
Nathan langsung pulang ke rumahnya setelah diusir oleh Delima. Dia benar-benar tidak habis pikir ada seorang wanita seperti Delima yang membiarkan dirinya dianiaya begitu saja oleh suami bejatnya.
" Aku tidak tahu Apakah dia seorang wanita yang bodoh ataukah tolol Kenapa dia mau saja dia berharap oleh Abdi yang sialan itu?" tanya Nathan melampiaskan emosi yang ada di hatinya karena dia tidak rela wanita yang menarik perhatiannya hidup menderita bersama dengan suaminya.
Sementara itu Arya yang baru saja pulang dari kantor menatap Nathan dengan heran. Karena tidak biasanya atasannya itu tampak marah-marah dan tidak bahagia wajahnya.
" Ada apa denganmu bos? Kenapa wajahmu ditekuk begitu?" tanya Arya yang terlihat tidak senang melihat Nathan tidak bahagia.
Nathan kemudian menceritakan semuanya kepada Arya tentang apa saja yang dia lihat di dalam rumah Delima tentang sikap Abdi sebagai seorang suami kepada Delima.
" Memang tidak sopan sekali pria bernama Abdi itu! Bagaimana mungkin dia berani sekali meminta uang kepada istrinya sendiri? Benar-benar seorang laki-laki yang tidak punya harga diri!" ucap Arya yang tampak begitu geram mendengarkan cerita dari Nathan tentang kehidupan Delima dan Abdi.
Arya memang sudah menyelidiki semua kehidupan Delima. Tetapi dia tidak tahu kalau ternyata masalahnya begitu serius.
" 100 miliar Bro! Coba kau bayangkan itu! Abdi meminta uang itu kepada Delima seperti meminta uang 100.000 saja. Dia benar-benar seorang laki-laki yang tidak punya malu dan mempermalukan harkatnya sebagai seorang laki-laki!" ucap Nathan sambil terus menggelengkan kepalanya dia tidak mengerti kenapa ada laki-laki seperti Abdi di dunia ini.
Dirinya sebagai laki-laki saja merasa sangat malu tapi kenapa Abdi seakan begitu santai ketika meminta uang itu kepada istrinya?
Nathan benar-benar tidak habis pikir dengan seorang Abdi yang di dalam pergaulan mereka menampakan diri sebagai orang kaya yang tidak terkalahkan. Tapi ternyata semua itu dia raih dari memeras istri dan keluarga Delima yang memiliki tersangkut pautan kasus dengan keluarga Abdi.
" Tampaknya kita harus menyelidiki tentang kasus adiknya Abdi itu! Entahlah Arya. Aku merasa ada hal yang ganjil di dalam kasus itu dan penuh dengan misteri!" ucap Nathan sambil menatap Arya yang kini menatapnya dengan lekat.
" Baiklah Bos aku akan menyelidiki tentang kasus yang terkait ayahnya Nyonya delima dan adiknya tuan Abdi!" ucap Arya yang kemudian pergi ke dalam kamarnya untuk beristirahat.
Seharian ini Nathan hanya mengikuti Delima sehingga tugas-tugasnya di kantor semuanya ditangani oleh Arya. Sehingga membuat pemuda itu tampak begitu kelelahan karena harus menangani tugas seorang CEO.
__ADS_1
" Arya apa yang harus kulakukan?" tanya Nathan ketika dia mengikuti asistennya itu masuk ke dalam kamarnya.
" Kenapa memangnya?" tanya Arya kepada Nathan yang sekarang sedang membaringkan tubuhnya di atas ranjang asistennya.
Dengan begitu santainya Arya melenggang masuk ke dalam kamar mandi di hadapan Nathan dalam keadaan toples.
" Apakah aku harus merebut Delima dari tangan Abdi?" tanya Nathan sambil menerawang jauh ke kejadian malam itu di mana dirinya yang telah membuka segel Delima sebagai seorang wanita.
" Apakah kau mencintai Delima?" tanya Abdi kepada Nathan.
Nathan merasa terkesiap mendengarkan pertanyaan dari asistennya tentang cinta.
