
" Siapa laki-laki tadi? Kenapa dia begitu akrab denganmu?" tanya Nathan dengan nada posesifnya mengintrogasi Delima .
Delima hanya menjawab semua pertanyaan itu biasa saja.
" Dia temanku di waktu SMA. Bukannya tadi sudah dibilangin?" tanya Delima santai.
" Ya ampun aku sudah kalang kabut begini dan kau begitu santai?" tanya Nathan seperti tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Delima yang menurut Nathan terlalu menganggap biasa. Apa yang menjadi bahan pertanyaannya tadi.
" Apa yang dia perlihatkan ketika menatapmu, itu bukanlah tatapan seorang teman!" ucap Nathan dengan nada cemburu yang begitu kentara di dalam suaranya.
" Ayolah Nathan. Dia hanya temanku dan kami baru bertemu tadi. Kami cuma bicara setengah jam dan kau sudah datang ke cafe. Emangnya ada masalah apa?" tanya Delima merasa tidak suka dengan gaya bicara Nathan yang seperti tidak mempercayainya.
" Aku bisa melihat kalau dia itu mencintaimu!" ucap Nathan seperti yang marah.
" Aku tahu kalau dia memang mencintaiku. sejak dulu dia selalu mencintaiku. Di sini, yang penting bagiku, bukankah aku tidak mencintainya?" tanya Delima sambil menatap tajam kepada Nathan.
" Ayolah Nathan jangan bersyukur kekanakan begitu Apakah kau mau merusak rencana pernikahan kita karena hal kecel begini?" tanya Delima yang berusaha untuk menggenggam telapak tangan Nathan yang saat ini sedang menyetir.
Nathan tidak menolaknya bahkan mencium telapak tangan Delima dengan lembut.
" Percayalah padaku! Sejak di mana SMA. Bagas memang sudah mengatakan cinta padaku berkali-kali. Bahkan aku selalu menolaknya berkali-kali juga. Sekarang pun tetap sama. Jadi kau tidak usah khawatirkan hal tersebut. Mari kita berdua fokus untuk menyelesaikan segala persiapan pernikahan kita yang hanya tinggal menghitung hari," Delima berusaha untuk menghibur dan juga menenangkan calon suaminya.
" Tapi Delima. Hatiku tidak tenang kalau melihatmu selalu bersamanya. Sungguh! Aku benar-benar sangat cemburu!" ucap Nathan berterus terang dengan perasaannya saat ini.
" Baiklah. Aku mengerti bahwa kau merasa cemburu dengan Bagas. Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari pertemuan dengan dia! Ok?" tanya Delima sambil mengecup bibir Nathan sekilas.
Tetapi bukan Nathan kalau membiarkannya begitu saja. Nathan menghentikan mobil mereka di trotoar dan mencium Delima dengan intens. Membuat nya gelagapan dan menyesal dengan perbuatan agresifnya tadi terhadap Nathan.
Delima memukul dada Nathan secara perlahan. Untuk menghentikan pa yang dilakukan oleh Nathan.
Nathan tersenyum dan mengusap bibir Delima yang agak bengkak gara-gara perbuatan dia yang mencium Delima dengan terlalu berhasrat.
" Ih, nyebelin banget! Kamu selalu saja seperti itu. Nyebelin banget! Aku tidak akan mau lagi melakukannya!" Delima misuh-misuh.
__ADS_1
Padahal di dalam hati Delima, dia merasa kehangatan yang begitu besar di hatinya yang telah diberikan oleh Nathan untuk dirinya.
" Maafkan sayang. Sungguh, kalau kita sudah menikah, Aku tidak tahu, apakah aku bisa menahan diriku ketika dekat dengan kamu atau tidak." ucapan Nathan benar-benar membuat Delima salah tingkah.
" Menahan diri untuk apa?" tanya Delima dengan wajah polosnya.
" Tentu saja untuk menerkam kamu di ranjang! Dan bercinta dengan kamu!" ucap Nathan sambil tersenyum kepada Delima.
Nathan mengelus pipi Delima yang tersipu karena merasa malu dengan apa yang tadi dia katakan.
" aku benar-benar ingin agar pernikahan kita bisa segera terlaksana dan tidak sanggup untuk menunggu terlalu lama." Delima hanya tersenyum mendengarkan pernyataan dari Nathan yang terlalu blak-blakan.
" Ayo kita lanjutkan perjalanan kita." Nathan kemudian kembali melajukan kendaraannya yang melaju di tengah hiruk pikuk ibu kota yang begitu ramai dan juga padat.
