Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
21. Kalut


__ADS_3

Walaupun beberapa saat yang lalu posisi Alana sempat tergeser oleh Delima tetapi seketika hati Nathan mendingin saat sadar siapa ayah dari Delima. Nathan menyerah untuk memperjuangkan cintanya bersama dengan Delima yang telah menjadi calon ibu dari anaknya.


Sementara itu Delima dan Abdi berangkat ke luar negeri untuk menyamarkan pernikahan mereka yang sebenarnya sudah berada di ujung tanduk. Setidaknya hal itu untuk membuat publik percaya bahwa mereka masih saling mencintai dan pernikahan mereka baik-baik saja.


Alana yang melihat berita tentang perjalanan Delima dan Abdi di infotainment terlihat begitu kesal.


" Kurang ajar Abdi! Bukannya dia berusaha dan memperjuangkan cintanya denganku, dia malah asik-asik bermesraan dengan wanita itu yang katanya akan segera dia ceraikan. Awas kamu Abdi! Aku tidak akan pernah membiarkanmu bahagia bersama dengan Delima! Kamu selamanya akan tetap menjadi milikku walau apapun yang terjadi!" monolog Alana dengan emosi yang memuncak di hatinya ketika dia melihat berita di infotainment yang memperlihatkan kemasan Abdi dan Delima yang begitu intens.


Tidak berbeda dengan Nathan yang juga sedang melihat berita di infotainment melalui ponselnya ketika dia berada di kantornya.


" Bukankah dia mengatakan kalau dia akan bercerai dengan Abdi? Kenapa mereka malah pergi berbulan madu ke luar negeri?" monolog Nathan benar-benar tidak percaya dengan apapun yang dia lihat hari ini.


Tampak Nathan yang meremas kedua tangannya. Nathan benar-benar marah dan juga jengkel melihat semua itu.


" Asmara satu malam bersama istri musuhku. Benar-benar telah menghancurkan hidupku hingga berkeping-keping! Sekarang Aku bahkan memiliki anak di dalam rahim Delima. Akan tetapi aku tidak bisa untuk menjadikan dia sebagai istriku. Karena Delima yang masih berstatus sebagai istri dari Abdi." ucap Nathan pada dirinya sendiri.


Nathan terlihat meraup wajahnya dengan kasar. Hatinya saat ini sangat terganggu melihat berita infotainment tersebut yang memperlihatkan kemesraan antara Delima dan Abdi yang begitu menyiksa dirinya.


Nathan benar-benar terbakar api cemburu melihat kemesraan mereka berdua.


" Ah, Nathan bodoh!!" Nathan bahkan sampai melemparkan semua berkas-berkas yang ada di atas mejanya untuk melampiaskan emosi di hatinya.


Arya yang melihat Nathan sedang mengamuk dia pun kemudian mendekati atasannya.


" Ada apa Bos? Kenapa kamu ngamuk begitu? Apakah ada masalah yang bisa aku bantu?" tanya Arya yang merasa kebingungan melihat berkas-berkas yang sekarang berhamburan dan menjadi tugasnya untuk kembali menyusunnya seperti sedia kala.


Nathan yang saat ini sedang menghafalkan kedua tangannya karena emosi yang begitu besar di hatinya melihat Delima dan Abdi yang begitu bahagia.


Nathan benar-benar tidak rela kalau harus melihat Abdi yang begitu bahagia bersama dengan wanita yang saat ini sedang mengandung anaknya.

__ADS_1


" Kau Lihatlah! Delima saat ini sedang honeymoon bersama Abdi keluar negeri. Padahal saat ini dia sedang mengandung anakku. Wanita itu!! Dia benar-benar seorang player tingkat tinggi! Dia bilang akan segera bercerai dengan laki-laki itu. Akan tetapi, lihatlah ini! Apa yang sedang mereka lakukan di sana dengan bikini semacam itu?" tanya Nathan dengan emosi yang luar biasa.


Arya hanya bisa menarik nafasnya dalam- dalam dan membiarkan bosnya untuk melampiaskan emosinya.


" Lalu maunya bos apa? Apakah saya harus menarik Nona Delima untuk kemari dan menemui Anda?" pertanyaan Arya malah membuat Nathan semakin gemas dan kesal dibuatnya.


" Pergi kau dari ruanganku! Kalau hanya Ingin membuatku merasa pusing!" ucap Nathan yang semakin jengkel ketika dia melihat Arya.


Arya yang ketakutan melihat emosi di wajah Nathan. Dia kemudian pergi meninggalkan Nathan sendirian di dalam ruangannya.


" Ya ampun! Kalau orang sedang dia mau cemburu benar-benar menakutkan!" monolog Arya yang akhirnya memilih untuk membiarkan Nathan sendirian di dalam ruangannya. Daripada dia dijadikan sasaran dari kemarahan Nathan yang sedang cemburu dengan Delima dan Abdi.


Arya pun sebenarnya merasa tidak tega kepada Nathan yang pasti saat ini sedang kebingungan untuk memperjuangkan hubungannya bersama Delima. Bagaimana tidak bingung coba? Di satu sisi suami dan ayahnya Delima adalah musuhnya. Di satu sisi, wanita itu saat ini sedang mengandung anaknya. Hati siapa yang tidak akan merasakan galau seperti Nathan saat ini?


