Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
33. Lulus juga


__ADS_3

Bagaskara cukup terkesiap mendengarkan Nathan yang bersedia menyerahkan saham perusahaannya kepada Abdi hanya agar Abdi mau menceraikan putrinya agar dia bisa menikahinya.


' Apakah anak b******* Arjun itu benar-benar mencintai putriku dia bahkan Rela Kehilangan sahamnya hanya untuk mendapatkan Delima sebagai istrinya.' bathin Bagaskara yang merasakan bahwa Nathan memang tulus mencintai putrinya.


" Segera ke urus perceraianmu dan aku juga akan segera mengurus transfer saham untukmu atas namamu!" Nathan kemudian menatap Bagaskara yang sejak tadi terus menetap ke arahnya tanpa bisa berkedip sama sekali.


" Dengarkanlah aku! Bahwa aku benar-benar sangat serius ingin menikah dengan putrimu dan aku akan bertanggung jawab untuk anak yang ada di dalam kandungan delima jangan sekali-kali kau menghalangi Niatku untuk menikahi putrimu!" Bagaskara merasa begitu terintimidasi dengan tatapan Nathan yang begitu tajam dan menusuk hatinya.


Apalagi Bagaskara melihat Delima yang begitu mencintai Nathan. Dia benar-benar tidak sanggup untuk melihat putrinya benar-benar meloncat dari atas balkon seperti mawar pada saat 20 tahun yang lalu.


" Lakukanlah apa yang menurutmu benar. Aku sekarang akan mengikuti apapun yang diinginkan oleh Delima. Karena aku juga tidak mau putriku hidup bersama orang yang tidak mencintainya. aku juga tidak rela kalau cucuku harus memanggil laki-laki yang hanya memandang harta di dalam hidupnya!" Bagaskara melirik sekilas kepada Abdi yang sepertinya merasa tersindir dengan ucapannya tadi.


" Biarlah kalian berpikir bahwa saya memang menggilai harta. Tetapi saya pun ingin melihat kesungguhan dari Nathan. Apakah dia benar-benar mencintai Delima ataukah hanya ingin menang dariku saja sebagai saingan cinta dia sejak dulu!" Abdi menatap Nathan yang sejak tadi terus berusaha untuk menenangkan Delima yang sekarang sudah mulai bisa berpikir jernih.


" Sudahlah bagiku 10% saham itu tidak masalah selama kau bisa menggunakan saham itu secara bijak kau akan hidup tanpa harus bekerja keras sepanjang hidupmu!" Nathan sudah merasa lelah untuk bertarung dengan Abdi yang dulu sebenarnya adalah sahabat terbaiknya.


Nathan sendiri tidak mengerti kenapa tiba-tiba saja Abdi selalu menjadikannya sebagai musuh Padahal selama ini Dia merasa bahwa dia sudah menjadi sahabat yang baik untuk Abdi yang selalu saja mencari gara-gara dan perkara dengannya.


Mereka pun kemudian bubar setelah Delima bersedia untuk dibujuk.

__ADS_1


Bagaskara membiarkan Nathan dan Delima untuk bisa bersama dan membicarakan tentang masa depan yang akan mereka arungi bersama.


" Tidurlah aku akan menemanimu di sini sampai kau tertidur setelah itu baru aku akan pulang ke mansionku!" Nathan tersenyum kepada delima yang merasa bahagia sekali karena akhirnya Nathan mau dan bersedia untuk bersamanya.


Delima yang benar-benar merasakan kelelahan luar biasa setelah menjalani hari yang sangat berat dalam hidupnya Akhirnya dia pun tidur di dalam pelukan Nathan.


Anak yang ada di dalam kandungannya pun sekarang mulai tenang setelah tadi terus saja bergerak-gerak secara random yang membuat Delima merasa tersiksa dan kesakitan.


Nathan bisa merasakan penderitaan yang begitu besar yang dirasakan oleh Delima selama ini.


" Aku berjanji delima Kalau aku akan selalu berusaha untuk membahagiakanmu dan juga Putra kita. Aku yakin Ayahku pasti akan senang. Setelah dia tahu bahwa kau sedang mengandung anak laki-laki! Aku berharap dengan pernikahan kita akan menghabiskan segala dendam yang ada di dalam hati kedua orang tua kita!" doa Nathan untuk masa depan mereka berdua.


