Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
16. Usaha Abdi


__ADS_3

Abdi saat ini sedang berada di kediaman Bagaskara. Dia sedang berusaha untuk membujuk Delima agar mau kembali padanya. Abdi sudah tahu kalau Delima saat ini sedang memiliki hubungan dengan Nathan.


" Delima, aku mohon maafkan aku. Aku akan berusaha untuk menjadi suamimu yang baik! Ayo kita jalani pernikahan kita secara normal, seperti orang lain." tidak ada habisnya Abdi terus membujuk agar Delima mau menerima dirinya kembali sebagai suaminya.


Akan tetapi Delima yang selama ini sudah merasa terhina oleh Abdi sudah kebas hatinya dan tidak ingin lagi jatuh ke tangan Abdi yang jahat itu.


Sudah lelah Delima menanggapi suami seperti Abdi yang hanya memanfaatkan dirinya demi mendapatkan harta sang ayah untuk di berikan pada kekasihnya.


Walaupun Alana kaya tetap saja Abdi selalu memberikan barang-barang branded kepadanya untuk menunjukkan pemberi sebagai seorang lelaki.


Akan tetapi keluarga Alana sudah tahu kalau Abdi sudah menikah. Sehingga mereka menentang hubungannya dengan Abdi.


" Katakan padaku! Apa yang membuatmu datang kemari dan meminta untuk kembali menjalani pernikahan kita? Bukankah selama ini kau tidak pernah menganggapku sebagai istrimu? Bukankah kau sudah memiliki kekasih yang kau cintai? Lalu, untuk apa kau menghabiskan waktumu untuk memohon di sini?" tanya Delima merasa tidak suka.


Delima yang sekarang sudah kembali ke kepribadian aslinya sebagai seorang Nona muda di kediaman Bagaskara. Kini tidak ada lagi Delima yang memohon maupun menangis untuk Abdi yang congkak dan arogan dengan gayanya yang tengil dan sangat menyebalkan.


Saat ini Abdi terus menatap ke arah Delima yang masih saja bersikeras untuk menolak kembali kepadanya sebagai istrinya.


' Kalau bukan karena Nathan yang menginginkan kamu untuk menjadi istrinya. Aku juga ogah untuk memohon padamu seperti ini! Aku tidak suka kalau Nathan sampai mendapatkan apa yang dia mau. Apalagi sampai melihat dia bahagia aku tidak akan pernah membiarkan itu!' bathin Abdi.


Delima tampak sedang berpikir keras. Bagaimana caranya untuk mengusir Abdi dari kediaman ayahnya.


" Katakan padaku! Apa alasanmu?" tanya Delima dengan tatapan tajam dan menusuk sehingga mengintimidasi Abdi.

__ADS_1


Abdi menjadi salah tingkah sendiri. Ketika dia mendapatkan pertanyaan semacam itu. Bagaimanapun dia tidak mungkin mengakui secara jujur apa yang menjadi alasannya sekarang berada di kediaman Bagaskara setelah dirinya mengusir Delima dengan begitu kejam.


" Apa yang sedang kau lakukan di sini huh? Jangan pernah berharap kau bisa menganiaya putriku lagi dengan sesuka hati kamu! Aku akan segera mengurus perceraian kalian berdua!" ucap Bagaskara dengan nada baritonnya yang menggemparkan seisi kediamannya.


" Apa? Aku tidak akan pernah menceraikan Delima sampai kapan pun!" ucap Abdi dengan tanpa tahu malu di hadapan Bagaskara yang saat ini sedang mengepalkan tangannya.


Bagaskara mendekati Abdi kemudian dia bersiap untuk menghajar laki-laki yang sudah berani mengusir putrinya dari kediamannya. Hanya karena Delima yang menolak untuk meminta uang kepadanya.


" Kita lihat saja! Apa benar kau tidak akan mau menceraikan putriku huh? Ketika aku membongkar semua kebusukan keluargamu yang sudah menipuku dengan kematian palsu adikmu!" ucap Bagaskara kesal luar biasa.


Abdi benar-benar sangat terkejut mendengarkan penuturan Bagaskara tentang adiknya yang sedang belajar di luar negeri dengan identitas lain. Karena sudah digunakan oleh keluarganya untuk menipu keluarga Bagaskara dengan memalsukan kematiannya.


