Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
24. Amarah


__ADS_3

Abdi pulang ke rumah dengan keadaan mabuk setelah Dia menghabiskan waktunya di klub malam bersama beberapa gadis yang bekerja di club malam.


Bagaskara yang melihat kelakuan Abdi hanya bisa menggelengkan kepalanya.


" Apakah kau melakukan hal seperti ini ketika berada di rumahmu sendiri?? Atau mungkin lebih parah lagi? Kau benar-benar tidak tahu malu!" ucap Bagaskara benar-benar merasa gemas kepada Abdi yang seperti tidak menghargainya sebagai pemilik Rumah itu.


Abdi yang sedang mabuk berat dia hanya melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya dan mengacuhkan Bagaskara.


Bagaskara sebenarnya sangat marah sekali dan ingin sekali menghajar Abdi tetapi Delima melarangnya dan tidak mengizinkan suaminya untuk dihajar oleh sang ayah.


Bagaimanapun delima tidak mau kalau sampai Abdi nantinya membenci sang ayah.


" Sudahlah Pah sebaiknya sekarang papa tidur saja tidak usah mengurusi mas Abdi. Delima yang akan mengurus dia!" setelah mengatakan itu Delima pun kemudian masuk ke dalam kamar dan mencari keberadaan Abdi tang ternyata berada di dalam kamar mandi dan sedang berendam di dalam bathtub dengan air hangat.


" Apa kau tahu Delima? Alana mengatakan kalau dia menggunakan kontrasepsi! Jadi belum tentu kalau aku ini tidak bisa memiliki anak!" ucap Abdi yang sedang menatap Delima yang melihat dirinya berendam.


Alana hanya ingin memastikan bahwa Abdi baik-baik saja dan tidak dalam keadaan bahaya.


" Selesaikanlah mandimu. Aku akan menunggumu di bawah untuk makan malam!" setelah mengatakan itu delima pun kemudian meninggalkan Abdi sendiri.


Akan tetapi Abdi langsung menarik tangan delima untuk bersamanya.


" Awew, apa yang kau lakukan Mas? Apa kau lupa kalau aku saat ini sedang hamil?" growto delima berusaha untuk melepaskan diri dari Abdi yang memaksanya untuk menemani Abdi yang sedang berendam.


" Aku akan senang kalau keguguran sekarang. Aku akan memberikan anak yang banyak untuk kamu. Buah cinta kita berdua! Aku mohon Delima! Tolong kau gugurkanlah anak yang ada di dalam kandunganmu dan mari kita membangun rumah tangga kita mulai dari nol! Aku mohon!" ucap Abdi dengan mata berderai air mata.


Delima hanya bisa menatap Abdi yang sedang menangis sekarang. Entahlah! Tiba-tiba saja hati Delima merasa sangat sedih melihat air mata Abdi yang bercucuran dengan begitu deras.

__ADS_1


" Selesaikanlah mandimu. Aku akan menunggumu di bawah!" ucap Delima dengan jantung yang berdebar sangat kencang.


Sejujurnya Delima pun tidak mengerti dengan perasaannya sendiri ketika bersama dengan Abdi.


Tapi yang pasti Delima tidak bisa melupakan apa yang sudah dilakukan oleh Abdi ketika menjadi suaminya. Ketika mereka tinggal di kediaman milik suaminya.


Abdi yang setiap hari selalu menekan jiwanya dan juga kesehatan mentalnya dengan semua perbuatan buruk yang selalu dilakukan setiap hari di hadapannya.


Delima tidak bisa melupakan itu semua. Delima benar-benar tidak mampu untuk menerima ataupun mempercayai Abdi.


Saat ini Delima hanya sedang membutuhkan Abdi sebagai ayah untuk anak yang ada di kandungan nya.


Untuk hal lainnya Delima benar-benar tidak peduli sama sekali.


" Aku tidak boleh goyah dengan apapun yang dilakukan oleh Mas Abdi. Aku yakin itu pasti hanyalah strateginya untuk tetap mempunyai status sebagai menantu keluarga Bagaskara! Sejak dulu dia hanya mencintai Alana dan tidak pernah menganggapku sebagai istrinya!" ucap Delima berusaha mensugesti dirinya untuk tidak sampai tergoda kepada Abdi. Walaupun apa pun yang dia lakukan terhadapnya.


Delima yang terkejut melihat ayahnya masih duduk di ruang keluarga akhirnya hanya bisa tersenyum kepada sang ayah.


