Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
29. Mengertilah!!


__ADS_3

Delima saat ini sedang menatap ke arah Nathan yang terlihat begitu frustasi dalam hal memikirkan hubungan mereka berdua.


" Mengertilah Delima! Aku hanya ingin bertanggung jawab dengan anak yang ada di dalam kandunganmu. Aku mohon!" pinta Nathan kepada Delima.


Delima hanya bisa menatap Nathan dengan tatapan yang benar-benar sangat sulit untuk diartikan oleh Nathan.


" Aku mohon Delima. Tolong kau jangan menyiksaku seperti ini dengan membiarkan anakku memanggil Abdi dengan panggilan ayah. Aku tidak rela sama sekali darah dagingku harus memanggilnya dengan sebutan seperti itu!" terlihat Nathan yang mulai kehilangan kesabaran untuk berbicara dengan delima yang sangat sulit untuk diyakinkan olehnya.


" Aku akan memikirkan!" setelah mengatakan itu Delima pun bangun dengan susah payah. Nathan bisa melihat bahwa perut Delima kini semakin besar dari sejak terakhir kali dirinya bertemu dengan Delima.


" Aku boleh memegang perut kamu?? Aku ingin sekedar menyapa anakku di dalam sana." ucap Nathan dengan suara gemetar.


Delima untuk sesaat bisa merasakan kesedihan yang saat ini sedang dirasakan oleh Nathan.


Nathan terlihat tersenyum ketika melihat Delima yang kembali duduk dan menganggukkan kepalanya.


" Sayang. Ini Papah. Kamu baik-baik saja di sana?? Maafkan Papah sayang! Karena butub waktu yang sangat lama untuk menyapamu. sayang! Kau bujuklah Mamahmu untuk menuruti apa yang Papa katakan. Agar kita bisa menjadi sebuah keluarga dan tidak terpisahkan lagi. Aku mohon sayang!" sebutir air mata terlihat mengalir di kelopak mata Nathan.


Hati Delima mencela seketika ketika melihat Natan yang mencium perutnya dengan begitu penuh perasaan.


' Aku tidak pernah tahu kalau kau mengingin kan untuk menjadi ayah dari anak kita. Kalau seandainya aku tahu, mungkin aku tidak akan membujuk Mas Abdi untuk mengakui anak ini sebagai anaknya!' bathin Delima yang saat ini benar-benar kebingungan Bagaimana caranya untuk menyelesaikan masalah mereka bertiga yang terasa begitu rumit sekali.


Delima merasakan bahwa Nathan mencintainya dan juga berharap untuk menjadi ayah dari anak mereka. Akan tetapi Delima pun tahu kalau ayahnya selama ini sangat membenci keluarga Nathan.


Delima saat ini benar-benar tidak mengetahui apa yang harus dia lakukan. Dia terjepit di antara laki-laki yang dia cintai dan juga Ayah yang dia cintai. Di tambah dengan Abdi yang pasti tidak akan mau melepaskan ATM berjalam di dalam hidupnya.


Delima hanya bisa terdiam melihat semua hal yang dilakukan oleh Nathan terhadap perutnya. Ya setidaknya hanya itu yang bisa dilakukan oleh Delima untuk menghibur hati Nathan yang saat ini sedang gundah gulana.

__ADS_1


" Tolong aku Delima. Tolong kau pertimbang kan lagi apa yang tadi aku katakan padamu. Bercerailah dengan Abdi dan kita akan menikah setelahnya!" Nathan meraup wajah Delima yang saat ini sedang menatapnya dengan penuh kebingungan.


Saat Nathan hendak mencium bibirnya delima langsung bangkit dan kemudian berpamitan kepada Nathan.


" Baiklah aku pulang dulu. Oh ya untuk masalah permintaanmu. Aku akan mencoba untuk berdiskusi dulu dengan Papaku. Karena aku tidak mau kalau sampai hubungan kita akan membuatnya merasa bersedih!" Delima kemudian keluar dan segera kembali ke Mansion milik keluarga Bagaskara.


Nathan sebenarnya ingin mengantarkan Delima. Akan tetapi saat ini tubuhnya terasa begitu lemas. Setelah mendapatkan penolakan dari Delima, hatinya benar-benar tidak mampu untuk menanggung itu semua.


" Ya Tuhan ampunkanlah dosa hamba dan tolonglah hamba untuk memperbaiki semua kesalahan ini. Aku mohon ya Tuhan! Tolonglah hamba untuk bertobat dan memberikan kehidupan yang layak dan keluarga yang utuh untuk putra hamba yang ada di dalam kandungan Delima!" doa suci Nathan meluncur begitu saja dari bibirnya yang saat ini benar-benar sedang bersedih.


Delima yang sekarang sudah berada di Mansion milik ayahnya terlihat mendekati Bagaskara yang saat ini sedang berada di ruang kerjanya. Memeriksa file-file yang tadi sengaja dia bawa pulang untuk dipelajari kembali.