" Apa maksud Papa?" tanya Abdi merasa benar-benar terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Bagaskara.


" Brengsek! Apa kau mengirimkan anak buahmu untuk selalu membuntuti adikku?" tanya Abdi kesal luar biasa.


Bagaskara tertawa terbahak melihat ekspresi Abdi yang terlihat frustasi karena ternyata penipuannya dan kebohongan keluarganya ternyata sudah terbongkar.


" Kalian sungguh berani mati membohongi dan juga menipu keluarga Bagaskara! Pantas saja kalian hanya menginginkan kamu menikah dengan putriku, pasti hal ini sudah kalian rencanakan sejak lama. Betul begitu?" tanya Bagaskara dengan wajah garangnya.


Di dunia bisnis Bagaskara memang terkenal sebagai sosok yang keras dan juga kejam. Berhati dingin dan tidak pernah memandang siapapun selayaknya manusia.


Delima yang juga melihat foto-foto yang tadi diperlihatkan oleh ayahnya. Dia tampak terkesiap. Dia tidak pernah menduga kalau ternyata selama ini dirinya berkorban hanya untuk sebuah penipuan dan kebohongan yang dilakukan oleh keluarga Abdi.

__ADS_1


" Demi harta keluarga Bagaskara, kalian melakukan semua ini?" tanya Delima sampai berderai air mata karena benar-benar menyesali kehidupannya di masa lalu.


Masa mudanya telah dilewatkan begitu saja bersama dengan Abdi yang selama ini telah membuat dirinya mengalami beban mental yang luar biasa.


Delima bahkan sampai harus hidup dengan dua kepribadian hanya untuk mengecoh Abdi agar tidak berbuat macam-macam terhadap dirinya dan juga keluarganya.


" Kamu jahat sekali Mas Abdi! Apa kau tidak mengingat 5 tahun yang telah aku habiskan selama menjadi istrimu? Ternyata semua itu hanya lelucon untuk kalian! Kamu jahat sekali Mas! Aku tidak pernah mengira kalau di dunia ini ada manusia seperti kau dia juga keluarga kamu. Kalian rela melakukan apa saja hanya untuk mendapatkan harta orang lain yang bukan hak untuk kalian!" ucap Delima dengan mata berkaca-kaca.


Hati Delima benar-benar sangat sakit dan Bagaskara bisa merasakan penderitaan putrinya selama 5 tahun selalu ditekan oleh Abdi dan keluarganya dan hidup dalam derita yang tak berkesudahan.


" Bercerailah! Aku akan mempersiapkan berkas perceraian kalian!" ucap Bagaskara dengan tiba-tiba.


Abdi dan Delima tampak terkesiap mendengarkan ucapan dari Bagaskara yang benar-benar seperti Guntur di siang hari bagi Abdi yang masih penasaran dengan harta keluarga Bagaskara.


" Pah, Tolong maafkan aku dan berilah aku kesempatan Aku akan berusaha untuk memperbaiki diriku dan menjaga Delima sebagai Istriku yang sesungguhnya!" ucap Abdi memohon kepada Bagaskara.


Delima menatap ayahnya dan juga Abdi satu demi satu sedang memikirkan sesuatu yang lebih penting daripada semua yang sedang dibicarakan kali ini.


Sampai saat ini terlihat Abdi belum mengetahui. Kalau Delima sedang hamil anak Nathan.


' Bagaimana kalau aku memanfaatkan situasi ini untuk menekan Mas Abdi? Agar dia mau mengakui anak yang ada di dalam kandungan aku sebagai anaknya di hadapan publik? Setidaknya nama keluarga Bagaskara akan selamat dari tercoreng. Karena aku hamil anak dari laki-laki lain di dalam pernikahanku!' bathin Delima sambil terus mengingat bahwa Nathan terlihat tidak ada keinginan untuk mempertanggungjawabkan kehamilannya saat ini. Delima terus berpikir keras.


Delima akhirnya menarik tangan Bagaskara untuk bicara dengannya di kamar pribadinya hanya berdua saja.

__ADS_1


" Pah aku ingin bicara dengan papa! Mas Abdi duduklah di situ tunggu keputusan kami berdua untuk menangani penipuan kamu dan keluarga kamu!" ucap Delima dengan dingin.


__ADS_2