Arya sekarang hanya bisa menatap bosnya dari arah jendela tanpa bisa berbuat apapun.


" Laporkan semua kegiatan mereka di sana! Jangan sampai ada satupun yang terlewat. Apa kau paham?" tanya Nathan kepada detektif yang saat ini sedang dia tugaskan untuk mengawasi Delima.


Nathan pun tidak memahami apa yang saat ini sedangvdia lakukan. tapi yang jelas dia hanya mengikuti instingnya untuk mengawasi apapun yang dilakukan oleh Abdi terhadap Delima.


Kalau saja tidak ada Bagaskara di antara mereka berdua. Pasti saat ini Nathan sudah mengejar Delima ke tempatnya sekarang berada bersama Abdi.


Akan tetapi sayang Nathan lebih mengutamakan dendamnya bersama dengan Bagaskara daripada perasaannya untuk Delima yang saat ini sedang mengandung anaknya.


Walaupun sebenarnya Nathan merasa bingung dengan Bagaskara yang selama ini selalu mencari gara-gara dengannya.


Nathan tidak tahu tentang masa lalu ayahnya yang telah mempermainkan adik dari Bagaskara. Sehingga akhirnya perempuan itu memilih untuk bunuh diri daripada harus hidup dalam kesedihan, karena harus hidup dalam aib dan malu karena di tinggalkan oleh laki-laki yang dia cintai.


" Bagaskara aku pasti akan membalas semua perbuatanmu yang sudah memukulku sampai hampir mati! Aku tidak akan pernah mau untuk mempertahankan hubungan aku dengan Delima! Aku tidak perduli. Walaupun saat ini Delima sedang hamil anakku!" ucap Nathan yang penuh emosi dan dendam yang ada di hatinya.

__ADS_1


Kemarahannya kepada Bagaskara lebih besar daripada perasaannya untuk Delima.


***


Sementara itu Delima yang saat ini berada di luar negeri bersama dengan Abdi dengan balutan honey moon, hanya untuk membohongi publik tentang hubungan pernikahan mereka berdua yang seakan kembali harmonis.


Abdi merasa begitu bersemangat untuk melakukan sandiwara itu. Karena dia tahu pasti Nathan akan melihat semua yang dilakukannya hari ini bersama dengan Delima.


Hanya membayangkan Nathan marah saja, sudah membuat hati Abdi begitu bahagia.


' Hahaha! Saat ini Nathan pasti sedang kebakaran jenggot gara-gara melihatku bersama dengan Delima berada di luar negeri dengan balutan honey moon! Ya Tuhan! Aku benar-benar tidak sabar melihat ekspresi wajah Nathan yang pasti marah luar biasa melihat wanita yang sedang mengandung anaknya sekarang berada dalam pelukan aku! Hahaha! Ternyata ini adalah balas dendam yang paling manis. Membalas dendam dengan menyerang mentalnya jauh lebih cantik dan lebih menarik. Daripada memukul nya sampai dia mati!' batin Abdi saat dia melihat delima yang saat ini sedang berenang di bengalow yang sudah disediakan oleh Bagaskara untuk honeymoon mereka berdua.


Bagaskara benar-benar menyiapkan segalanya untuk membuat Nathan merasakan amarah luar biasa. Ketika melihat putrinya yang kembali bersama dengan Abdi.


Bagaskara akan melakukan apapun yang akan membuat Nathan tidak bahagia.


Kebencian Bagaskara kepada keluarga Prawira sudah sampai ke ubun-ubun. Sampai kapanpun Bagaskara tidak akan mau melepaskan dendamnya kepada keluarga Prawira. Dia tidak peduli walaupun saat ini Delima sedang mengandung anak Nathan.


Bagaskara lebih baik membayar Abdi Miliaran daripada harus melihat Delima bersama dengan Nathan yang merupakan anak dari musuh besarnya yang tidak akan pernah dia maafkan sampai kapanpun.


" Apa yang kau lihat? Kenapa kau dari tadi terus senyum-senyum seperti orang bodoh saat melihat aku?" tanya Delima kepada Abdi sambil mengerutkan keningnya.


Sejujurnya Delima sudah tidak merasa bahagia untuk bersama dengan Abdi. Akan tetapi demi anaknya dia harus berkorban sejauh itu.


Delima pun tidak mengetahui ada masalah apa antara ayahnya bersama dengan Nathan. Aehingga mereka terlihat begitu saling memusuhi satu sama lain.


" Aku hanya mengagumi kecantikan istriku. Apakah itu tidak dibolehkan?" tanya Abdi dengan senyum tengilnya yang sangat menyebalkan bagi Delima.


Apalagi ketika Delima mengingat semua perbuatan buruk Abdi kepadanya sebelum ayahnya tahu keburukan pria itu yang sudah menipu sang ayah dan dirinya sendiri selama bertahun-tahun lamanya.

__ADS_1


__ADS_2