langsung menutup kembali mobil milik majikannya kemudian dia pun masuk ke dalam mobilnya sendiri yang diparkirkan tepat di belakang mobil milik Nathan.


" Ya ampun punya bos besar sensinya luar biasa. Padahal kami sama-sama mau berangkat ke kantor. Dasar menyebalkan!" rutuk Arya ketika dia sudah berada di dalam mobil miliknya dan melihat Nathan sudah keluar dari area gedung apartemennya.

__ADS_1


Sementara itu Nathan yang saat ini sudah berada di dalam kantor miliknya. Nathan masih mengingat kembali raut wajah Delima ketika masuk ke dalam rumahnya dan disambut oleh Abdi dengan kemarahan.


Nathan benar-benar tidak mengerti. Bagaimana mungkin ada seseorang yang menikahi seorang wanita hanya untuk dimanfaatkan saja dan disakiti lahir batinnya?


Hati Nathan meronta-ronta memikirkan tentang nasib Delima yang saat ini sedang menderita dalam pernikahan yang bersama Abdi yang selama ini selalu menjadi musuh bebuyutannya secara sembunyi-sembunyi.


Abdi memang tidak berani untuk secara terang-terangan mengajukan permusuhan dengan Nathan. Dia selalu berbuat licik dan selalu berusaha untuk menjebak Nathan di belakangnya. Untung saja Nathan selalu pintar dan selalu waspada dengan semua kebusukan yang selalu dilancarkan oleh Abdi kepadanya.


" Aku akan menemui wanita itu dan aku harus berbicara dengannya secara pribadi, masalah kejadian malam itu. Aku tidak bisa hidup terus seperti ini karena merasa bersalah dan takut!" akhirnya Nathan memutuskan untuk mendatangi kediaman Delima yang tadi siang dia lihat tanpa sengaja. Ketika dia memutuskan untuk mengikuti Delima.


Arya yang melihat Nathan Kembali keluar dari kantornya tampak mengerutkan keningnya. Dia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan oleh Bos besarnya tanpa memberitahukan dulu kepadanya.


" Mau pergi ke mana lagi bos besarku itu? Padahal baru saja dia datang sudah pergi lagi. benar-benar tidak bertanggung jawab Bagaimana perusahaan ini mau besar kalau punya bos besarnya sesuka hati seperti itu? Menyebalkan sekali!" rutuk Arya kesal.


Arya akhirnya dengan sangat terpaksa masuk ke dalam ruangan meeting dan menggantikan Nathan yang tadi pergi keluar dari kantor tanpa mengatakan apapun kepadanya.


Arya sudah terlalu terbiasa dengan kelakuan Nathan yang selalu melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri tanpa memikirkan apapun konsekuensi yang ada di belakangnya.


Sementara itu Nathan yang saat ini sudah berada di depan rumah Delima. Dia terlihat hendak memencet bel pintu rumah itu.

__ADS_1


Akan tetapi Nathan mengurungkan niatnya ketika dia mendengar suara keras di dalam rumah itu dan jeritan seorang wanita.


" Dasar perempuan kurang ajar! Sungguh lancang! Berani-beraninya kau menantang kekuasaanku! Cepat sekarang juga kau hubungi ayahmu yang bodoh itu! Minta kepada dia untuk segera mentransfer uang 100 miliar ke rekeningku. Karena aku harus segera menyelesaikan pembayaran untuk produk baruku yang harus molor gara-gara kamu yang tidak mau menuruti kata-kataku!" ucap Abdi sambil melotot di hadapan Delima yang saat ini sedang menangis terisak karena sedih sekali dengan kelakuan suami bejatnya.


__ADS_2