
Nathan sampai melotot mendengarkan semua yang dikatakan oleh Arya yang saat ini masih menguap karena masih mengantuk.
" Bos aku baru tidur subuh tadi. Gara-gara menyelesaikan tugas yang kau berikan kemarin. Ini jam berapa? Kau sudah menyuruhku untuk datang lagi kemari dan memberiku waktu 10 menit doang Apa kau bisa berpikir? Apa yang sedang kau lakukan ini kepadaku?" Nathan sudah kehabisan kata-kata menerima semua protes yang disampaikan oleh Arya kepadanya pagi ini.
" Sudah sana kau tidurlah lagi di rumah! Aku memberikanmu waktu 3 jam untuk kembali lagi ke mari dengan keadaan profesional dan tidak memalukan seperti ini!" perintah Nathan kepada Arya yang langsung berlari meninggalkannya.
Arya tidak mau kalau sampai bos besar ya berubah pikiran dan menarik kembali perintahnya. Sementara dirinya saat ini benar-benar membutuhkan tidur. Setelah semalaman dia bergadang untuk menyelesaikan berkas-berkas untuk melawan Abdi yang saat ini masih berusaha untuk memblokade perusahaan milik Nathan.
" Ya ampun punya bos gila seperti dia, benar-benar harus menguatkan mentalku!" Arya langsung menghidupkan mobilnya dan meninggalkan galeri milik Nathan.
Akan tetapi karena area yang tidak berhati-hati tanpa sengaja dia malah menyerempet mobil orang yang baru saja hendak masuk ke dalam galeri.
" Astagfirullah! Apa itu?? Apakah Tadi aku baru saja menabrak orang? Ya Allah!! Cobaan apalagi ini?" Arya benar-benar sangat frustasi melihat seorang wanita yang keluar dari mobil dengan marah-marah.
Dengan perasaan yang gundah dan tubuh yang lemas. Arya akhirnya keluar dari mobilnya dan menghadapi wanita itu yang saat ini sedang berkacak pinggang di hadapannya dan marah-marah.
" Eh, kalau tidak bisa memakai mobil tuh tidak usah bawa mobil, ya! Kau mau mencelakai orang apa? Ya ampun!! Pagi-pagi kau mau membunuh orang?" Arya tampak terpesona melihat wanita itu yang terus berbicara tanpa henti bahkan tanpa bernafas sepertinya.
Arya sampai membeku di tempat dan tidak mampu berkata-kata.
" Eh, kamu diajak bicara kenapa bengong saja, hmm? Apa kau gagu, bisu dan tuli?" Arya langsung menggelengkan kepalanya seperti orang bego.
" Ih, nyebelin banget pagi-pagi udah ketemu orang gila sepertimu!" gadis itu langsung meninggalkan area begitu saja setelah meluapkan semua emosinya.
" Untuk kali ini aku melepaskanmu ya! Karena aku sedang buru-buru. Satu kali lagi aku bertemu denganmu. Kau lihat saja!! Aku tidak akan pernah mengampuni mu!" Arya kesulitan menelan salivanya sendiri mendapatkan ancaman seperti itu dari wanita yang saat ini sudah masuk kembali ke dalam mobilnya.
Setelah Wanita itu pergi barulah Arya sadar.
__ADS_1
" Ya ampun Ada apa dengan hidupku pagi-pagi begini sudah bertemu dengan orang-orang yang gila yang pada gak waras!! Nasibku!!" Arya sampai menepuk jidatnya berkali-kali karena bingung.
Arya pun kemudian langsung masuk ke dalam mobilnya dan pergi ke apartemen milik Nathan. Arya langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dan tidur dengan damai Sentosa.
Arya memang benar-benar dalam mode mengantuk dan dia tidak bisa menahan itu semua.
Arya benar-benar memanfaatkan waktu 3 jam untuk tidur dengan lelap karena jarang-jarang Nathan mau memberikan kompensasi semacam itu kepadanya.
Tugas berat yang diberikan oleh Nathan benar-benar sudah membuat Arya harus bekerja ekstra keras untuk segera mewujudkannya.
Apalagi melawan Abdi yang seorang licik dan juga banyak akal. Hal itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk mereka lakukan.
Tim yang sudah dibentuk oleh Arya dan Nathan untuk melawan Abdi benar-benar bekeja sangat keras untuk mencari celah agar mereka bisa mendapatkan kembali saham-saham yang dibeli oleh Abdi secara ilegal dari para pemegang saham yang telah di pengaruhi dan diiming-imingi harga yang tinggi oleh Jhon.
