
" Apa kau bilang? Nathan berada di rumah tua bangka itu? Apa kau yakin?" tanya Abdi kepada anak buahnya yang dia tugaskan untuk selalu mengawasi kegiatan Delima dan Bagaskara.
" Benar Tuan! Bahkan Tuan Bagaskara sampai memukulinya hingga pingsan. Sekarang Tuan Nathan berada di rumah sakit sedang menjalani perawatan!" ucap pengawal Abdi yang dia tugaskan untuk memata-matai kediaman Bagaskara.
" Kenapa tua bangka itu memukuli Nathan?" tanya Abdi menetap pria itu.
" Saya tidak mendengarkan apa pembicaraan mereka karena jarak keberadaan saya terlalu jauh untuk bisa mendengarkan semua pembicaraan mereka. Saya hanya melihat Tuan Nathan dipukuli hingga pingsan ketika hendak meninggalkan kediaman Bagaskara! Nyonya Delima bahkan sampai menangis. Untuk menghentikan ayahnya melakukan tindakan anarkis itu!" ucapnya.
Entah kenapa tiba-tiba saja perasaan Abdi merasa tidak nyaman mendengarkan delima menangisi laki-laki lain.
Padahal selama ini walaupun dirinya selalu menyiksa Delima lahir dan batin. Akan tetapi Delima sangat jarang meneteskan air matanya yang seakan sangat berharga.
" Selidiki Apa hubungan Nathan dengan Delima dan bagaimana mereka bertemu!" perintah Abdi kepada anak buahnya.
Setelah kepergian anak buahnya Abdi pun kemudian menghubungi Alana. Karena dia sudah merindukan Kekasihnya.
" Sayang kamu di mana?"
" Di rumah, kenapa?"
" Tentu saja aku ingin bertemu denganmu. Aku sangat merindukanmu! Apa kau lupa kita sudah hampir seminggu tidak bertemu? Kesayangan aku udah rindu dengan kamu sayang. Kapan kita bertemu?" tanya Abdi mulai merayu Alana untuk mendapatkan apa yang dia inginkan dari kekasihnya yang selama ini selalu dia manfaatkan.
" Aku sedang dikurung oleh ayahku karena aku dilarang untuk bertemu denganmu." ucap Alana yang tampak begitu lesu.
" Ayolah sayang! Carilah cara untuk kau bisa keluar! Apakah tidak merindukanku?" tanya Abdi dengan wajah mesumnya saat dia membayangkan saat-saat kebersamaannya dengan Alana yang selalu memberikan kenikmatan dunia untuknya yang tiada dua nya bagi Abdi.
" Aku juga merindukanmu sayang. Akan tetapi harus bagaimana lagi? Aku tidak bisa keluar karena ayahku mengunci pintu dari luar dan juga menaruh bodyguard di depan pintu!" ucap Alana terlihat putus asa.
__ADS_1
" Ya gimana dong kalau kamu nggak datang? Aku lagi kangen banget sayang sama kamu." ucap Abdi merasa frustasi.
" Maafkan aku ya," Alana kemudian langsung menutup panggilan telepon tersebut.
Abdi yang merasa bahwa Alana seperti sedang menghindarinya dia pun kemudian merasa kesal.
" Bagaimana ini?" bathin Abdi frustasi sekali.
" Ah, kenapa aku lupa dengan Natasha?" Abdipun kemudian tersenyum licik saat dia membayangkan akan bercinta dengan Natasha, sahabat dari Alana.
Selama ini Natasha selalu mengejar Nathan tapi selalu saja gagal dan selalu di tolak.
" Aku dulu berhasil mendapatkan Alana ke dalam pelukanku. Aku yakin sekarang pun aku bisa mempengaruhi Nathasa untuk bersamaku!" ucapnya dengan senyum licik.
Abdi pun kemudian menghubungi Natasha untuk bertemu dengannya.
" Aku saat ini sedang bekerja. Kenapa?" tanya Natasya tanpa merasa curiga sedikitpun.
" Kerja di mana kah? Aku akan datang menjemput kamu!"
" Bukankah kau tahu tempat bekerja aku? Ya sudah ya. Aku tutup dulu. Karena pelanggan aku sudah datang! Bye!" ucap Natasha yang kemudian menutup panggilan teleponnya.
Abdi merasa geram sekali. Karena ketika dia membutuhkan semuanya tidak ada yang bisa diandalkan.