" Delima turun hanya mau mengambil makan malam untuk mas Abdi. Kenapa Papa belum tidur? Ini sudah larut malam loh!" ucap Delima sambil tersenyum kepada ayahnya.


Bagaskara terlihat menatap tajam kepada delima dia tahu bahwa putrinya tidak bahagia dalam pernikahannya bersama Abdi.


" Bercerailah dengan Abdi.Kalau kau memang menginginkannya. Papa tidak akan pernah memaksakan kau untuk tetap menikahinya! Apabila kau ingin menikah dengan Nathan papa akan berusaha untuk mewujudkan itu!" ucap Bagaskara dengan menatap Delima.


Delima cukup terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh ayahnya. Bagaimanapun dia tahu bahwa selama ini Bagaskara dan Nathan memang memiliki begitu banyak masalah yang tidak Dia mengerti.


" Tidak Pah! Delima tidak menginginkan semua itu. Saat ini Delima hanya ingin mengandung dengan lancar dan melahirkan dengan sehat! Delima tidak menginginkan apapun lagi! Papah, tidurlah saja. Tolong jangan menyiksa diri Papa untuk masalah Delima yang pastinya tidak akan pernah ada solusinya!" ucap Selima sambil mencium pipi ayahnya dengan lembut. Ayahnya yang selama ini selalu menyayangi dan juga selalu mencintainya denga tulus tanpa pamrih.

__ADS_1


Bagaskara memeluk Delima dengan erat dia tahu bahwa putrinya saat ini sedang menanggung beban yang begitu berat.


Dan dia sadar bahwa beban itu sebagian adalah diakibatkan oleh dirinya yang selama ini selalu bermasalah dengan Nathan maupun Abdi.


Dua laki-laki yang hadir dalam kehidupan putrinya tidak ada satupun yang sreg di hati Bagaskara. Semuanya dinilai buruk dan tidak pantas untuk berdampingan dengan putrinya yang tercinta.


Bagi Bagaskara Delima adalah harta yang paling berharga yang pernah dia miliki.


Saat ini Bagaskara sedang bahagia hatinya setelah mengetahui bahwa anak yang dikandung oleh Delima adalah seorang anak laki-laki yang kelak akan meneruskan nama keluarganya.


" Papa setidaknya merasa senang bahwa anak yang ada di dalam kandunganmu seorang laki-laki kelak dia akan menjadi pewaris Perusahaan keluarga kita!" ucap Bagaskara sambil memeluk Delima.


Delima merasa bahagia sekali karena papanya mau menerima anak yang ada di dalam kandungannya. Walaupun ayahnya tahu bahwa anak itu milik Nathan yang selama ini selalu menjadi musuh bebuyutannya.


" Terima kasih karena Papa mau menerima anakku sebagai bagian dari keluarga Bagaskara! Aku berharap semoga suatu saat nanti papa bisa berdamai dengan permusuhan papa dan Nathan maupun keluarga besarnya. Bagaimanapun saat ini di dalam kandungan Delima ada keturunan mereka! Pah! Bagaimanapun darah tidak akan pernah bisa berbohong!" Delima benar-benar sangat mengharapkan ayahnya bisa berdamai dengan masa lalu yang dia tahu sangat menyakiti sang ayah.


" Papah bisa memaafkan penipuan dan juga kebohongan keluarga Mas Abdi yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun lamanya. Apakah Papa tidak bisa melepaskan dendam Papah kepada keluarga Prawira? setidaknya demi Delima dan juga cucu Papa!" ucapan Delima langsung dipotong oleh Bagaskara.


" Papa tidur dulu sayang. Kau juga sebaiknya beristirahatlah!" setelah mengatakan itu Bagaskara kemudian langsung meninggalkan Delima yang bengong di tempat.


Delima hanya bisa menatap kepergian ayahnya. Delima bisa tahu bahwa ayahnya saat ini sedang sedih hatinya. Terlihat dari punggungnya yang sekarang tampak begitu rapuh dan bungkuk.


Delima tahu kalau saat ini Ayahnya sedang menangis terisak.


" Maafkan anak papa ini yang sudah sebesar ini. Delima hanya bisa memberikan kesedihan dan beban kepadamu! Delima benar-benar sangat berharap untuk kebahagiaan Papa!" ucap Delima dengan tatapan sayu.


Setelah melihat Bagaskara masuk ke dalam kamarnya. Delima pun kemudian mengambil makanan untuk makan malam Abdi.

__ADS_1


__ADS_2