Begitu sampai di kediaman keluarga Bagaskara Nathan kemudian langsung berpamitan kepada Delima.
" Tidak mampir dulu?" tanya Delima pada Nathan.
" Tidak!! Karena aku sangat takut melakukan sesuatu yang nantinya membuatmu marah denganku," Nathan terlihat murung yang membuat Delima menjadi penasaran.
" Aku takut kalau tiba-tiba ingin menerkam kamu dan membawa kamu ke ranjang!" Delima langsung menutup mulut Nathan karena takut kalau ada yang mendengarkan apa yang dia katakan.
" Ih bicara apa sih?? Malu tahu kalau ada yang mendengar hal itu!" protes Delima sambil melotot kepada Nathan.
Nathan sampai terbahak melihat ekspresi dan kelakuan Delima. Nathan tidak menyangka kalau kekasihnya ternyata bisa melakukan hal konyol seperti itu.
" Ya udah kalau begitu aku pulang ya, sayang? Kamu istirahatlah. Love you sayang!" hati Delima benar-benar berbunga-bunga hatinya dengan apa yang di lakukan oleh Nathan kepada dirinya.
" Love you more, sayang!" ucap Delima dengan wajah yang tersipu. Karena merasa takut kalau ada orang rumahnya yang mendengarkan apa yang dia katakan kepada Nathan.
Setelah kepergian Nathan, Delima pun langsung masuk ke dalam kamarnya.
" Aih, sayang seharian ini kau begitu tenang. Apakah kau senang karena bertemu dengan ayahmu?" tanya Delima sambil mengelus perutnya dengan perasaan bahagia.
__ADS_1
Tok Tok Tok
" Masuklah tidak dikunci!"
" Nona, tadi ada temanmu yang datang kemari dan menitipkan ini untukmu," Delima mengerutkan keningnya ketika melihat benda yang ada di tangan pembantunya.
" Makasih, Bi!" pembantu Delima kemudian keluar dari kamarnya setelah memberikan benda yang dititipkan oleh seseorang yang tadi dia katakan.
Delima kemudian memeriksa apa yang dikirimkan oleh orang itu.
" Bagas??" tanya dulu mah ketika dia membaca kartu yang tertulis di dalam kado tersebut.
" Buat apa Bagas mengirimkan kado seperti ini padaku?? Kalau Nathan melihat benda ini di dalam kamarku dia pasti akan mengamuk besar dan salah paham padaku!" Delima kemudian langsung memasukkan kado yang berbentuk hati itu ke dalam tong sampah.
Sebuah kotak musik dengan bentuk hati dan musik yang romantis. Serta kartu ucapan dengan kata-kata yang begitu manis dan penuh cinta. Fix!!! Nathan akan marah besar kalau melihat benda itu di dalam kamar Delima. Dia bisa memporak porandakan seisi kamar Delima. Karena rasa cemburu yang begitu besar di hatinya.
" Apaan sih ini Bagas?! Sejak dulu kok dia tidak pernah mau berubah sih? Nyebelin banget!" Delima kemudian memilih untuk masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang lengket di sekujur tubuh.
Di dalam kamar mandi, Delima melihat lehernya yang tadi di kecup oleh Nathan.
" Ih dasar Nathan, apa-apaan ini? Benar-benar nyebelin! kalau sampai Papa melihatnya pasti dia akan menggodaku terus!" Delima kemudian menyelesaikan mandi dan kemudian keluar dari sana menuju walk in closed miliknya.
" Ya ampun!! Nathan udah kaya drakula aja!! Apa-apaan dia ini? Aku bisa malu di hadapan Papahku kalau begini. Nanti Papa bisa-bisa salah paham gara-gara melihat semua lukisan maha karya Nathan di leher aku ini!" monolog Delima yang benar-benar kehabisan kata-kata dengan semua yang dilakukan oleh Nathan terhadap dirinya.
Delima kemudian mencari sebuah Syal yang bisa menutupi kiss mark itu.
" Perfect banget!" ujar Delima benar-benar merasa bangga dengan apa yang telah dilakukan dalam rangka menutupi hasil karya Nathan di mobil tadi saat mau turun dari mobil milik Nathan.
Tok tok tok
Terdengar kembali suara pintu di ketok.
" Siapa?" tanya Delima .
__ADS_1
" Ini papa sayang. Apakah Papa boleh masuk?" tanya Bagaskara di depan pintu.
Mendengar bahwa yang datang adalah ayahnya, Delima begitu gugup dan segera memperbaiki syalnya.