" Om, kok lama sih datangnya?" tanya Natasya dengan bergayut manja pada seorang pria paruh baya yang masih tampan dan gagah.
Pria itu adalah ayahnya Nathan. Arjun Prawira. Sejak istrinya meninggal beberapa tahun lalu, Arjun memang memilih untuk berpetualang dengan para wanita cantik yang siap melayaninya kapan saja. Hanya dengan satu lembar cek dan juga pakaian-pakaian mahal yang siap dia berikan pada siapapun yang sanggup menyenangkan dirinya.
__ADS_1
" Kamu habis menelpon siapa?" tanya Arjun tampak melirik tidak senang pada Nathasya.
" Biasa Om temanku! Om sudah makan belum?" tanya Tasya dengan senyum sumeringahnya berusaha untuk menggoda Arjun yang dia ketahui sebagai ayahnya Nathan. ' Tidak apa-apa aku memiliki ayahnya Nathan, daripada aku mengalami kesulitan untuk mendapatkan Nathan.' bathin Natasya.
" Teman macam apa huh? Bukankah kau sudah tahu aturan main kita? Selama kau menjadi sugar babyku, maka kau dilarang untuk memiliki hubungan dengan siapapun!" ucap Arjun dengan wajah horor dan mengintimidasi Natasha yang tampak kesulitan menelan salivanya sendiri.
" Dia itu Abdi Om. Bisa dikatakan Dia itu teman nya Nathan. Mereka sering hangout bersama! Apa saya perlu meneleponnya lagi supaya Om percaya?" tanya Tasya yang kemudian mengambil ponselnya dan bersiap untuk menelpon Abdi.
Melihat Natasha yang begitu percaya diri Arjun pun kemudian menggelengkan kepalanya, " Lupakan saja! Ayo sekarang juga kita ke hotel. Karena waktuku tidak banyak!" ucap Arjun yang langsung bangkit dari duduknya dan pergi menuju ke mobil yang dia parkir tidak terlalu jauh dari Cafe tempat mereka bertemu sekarang.
Natasha tampak begitu senang dengan ajakan dari Arjun.
' Tidak masalah. Kalau nanti aku menjadi istri dari Om Arjun. Bukankah nanti kalau aku sudah menikah dengannya, maka aku akan sering bertemu dengan Nathan?' bathin Natasha berusaha untuk mensugesti dirinya sendiri agar dia bersedia untuk pergi bersama dengan Arjun.
Arjun sebenarnya tahu kalau Natasha saat ini sedang menyukai dan mengincar putranya. Akan tetapi dia tahu kalau Natasha bukanlah wanita yang baik. Oleh karena itu dia sengaja memikat Natasha untuk tertarik kepadanya sehingga bisa melupakan putranya yang berharga. Arjun tidak rela kalau sampai putranya mendapatkan istri yang sembarangan dan tidak berharga seperti Natasya.
Wanita yang bahkan rela menyerahkan keperawanannya kepada dirinya hanya untuk tas dan sepatu branded.
' Wanita ****** sepertimu! Jangan pernah berharap untuk menjadi Nyonya Prawira! Putraku terlalu berharga untuk jatuh ke pelukanmu!' bathin Arjun sambil berjalan ke arah mobilnya dengan begitu angkuh dan arogan.
Arjun bahkan tidak mau mensejajarkan langkahnya dengan Natasha yang tampak begitu kesusahan untuk mensejajarkan langkah mereka berdua.
Setelah Natasha masuk ke mobilnya. Mereka pun kemudian langsung menuju ke hotel yang sudah dipesan oleh asistennya Arjun.
" Om Kita kan sudah lama berhubungan ya? Kapan Om akan menikahiku?" tanya Natasha sambil bergelayut manja di tangan Arjun.
Arjun tertawa terkekeh mendengarkan pertanyaan dari Natasha yang terkesan begitu sembrono dan juga lucu baginya.
__ADS_1
" Ya ampun Natasha! Apa kau berfikir dirimu itu layak untuk menjadi Nyonya Prawira? Sudahlah hiduplah di dunia nyata tidak usah kau menjadi Cinderella yang terlalu banyak bermimpi!" ucap Arjun sambil mengangkat dagu Natasha hingga tinggi kemudian ******* bibir gadis itu dengan liar dan penuh hasrat untuk menaklukan wanita itu yang bahkan tidak menolak apapun yang dia lakukan kepadanya.