" Apakah Aku benar jatuh cinta? Tapi aku rasa lebih kepada merasa bersalah sih. Aku takut kalau dia mendapatkan masalah gara-gara hal itu dengan Abdi brengsek itu!" nampak geram di wajah Nathan ketika dia berbicara tentang Abdi, pria yang selama ini selalu mengelukan dirinya sebagai sahabat Nathan.
Padahal siapapun tahu kalau Abdi adalah orang yang selalu memberikan masalah ke dalam hidup Nathan.
Sungguh tidak ada hal yang lebih menyakitkan dari kejadian itu yang membuat Nathan pada akhirnya tidak percaya dengan arti cinta dan persahabatan.
Butuh beberapa saat lamanya untuk membuat Nathan bisa bangkit dan kembali menata hatinya. Hingga akhirnya bisa seperti sekarang hidup dalam kedamaian dan tanpa menimbulkan dendam di hatinya.
" Aku rasa mungkin ini adalah Karma Untuk Tuan Abdi!" ucap Arya dari kamar mandi.
" Maksud kamu apa?" tanya Nathan bingung.
" Bukankah dulu Tuan Abdi merebut tunangan Anda dan tidur dengan Alana?" tanya Arya mengingatkan Nathan dengan kejadian buruk dalam hidupnya.
__ADS_1
" Sekarang Anda malah tidur dengan istrinya. Bukankah itu adalah Karma yang sangat setimpal untuk seorang Abdi yang jahat?" tanya Arya sambil melangkahkan kakinya menuju lemari dengan hanya menggunakan handuk saja.
" Mungkin kau benar. Bahwa ini adalah Karma di antara kami berdua yang belum selesai sejak dulu!" ucap Nathan yang kemudian keluar dari kamar Arya karena dia malas untuk melihat pemuda itu yang sedang ganti pakaian.
" Eh pria gila! Kalau mau ganti pakaian tuh jangan di depan orang! Kau menodai mata suciku dengan tubuh polos kamu!" ucap Nathan sambil melotot ke arah area yang hanya tersenyum melihat kelakuan bosnya yang absurd itu.
" Siapa suruh kau yang masuk ke dalam kamarku tanpa permisi?" tanya Arya sambil melemparkan pakaian ke arah Nathan.
Nathan hanya tertawa melihat kelakuan asisten pribadinya yang benar-benar tidak memiliki akhlak kepada dirinya.
Nathan sadar bahwa dia memang hanya memiliki Arya sebagai sahabatnya dalam hidupnya. Arya satu-satunya pemuda yang bertahan begitu lama berdiri di sampingnya sebagai sahabat yang tak tergantikan.
Arya adalah orang yang telah menemani Nathan dalam setiap situasi kehidupannya yang menguras emosi dan juga tenaga.
Arya pulalah yang selama ini selalu setia dan menyelesaikan semua masalah yang dibuat oleh Nathan ketika pemuda itu bermasalah ketika hatinya di sakiti oleh Alana dan Abdi yang telah menghianati Nathan.
Setelah selesai menggunakan pakaian Arya kemudian keluar mencari Nathan dan mengajak pemuda itu untuk makan malam di luar karena saat ini Dia sedang malas untuk memasak di apartemen mereka.
" Nathan Ayo kita makan di luar saja. Aku lapar sekali!" ucap Arya sambil mengetuk pintu kamar Nathan yang tidak dikunci.
" Sebentar aku mandi dulu. Kau tunggulah dulu di luar!" teriak Nathan dari dalam kamar mandi.
Arya pun kemudian membuka ponselnya dan membuat reservasi di sebuah hotel bintang 5 untuk acara makan malam mereka.
Setelah selesai dengan tugasnya Arya pun kemudian membuka notebook yang ada di hadapannya. Sekedar memeriksa pekerjaan yang mungkin saja ada yang terlewat.
__ADS_1
Yah begitulah Arya seorang asisten super professional yang sangat bertanggung jawab dengan pekerjaannya.
Nathan tidak pernah merasa risau dengan pekerjaan apapun yang dia percayakan kepada Arya karena dia tahu Arya akan melakukan semuanya dengan baik.