Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
44. Acara Lamaran


__ADS_3

Hari ini, di kediaman Bagaskara, terlihat sangat ramai. Karena akan terjadi acara lamaran antara Delima dan Nathan. "Selamat ya Delima. Akhirnya kalian bisa mewujudkan cinta kalian!" doa Abdi kepada Delima saat mereka bertemu. Delima melihat kesedihan di mata mantan suaminya. Nathan merasa cemburu melihat interaksi antara Abdi dan Delima, tetapi ia berusaha menguatkan hatinya agar tidak terlalu mengikuti kecemburuan tersebut karena saat ini adalah acara sakral yang sudah ditunggu oleh banyak orang. Setelah acara lamaran tersebut, mereka berdua akan melangsungkan pernikahan satu minggu setelahnya.


Nathan berusaha untuk bersikap wajar dan memberikan toleransi kepada Delima dan Abdi untuk berbicara selama beberapa menit. "Sabarlah Nathan!! Toh mereka juga tidak melakukan hal yang aneh-aneh!" batin Nathan saat melihat Abdi yang saat ini sedang memeluk Delima untuk mengucapkan selamat tinggal karena Abdi berniat untuk pindah ke luar negeri.


Nathan awalnya hendak melabrak mereka berdua, tetapi ia tidak jadi melakukannya setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Abdi secara pelan. "Aku berharap kau bisa berbahagia bersama pilihan hidupmu. Delima, tolong maafkan aku yang selama pernikahan kita berdua sudah memberikanmu banyak luka. Aku mau berpamitan kepadamu. Karena aku akan meninggalkan Indonesia dan melanjutkan kuliahku di Amsterdam. Aku harap bayi yang ada dalam kandunganmu akan lahir dengan selamat dan semuanya aman. Baiklah Delima, aku permisi dulu dan aku minta maaf karena tidak bisa hadir di acara pernikahan kalian berdua!" Nathan sedikit renyak mendengarkan kata perpisahan yang diucapkan oleh Abdi.


Nathan tidak pernah menyangka akan mendengarkan hal-hal seperti itu dari mulut musuh besarnya yang selama ini selalu membuat masalah dengannya. Arya yang sejak tadi sudah standby dan bersiap untuk melakukan perlawanan apabila Abdi melakukan hal-hal yang berbahaya untuk Nathan maupun Delima, juga terlihat bingung dengan apa yang dilakukan oleh Abdi. "Bos, semua ini terlalu tidak nyata. Aku tidak percaya kalau Abdi benar-benar melakukan itu. Dia tidak sedang bersandiwara kan untuk membuat Nyonya Delima bersimpati kepadanya?" tanya Arya sambil berbisik di telinga Nathan yang langsung melotot kepadanya. "Kamu jangan sembarangan!!" Nathan akhirnya memilih untuk meninggalkan mereka berdua yang saat ini sedang berpamitan satu sama lain.


Nathan hanya bisa melipat kedua tangannya di depan dada ketika melihat Abdi yang sekarang mendekat ke arahnya. "Maafkan semua kesalahanku selama ini kepadamu dan selamat atas pertunangan kalian berdua dan juga pernikahan kalian yang akan segera dilaksanakan. Maaf aku tidak bisa menghadiri acara pernikahan kalian karena aku hari ini juga akan segera berangkat ke Amsterdam untuk melanjutkan kuliah di sana!" Nathan terlihat menganggukkan kepala dan memeluk Abdi. "Oh ya, aku ingin mengembalikan 10% saham milikmu karena aku tidak membutuhkan ini lagi! Aku akan pergi ke Amsterdam dengan hanya membawa diriku saja. Tanpa harus membawa harta kekayaan yang aku dapatkan karena Delima." Nathan benar-benar terkejut melihat Abdi yang mengembalikan berkas transfer saham yang telah dia berikan kepada Abdi.

__ADS_1


Bagaskara, Delima, Arjun, Arya, maupun Rossa tampak terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Abdi yang benar-benar tidak ada dalam gambaran mereka. "Abdi, jangan bodoh kamu! Semua itu adalah hakmu karena kamu sudah merelakan istrimu untuknya!" terlihat Rossa yang benar-benar marah dengan kecerobohan putranya yang dengan begitu mudah menyerahkan saham 10% kembali kepada Nathan. "Mama, tidak usah ikut campur urusanku. Semua ini adalah hidupku dan aku yang akan memutuskan segalanya!" setelah Abdi menyerahkan berkas transfer saham itu ke tangan Nathan, Abdi langsung pergi meninggalkan kediaman keluarga Bagaskara tanpa memperdulikan segala omelan maupun amarah yang diberikan oleh Rossa kepada Abdi yang sangat bodoh menurut Rossa.


