Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
53. Perang lagi??


__ADS_3

Setelah menutup telepon dari Nathan, perasaan Abdi begitu bahagia. Marena sudah berhasil membuat musuh abadinya begitu marah dengan semua usaha yang telah dilakukan untuk menghancurkan dan menyakiti Nathan.


" Kita lihat saja Nathan!! Aku akan membuat kisah 'Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku' menjadi sebuah kisah yang sad ending dan membuatmu tidak akan pernah melupakan Siapa itu Abdi! Hahaha!" Abdi terus tertawa menggemah di seluruh ruangan yang saat ini sedang ditempati.


Setelah merasa puas tertawa, terlihat Abdi yang kemudian menghubungi orang kepercayaannya yang telah dia tanam di perusahaan Prawira.


" Aksekusi semua saham-saham kecil itu dan beli semuanya! Aku ingin segera membuat Nathan Prawira hengkang dari perusahaan Prawira group sebelum pernikahannya dengan Delima di langsungkan!" perintah Abdi pada pria yang bernama John.


Jhon merasa terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Abdi yang amat berat untuknya bisa mewujudkannya.


" Ya ampun tuan Abdi!! Bagaimana caranya saya bisa melakukan permintaan anda itu??Sementara pernikahan Tuan Nathan dan nyonya Delima hanya tersisa 3 hari lagi!" ucap Jhon dengan mengusap dada untuk menyabarkan dirinya.


" Apa?? Tiga hari lagi?? Jadi mereka tidak menunggu Masa iddah selesai?!" tanya Abdi yang benar-benar sangat murka mengetahui kenyataan itu.


" Tuan Arjun mengatakan, kalau Nyonya Delima selama ini tidak pernah disentuh oleh anda sebagai Suaminya. Jadi mereka semua memutuskan tidak membutuhkan masa iddah untuk Nyonya Delima. Karena anak yang ada di dalam kandungan Nyonya Delima, sudah dipastikan adalah milik Tuan Nathan!" penjelasan dari John benar-benar membuat Abdi merasa seakan terpukul luar biasa.


Apa yang di katakan oleh Jhon seakan mengingatkan dirinya kembali dengan perilakunya selama ini yang tidak pernah menghargai Delima sebagai istrinya.


" Kurang ajar!" Maki Abdi yang benar-benar merasa sangat marah mendengar berita itu.


Abdi langsung menutup telepon. Abdi bahkan sampai mematahkan pensil yang saat ini ada di tangannya sangking marahnya seorang Abdi. Saat dia mendengar bahwa Delima tidak membutuhkan masa iddah untuk kembali menikah dengan Nathan.


" Bodoh kamu Abdi!! Kenapa kau tidak pernah menyentuhnya selama lima tahun Delima menjadi istri kamu?? Kamu benar-benar seorang laki-laki yang sangat tolol!" Abdi kemudian bangkit dari tempat duduknya dan memijit pelipisnya yang terasa begitu pening luar biasa.


Abdi kemudian memutuskan untuk pergi ke dalam kamarnya dan membaringkan tubuhnya di sana.

__ADS_1


Terlihat seorang wanita tanpa busana yang tadi malam dia panggil untuk memenuhi hasrat birahinya untuk bercinta dengan seorang wanita.


Melihat wanita itu yang masih berbaring dan terlelap seketika Abdi menjadi kalap. Abdi langsung menarik selimut yang menutup tubuhnya dan kembali melampiaskan emosinya terhadap wanita itu yang terkejut saat matanya terbuka tubuhnya sudah kembali di nikmati oleh Abdi.


Tetapi wanita itu mengerutkan keningnya karena melihat cara Abdi yang begitu kasar dan menyakitinya.Tidak seperti tadi malam yang begitu lembut dan sangat menghargainya sebagai seorang wanita.


" Ah, Tuan!! Tolong perlahan jangan seperti itu Anda menyakitiku!" teriak wanita itu yang mulai merasa tersiksa dengan semua yang dilakukan oleh Abdi terhadap dirinya.


Abdi yang saat ini sedang sangat marah tidak mamperdulika. sama sekali apapun yang dikatakan oleh wanita itu. Abdi hanya ingin melampiaskan emosi dan juga amarahnya terhadap sesuatu. Dan Abdi menemukan wanita itu di dalam kamarnya. Oleh karena itu Abdi melampiaskan semua emosinya tanpa berpikir panjang pada Wanita malang itu.


" Pergilah dan ambil uang itu!" ucap Abdi yang melemparkan uang yang tadi diambil dari dompetnya ke atas tubuh wanita itu yang masih menggigil dan menangis pilu.


Setelah selesai menuntaskan amarah di hatinya, Abdi langsung meninggalkan wanita itu ke kamar mandi dan berendam di sana. Melupakan semuanya dengan begitu mudah seakan tidak terjadi apa-apa di dalam kamar itu.