Nathan menemui Bagaskara dan Abdi saat ini sedang berada di ruang tamu terlihat sedang menunggunya.


" Abdi mulailah kau untuk membereskan barang-barangmu dan segeralag keluar dari rumah ini. Besok juga kau harus segera mengurus perceraian kalian berdua. Begitu juga dengan aku akan segera mengurus transfer saham atas namamu." Nathan menatap serius kepada Abdi yang sejak tadi terus menatapnya dengan begitu lekat.


Abdi benar-benar tidak mempercayai kalau Nathan benar-benar akan memberikan saham untuknya 10% di perusahaan keluarga Prawira yang sangat terkenal dan sangat kaya raya.


" Baiklah malam ini juga aku akan segera keluar dari Mansion keluarga Bagaskara. Apa kau sekarang puas?" tanya Abdi sambil mengangkat kakinya untuk meninggalkan ruang tamu.

__ADS_1


" Tuan Bagaskara besok aku akan membantu Abdi untuk segera mengurus proses perceraian Delima dengan dia. Aku juga akan segera datang bersama dengan keluargaku untuk melamarnya agar menjadi istriku. Aku berharap kepada anda agar bisa melepaskan sejenak dendam di antara keluarga kita demi cucu dan juga anakmu!" ucap Nathan sambil menatap serius wajah Bagaskara yang sejak tadi terus menatapnya dengan tatapan yang sangat misterius.


Nathan Sebenarnya cukup gentar menatap Bagaskara yang sejak tadi terus meneliti dirinya yang selalu saja begitu percaya diri untuk menata masa depannya bersama dengan Delima.


" Percayalah bahwa aku pasti akan membahagiakan putrimu dan juga memberikan kehidupan yang baik untuk cucumu. Dukunglah dan Doakan kami berdua agar bisa menjadi keluarga yang bahagia sakinah mawadah dan warohmah!" Nathan berusaha untuk meyakinkan calon mertuanya yang selalu membuat perkara dengan perusahaannya dan dengan dia secara pribadi.


Bagaskara terlihat menghela nafas dengan begitu berat kemudian dia meninggalkan Nathan begitu saja di ruang tamu.


" Suruh ayahmu untuk datang ke kantorku besok pagi minta dia untuk meminta maaf atas kesalahannya 20 tahun yang lalu yang telah menelantarkan dan juga menyakiti hati adikku. Baru aku akan memberikan restuku untuk pernikahanmu bersama dengan Delima!" Nathan benar-benar bahagia mendengarkan ucapan dari Bagaskara sehingga tanpa dia sadari dia berlari dan memeluknya dengan begitu erat bahkan akan berani untuk mencium pipinya.


Bagaskara yang sangat terkejut dengan tingkah konyol Nathan akhirnya hanya bisa menggelengkan kepalanya dan segera melepaskan diri dari Nathan.


" tidak usah senang dulu karena belum tentu ayahmu yang sombong itu mau untuk meminta maaf padaku atas kesalahannya telah menyakiti hati adikku yang sudah meninggal!" ucapan Ketut Bagaskara sama sekali tidak membuat Nathan surut ke belakang dia tetap memeluk Bagaskara walaupun pria paruh baya itu terus berusaha untuk lepas darinya tetapi Nathan tetap bersikelas memeluknya dan juga menciumnya.


" Aiya!!! Lepaskan aku kau mencucikan sekali masa iya aku dicium oleh laki-laki sepertimu!" protes Bagaskara yang akhirnya memilih untuk masuk ke dalam kamar daripada dia harus terus melihat kekonyolan Nathan yang membuat dia merasa geli.


Dengan hati bahagia Nathan kemudian pulang ke mansion miliknya dan mempersiapkan untuk segera bertemu dengan ayahnya untuk menyampaikan apa yang dikatakan oleh Bagaskara kepadanya.


" Akhirnya aku benar-benar akan menjadi seorang suami dan menjadi seorang ayah!" Nathan tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan di hatinya.

__ADS_1


__ADS_2