Rossa memandang sinis dan penuh dengan kebencian kepada Delima yang telah sukses membuat Abdi berubah total dan menjadi pribadi yang sangat tidak dikenalinya. "Semua kebodohan putraku ini gara-gara kamu! Aku tidak akan pernah mendoakan kebahagiaanmu bersama suamimu itu!" kemudian Rossa meninggalkan kediaman Bagaskara dengan amarah yang teramat besar di hatinya.


Nathan yang masih membeku di tempatnya dan tidak percaya bahwa hal itu benar-benar terjadi masih shock. Abdi yang ia kenal adalah sosok yang ambisius dan gila harta. Akan tetapi, Abdi yang sekarang, Abdi yang datang ke acara pertunangannya bersama Delima adalah sosok yang berbeda yang tidak dikenali oleh Nathan sama sekali. "Arya, tolong coba tanganku! Apakah aku benar-benar hidup di dunia nyata ataukah sedang bermimpi?" Nathan mencoba mengkonfirmasi bahwa semuanya adalah kebenaran dan kenyataan. "Ini semua benar, Bos. Bahwa Tuan Abdi telah mengembalikan kembali saham 10% milikmu yang sudah ditransfer atas namanya!" Arya memberitahukan semuanya kepada Nathan.


"Lalu, kenapa Abdi melakukan itu?" tanya Nathan yang masih bingung dan tidak mengerti apa yang sedang terjadi. "Sudahlah, Bos. Cepat sana, kau duduk di dekat calon istrimu. Acara prosesi lamaran akan segera dilakukan!" Arya langsung mendorong Nathan untuk duduk di samping Delima yang saat ini sedang menundukkan kepalanya.


Bagaimanapun, Delima melihat perjuangan Nathan dalam mewujudkan acara pernikahan mereka hari ini. Oleh karena itu, dia tidak boleh egois dan menggagalkan semuanya hanya karena melihat Abdi yang kini menjadi pribadi yang lebih baik. Sejujurnya, Delima merasa sedih dan bersalah saat melihat mata Abdi, yang telah membuat hatinya porak-poranda.

__ADS_1


Nathan bisa melihat bahwa perasaan Delima sedang terganggu oleh kehadiran Abdi yang kini lebih baik. Meskipun Nathan lebih suka melihat Abdi yang jahat, sehingga dirinya bisa membenci Abdi dengan mudah, sekarang dirinya yang bingung bagaimana harus menyikapi perubahan Abdi.


Setelah acara lamaran resmi dari keluarga besar Prawira selesai, keluarga besar Nathan berpamitan kepada keluarga Bagaskara dan mereka sepakat untuk melangsungkan acara pernikahan satu minggu kemudian. "Kita harus berdoa agar acara pernikahan itu lancar jaya dan tidak ada halangan apapun!" ucap paman Nathan yang mewakili ayahnya sebagai juru bicara keluarga besar Prawira saat acara lamaran.


Selama acara lamaran, Delima terlihat hanya menundukkan kepalanya dan tidak terlihat bersemangat. Nathan menjadi sedih karena itu. "Delima!! Apakah kau tidak bahagia dengan acara lamaran ini?" tanya Nathan saat Delima mengantar pulang ke kediamannya.


"Bukan seperti itu, maafkan aku Nathan. Aku hanya merasa bahwa semuanya terlalu cepat. Aku baru saja bercerai dan sekarang sudah akan menikah denganmu. Rasanya ini tidak benar Nathan. Seharusnya aku melewati masa iddahku terlebih dahulu sebagai bentuk penghormatan terhadap suami pertamaku!" Ungkap Delima yang membuat Nathan cukup terkejut.


"Akan tetapi, anak yang ada di dalam kandunganmu tidak bisa menunggu selama itu sayang. Maafkan aku! Aku akan berbicara dengan keluarga besarku lagi. Semoga kita bisa mencapai kesepakatan. Baiklah Delima, aku permisi." Kata Nathan sambil berpamitan kepada keluarga Bagaskara dengan perasaan yang campur aduk dan bingung.

__ADS_1


"Arya, kenapa kau tidak mengingatkanku tentang masa iddah yang harus dilewati oleh Delima setelah bercerai dari Abdi?" tanya Nathan pada Arya yang terlihat kaget mendengarnya. "Maafkan saya bos, saya tidak mengerti tentang hal-hal seperti itu. Menurut saya, para orang tua yang seharusnya memikirkan semuanya." Jawab Arya.


__ADS_2