***
" Delima, Apa kau benar-benar akan menikahi Nathan? Apa kau tidak bisa memikirkannya kembali?? Ayolah Delima di dunia ini masih banyak laki-laki yang lebih baik daripada Nathan!" Delima hanya menggelengkan kepala ayah mendengarkan ucapan sahabat masa kecilnya yang baru saja bertemu lagi dengannya.
" Apakah aku selama ini mengganggu privasimu? Mengganggu kehidupanmu? Tidak kan? Selama ini Aku membebaskanmu untuk berhubungan dengan siapapun!! So kamu juga sebaiknya tidak pernah ikut campur dengan urusanku dan juga kehidupan pribadiku!" terlihat terima yang matanya sudah memerah karena marah.
Bagaimana tidak?? Tanpa tedeng aling-aling Bagas malah datang menemuinya dan menyuruh dia Untuk membatalkan pernikahannya bersama Nathan.
Apakah ada kejadian yang lebih membogongkan dari hal itu? Delima benar-benar murka dengan kelakuan sahabatnya yang sudah melampaui batas kesabarannya.
" Kita sudah lama sekali tidak bertemu. Dan seperti ini yang kau lakukan ketika kita bertemu lagi? Apa kau tidak sadar Bagas kalau kau adalah definisi sahabat yang buruk di atas dunia ini!" Delima langsung menyampaikan semua unek-unek yang ada di hatinya.
Bagas sampai tidak bisa berkata-kata melihat emosi delima yang saat ini sedang memuncak.
__ADS_1
Delima memilih untuk meninggalkan Bagas dari pada dia harus mengalami darah tinggi gara-gara kelakuannya yang kelewatan.
" Apa kau mau anakku tidak punya ayah?? Apa kau mau keluargaku menjadi bahan cemoohan orang lain karena pernikahan kami yang tiba-tiba saja batal tanpa alasan?? Bagas kau benar-benar mengecewakanku!" Delima langsung pergi begitu saja tanpa mendengarkan Bagas yang terus memanggilnya dari tadi.
Bagas sampai lemas tubuhnya melihat Delima yang benar-benar marah padanya.
" Aih, bodoh kamu Bagas!! salahkan dirimu sendiri yang tidak bisa mencari kosakata yang benar sehingga membuat Delima jadi mengamuk begitu!" Bagas akhirnya memutuskan untuk pulang.
Seleranya untuk makan sudah hilang sama sekali setelah melihat emosi delima yang luar biasa terhadap dirinya.
" Heran!! Apa sih yang dilihat Delima dari Nathan yang merupakan pria sombong itu? Ih benar-benar sangat mengesalkan sekali!" Bagas sampai tidak bisa berkata-kata lagi.
Hatinya saat ini dipenuhi dengan rasa cemburu terhadap Nathan yang dalam waktu sekejap akan menjadi suami dari Delima.
Bagas sejak dulu selalu mencintai Delima. Akan tetapi selalu saja ditolak oleh wanita itu. Bagas sendiri tidak mengerti kenapa Delima selalu saja tidak menginginkannya untuk menjadi bagian dari hidupnya. Bagas Ingin Menjadi Lebih dari sekedar sahabat bagi Delima. Bagas ingin dicintai oleh delima seperti dirinya yang mencintai Delima dengan tulus tanpa pamrih.
Selama bertahun-tahun, Bagas tinggal di luar negeri selama itu pula dia tidak pernah melupakan perasaannya terhadap Delima.
Bahkan hal itu benar-benar sudah membuat prestasi ayahnya yang menginginkan Bagas untuk segera menikah dan memiliki anak.
Akan tetapi Bagas masih belum mau menyerah untuk mendapatkan cinta Delima.
Bagas berpikir, kembalinya dia ke Indonesia adalah untuk membuktikan bahwa dia bisa mendapatkan Delima sebagai istrinya. Tapi siapa yang menyangka?? Kalau ternyata Delima malah akan menikah dengan sepupunya sendiri. Bahkan yang lebih sialnya lagi, saat ini Delima sedang hamil anaknya Nathan.
Bagas benar-benar tidak bisa menerima kenyataan itu. Dia marah dan kesal.
Amanda yang melihat Putra tirinya pulang dalam keadaan marah-marah hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menegurnya dengan keras.
__ADS_1