Wanita malang itu menangis. Karena dia merasakan sekujur tubuhnya yang terasa begitu sakit. Setelah mengalami penyiksaan dari Abdi yang luar biasa.


Setelah wanita itu berhasil mengenakan pakaiannya. Dia pun langsung berlari keluar dari kamar Abdi dengan susah payah. Pria kejam yang tadi sudah menikmati dan menyiksa tubuhnya seperti orang yang sedang kerasukan setan kemudian dengan begitu damai sentosanya melemparkan uang ke atas tubuhnya sebelum Abdi pergi ke dalam kamar mandi.


" Dasar laki-laki gila! Dia seharusnya memeriksakan dirinya ke psikiater agar mengetahui bahwa dirinya memiliki masalah dengan mentalnya!" umpat wanita malam itu dengan suara yang serak dan sakit hati.


Akan tetapi ketika dia melihat uang yang begitu banyak yang dia dapatkan dari Abdi sedikit bisa menghibur hatinya yang sangat murka pada Abdi yang sudah menghinanya dengan memperlakukan buruk dirinya.


" Aku akan pergi ke rumah sakit dulu untuk memulihkan kondisiku saat ini. Kalau tidak, beberapa bulan ke depan aku tidak akan bisa bekerja lagi. Kurang ajar!! Laki-laki itu sudah benar-benar merugikan ku!" umpat wanita muda itu yang bahkan usianya belum 19 tahun.


Wajah cantik dan tubuh moleknya. Telah dia jadikan modal untuk mendapatkan uang tambahan agar bisa menikmati hidup di Amsterdam yang memiliki biaya hidup yang tinggi. Wanita itu menjadi kupu-kupu malam sudah lebih dari dua tahun.

__ADS_1


Berawal dari sang kekasih yang selalu menyakitinya. Mencampakan dirinya setelah mendapat segalanya. Akhirnya dengan modal nekat Dia memutuskan untuk mengerjakan hal seperti itu tanpa merasa takut sama sekali dengan konsekuensi yang akan diterima di masa depan sebagai seorang wanita yang melayani banyak lelaki dalam satu wanita.


Wanita bernama Jean itu tidak sembarangan menerima klien. Dia hanya menerima pria-pria muda yang kaya raya dan tajir melintir untuk bisa membooking dirinya yang memiliki tarif tinggi dan ekslusive.


Jean masuk ke dalam apartemennya dan membersihkan tubuhnya yang sakit-sakit dan pegel-pegel gara-gara kegilaan yang telah dilakukan oleh Abdi kepadanya.


" Sialan!! Benar-benar kurang ajar laki-laki itu dia sudah merusak asetku!" umpat Jean, saat dia melihat sekujur tubuhnya yang banyak luka lebam dan gigitan.


Tapi entah kenapa, tiba-tiba saja hati Jean seakan berdesir ketika dia mengingat kembali momen dirinya bersama Abdi pada malam harinya di mana Abdi memperlakukannya dengan begitu baik dan manis.


" Ih, sialan!! Kenapa juga aku malah memikirkan b******* itu!" rutuk Jean yang benar-benar geram terhadap dirinya sendiri.


Setelah selesai membersihkan tubuhnya. Jean pun kemudian pergi ke rumah sakit dengan menggunakan mobilnya.


" Awas saja!! Aku akan memberikan laki-laki b******* itu sebuah pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya. Ketika aku bertemu lagi dengannya suatu saat nanti!" tampaknya hujan benar-benar marah dan merasa tersinggung dengan apa yang sudah dilakukan Abdi terhadap dirinya.


Begitu sampai di rumah sakit Jan langsung memeriksakan sekujur tubuhnya untuk mendapatkan perawatan dari sang dokter.


Begitu melihat kondisi tubuh Jean. Dokter muda itu sudah tahu bahwa pasien yang ada di hadapannya telah mengalami kekerasan sexsu@l dan dia merasa sangat miris melihatnya.


" Saya sarankan kepada anda untuk dirawat sama beberapa hari di sini agar kembali pulih. Kalau tidak, hal itu akan berbahaya untuk diri Anda di masa yang akan datang!" Jean merasa geram mendengar apa yang dikatakan oleh dokter.


Seketika rasa bencinya terhadap Abdi begitu besar dan bergunung di hatinya.


" Baiklah dokter! Lakukanlah apa yang terbaik untuk diriku!" ucap Jean pasrah.

__ADS_1


' Untung saja b******* itu memberikan banyak uang jadi aku bisa melakukan perawatan kesehatan di sini untuk memulihkan sekujur tubuhku yang luka gara-gara dia!' bathin Jean yang masih bisa bersyukur dengan keadaan buruk yang menimpanya.


Dokter muda itu menghela nafasnya dengan berat. Dia merasa sangat prihatin dengan wanita muda seperti Jean yang sudah mengalami nasib buruk seperti itu. Hatinya menjerit!!


__ADS_2