" Pah, apa Papa ada waktu? Delima ingin berbicara dengan papa sebentar!" ucap Delima yang saat ini sedang berusaha untuk berbicara dengan ayahnya.


Mumpung saat ini Abdi belum sampai di Mansion mereka untuk makan malam. Delima ingin membicarakan masalahnya bersama Nathan kepada ayahnya.


Delima sudah mengetahui tentang masalah ayahnya dan juga marjun Prawira yang merupakan ayah dari Nathan.


Hal itu benar-benar membuat Delima menjadi kesulitan untuk memulai pembicaraan dengan ayahnya.


Delima selama ini cukup mengetahui tentang penderitaan ayahnya dalam membenci keluarga Prawira.


" Katakan!! Apa yang ingin kau bicarakan? Cepatlah! Papa sedang mempelajari file-file ini yang benar-benar memusingkan kepala!" Bagaskara mendesak delema untuk segera mengatakan maksud tujuannya mendatangi ruang kerjanya pada jam seperti itu.


Delima memejamkan matanya dan menarik nafasnya dengan dalam. Delima juga kini mengelus perutnya untuk memberikan kekuatan di dalam dirinya agar bisa berbicara dengan sang ayah.


' Anakku!! Bantu Mama untuk berbicara dengan kakek agar kita bisa bersama dengan ayah kamu!' bathin Delima berusaha terus untuk meyakinkan dirinya dan juga menguatkan hatinya untuk bicara dengan ayahnya.

__ADS_1


Bagaskara masih menunggu Delima bicara. sambil sesekali dia menengok ke arah file yang ada di tangannya.


" Pah tadi siang Delima bertemu dengan Nathan dan dia meminta kepada Delima untuk bercerai dengan Mas Abdi dan setelah itu dia akan menikahi Delima!" Bagaskara sontak melemparkan file yang ada di tangannya ke atas meja ketika mendengarkan apa yang dikatakan oleh Delima tentang Nathan.


Delima terkejut melihat respon dan reaksi yang ditunjukkan oleh ayahnya.


Terlihat Bagaskara mengepalkan kedua tangannya. Dia berusaha untuk menyabarkan hatinya yang saat ini sedang bergejolak.


" Katakan kepada b******* itu bahwa dia sudah terlambat! Dulu ketika kamu dalam tahap mengajukan perceraian kepada Abdi. Apa yang dia lakukan? Kita berdua waktu itu sudan berusaha menunggu inisiatifnya untuk bertanggung jawab. Tetapi dia tidak mengatakan apapun tentang kehamilan kamu. Seenaknya saja sekarang dia datang dan memintamu untuk bercerai dengan suamimu setelah kalian sudah mulai berbaikan?" tanya Bagaskara merasa kesal luar biasa dengan Nathan.


" Papa harus ingat waktu itu papa yang sudah menghajar Nathan sampai babak belur. Bahkan dia sampai hampir saja meninggal di rumah sakit. Papa pikir laki-laki mana yang mau menikahi anak dari seorang laki-laki yang begitu jahat menghajarnya bahkan berniat untuk membunuhnya?" tanya Delima sambil menatap tajam ke arah ayahnya.


Bagaskara terkesiap mendengarkan ucapan delima yang benar-benar membuatnya tidak bisa berpikir dengan jernih.


" Jadi kamu mau untuk menikahi laki-laki itu?" tanya Bagaskara kepada Delima .


Untuk beberapa saat lamanya terlihat Delima yang terus diam dan tidak mampu untuk menjawab pertanyaan ayahnya.


" See?? Kau bahkan ragu untuk menjawab pertanyaan sederhana itu!" Bagaskara kemudian mendudukkan kembali dirinya di kursi yang tadi dia tinggalkan.


Delima menatap tajam ke arah Bagaskara.


" Delima mencintai Nathan dan menginginkan Nathan untuk menjadi ayah dari anak kami," Bagaskara tersentak bukan kepalang mendengarkan jawaban dari putrinya.


" Kau benar-benar tidak bisa diprediksi! Bagaimana mungkin kau menginginkan bajingan itu untuk menjadi suamimu?" tanya Bagaskara seperti tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.


Akan tetapi Delima sudah bertekad bahwa dia akan memperjuangkan hak anaknya untuk bisa bersama dengan ayah kandungnya sendiri yang kebetulan dia pun mencintai Nathan. Apalagi Delima sudah mengetahui niat Abdi yang sesungguhnya ketika bersama dengannya hanya untuk membalas dendam kepada Nathan.

__ADS_1


Abdi tidak benar-benar mencintainya dia hanya menginginkan untuk menyakiti Nathan karena membenci ayah anak yang ada di dalam kandungannya. Delima sudah bertengkar akan membujuk ayahnya untuk mendukung keputusannya.


__ADS_2